Hikmah di Balik Dakwah Ibnu Taimiyah

>> Sabtu, 21 Februari 2009

Pada akhir abad ke-empat hijriyah kaum muslimin mulai mengalami kemunduran di berbagai bidang, sehingga kaum muslimin menjadi lemah. Pada saat itulah musuh-musuh islam mulai menyerang dari dua arah; barat dan timur. Dari barat kaum muslimin diserang oleh pasukan salib. Sedangkan dari timur diserang oleh bangsa Tartar.
Bahkan negeri syam selama dua abad di bawah kekuasaan hukum eropa. Sedangkan kaum salibis dapat menjajah Damsyiq pada tahun 491 H dan berjarak satu tahun yakni pada tahun 492 H Baitul Maqdis mampu dikuasai. Peperangan ini terus berlangsung dalam jangka yang lama. Kemudian perancis menguasai Dimyat di Mesir.
Di sisi lain Tartar mulai keluar dari Cina terus berjalan ke barat menguasai Turkistan kemudian menyebrangi sungai dan menguasai samarqandi, bukhoro, dan yang lainnya. Sebagian dari mereka meneruskan perjalanan menuju khurosan dan ke perbatasan iraq. Dan pada tahun 657 atau 656 H Tartar mampu menguasai Baghdad. Dan sejak itulah tartar menguasai Syam. Maka jatuhlah wibawa khilafah islamiyah dan runtuhlah khilafah abbasiyah. Maka mulailah sistem pemerintahan islam dengan kerajaan.

Pada saat situasi dan kondisi seperti inilah muncul Syaikh Islam Ibnu Taimiyah. Pada waktu itu terjadi kegoncangan politik dan hukum. Pada saat bersamaan pula muncul penyelewengan dan penyimpangan adat serta kebiasaan hidup. Sehingga islam menjadi terasing. Kesatuan umat islam tercerai-berai. Mulai muncul firqoh-firqoh sesat yang menyelisihi salaful sholih baik masalah aqidah maupun furu'. Selain itu terjadi kejumudan berfikir dan menyebar taqlid buta.
Di antara firqoh menyebar pada saat itu adalah Syiah, Shufiyah, Quburiyah, serta firqoh yang menafikan seperti Jahmiyah, Mu'tazilah, Qodariyah. Ada pula yang berlebihan dalam mempelajari ilmu kalam dan filsafat sehingga menggeser istidlal (pengambilan dalil) dengan qur'an dan sunnah. Inilah sedikit gambaran kehidupan masyarakat islam pada masa itu.
Lantas bagaimana beliau mampu merubah segala kerusakan yang terjadi dan menggantikannya dengan cahaya islam? Metode apa yang beliau tempuh sehingga Allah memberikan cahaya untuk masyarakat ini sehingga kembali menapaki Kitab, Sunnah, Ijma' dan Aqidah Salafush Sholih? Berikut ini beberapa hikmah beliau dalam berdakwah:
1. Memulai dengan ilmu
Ketika beliau hidup banyak sekali firqoh sesat yang menyebar di masyarakat. Beliaupun menyadari bahwa kerusakan umat ini tidak dapat diperbaiki kecuali dengan ilmu. Maka mulailah beliau mendalami berbagai cabang ilmu terutama adalah kitab dan sunnah. Walaupun beliau tumbuh berkembang di keluarga berilmu, hal tersebut tidak membuat beliau merasa cukup. Inilah yang menunjukkan hikmah beliau. Karena tidak ada Hakim (orang berhikmah) kecuali memiliki ilmu bermanfaat. Orang yang tidak memiliki tak dapat memberi.
2. Menyebarkan ilmu
Setelah menguasai berbagai cabang ilmu terutama kitab dan sunnah, beliaupun mulai menyebarkan dan mengajarkannya. Beliau membentuk halaqoh serta majelis ilmu. Lewat majelis tersebut beliau menyebarkan manhaj salaf, serta mengajak umat untuk berpegang teguh di atasnya. Mengapa manhaj salaf? Sebab merekalah yang paling mengerti terhadap maksud dari al qur'an dan as sunnah, karena kedekatan mereka terhadap rasulullah  dan mereka paham terhadap sebab turunnya al qur'an. Selain itu keimanan terbatas dengan apa yang telah ada pada nabi dan para shahabatnya. Maka tidak ada iman kecuali iman mereka, dan tidak ada kebenaran kecuali kebenaran yang terdapat pada mereka.
3. Sikap beliau terhadap Qozan (Pimpinan Tartar)
Syaikhul Islam tidak hanya mencari ilmu kemudian mengejarkannya kepada manusia serta menanamkan aqidah saja. Namun beliau menyemangati serta menghasung manusia untuk berjihad di jalan Allah, dan langsung turun ke medan jihad.
Ketika Tartar menyerang Damsyiq (pada waktu itu di bawah kekuasaan kerajaan Mesir), sulthon menyiapkan pasukan untuk mengusir tartar dari Syam. Peperangan tersebut terjadi antara pasukan islam dan pasukan Qozan pada 27 Robiul Awal 699 Hijriyah . Kemenangan pun diraih pihak pasukan Tartar. Pasukan Shulton kembali ke Mesir sedangkan Tartar memasuki damsyiq serta membuat kerusakan di sana.
Maka Syaikh Taqiyuddin pun mengadakan perundingan dengan penduduk negeri. Mereka sepakat untuk mendatangi Qozan hari Senin 13 Rabiul Tsani 699 H untuk bernegosiasi dengannya. Ketika mereka telah sampai di perkemahan Qozan di negeri Habk (letaknya bersebelahan dengan Damsyiq), dia pun langsung menyambut Syaikh Islam.
Beliaupun menyampaikan beberapa permintaan. Yang pertama meminta jaminan keamanan bagi penduduk Damsyiq dan meminta kepadanya untuk membebaskan semua tawanan termasuk ahlu dzimmah. Beliau berbicara dengan sikap kesatria tanpa menunjukkan meminta untuk dikasihani. Maka Allah pun menyusupkan rasa takut ke hati Qozan. Sehingga diapun bertanya: "Siapa syaikh tersebut? Aku tak pernah melihat orang seperti dirinya, yang lebih kuat pendiriannya dan lebih mengena ucapannya di hatiku serta lebih ditunduki dari padanya." Orang-orang pun mengabarkan kepadanya tentang kedudukan beliau.
Kemudian Ibnu Taimiyah berkata kepadanya lewat penerjemah: "Kamu menyangka dirimu muslim, dengan bersamamu qodhi, imam, syaikh, muadzin, sehingga engkau memerangi kami. Padahal bapakmu dan kakekmu kafir. Mereka berdua tidak mengerjakan seperti yang engkau kerjakan dan apabila berjanji menepati. Sedangkan dirimu apabila berjanji mengingkari, engkau berkata namun tidak melaksanakan dan engkau telah berbuat dzalim.”
Kemudian Qozan menghidangkan makanan, semua orang pun memakannya kecuali Ibnu Taimiyah. Diapun bertanya mengapa tidak memakan makanan tersebut. Ibnu Taimiyah pun menjawab: “Bagaimana aku memakan makanan yang kalian rampas dari manusia, dan kalian memasak dengan kayu yang kalian ambil dari pohon manusia?”
Qozan pun terdiam, kemudian meminta kepada Ibnu Taimiyah untuk mendoakannya. Beliaupun berdoa: “Ya Allah apabila hambamu ini berperang untuk menjadikan kalimat-Mu mulia dan supaya din ini hanyalah untukmu maka tolonglah dia dan kuatkan dirinya serta kuasakan kepadanya negeri ini beserta penduduknya. Apabila dia berperang karena riya’, sum’ah, serta mencari duniadan menjadikan kalimatnya tinggi dan menghinakan islam dan pembelanya, maka hinakanlah dia dan hancurkan kekuasaannya.” Qozanpun mengangkat tangan dan mengamininya.
Melihat hal tersebut orang-orang mengkhawatirkan keadaan Ibnu Taimiyah. Mereka takut apabila beliau dibunuh lantaran melantunkan doa tersebut. Namun Allah berkehendak lain. Dia turunkan rasa takut di dalam hati musuh-Nya.
Qozan pun memenuhi permintaan Ibnu Taimiyah serta berjanji melindungi darah kaum muslimin dan mengembalikan tawanan dari kaum muslimin. Tapi Syaikh Islam menolak hingga mengembalikan semua tawanan baik dari muslimin maupun ahlu dzimmah dari Yahudi dan Nasrani. Beliapun pulang dalam keadaan terhormat. Sungguh allah telah memberinya taufiq dan menolongnya karena niat baiknya serta keikhlasan niatnya. Allah pun memberikan manfaat kepada kaum muslimin melalui dirinya.
Tidak hanya itu saja. Masih ada kisah yang menunjukkan keberanian beliau. Yakni beliau berangkat menuju Mesir meminta Shulthon untuk mengirim pasukan ke Syam apabila dia mau. Ia katakan kepada sultan Nashir Muhammad bin Qalawun, "Jika kalian tidak mau melindungi Syam, maka kami akan mengangkat sultan yang mau melindungi syam dan memperbaikinya pada masa-masa aman."
Ia katakan lebih lanjut, "Taruhlah misalnya kalian bukan penguasa Syam kemudian penduduk Syam meminta bantuan kalian, maka kalian wajib memberi bantuan yang mereka perlukan. Lantas bagaimana jika kalian adalah penguasa Syam dan penduduk Syam adalah rakyat kalian dan kalian bertanggung jawab terhadap keselamatan mereka?"
Ibnu Taimiyah tetap berada di tengah-tengah rakyat Mesir menguatkan semangat mereka dan menjanjikan kemenangan bagi mereka hingga akhirnya mereka menyiapkan pasukan dan mengirimkannya ke Syam. Ibnu taimiyah berada di benteng pertahanan Mesir selama delapan hari guna menyerukan jihad dan meminta mereka keluar menghadapi musuh Islam dan kaum muslimin. Pada tanggal 17 Jumadil Ula 700 H, Ibnu Taimiyah pulang ke Damascus. Ketika pasukan Tartar mengetahui persatuan kaum muslimin untuk menghadapinya maka mereka pulang ke negaranya karena lemahnya semangat perang mereka."
Selang dua tahun tersiar kabar Tartar datang kembali setelah menyeberangi Euferat untuk menyerang Syam. Maka Ibnu Taimiyah pun kembali menghasung kaum muslimin untuk berjihad di jalan Allah dan beliau menjanjikan kemenangan di tangan kaum muslimin. Bahkan beliau bersumpah: "Sesungguhnya kalian pada kesempatan kali ini akan menang." Maka amir pun berkata: "Katakan Insya Allah!"
Ibnu taimiyah menjawab: "Insya Allah secara pasti bukan menggantungkannya kepada Allah." Beliau mentakwilkan firman Allah:
ذَلِكَ وَمَنْ عَاقَبَ بِمِثْلِ مَا عُوقِبَ بِهِ ثُمَّ بُغِيَ عَلَيْهِ لَيَنْصُرَنَّهُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ لَعَفُوٌّ غَفُورٌ (60)
"Demikianlah, dan barang siapa membalas seimbang dengan penganiayaan yang pernah ia derita kemudian ia dianiaya lagi, pasti Allah akan menolongnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun." (QS. Al Hajj: 60)
Beliau berhusnu dzan kepada Allah, sehingga berani bersumpah seperti ini.
Dari kisah-kisah di atas ada beberapa hikmah yang dapat kita ambil:
a. Beliau meminta keamanan bagi penduduk Damsyiq atas darah, kehormatan, serta harta mereka, maka Qozan pun mengabulkannya.
b. Beliau memaksa untuk mengembalikan semua tawanan baik dari muslimin maupun ahli dzimmah.
c. Keberanian beliau dalam ucapannya kepada Qozan sehingga Allah menyusupkan rasa takut ke dalam hatinya.
d. Beliau memperingatkan Qozan atas pelanggaran janjinya, walaupun dia mengaku Islam.
e. Makanan yang dihidangkan Qozan tidak dimakan. Sebab makanan tersebut merupakan harta yang dirampas dari kaum muslimin, serta dimasak menggunakan pohon manusia.
f. Doa beliau yang menunjukkan hikmah serta keadilannya dan usahanya menolong agama Allah.
g. Beliau menghasung kaum muslimin berjihad serta langsung turun ke medan jihad dan memimpin mereka.
h. Beliau menjanjikan kemenangan, hal ini menunjukkan keyakinannya kepada Allah bahwa Allah akan menolong mereka. Oleh karenanya Allah pun menurunkan kemenangan.
4. Debat terbuka
Termasuk sikap beliau yang menunjukkan hikmah adalah memegang teguh aqidah salaf dan mencurahkan segenap waktu dan fikirannya untuk mengembalikan golongan menyimpang ke aqidah yang benar. Sebab merekalah orang yang paling mengetahui penyakit umat dan obanya. Hal ini dikuatkan dengan perkataan imam Malik bin Anas: “Umat ini tidak akan baik kecuali dengan baiknya generasi awal.”
Dalam menolong madzhaf salaf dan membelanya beliau menggunakan hujjah aqliyah dan naqliyah. Bahkan pernah terjadi debat terbuka di Mesir dan Syam. Di antaranya adalah:
a. Kitab Aqidah Wasithiyah
Kitab ini beliau tulis untuk Ridho Din al Wasithi, pengikut madzhaf syafi’i. Dia terus meminta Ibnu Taimiyah untuk menulis kitab aqidah yang dapat dijadikan panduan bagi penduduk kota Wasith. Maka Ibnu Taimiyah pun menuliskan baginya dan disebarkan kepada masyarakat.
Ketika tulisan tersebut tersebar luas, maka terjadi keresahan di golongan Jahmiyah, Ittihadiyah, Rofidhoh dan yang lainnya. Mereka pun mendatangi sulthon Mesir. Kemudian Sulthon Mesir menulis surat keada Amir Syam untuk mengumpulkan qodhi empat madzhab, para mufti, syaikh. Ketika surat itu tiba, Amir Syam langsung mengumpulkan Qodhi empat madzhab, para ulama dan Syaikh Ibnu Taimiyah di Damsyiq. Yakni bertepatan dengan hari Senin, 8 Rajab 705 H.
Majelis pun dimulai dan syaikh Islam membacakan Aqidah Wasitiyah dari awal. Kemudian terjadi debat terbuka dengan disaksikan Amir. Beliau menjelaskan madzhab salafush sholih dengan gamblang bahwa inilah aqidah ahlus sunnah wal jama’ah yang berdasar kitab, sunnah, dan ijma’ salaf. Beliaupun mendebat para pengikut madzhab. Bahkan beliau lebih mengetahui madzhab mereka melebihi pengetahuan mereka terhadap madzhabnya. Beliau membuat mereka tak berkutik di hadapan amir.
Majelis berikutnya digelar pada 12 Rajab 705 H, dengan dihadiri qodhi empat madzhab dan Shafiyuddin al Hindy. Dia mendebat Ibnu Taimiyah dengan argumentasi yang banyak. Namun diapun tunduk dan tak dapat berkutik dihadapan Ibnu Taimiyah. Beliau mendebat mereka dengan kitab, sunnah, dan atsar salafus sholih. Beliau juga mengajak mereka untuk berpegang teguh dengan madzhab salaf. Beliau menjelaskan bahwa sumber aqidah ini tidaklah dari dirinya sendiri, sebab tidak ada seorangpun yang diperkenankan mensyariatkan sesuatupun tanpa seizin Allah. Kitab tersebut disarikan dari al qur’an, sunnah, dan ijma’ salaf. Majelis inipun berakhir tanpa dapat mereka bantah. Syaikh Islam keluar diiringi manusia dengan membawa lilin mengiringi beliau hingga tiba di rumah.
Majelis ketiga digelar pada 7 Sya’ban 705 H. Mereka berkumpul dan ridho terhadap Aqidah Wasitiyah. Sebagian mereka menguji beliau. Ini semua dilakukan di depan ketua majelis yakni Wakil Sulthon. Allah pun memenangkan kebenaran dan menghilangkan kebatilan.
b. Dengan Kelompok Bathoiyah
Di sini beliau berhadapan dengan kelompok Ahmadiyah al Bathoiyah. Mereka menyelisihi aqidah salaf yang diserukan oleh Syaikh Islam. Mereka menyeru kepada Al Qur’an dan As Sunnah namun amalan mereka merupakan amal syaithoniyah.
Pada hari Sabtu, 9 Jumadil Ula 705 H, mereka mendatangi istana wakil Damsyiq. Mereka meminta kepada wakil sulthon agar menghentikan syaikh Ibnu Taimiyah serta dakwah salafiyahnya. Mendengar hal tersebut manusia berkumpul mengerumuni mereka.
Namun sang amir belum mengabulkan permintaan mereka hingga dia mendatangkan Ibnu Taimiyah. Mendapat panggilan tersebut Ibnu Taimiyah pun menjelaskan bahwa mereka adalah ahli bid’ah. Mereka telah merusak agama kaum muslimin, dan beliau memaparkan apa yang beliau ketahui tentang mereka.
Beliau melarang mereka melakukan bid’ah dan tindakan syaithoniyah seperti masuk ke dalam api. Syaikh islam siap masuk ke dalam api apabila mereka memasukinya. barangsiapa terbakar maka dia mendapatkan laknat Allah. Tapi sebelum masuk ke dalam api beliau mensyaratkan untuk mandi dengan air panas. Namun sebelum masuk syaikh islam mensyaratkan untuk mandi dengan air panas.
Kemudian syaikh merekapun mendatangi amir dan meminta ampunan atas apa yang mereka lakukan di masa lampau. Mereka pun kembali mengikuti kitab dan sunnah, Ibnu Taimiyah pun menerima mereka. Namun ada syaikh sufi lain yang mendebat beliau. Maka beliau pun membuatnya tak berkutik di depan hadirin sehingga dia menyatakan kembali kepada al quran dan sunnah.
Ibnu Taimiyah pun meminta kepada amir untuk memenggal siapapun yang menyelisihi kitab dan sunnah. Maka Amir pun menyampaikan pengumuman tersebut, barangsiapa menyelisihi kitab dan sunnah maka akan dipenggal lehernya. Manusia pun berkata:
فَوَقَعَ الْحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (118) فَغُلِبُوا هُنَالِكَ وَانْقَلَبُوا صَاغِرِينَ (119)
“Karena itu nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan. Maka mereka kalah di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina.” (Al A’rof: 118-119)
c. Sikap Beliau Terhadap Tasawuf
Beliau tidak serta merta menyamakan tasawuf. Beliau membedakan sikap beliau terhadap tasawuf sunni dan tasawuf bid’i. Beliau memuji tasawuf sunni. An dalam menyikapi tasawuf bid’i pun beliau tidak memukul rata. Namun beliau klasifikasikan sesuai dengan kedekatannya dengan sunnah, inti kebid’ahannya.
5. Sikap beliau di dalam penjara
a. Di penjara Qudhot Mesir
Pada 18 syawal 707 beliau mengajari penghuni penjara dan memberi petunjuk serta wejangan dengan metode yang tepat. Sehingga Allah memberi petunjuk kepada sebagian besar mereka melalui perantara beliau.
b. Di penjara Iskandariyah
Pada 1 Rabiul Ula 709 H beliau memasuki penjara tersebut. Beliau memasuki istana luas, di dalamnya terdapat kemungkaran yang sangat besar. Maka lewat beliaulah Allah pun memberi manfaat kepada penduduknya. Beliau menjelaskan kebenaran dan memperingatkan bid’ah dan kemungkaran.
c. Di Qol’ah Damsyiq
Pada 16 Syawal 726 H beliau memasukinya. beliau berkata: “Aku sudah menantikannya. Di dalamnya terdapat kebaikan yang banyak dan maslahat yang besar. Selama di sana beliau banyak tilawah, menulis buku, membantah penentang sunnah, dan menulis masalah ziaroh qubur bid’ah serta menjelaskan ziaroh syar’iyah.
Beliau merupakan dai penuh hikmah di manapun beliau berada. Beliau tidak memperdulikan di mana beliau tinggal selama masih daat menyebarkan ilmu dengan pena dan lisannya. Oleh karenanya beliau berkata: “Apa yang dapat dilakukan musuhku! Sesungguhnya surgaku ada di hatiku. Ke manapun aku pergi dia selalu bersamaku. Apabila aku dipenjara maka itu adalah khalwat, apabila aku dibunuh maka syahadah bagiku, dan apabila aku diusir maka itu merupakan syiyahah.”
d. Menulis dengan arang
Inilah yang menunjukkan kekuatan beliau dalam memperjuangkan kebenaran dan keteguhan beliau menapaki jalan tersebut di akhir hayatnya. Yakni ketika beliau di penjara Qo’ah Damsyiq dengan menulis menggunakan arang.
Pada 9 Jumadil Akhir 728, Ibnu Taimiyah dilarang menggunakan perlengkapan menulis. Seluruh tulisan sebanyak 60 jilid beliau dikirim ke Maktabah Al Adiliyah. Pada saat seperti ini tidak mematahkan semangat beliau dalam menyampaikan kebenaran. Beliau masih tetap menulis walaupun menggunakan arang. Selain itu beliau mampu menghatamkan al qur’an sebanyak 80 kali selama di penjara.
Tak berselang lama dari penjara tersebut beliau meninggal. Yakni pada 20 Dzulqo’dah tahun 728 H.

Dengan karunia Allahlah beliau menapaki jalan penuh hikmah. Beliau bak pelita bagi umat islam di tengah kegelapan. Beliau sebarkan kitab, sunnah, serta berjihad dengan lisan dan tangannya. Beliau mendebat penentang sunnah. Penjara pun tak dapat menghentikan dakwah beliau. Bahkan beliau mampu merubah lingkungan rusak kembali kepada lingkungang sholih. Semoga Allah memberinya balasan dengan sebaik-baiknya.

Referensi:
1. Al Hikmah fi ad da’wah ilallah, Sa’id bin Ali bin Wahf al Qohthony, maktabah Malik Fahd Al Wathoniyah, Cetakan ketiga Syawal 1317 H/ 1997 M.
2. Wajah Dunia Islam Dari Bani Umayyah Hingga Imperialisme Modern, Dr. Muhammad Sayyid al Wakil, pen. Fadhli Bahri, Lc, pustaka Al Kautsar, Cetakan kelima, Juli 2005 M.
3. Thoifah Manshurah Sifat dan Karakternya, Abdul Mun'im Musthafa Halimah, Darul Ilmi, cetakan pertama Jumadits Tsaniyah 1426 H, Juli 2005 H.
4. Takamul Manhaj Ma'rifi 'Inda Ibni Taimiyah, Ibrahim 'Uqaili, Al Ma'had Al Alami Lil Fikri Al Islami, 1994 M/ 1415 M.

Read More..

Bekerja Adalah Ibadah

Ibadah tidaklah sebagaimana yang dipahami oleh kebanyakan manusia, yakni hanya terbatas shalat, zakat, puasa, atau ibadah-ibadah mahdhoh lainnya. Lebih dari itu, apabila bekerja diniatkan sebagai wasilah agar dapat menjalankan perintah-Nya dengan sempurna juga termasuk ibadah.
Karena ibadah sesuai dengan yang dijelaskan oleh Ibnu Taimiyah adalah, “Segala sesuatu yang dicintai oleh Allah berupa perkataan atau perbuatan, baik yang dhohir (nampak) maupun yang batin (tidak nampak).”
Sebagai contoh konkretnya, pada suatu hari Rasulullah  duduk-duduk bersama shahabatnya. Mereka melihat seorang pemuda yang gagah lagi kuat, dia berpagi-pagi dan bersegera pergi ke pasar. Maka para shahabat pun berkata: “Sayang sekali, seandainya saja masa mudanya digunakan di jalan Allah”. Maka Rasulullahpun bersabda: “Janganlah kalian berkata seperti itu, sesungguhnya apabila dia bekerja untuk menghidupi anaknya yang masih kecil maka dia di jalan Allah. Dan apabila dia bekerja untuk menjaga dirinya sendiri (dari meminta-minta) maka dia di jalan Allah. Sedangkan apabila dia bekerja untuk riya’ dan berbangga diri maka itu di jalan syaithan”. Kemudian ada yang bertanya: “Wahai Rasulullah, pekerjaan apa yang paling baik?” Beliau bersabda: “Hasil pekerjaan tangannya dan setiap jual beli yang baik.” (HR. Thabrani dan sanadnya shahih)
Abu Sulaiman Ad Daroni berkata: “Ibadah menurut kami tidaklah sekedar engkau sholat sedangkan orang lain sibuk bekerja untuk menghidupimu. Akan tetapi mulailah dengan memenuhi kebutuhanmu kemudian beribadahlah.”
Umar bin Khattab  juga pernah berkata: “Janganlah salah seorang dari kalian hanya duduk-duduk saja kemudian berdoa, “Ya Allah berikanlah aku rejeki”. Sesungguhnya kalian tahu bahwasanya langit tidak pernah menurunkan hujan emas dan perak.”

Read More..

ARTI SEBUAH KEMENANGAN

Kemenangan seringkali diartikan dengan keunggulan, keberhasilan, dan juga kesuksesan atas lawan. Seorang pembalap dikatakan menang apabila menjadi yang terdepan. Seorang petinju menang apabila dapat meng-K.O. lawannya. Perenang menang bila menajadi yang tercepat. Dan banyak lagi kemenangan-kemenangan yang selalu dikaitkan dengan keunggulan atas lawan.
Namun apakah seperti itu islam memaknai sebuah kemenangan. Setidaknya ada 3 makna kemenangan dalam islam:

1. Tetap dengan komitmennya
2. Allah akan menimpakan siksa batin kepada musuh-musuh islam
3. Apabila mendapatkan kesyahidan
Apakah da’wah nabi Nuh alaihi salam dianggap tidak berhasil karena hanya mendapatkan pengikut belasan orang. Padahal beliau berdakwah selama 950 tahun. Apakah dakwah Rasulullah  di Makkah tidak berhasil karena mendapatkan pengikut puluhan orang. Apakah perang Uhud dikatakan kalah karena banyak kaum muslimin yang memperoleh kesyahidan?
Apabila standart kemenangan hanyalah pada materi maka sangat sedikit sekali orang yang berhasil. Banyak dari mereka yang harus menerima “kegagalan” ketika ajal menjeput, namun kemenangan tak kunjung datang. Oleh karenanya kemenangan tak harus bermakna unggul. Karena hakekat kemenangan adalah:
1. tetap berpegang teguh dengan komitmennya
mereka yang ajal menjelang namun tetap teguh dengan prinsip dan komitmennya tetaplah disebut menang. Karena ujian dan cobaan ketika dia hidup tak mampu merobohkan prinsip yang dia pegang. Bahkan komitmen dan prinsip tersebut diwariskan kepada generasi selanjutnya. Estafet perjuangan tidaklah berhenti hanya karena kehilangan salah seorang pejuangnya. Bahkan akan tumbuh sepuluh, seratus, bahkan seribu pejuangan yang memiliki komitmen dan prinsip seperti dirinya.

Read More..

What The Meaning of The Name

“What’s the meaning of the name”
Itulah sebuah pertanyaan masyhur dalam salah satu drama klasik William Shakespeare, seorang sastrawan dan penulis skenario drama yang sangat dikagumi oleh pecinta seni teater seluruh dunia. Berbeda dengan Hellen Keller, seorang cendikiawati penyandang cacat ganda, tuna netra, tuna rungu, dan tuna wicara. Dia mengalami sendiri betapa penting dan berartinya sebuah nama. Dalam “Everything Has a Name”, ia menulis betapa cakrawala pemikirannya menjadi terbuka saat menyadari bahwa segala sesuatu ada namanya. Lantas bagaimanakah islam nama bagi anak?

Ketika anak terlahir ke dunia maka dia memiliki hak-hak yang harus ditunaikan oleh orangtuanya. Salah satunya adalah diberi nama yang baik. Pemberian nama tersebut disunahkan untuk dilakukan pada hari ketujuh dari kelahirannya. Hal ini berdasar sabda Rasulullah  : “Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh, kemudian dicukur rambutnya, dan diberi nama.”
Sesungguhnya nama-nama yang baik akan terpatri dalam jiwa sang anak sejak pertama kali mendengarnya. Dan dengannyalah kelak dia akan dipanggil di hari kiamat. Oleh karenanya Rasulullah  memerintahkan untuk memperbagus nama. Hal ini sebagaimana yang beliau sabdakan :
إِنَّكُمْ تُدْعَوْنَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ بِأَسْمَائِكُمْ وَ أَسْمَاءِ آبَائِكُمْ, فَأَحْسِنُوْا أَسْمَائَكُمْ
“Sesungguhnya kalian pada hari kiamat akan dipanggil dengan nama kalian sendiri dan nama-nama ayah kalian. Maka baguskanlah nama-nama kalian.”
Selain itu, pemberikan nama anak dengan nama-nama yang baik merupakan salah satu syiar islam. Adalah bangsa Arab dahulu memberikan nama anak-anak mereka dengan nama-nama sesembahan mereka. Maka, ketika Allah  mengutus nabi untuk menegakkan pilar-pilar tauhid maka beliau juga mengatur pemberian nama sedemikiaan rupa. Di dalam salah satu sabdanya Rasulullah  mengajarkan kepada umatnya nama yang dicintai Allah. Beliau bersabda:
أَحَبُّ اْلأَسْمَاءِ إِلىَ اللهِ تَعَالىَ عَبْدُ اللهِ وَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ
“Nama yang paling dicintai oleh Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman”.
Begitu bersemangatnya para shahabat mengamalkan hadits ini sehingga Ibnu Shalah mencatat sekitar 220 orang shahabat yang memiliki Abdullah. Sedangkan Iraqi mengatakan bahwa jumlah keseluruhannya mencapai 300 orang.
Sayangnya tidak banyak orangtua mengetahui hal ini. Satu fenomena di masyarakat, banyak orangtua yang memberi nama dengan seadanya. Kadang mereka mengaitkan dengan hari kelahiran, bulan kelahiran, atau tahun kelahiran. Bahkan ada juga orangtua memberi nama anaknya dengan apa yang terbersit dalam benaknya.
Seringkali pula orangtua memberikan nama dengan nama yang sering berlaku di masyarakat, yang lagi ngetren, atau yang kelihatan kearab-araban. Walaupun nama yang diberikan tidak memiliki makna yang jelas bahkan menyalahi syar’i.

Read More..

Menginstal Windows XP Arabic

Seringkali penulis dimintai bantuan untuk menjadikan windows XP agar dapat untuk menulis arab. Katanya sih, mereka tidak memiliki installer arabicnya. Padahal untuk menginstal Arabic tidak dibutuhkan cd khusus. Cukup dengan cd installer windows biasa hanya perlu merubah setingannya saja. Langsung saja ke tutorial menginstal font arabic di windows XP.
1. Masuk control panel. Untuk masuk control panel ada beberapa cara:
- Start menu > control panel
- Start menu > run > tulis “control”
2. Setelah tiba di control panel cari regional and language options kemudian double click

3. Apabila “Install files for complex script and right-to-left languages (including Thai)” belum tercheck list maka silahkan dichech list, kemudian apply. Apabila meminta CD installer windows maka masukkan dan kemudian restart. Seperti gambar di bawah ini.

4. Setelah restart, silahkan kembali lagi ke “regional and language options” dan tekan Details seperti gambar (kiri) maka akan muncul seperti gambar (kanan).

5. Tekan Add… dan ganti input language dengan Arabic (Saudi Arabia) kemudian tekan OK.

6. Setelah langkah ke lima maka akan tampil seperti ini:

7. Yang terakhir tekan OK, MAKA Windows XP pun sudah dapat digunakan untuk menulis Arabic. Untuk pengaturan Arabic – English silahkan diatur di task bar.
8. Apabila masih belum paham silahkan kirimkan email ke : firmankts@gmail.com atau sms ke: 085725152206

Read More..

DAKWAH LEWAT INTERNET? Why Not!

>> Senin, 12 Januari 2009

Teknologi informasi telah membuka mata dunia akan sebuah dunia baru, interaksi baru, dan sebuah jaringan mendunia yang tanpa batas. Disadari betul bahwa perkembangan teknologi yang disebut internet, telah mengubah pola interaksi masyarakat. Pun, internet telah memberikan kontribusi yang demikian besar bagi masyarakat, perusahaan/industri maupun pemerintah. Hadirnya Internet telah menunjang efektifitas dan efisiensi sarana komunikasi, publikasi, serta sarana untuk mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan masyarakat.
Pada tahun 1995 tercatat pengguna internet sebanyak 16 juta orang dan tahun 2008 melonjak menjadi 1 Miliar. Bahkan diperkirakan pada tahun 2010 akan menjadi 1,6 Miliar. Di Indonesia sendiri per tanggal 31 Desember 2007, pengguna internet berjumlah sekitar 20 juta, dengan pertumbuhan pengguna dari tahun 2000 hingga 2007 sekitar 900%.
Dengan besarnya pertumbuhan internet di tanah air khususnya dan dunia umumnya, maka sudah saatnya untuk melirik dan menjadikannya sebagai sarana dakwah.

Dakwah Lewat Dunia Maya
Perkembangan teknologi komunikasi telah melalui perubahan yang cukup signifikan sejak awal generasi. Saat ini, nyaris tidak ada lagi batasan bagi manusia untuk dapat berkomunikasi kapan saja dan di mana saja. Perkembangan informasi tidaklah menunggu hari, jam, atau menit, bahkan dalam hitungan detik terdapat ribuan informasi baru di internet.
Lalu, apa sajakah yang telah dicapai oleh umat Islam saat ini? Teknologi apa sajakah yang dapat di manfaatkan para dai? Apa yang akan diharapkan dari teknologi komunikasi di masa depan? Pertanyaan-pertanyaan ini hanyalah segelintir pemikiran yang ingin dijawab oleh penulis di makalah ini.
Setidaknya ada beberapa fasilitas internet yang dapat digunakan dai dalam menyebarkan dakwahnya:
1.Blog
Blog adalah kependekan dari Weblog. Seringkali blog digunakan untuk menyebut website pribadi yang selalu diupdate (perbaharui) secara terus-menerus dan berisi link-link ke website lain yang dianggap menarik, dan disertai komentar-komentar pemilik blog dan pengunjungnya.
Pada awal kemunculannya, blog hanya digunakan untuk menulis catatan harian ataupun jurnal pribadi secara online di internet. Bahkan tak jarang yang menggunakannya hanya sekedar sebagai “diary online”. Topik bahasannya pun sesuai dengan hobi atau minat blogger (baca: tukang ngeblog).
Namun beberapa tahun terakhir blog mulai mengalami pergeseran fungsi dari sejak pertama kali dikenal. Para blogger mulai menggunakannya untuk mempublikasikan bisnis, koleksi foto, video, dan tak sedikit yang mulai fokus terhadap satu objek informasi, misalnya politik, web design, olah raga, kesehatan, jurnalistik, dll.
Sebagian aktivis dan pegiat dakwah pun mulai memanfaatkan teknologi untuk kemajuan dakwah. Sebagai contoh ketika mengetikkan “blog dakwah” di google.com akan muncul 1.970.000 hasil pencarian.
Hal ini wajar sebab sejak diperkenalkan (1997) hingga sekarang, terdapat jutaan weblog. Bahkan setiap harinya tumbuh sepuluh ribu blog baru. Pada saat ini saja terdapat puluhan penyedia layanan untuk pembuatan blog secara gratis. Prasyaratannya pun tidak sulit, tidak harus mengerti bahasa pemrograman atau web design. Hanya dibutuhkan kemauan dan sedikit kejelian untuk mempelajari cara pembuatannya.
Adapun beberapa keuntungan kita memiliki blog adalah :
Memperluas dakwah
Tempat Apresiasi Hasil Tulisan
Publikasi Kajian
Memperluas Hubungan
dll
Di bawah ini beberapa alamat penyedia blog yang dapat diakses:
www.blogger.com, www.blogsome.com, www.multiply, www.xanga.com, www.blogdrive.com, www.blog.com, www.wordpress.com, www.dagdigdug.com

2.Milis
Mailing list atau lebih dikenal dengan milis merupakan kelompok diskusi di mana setiap orang berbincang tentang topic yang mereka inginkan dan dapat berlangganan dan berpartisipasi di dalamnya. Untuk menjadi anggota hanya disyaratkan mendaftarkan diri ke salah satu milis dengan menggunakan e-mail.
Setelah terdaftar sebagai member, anggota dapat membaca e-mail kiriman anggota milis kemudian mengirimkan balasannya apabila berminat. Kita bisa mengirimkan satu email kepada seluruh anggota milis hanya dalam satu kali kirim.
Berdasarkan topic diskusi, milis ada bermacam-macam. Ada milis umum, seperti milis bagi penulis lepas, dunia jurnalistik, teknologi, dan yang lainnya. Ada juga milis islami yang membahas berbagai masalah agama, seperti tafsir, fiqh, aqidah, dakwah, dan lainnya.
Tidak cukup sekedar menjadi anggota, bahkan kita dapat membuat milis sesuai dengan kebutuhan. Tentunya sebagai dai yang ingin menyebarkan dakwahnya dapat membuat milis yang berkaitan dengan dakwah yang ditekuni sekaligus kita akan menjadi moderatornya. Dari milis inilah kita dapat menyampaikan pemikiran kita kepada para anggota milis.
Misalnya saja untuk melawan penyebaran JIL (Jaringan Islam Liberal), dapat dibuat milis dengan nama “TERAPI_JIL”, “ANSHORUS_SUNNAH”, atau nama lainnya yang representative.
Salah contoh forum dakwah yang terdapat di internet adalah forum yang beralamatkan islam_bersatu@yahoogroups.com. Ini merupakan forum diskusi umat Islam yang tidak membedakan latarbelakang kepentingan, kelompok, golongan maupun aliran pemikiran. Forum ini merupakan forum diskusi bebas yang menampung diskusi muammalah, fiqih, syariah, kajian tafsir & hadits, perbandingan agama, serta berbagai masalah aktual lainnya yang biasa dihadapi umat Islam sehari-hari. Motto mereka adalah “Mari kita tegakkan syiar & dakwah Islam, kebenaran pasti akan menang & kebathilan pasti akan terkalahkan.”
Dan pada saat ini sudah banyak sekali milis yang turut serta dalam dakwah islam. Ketika penulis mencoba mencari kata “dakwah” di “Yahoo! Groups” (salah satu penyedia layanan milist) terdapat 1110 hasil pencarian. Hasil yang cukup menggembirakan. Ternyata, banyak pegiat dakwah yang sudah mulai mengepakkan sayap dakwahnya melalui jalur ini.
Selain alamat milis di atas masih banyak alamat milis dakwah yang memiliki cukup banyak member. Di antaranya :
media-dakwah@yahoogroups.com, dakwah@yahoogroups.com,
buletin_dakwah@yahoogroups.com, sabiq_itb2007@yahoogroups.com,
Diari_Dakwah@yahoogroups.com, Fosil-MMIT@yahoogroups.com,
grahadakwah@yahoogroups.com.
3.Forum Diskusi
Bila digambarkan forum diskusi adalah layaknya suatu tempat di mana terdapat ruangan-ruangan diskusi yang terpisah, dan tiap-tiap ruangan mempunyai topik diskusi yang berbeda-beda. Di setiap ruangan itu bisa terdapat lebih dari satu orang yang saling bertukar pendapat atau pikiran. Jadi kita memberikan pendapat kita ke semua orang yang ada di ruangan tersebut.
Yang membedakan antara forum diskusi dan milis adalah sarana yang digunakan. Milis menggunakan e-mail sebagai alat komunikasi. Interaksi dilakukan dengan mengirimkan email ke e-mail moderator kemudian diteruskan ke e-mail anggota secara otomatis. Begitu pula untuk menjawab atau berkomentar.
Sedangkan forum diskusi menggunakan layanan web. Interaksi forum dilakukan di satu alamat WWW ( World Wide Web) tertentu. Untuk bertanya, menjawab, dan berkomentar anggota haruslah mengunjungi alamat tersebut. Setiap anggota bisa meletakkan artikel-artikel atau pendapat-pendapatnya sehingga dapat dilihat dan dibaca oleh semua orang.
Di internet terdapat ribuan forum dakwah. Pencarian dengan mengkhususkan halaman yang memiliki judul “forum dakwah” menghasilkan 7080 hasil pencarian. Ini merupakan pencarian di halaman berbahasa Indonesia dan belum menggunakan bahasa Inggris, bahasa Arab, dan yang lainnya. Padahal tidak sedikit forum-forum semisal yang tersebar di internet dari berbagai negara. Para mujahidin pun mulai menggunakan media dakwah ini dalam menyebarkan fikroh jihadinya. Tak mau kalah para penyebar kebathilan pun turut menggunakannya dalam menyebarkan kesesatan.
Kita tidak sekedar dapat menjadi anggota forum diskusi saja, bahkan kita dapat mengelola forum diskusi dakwah semisal. Dengan sarana ini kita dapat ikut menyebarkan dakwah islamiyah dan meng-counter pemikiran “nyeleneh” dan yang menyimpang dari islam.
Berikut ini beberapa alamat forum diskusi dakwah yang dapat dijadika sample (contoh) dalam pembuatan forum semisal: http://an-nuur.org, http://blog.assunnah.web.id, http://www.kajianislam.net, http://hudzaifah.org, www.kajianislam.net, dan yang lainnya.
4.Wikipedia
Berbagi pengetahuan di internet merupakan hal yang wajar. Bahkan sudah menjadi tradisi para pengguna internet. Salah satu cara untuk berbagi pengetahuan yang dimiliki adalah dengan membuat tulisan di website ensiklopedia terbuka seperti Wikipedia.
Wikipedia sendiri merupakan ensiklopedi digital terlengkap yang ada di dunia maya. Bila diibaratkan, wikipedia layaknya perpustakaan digital yang mendunia. Kapanpun dan di manapun berada setiap orang dapat mengaksesnya. Oleh karenanya wikipedia sering dijadikan rujukan bagi para netter (pengguna internet) ketika mencari istilah atau suatu masalah.
Padahal tidak semua yang ada di dalamnya benar. Hal ini disebabkan setiap orang diperbolehkan untuk mengisinya. Atas dasar itulah, seorang dai dapat memanfaatkannya dengan memberikan memberikan tulisan, ataupun istilah-istilah Islami. Yang mana istilah islami seringkali diputarbalikkan oleh mereka yang memusuhi Islam. Dengan meng-counter lewat tulisanlah dai ikut berkontribusi dalam menjaga pemahaman umat.
5.Email
Electronic Mail atau yang lebih dikenal dengan e-mail secara bahasa adalah “surat elektronik”. Pada dasarnya konsep email adalah seperti kita mengirim surat dengan pos biasa, hanyasanya pengirim dan penerima berada dalam jaringan internet, tidak di dunia nyata. Pengiriman email pun sangatlah cepat. Hanya dalam hitungan detik seseorang sudah dapat menerima dan mengirim email ke mana pun di dunia ini. File yang dapat dikirim pun bermacam-macam, mulai program, video, audio, gambar, graphic, dan lain sebagainya.
Oleh karenanya email merupakan salah satu fasilitas yang paling banyak digunakan di Internet. Hal ini karena email merupakan alat komunikasi yang paling murah dan cepat. Dengan email kita dapat berhubungan dengan siapa saja yang terhubung ke internet di seluruh dunia dengan biaya pulsa local. Bahkan pada masa sekarang email mampu menggeser telepon dan fax.
Hal ini terbukti dengan lonjakan pengguna email di seluruh dunia sekitar 138 % dari 505 juta pengguna di tahun 2000 dan meningkat menjadi 1,2 miliar di tahun 2005.
Selain fungsi dasar email yang digunakan untuk mengirim dan menerima surat, email memiliki beberapa fungsi lain yang menunjang kegiatan dakwah. Di antaranya:
Mendaftar sebagai pemilik weblog/ blog
Mendaftar sebagai anggota milis atau pengelola milis
Mendaftar sebagai anggota forum atau pengelola forum

Pada saat ini banyak situ yang menyediakan layanan email gratis. Situs-situs tersebut antara lain : www.yahoo.com, www.astaga.com, www.plasa.com, www.lycos.com, www.bolehmail.com, www.eudoramail.com, www.mail.google.com

Penutup
Pada saat ini media merupakan alat yang sangat efektif untuk menyihir opini publik. Kedustaan dan kebatilan dapat disulap menjadi kejujuran di mata masyarakat. “Seribu dusta adalah kejujuran” begitulah orang menyebutnya. Artinya kedustaan jika diungkapkan seribu kali, maka opini orang akan yakin terhadap kebenaran suatu kedustaan.
Maka berangkat dari hadits nabi  :“Demi Allah, sungguh jika Allah memberikan hidayah kepada seorang laki-laki melalui perantaramu lebih baik dari pada engkau mendapatkan khumrin ni’am (unta merah)”1, marilah kita berlomba-lomba menggunakan sarana yang telah Allah sediakan untuk mendapatkan kebaikan yang banyak. Baik kebaikan dunia maupun kebaikan akhirat.
Sebagai alat, pada awalnya internet bersifat netral tergantung siapa pemakainya. Tidak dapat dipungkiri kemajuan teknologi bak pisau bermata dua. Di satu sisi, keberadaan internet sebagai sumber informasi dapat menjadi lahan dakwah bagi para dai. Namun di sisi lain, terdapat sisi negatif penggunaan internet yakni dengan meningkatnya angka degradasi moral. Oleh karenanya, dalam menghadapi derasnya arus teknologi maka selayaknya kita harus pandai memilah dan memilih. Sikap proporsional haruslah dikedepankan.
Terlepas dari madhorot sebagian penggunanya, bukan berarti kita meninggalkan semuanya. “Ma la yudroku kulluhu la yutroku jullahu” (apa yang tidak didapatkan seluruhnya maka tidak ditinggalkan sebagiannya). Wallahu a’lam bis showab.

Referensi:
Al Hikmah fi ad da’wah ilallah, Sa’id bin Ali bin Wahf al Qohthony, maktabah Malik Fahd Al Wathoniyah, Cetakan ketiga Syawal 1317 H/ 1997 M.
Shohih Bukhori, Imam Abi Abdillah Muhammad bin Ismail al Bukhori al Ju’fi, Darus Salam linnasyr wat tauzi’, Riyadh, Cetakan pertama 1417 H / 1997 M.
Shohih Muslim, Imam Abi Al Husain Muslim bin Hijaj bin Muslim Al Qusyairi an Nisabury, Darus Salam lin nasyr wat tauzi’, Riyadh, Cetakan Pertama Robiul Awwal 1419 H / 1998 M.
Musnad Imam Ahmad, Imam Hafidz Abi Abdillah Ahmad bin Hambal, Baitul Afkar Ad Dauliyyah, Cetakan tahun 1419 H / 1998 M.
Sunan An Nasai as Shughro, Imam Hafidz Abi Abdirrahman Ahmad bin Syu’aib bin Ali bin Sinan an Nasai, Darus Salam lin nasyr wat tauzi’, Riyadh, Cetakan Muharram 1420 H / April 1999 M.
Sunan Abi Daud, Imam Hafidz Abi Daud Sualiman bin al Asy’ats as Sajestani al Azdi, Dar Ibn Hazm, Cetakan pertama 1419 H / 1998 M.
Majalah chip Edisi 06 Juni 2008
www.google.com

Read More..

HIDUP TANPA MASALAH ?

Mana ada manusia yang hidup di dunia ini hidup tanpa masalah. Rasanya hal itu mustahil. Secara kasat mata orang gila mungkin tidak punya masalah. Pergi ke sana dan kemari tidak perlu memikirkan orang lain. Apabila lapar makanan cukup meminta atau mencari di tong sampah tanpa perlu memikirkan untuk menyimpan makanan dan yang lainnya. Padahal kegilaannyalah yang menjadi masalah utama baginya.
Begitu juga orang kaya. Ketika harta sudah tidak perlu dicari akan tetapi datang dengan sendirinya, diapun belum tentu bahagia. Kekayaan yang ada belum tentu bisa dinikmati seluruhnya. Makan makanan ada pantangannya, keluarga yang kurang harmonis, dan permasalahan lainnya.
Sesungguhnya manusia hidup tidak pernah lepas dari masalah. Mulai sejak lahir hingga mati permasalahn hidup datang silih berganti. Bahkan sesudah mati pun manusia akan menghadapi masalah yang baru lagi yakni ditanya dua malaikat di alam kubur. Sesudah hari kebangkitan, manusia digiring ke Padang Mahsyar untuk menghadapi masa penghisaban. Setiap amal perbuatan dan perkataan akan dipertanggungjawabkan.
Namun apakah permasalahan itu akan kita biarkan dan tidak kita selesaikan? Dalam menghadapi masalah kita haruslah mampu bersikap “dewasa”, walau kadang cukup disikapi dengan diam. Diam satu sisi memiliki nilai positif. Contohnya saja daripada marah dan melampiaskan kemarahannya tidak pada tempatnya lebih baik diam. Namun bukan berarti setiap permasalahan cukup dengan berdiam diri. Kita haruslah tetap mencari solusi.
Di sini saya bukan memberikan solusi bagaimana menjadikan hidup tanpa masalah, karena hal mustahil. Tetapi saya hanya ingin menghibur diri sendiri. Hadapi masalah tanpa masalah! (emang pegadaian   )

Read More..

Arrahmah.Com - Technology

Arrahmah.Com - International

  © Blogger templates Palm by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP