<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340</id><updated>2011-07-30T20:04:07.260-07:00</updated><category term='tsaqofah'/><category term='bid&apos;ah'/><category term='ardy'/><category term='fiqh'/><category term='sirohnabawiyah'/><category term='iman'/><category term='artikel'/><category term='tazkiyah'/><category term='tutorial'/><category term='komputer'/><category term='profil'/><category term='firman'/><category term='zaid'/><category term='tulisan ringan'/><category term='shahabat'/><category term='ilmu hadits'/><category term='refleksi'/><category term='pernikahan jawa'/><category term='fiqh dakwah'/><category term='aqidah'/><title type='text'>Samudra Ilmu</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>53</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-2113770950550331965</id><published>2009-08-08T06:06:00.000-07:00</published><updated>2009-08-08T06:07:25.804-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='firman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiqh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Shaum Bagi Mereka Yang Memiliki Pekerjaan Berat</title><content type='html'>Seringkali pekerjaan berat dijadikan alasan untuk membatalkan puasa. Mereka berdalil dengan firman Allah:&lt;br /&gt;وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ&lt;br /&gt;"Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin." (Al Baqarah: 184)&lt;br /&gt;Namun apakah perkerjaan berat memang menjadi udzur syar'I. Ataukah ayat tersebut diperuntukkan bagi yang lain??&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Daud dari Ibnu Abbas meriwayatkan و على الذين يطيقونه ditetapkan bagi wanita hamil dan yang menyusui. Diriwayatkan dirinya juga berkata: merupakan rukhsoh bagi orang tua dan wanita tua dan mereka yang berat untuk berpuasa. Maka mereka berbuka dan memberi makan setiap harinya satu orang miskin. Begitu juga wanita hamil dan yang menyusui apabila takut atas keselamatan /kesehatan anaknya maka berbuka dan memberi makan satu orang miskin.&lt;br /&gt;Daruqtni meriwayatkan juga darinya dia berkata dirukhsohkan bagi orang tua untuk berbuka dan memberi makan setiap harinya satu orang miskin dan tidak wajib baginya qodho' dan sanad ini shahih.&lt;br /&gt;Diriwayatkan juga darinya bahwasanya dia berkata: وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ tidaklah dimansukhkan (dihapuskan) yakni orang tua dan wanita tua yang tidak mampu berpuasa maka memberi makan satu orang miskin setiap harinya dan ini shahih. Diriwayatkan juga darinya dia berkata bagi seseorang yang memiliki anak baik yang mengandung atau menyusui: kamu termasuk yang tidak mampu.&lt;br /&gt;Hasan al Bashry dan Atho' bin Abi Robah dan Dhohahk, Nakhoi, Azzuhri, Robi'ah, Al Auzaiy, ashhabu ro'yi: wanita hamil dan yang menyusui keduanya ifthor namun tidak memberi makan. Kedudukan mereka seperti kedudukan seorang yang sakit dan mengqodho'nya. Begitu juga perkataan Abu Ubaid dan Abu Tsaur.&lt;br /&gt;Diceritakan dari Abu Ubaid dari Abi Tsaur dan pendapat ini dipilih oleh Ibnu Mundzir, dan itu pendapat imam malik bagi yang hamil apabila berbuka. Sedangkan orang yang menyusui apabila berbuka maka wajib qodho dan memberi makan.&lt;br /&gt;Imam Syafi'I dan Ahmad berkata: keduanya berbuka, memberi makan dan mengqodho'nya. Mereka berijma' bahwa masyayikh (orang tua) dan orang yang lemah yang tidamk mampu puasa atau mampu akan tetapi dengan berat maka mereka berbuka.&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari sebagian ahli ilmu bahwa ayat di atas tidak dimansukhkan (dihapuskan). Bahwasanya itu merupakan rukhsoh bagi orang-orang tua dan orang-orang lemah terkhusus apabila mereka tidak mampu berpuasa kecuali dengan berat.&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari waki' dari Ibnu Abi Laila dia berkata: aku mendatangi Atho' dan dia sedang makan pada bulan Ramadhan. Kemudian berkata&lt;br /&gt;Dalam tafsir Ath Thobari disebutkan perkataan Qotadah dalam menafsirkan ayat:&lt;br /&gt;وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ&lt;br /&gt;Ini merupakan rukhsoh bagi orang tua dan orang lemah yang sudah tua. Sedangkan mereka berat untuk berpuasa. Maka kedua kelompok tersebut memberik makan satu orang miskin dan berbuka. Kemudian ayat ini dinasakh dengan ayat selanjutnya شهر رمضان hingga firman Allah فعدة من أيام أخر . sedangkan ahlul ilmi berpendapat rukhsoh ditetapkan bagi orang tua yang lemah apabila merasa berat ketika berpuasa. Dia berbuka dan memberi makan orang miskin setiap harinya. Begitu juga bagi wanita hamil apabila khawatir atas keselamatan janinnya dan bagi yang menyusui apabila takt atas kesehatan anaknya.&lt;br /&gt;Sedangkan dalam fatwa lajnah daimah ada pertanyaan: apakah hukum orang yang menanam tanaman dan masa panennya bertepatan dengan bulan ramadhan. Apakah dia boleh tidak shaum atau tidak? Sebab tidak mungkin baginya berpuasa sekaligus bekerja?&lt;br /&gt;Kemudian dijawab: "Bulan Ramadhan adalah salah satu rukun islam. Juga merupakan kewajiban bagi mukallaf kaum muslimin sesuai dengan ijma'. Sebagaimana firman Allah:&lt;br /&gt;فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ&lt;br /&gt;"Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain." (Al Baqoroh: 185)&lt;br /&gt;Dia harus menjaga puasa ramadhan dan tidak boleh mempermudah ifthor (berbuka) tanpa udzur syar'i. Sedangkan sawah merupakan di bawah kekuasannya. Dia dapat mengatur waktu kerjanya di sawah. Dia bisa memanennya ketika cuaca dingin di malam hari. Atau memperkerjakan orang lain untuk memanennya. Yang mana pekerjaan tersebut tidak membahayakan puasanya dan memberikan upah yang sebanding. Atau mengakhirkan panennya apabila tidak mendatangkan madharat. Dan barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya akan ada jalan keluar. "&lt;br /&gt;Begitu juga ada pertanyaan: "Saya mendengar khotib dari imam masjid pada jum'at kedua pada bulan ramadhan. Dia memperbolehkan berbuka bagi pekerja yang keberatan karena pekerjaannya, dan dia tidak memiliki pekerjaan selain itu, yakni dengan memberi makan satu orang miskin setiap hari pada bulan ramadhan. Atau apabila diuangkan senilai 15 dirham. Inilah yang mendorong saya untuk menulis risalah (surat) ini. Apakah terdapat dalil shahih dari kitab dan sunnah dalam masalah ini?&lt;br /&gt;Dijawab oleh syaikh: "Seorang mukallaf tidak boleh berbuka pada bulan ramadhan hanya disebabkan dia seorang pekerja. Akan tetapi apaila dia merasa keberatan dan terpaksa untuk berbuka di siang hari maka dia berbuka untuk menghilangkan masyaqoh (sesuatu yang memberatkannya tersebut) kemudian menahan tidak makan hingga terbenamnya matahari dan berbuka bersama manusia lainnya. dan dia wajib untuk mengganti hari di mana dia berbuka. Dan fatwa yang anda sebutkan tidaklah ada dasarnya."&lt;br /&gt;Syaikh Utsaimin menyebutkan bahwa pekerjaan pilot pesawat terbang dan sopir termasuk dalam keumuman ayat:&lt;br /&gt;وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ&lt;br /&gt;"Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." (Al Baqoroh: 185)&lt;br /&gt;"Jika orang yang bekerja sebagai sopir merasa berat untuk menjalankan puasa ramadhan dalam perjalanan karena cuaca panas misalnya, maka ia bisa mengundurkanya pada saat cuaca dingin sehingga ia merasa ringan dan mudah dalam menjalankan pauasa. Yang lebih utama bagi musafir adalah mengerjakan yang paling mudah dan ringan baginya, apakah puasanya atau berbukanya. Jika antara keduanya sama saja, maka berpuasa lebih utama karena hal itu lebih cepat untuk menunaikan tanggungannya dan lebih menggiatkannya ketika orang-orang juga sedang menjalankan puasa. Sebab, ini merupakan perbuatan Nabi n."&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;Menurut penyusun, pendapat yang lebih kuat adalah seorang yang memiliki pekerjaan berat hendaknya tidak berbuka. Dia dapat menyiasatinya dengan mengerjakan pekerjaannya tersebut di waktu yang cuacanya dingin. Ataupun kalau terpaksa untuk berbuka maka sebatas untuk menegakkan tulang punggungnya dan dia melanjutkannya lagi, kemudian berbuka bersama manusia lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maroji':&lt;br /&gt;1. Al Jami' li Ahkamil qur'an, Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad Al Anshory Al Qurthuby,&lt;br /&gt;2. Fathul Qodir Al Jami' baina Riwayat wa Diroyat min 'ilmi Tafsir, Imam Muhammad bin Aly bin Muhammad Asy Syaukani, Darul Kutub Al Ilmiyah, Cetakan pertama, 1415 H/1994 M.&lt;br /&gt;3. Kajian Ramadhan, terjemahan Majalisu Syahri Ramadhan, Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin, Al Qowam, cetakan pertama, Oktober 2003.&lt;br /&gt;4. Jami'ul bayan 'an tawilil qur'an, Imam Ibn Jarir Thobari, Darul Fikr, Cetakan pertama, 1421 H/2001 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-2113770950550331965?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/2113770950550331965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=2113770950550331965' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/2113770950550331965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/2113770950550331965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2009/08/shaum-bagi-mereka-yang-memiliki_08.html' title='Shaum Bagi Mereka Yang Memiliki Pekerjaan Berat'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-1304583574684731449</id><published>2009-08-08T06:04:00.001-07:00</published><updated>2009-08-08T06:04:57.692-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='firman'/><title type='text'>RAHASIA TELINGA</title><content type='html'>وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ ( النحل : 78 )&lt;br /&gt;Manusia terlahir ke dunia ini tanpa memiliki pengetahuan sedikitpun. Bak gelas, ia masih kosong dan kering. Namun dengan perjalanan waktu, sedikit demi sedikit, manusia mulai belajar. Ia dibekali sepasang telinga untuk mendengar semua suara yang ada di sekitarnya ketika kedua matanya belum bekerja dengan optimal. Bahkan semua yang dia dengar akan terekam dalam benaknya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dengan kedua telinganyalah ia belajar untuk pertama kalinya. Hal ini sesuai dengan penelitian, indra pendengaranlah yang pertama kali bekerja sebelum indra lainnya. Terlebih indra penglihatan, indra tersebut bekerja dengan baik setelah manusia berumur 3-4 bulan. Sungguh&lt;br /&gt;Maha Suci Allah, susunan kata al quran tidak hanya sebatas penyampaian maklumat tanpa makna. Namun dari ayat tersebut tersirat bahwa indra pendengaranlah yang pertama kali berfungsi dengan baik. Bahkan sebelum bayi terlahir, indra tersebut sudah dapat merekam dan mendengar suara dari luar.&lt;br /&gt;Dengan pendengaran inilah anak bayi mengetahui semua nama benda walaupun belum dapat mengucapkannya. Berbekal lantunan ayat al quran yang dibaca oleh kedua orangtuanya ia dapat menghafal al quran walaupun belum mampu membaca.&lt;br /&gt;Oleh karenanya tak mengherankan apabila kita dapati para ulama terdahulu dapat menghafal al quran di usia dini sebelum menginjak baligh. Imam Syafi’i menghafal al quran di usia 10 tahun, bahkan ada pendapat yang menyatakan di usia 7 tahun. Ibnu Mubarrok di usia 13 tahun. Dan imam Bukhori di usia 10 tahun.&lt;br /&gt;Rahasia sukses tersebut terletak pada ibunda mereka. Ketika masih dalam kandungan mereka senantiasa membacakan al quran kepada janin yang masih dalam kandungan. Begitu juga setelah terlahir ke dunia, ketika masih dibuaian mereka selalu memperdengarkan al quran. Maka ketika sudah dapat membaca, mereka cepat sekali menghafalnya. Karena semua suara itu telah terekam sekian waktu lamanya. Bahkan lebih kuat daripada usia-usia selanjutnya.&lt;br /&gt;Al quran adalah kalamullah, kalam dari Dzat Yang Maha Bijaksana. Setiap kalimat susunannya, pilihan kata dan detail lainnya mengandung hikmah bagi manusia. Lantas apakah kita masih meragukan keotentikan al quran? Apakah kita ragu bahwa al quran merupakan firman-Nya?   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-1304583574684731449?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/1304583574684731449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=1304583574684731449' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/1304583574684731449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/1304583574684731449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2009/08/rahasia-telinga.html' title='RAHASIA TELINGA'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-8802488462304905297</id><published>2009-08-06T05:47:00.001-07:00</published><updated>2009-08-08T06:07:19.170-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='firman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tsaqofah'/><title type='text'>Memilih Pemimpin</title><content type='html'>Islam merupakan agama universal yang mengatur sleuruh aspek kehidupan manusia tanpa terkecuali. Mulai urusan yang remeh sejak bangun tidur hingga ketika akan tidur kembali. Mulai urusan antara manusia dengan sang pencipta. Dari urusan pribadi hingga urusan ijtima'i. tak terkecuali adalah urusan Negara.&lt;br /&gt;Maka sungguh benar janji Allah yang telah menyempurnakan dien ini dan menjadikannya sebagai dien yang diridhoinya.&lt;br /&gt;الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا (المائدة: 3)&lt;br /&gt;"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu"&lt;br /&gt;وَلَقَدْ صَرَّفْنَا فِي هَذَا الْقُرْآَنِ لِيَذَّكَّرُوا وَمَا يَزِيدُهُمْ إِلَّا نُفُورًا (41)&lt;br /&gt;"Dan sesungguhnya dalam Al Qur'an ini Kami telah ulang-ulangi (peringatan-peringatan), agar mereka selalu ingat. Dan ulangan peringatan itu tidak lain hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran)."&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tetap saja masih ada yang mengingkari bahwa islam telah mengatur tata negara melalui ajarannya. Sejarah yang ada seakan dianggap tiada dan dusta belaka. Dan ironis memang sejarah yang mereka saksikan tidak semakin mendekatkan mereka kepada islam, bahkan hanya menambah mereka lari dari kebenaran.&lt;br /&gt;Lantas bagaimanakah islam mengatur tentang urusan Negara? Terutama tentang pengangkatan pemimpin? Adakah hal itu dalam islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengangkat Imam Merupakan Kewajiban&lt;br /&gt;Sesungguhnya pengangkatan seorang amir (pemimpin untuk mengurusi urusan kaum muslimin merupakan kewajiban yang telah Allah tetapkan. Hal ini sebagaimana yang tersurat dan tersira dalam nash Al Quran dan As Sunnah.&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأمْرِ مِنْكُمْ&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. (An Nisa' : 59)&lt;br /&gt;وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَى أُولِي الأمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ&lt;br /&gt;Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri).(An Nisa' : 89)&lt;br /&gt;لاَ يَحِلُّ لِثَلاَثَةِ نَفَرٍ يَكُوْنُوْنَ بِفَلاَةٍ مِنَ اْلأَرْضِ إِلاَّ أَمًّرُوْا عَلَيْهِمْ أَحَدُهُمْ (رَوَاهُ أَحْمَدُ)&lt;br /&gt;"Tidak halal bagi tiga orang yang berada di suatu padang pasir dari bumi kecuali mengangkat salah satu dari mereka untuk menjadi amir." (HR. Ahmad dari Abdullah bin Amr)&lt;br /&gt;إِذَا خَرَجَ ثَلاَثَةٌ فِيْ سَفَرٍ فِلْيُؤَمِّرُوْا أَحَدُهُمْ (رَوَاهُ أَبُوْ دَاوُدَ)&lt;br /&gt;"Bila tiga orang keluar dalam suatu safar, hendaklah mereka mengangkat salah seorang dari mereka menjadi amir." (HR. Abu Daud dari Ibnu Sa'id)&lt;br /&gt;At Thabrani berkata: "Di dalamnya merupakan dalil bahwa, setiap jumlah lebih dari tiga orang disyariatkan agar mereka mengangkat seorang amir dari mereka. Karena hal itu akan membawa keselamatan dari perbedaan pendapat (khilaf) yang mengarah kepada kebinasaan. Tanpa pengangkatan amir niscaya masing-masing orang akan bersikeras (ngotot) dengan pendapatnya dan berbuat menurut hawa nafsunya hingga binasa. Sebaliknya dengan mengangkat amir niscaya khilaf bisa diminimalisir dan selalu ada kata sepakat. Bila keamiran disyariatkan bagi tiga orang yang ada di gurun atau bersafar tentu akan lebih utama dan tepat bila disyariatkan bagi jumlah yang lebih banyak yang tinggal di pedesaan atau perkotaan. Mereka memerlukan itu untuk mencegah upaya saling menzhalimi dan menghentikan pertikaian. Hadits ini dalil bagi pendapat yang mengatakan wajibnya bagi umat islam untuk mengangkat pemimpin, penguasa, dan hakim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Pengangkatan Imam&lt;br /&gt;1. Ikhtiyar&lt;br /&gt;Dalam hal ini yang memilih adalah Ahlul Halli wal Aqdi. Cara inilah yang digunakan untuk pengangkatan abu Bakar ash Shiddiq dan Ali bin Abi Tholib.&lt;br /&gt;Sesungguhnya imamah adalah wasilah (saran) bukan ghoyah (tujuan akhir). Wasilah untuk menegakkan amar ma'ruf dan nahi mungkar dalam artian yang luas. Oleh karenanya wajib bagi setiap muslim untuk memilih imam. Sebab tidak mungkin penegakan amar ma'ruf nahi mungkar dapat ditegakkan dengan sempurna kecuali setelah memilih imam yang mengatur mereka dan membawa mereka ke jalan tersebut.&lt;br /&gt;Di sisi lain terdapat jarak dan tempat tinggal yang memisahkan seluruh umat islam di segala penjuru dunia, keadaan mereka ada yang lemah, ada yang kuat, jahil, alim sehingga sulit untuk membedakan antara mereka yang sholih dan tholih. Karenanya tanggungjawab untuk memilih pemimpi dibebankan kepada para aqil umat ini, ulamanya, dan yang memiliki keutamaan.&lt;br /&gt;Mereka memilih sesuai dengan apa yang nampak secara dhohir. Tentunya mereka yang berpegang teguh kepada al quran dan as sunnah dan memerintahkan sesuai dengan keridhoan Allah.&lt;br /&gt;2. Istikhlaf&lt;br /&gt;Yakni dengan penunjukan langsung dari kholifah sebelumnya dengan memilih siapa yang akan menggantikannya. Tentunya kholifah tersebut melihat ada seseorang yang pantas menduduki jabatan khilafah maka diapun memilihnya. Hal ini dilakukan ketika kholifah merasa ajalnya sudah dekat dan ingin salah seorang menggantikan kedudukannya maka diapun bermusyawarah dengan ahlul hilli wal aqdi. Apabila pendapatnya disetujui dengan ahlul hilli wal aqdi maka diapun dibaiat untuk menggantikan kedudukan kholifah sebelumnya.&lt;br /&gt;3. Gholbah atau bil Qohr (Kudeta atau pemberontakan)&lt;br /&gt;Ini merupakan cara yang terakhir dalam pengangkatan imam yakni dengan kudeta atau pemberontakan. Apabila ada seorang imam yang menjadi imam dengan cara tersebut, maka dia wajib ditaati dan diharamkan untuk keluar dari pemerintahannya kecuali karena dhorurah (keterpaksaan) untuk kemaslahatan umat muslimin dan menjaga darah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;Cara pertama dan kedua merupakan cara yang sesuai syar'I dengan berbagai dalil yang ada. Sedangkan cara yang ketiga tidak termasuk cara yang sesuai syar'I namun dia tetap diakui sebagai imam. Dan tidak diperbolehkan keluar dari pemerintahannya kecuali karena dhorurah.&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-8802488462304905297?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/8802488462304905297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=8802488462304905297' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/8802488462304905297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/8802488462304905297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2009/08/shaum-bagi-mereka-yang-memiliki.html' title='Memilih Pemimpin'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-3058510736274740893</id><published>2009-08-06T05:46:00.001-07:00</published><updated>2009-08-06T05:46:53.236-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='firman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tazkiyah'/><title type='text'>Mengais Rejeki Menggapai Ridho Ilahi</title><content type='html'>Dalam sabdanya, Rasulullah  mengabarkan ketika janin berumur empat bulan dari usia kandungannya datang malaikat yang meniupkan ruh. Malaikat juga menuliskan empat perkara; rejekinya, umurnya, amalnya, dan nasibnya apakah termasuk golongan yang celaka ataukah bahagia.&lt;br /&gt;Ini merupakan ketetapan ilahi yang tidak bisa diubah lagi. Ketetapan yang telah ditulis di lauhul mahfudz 50 ribu tahun sebelum penciptaan alam raya dan seisinya.&lt;br /&gt;Sedangkan di dalam kitab-Nya Allah mengabarkan bahwa rejeki manusia telah ia tetapkan. Sebagaiman firman-Nya: “Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia.” (Qs. Az Zukhruf: 32)&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bukan berarti dengan ketetapan ini kita berputus asa dan tidak bekerja. Karena di ayat yang lain Allah berfirman: “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kalian di muka bumi dan carilah karunia Allah.” (Qs. Al Jum’ah: 9-10). Ayat ini memerintahkan umat-Nya untuk mencari rejeki yang Allah turunkan -tentunya dengan jalan yang halal-.&lt;br /&gt;Begitu jelas Allah menjelaskan melalui lisan rasul-Nya dan juga di dalam kitab-Nya. Tetapi seakan menjadi sunnatullah, ada juga segolongan manusia yang enggan bekerja dengan alasan menafikan tawakkal. Mereka mau menerima pemberian orang lain tetapi tidak mau bekerja. Menurut mereka itulah hakekat tawakal, sedangkan bekerja untuk memenuhi kebutuhan dikatakan musyrik karena tidak mempercayai bahwasanya rejeki telah dijamin.&lt;br /&gt;Padahal para ulama telah menjelaskan bahwa keterikatan hati dengan sebab-sebab adalah boleh adanya. Dan hal ini tidak menafikan tawakal, karena persoalan rejeki itu telah menjadi ketetapan. Bertawakkal merupakan kewajiban. Tetapi, berusaha dan mengambil sebab-sebab juga kewajiban. Barangsiapa mencela sebab berarti mencela sunnah dan barangsiapa mencela tawakal maka ia telah mencela iman.&lt;br /&gt;Rasulullah , manusia yang paling bertawakkalpun juga bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Begitu juga shahabat-shahabat beliau. Ada yang berdagang melintasi daratan dan menyeberangi lautan, bercocok tanam, menggembala, dan melaksanakan berbagai pekerjaan lainnya. Tidak ada di antara mereka yang meminta-minta. Bahkan hal itu menjadi pantangan dan hanya menjadikan kenistaan bagi pelakunya.&lt;br /&gt;Para nabipun selain berdakwah mereka juga bekerja. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Ibnu Abbas : “Nabi Adam adalah pembajak tanah, Nabi Nuh tukang kayu, Nabi Idris penjahit, Nabi Ibrahim dan Luth petani, Nabi Sholih pedagang, Nabi Daud pembuat baju besi, Nabi Musa, Nabi Syu’aib, dan Nabi Muhammad adalah penggembala.”&lt;br /&gt;Maka sangatlah naïf, apabila ada orang yang tidak mau bekerja atas nama tawakkal. Hal ini menyalahi sunnah rasulullah . Suatu ketika Imam Ahmad ditanya oleh seseorang, “Bagaimana pendapat tuan apabila ada orang yang duduk di masjid, seraya berkata, “Aku tidak akan bekerja, toh rejeki akan datang dengan sendirinya kepadaku!” Maka Imam Ahmad menjawab, “Dia adalah orang yang tidak berilmu. Apakah dia tidak mendengar hadits rasulullah , “Allah menjadikan rejekiku di bawah naungan tombakku”. Apakah dia juga tidak mendengar sabdanya yang lain, “burung itu pergi pada pagi hari dalam keadaan perutnya kosong dan pulang pada sore hari dalam keadaan kenyang.”&lt;br /&gt;Selain itu pernah suatu hari Ibnu Mas’ud berjalan melewati pemuda yang duduk-duduk tanpa mengerjakan apa-apa. Kemudian dia berkata: “Aku sangat benci sekali melihat seorang laki-laki yang tidak beramal untuk akhiratnya juga tidak bekerja untuk dunianya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekerja Adalah Ibadah&lt;br /&gt;Ibadah tidaklah sebagaimana yang dipahami oleh kebanyakan manusia, yakni hanya terbatas shalat, zakat, puasa, atau ibadah-ibadah mahdhoh lainnya. Lebih dari itu, apabila bekerja diniatkan sebagai wasilah agar dapat menjalankan perintah-Nya dengan sempurna juga termasuk ibadah.&lt;br /&gt;Karena ibadah sesuai dengan yang dijelaskan oleh Ibnu Taimiyah adalah, “Segala sesuatu yang dicintai oleh Allah berupa perkataan atau perbuatan, baik yang dhohir (nampak) maupun yang batin (tidak nampak).”&lt;br /&gt;Sebagai contoh konkretnya, pada suatu hari Rasulullah  duduk-duduk bersama shahabatnya. Mereka melihat seorang pemuda yang gagah lagi kuat, dia berpagi-pagi dan bersegera pergi ke pasar. Maka para shahabat pun berkata: “Sayang sekali, seandainya saja masa mudanya digunakan di jalan Allah”. Maka Rasulullahpun bersabda: “Janganlah kalian berkata seperti itu, sesungguhnya apabila dia bekerja untuk menghidupi anaknya yang masih kecil maka dia di jalan Allah. Dan apabila dia bekerja untuk menjaga dirinya sendiri (dari meminta-minta) maka dia di jalan Allah. Sedangkan apabila dia bekerja untuk riya’ dan berbangga diri maka itu di jalan syaithan”. Kemudian ada yang bertanya: “Wahai Rasulullah, pekerjaan apa yang paling baik?” Beliau bersabda: “Hasil pekerjaan tangannya dan setiap jual beli yang baik.” (HR. Thabrani dan sanadnya shahih)&lt;br /&gt;Abu Sulaiman Ad Daroni berkata: “Ibadah menurut kami tidaklah sekedar engkau sholat sedangkan orang lain sibuk bekerja untuk menghidupimu. Akan tetapi mulailah dengan memenuhi kebutuhanmu kemudian beribadahlah.”&lt;br /&gt;Umar bin Khattab  juga pernah berkata: “Janganlah salah seorang dari kalian hanya duduk-duduk saja kemudian berdoa, “Ya Allah berikanlah aku rejeki”. Sesungguhnya kalian tahu bahwasanya langit tidak pernah menurunkan hujan emas dan perak.”&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-3058510736274740893?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/3058510736274740893/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=3058510736274740893' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/3058510736274740893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/3058510736274740893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2009/08/mengais-rejeki-menggapai-ridho-ilahi.html' title='Mengais Rejeki Menggapai Ridho Ilahi'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-6600499706474624552</id><published>2009-08-06T05:45:00.000-07:00</published><updated>2009-08-06T05:46:11.421-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='firman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tazkiyah'/><title type='text'>Pintu-Pintu Rejeki</title><content type='html'>Tidaklah Allah memerintahkan hamba-Nya untuk mencari sebab, kecuali Dia juga menunjuki caranya. Melalui lisan rasul-Nyalah Allah menunjuki cara-cara tersebut. Syaikh Abdullah Azzam menyebutkan bahwa ada 6 pintu rejeki yang dijanjikan oleh Allah  untuk hamba-Nya;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Ghonimah&lt;br /&gt;Rasulullah  bersabda:&lt;br /&gt;وَ جُعِلَ رِزْقِيْ تَحْتَ ظِلاَلِ رَمْحِيْ وَ جُعِلَ الذِّلُّ وَ الصِّغَارَ عَلىَ مَنْ خَالَفَ أَمْرِيْ (رواه أحمد)&lt;br /&gt;“ Dan dia menjadikan rejekiku di bawah naungan tombakku dan dijadikan kehinaan dan kerendahan atas orang-orang yang menyelisihi perintahku.” (H.R. Ahmad)&lt;br /&gt;Inilah penghasilan yang diperoleh oleh Nabi . Para ulama menyebutkan bahwasanya inilah penghasilan yang paling afdhol (utama) karena diperoleh melalui kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hasil Pekerjaan Tangannya&lt;br /&gt;مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرٌ مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ وَ إِنَّ نَبِيَّ اللهِ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ (رواه البخاري)&lt;br /&gt;“Tidaklah seseorang memakan makanan yang lebih baik dari hasil pekerjaan tangannya. Dan sesungguhnya Nabiyullah Daud makan dari hasil pekerjaan tangannya.” (HR. Bukhori Kitab Buyu’ bab 15 no. 2072)&lt;br /&gt;Di dalam riwayat muslim disebutkan bahwasanya nabi Zakariya adalah seorang tukang kayu. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;Ada salah seorang shahabat Rasulullah  yang menjabat gubernur di Madinah. Dia adalah Salman Al Farisi. Tunjangan hidupnya tidak kurang dari 4000 sampai 6000 dirham setahun. Semua tunjangan tersebut dia sedekahkan kepada fakir miskin tanpa menyisakan 1 dirhampun. Sedangkan untuk kebutuhan hidupnya, dia menganyam keranjang. Bermodalkan satu dirham, keranjang hasil anyamannya dijual dengan tiga dirham. Hasil penjualannya tersebut dia gunakan satu dirham untuk modal, satu dirham disedekahkan, dan satu dirham sisanya digunakan untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Kehidupannya berlangsung begitu terus hingga datang ajalnya. Kedudukannya sebagai gubernur tidak menghalanginya untuk mencari rejeki yang dikaruniakan oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Berdagang&lt;br /&gt;“Sembilan dari sepuluh pintu rejeki ada dalam perdagangan”, begitulah salah satu sabdanya  yang diriwayatkan oleh Thabrani. Terlepas dari kedudukan hadits tersebut, kita dapati banyak dari shahabat yang menjadi pedagang.&lt;br /&gt;Salah satunya adalah Abdurrahman bin Auf. Beliau termasuk shahabat yang dijamin akan masuk surga. Namun jaminan dari rasul tersebut tidak menghalanginya dari mengais rejeki. Beliau masih saja berdagang walaupun jaminan tersebut benar adanya. Bahkan karena kelihaiannya dalam berdagang disebutkan dalam shirah, seandainya dia mengangkat batu tentu akan didapati bongkahan emas di bawahnya.&lt;br /&gt;Ibnu Qudamah berkata: “Sesungguhnya berdagang tidak semata dimaksudkan untuk mendapatkan harta, tetapi agar tidak menjadi beban oranglain, dapat menafkahi keluarga, dan dapat meringankan beban saudara muslim lainnya. Namun apabila tujuannya adalah untuk mencari harta semata atau menyombongkan diri maka hal itu tercela.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bertani&lt;br /&gt;“Tidaklah seorang muslim menanam tanaman atau bertani kemudian dimakan burung, manusia, atau hewan lainnya, maka itu akan dihitung shadaqoh baginya”. (HR. Bukhori dan Muslim)&lt;br /&gt;Hadits mengandung faidah tentang keutamaan bercocok tanam. Kemudian apa-apa yang dimakan oleh manusia atau hewan lainnya merupakan shadaqoh baginya. Selain itu, para shahabat anshorpun banyak yang bercocok tanam untuk menghidupi keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mengajarkan Al Qur’an&lt;br /&gt;Ibnu Abbas  berkata, Rasulullah bersabda: “Yang paling berhak untuk kalian ambil upahnya adalah mengajarkan al Qur’an.”&lt;br /&gt;As Sya’bi berkata: “orang yang mengajarkan tidak boleh mensyaratkan upah tersebut akan tetapi apabila dia diberi hendaknya diterima. Hakam berkata: “Aku tidak pernah mendengar salah seorangpun yang memakruhkan upah pengajar”. Dalam salah satu riwayat Hasan memberikan 10 dirham untuk pengajar al Quran.&lt;br /&gt;Hadits di atas menunjukkan kebolehan mengambil upah dari mengajar al Qur’an. Bahkan para ulama memasukkannya ke dalam salah satu pintu rejeki yang halal dan diridhoi Allah. Dan itu bukanlah termasuk hal yang tercela. Akan tetapi apabila mengajarkan al Quran hanya untuk mencari dunia, maka ancamannya adalah neraka sebagaimana dalam salah satu sabda Rasulullah  .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Hutang&lt;br /&gt;Diperbolehkan bagi seorang muslim untuk mengambil hutang apabila memang membutuhkan. Rasulullah pun pernah berhutang gandum kepada seorang Yahudi dengan menggadaikan pakaian perangnya. Bahkan ketika beliau wafat pakaian beliau tersebut masih tergadai dan belum ditebus.&lt;br /&gt;Tentunya hal ini menjadi alternatif terakhir. Dan tidaklah layak bagi seorang muslim untuk mempermudah berhutang kecuali karena terpaksa.&lt;br /&gt;Rasulullah  bersabda:&lt;br /&gt;مَنْ أَخَذَ أَمْوَالَ النَّاسِ يُرِيْدُ أَدَاءَهَا أَدَّى اللهُ عَنْهُ وَ مَنْ أَخَذَ يُرِيْدُ إِتْلاَفَهَا أَتْلَفَهُ اللهُ&lt;br /&gt;“Barangsiapa mengambil harta orang lain (berhutang) dengan niat mengembalikannya, maka Allah akan memampukannya untuk mengembalikannya. Dan barangsiapa mengambilnya dengan niat merugikannya, maka Allah akan merugikannya.” (HR. Al Bukhori)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Pintu rejeki memang tidak terbatas pada 6 hal itu saja. Namun 6 hal tersebut merupakan pokok dari pintu-pintu rejeki yang ada. Semoga dengan mengambil salah satu atau lebih dari pintu-pintu rejeki tersebut dapat membawa kita kepada ridho-Nya. Sehingga Mengais rejeki Menggapai Ridho Ilahi bukan hanya sekedar mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-6600499706474624552?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/6600499706474624552/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=6600499706474624552' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/6600499706474624552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/6600499706474624552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2009/08/pintu-pintu-rejeki.html' title='Pintu-Pintu Rejeki'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-3012082704350500393</id><published>2009-07-31T08:39:00.000-07:00</published><updated>2009-08-06T05:42:48.120-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='firman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pernikahan jawa'/><title type='text'>Absahkah perkawinan tersebut?</title><content type='html'>Berbicara tentang absah dan tidaknya suatu amalan maka perlu menengok bagaimana islam memandang hal itu. Di dalam islam hukum tentang pernikahan tidak terkait dnegan kesyirikan yang dia lakukan ataukah tidak. Orang musyrik sekalipun ketika melakukan perkawinan dengan memenuhi rukun dan syaratnya maka akan dianggap sah, terlebih seorang muslim. Walaupun pada prosesi pernikahan tersebut terdapat kesyirikan, kebid'ahan, ataupun maksiat. Sebab di dalam islam akad pernikahan akan menjadi sah dan batal dikarenakan terpenuhi atau tidaknya rukun dan syaratnya. Akad perkawinan dikatakan sah apabila akad tersebut dilaksanakan dengan syarat-syarat dan rukun-rukun yang lengkap sesuai dengan ketentuan islam. Dan akad perkawinan dikatakan batal apaila kurang atau tidak sempurna salah satu dari syarat-syarat atau rukun-rukunnya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Adapun Rukun-Rukun Nikah adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Shighot (Ucapan Akad/ Ijab Qobul)&lt;br /&gt;Sighot ini cukup dengan perkataan wali (ijab) "Saya nikahkan engkau dengan si fulanah (nama pengantin perempuan) dengan mahar ……..". perkataan wali dari calon istri dijawab oleh calon suami (qobul) dengan perkataan: "Aku terima nikah si fulan dengan mahar…………".&lt;br /&gt;2. Pengantin Perempuan&lt;br /&gt;Disyaratkan bagi pengantin perempuan adalah suatu kehalalan untuk dinikahi. Tidak sah hukumnya menikahi perempuan yang masih mahram (yang haram untuk dinikahi). Perempuan ini juga tidak mempunyai suami dan tidak memiliki 'iddah (sebab masih ada hak orang lain yang berkaitan dengan perempuan itu). Perempuan itu juga harus diketahuai keperempuannya sehingga jelas statusnya.&lt;br /&gt;Perempuan itu juga harus jelas (ada orangnya) dan tidak sah nikah jika wali mengatakan "Saya nikahkan engkau dengan anak saya" sementara dia memiliki anak perempuan lain, sehingga dia menjelaskannya dengan menyebut namanya atau dengan menunjuk kepadanya jika dia hadir.&lt;br /&gt;3. Pengantin Laki-Laki&lt;br /&gt;Disyaratkan bagi pengantin laki-laki adalah adanya kehalalan untuk dinikahi. Pengantin laki-laki juga harus pasti orangnya. Dengan demikian tidak sah dengan orang yang belum pasti, seperti wali berkata "saya nikahkan anak saya dengan seseorang", hal ini sama halnya dengan jika wali bermaksud kepada seseorang dari dua anaknya.&lt;br /&gt;4. Wali&lt;br /&gt;Wali adalah orang yang mengurus akad pernikahan seorang perempuan dan tidak membiarkannya melakukan akad sendiri tanpa kehadirannya.&lt;br /&gt;Seorang wali memiliki kedudukan yang sangat penting dalam pernikahan sebagaimana sabda rasulullah :&lt;br /&gt;لاَ نِكاَحَ إِلاَّ بِوَلِيِّ&lt;br /&gt;"Tidak sah sebuah pernikahan kecuali dengan seizin wali" (H.R. Abu Daud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad)&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain beliau bersabda:&lt;br /&gt;أَيُّمَا امْرَأَةٍ نَكَحَتْ بِغَيْرِ إِذْنِ مَوَالِيْهَا فَنِكَاحُهَا بَاطِلٌ –ثَلاَثًا- وَ لَهَا مَهْرُهَا بِمَا أَصَابَ مِنْهَا, فَإِنْ اشْتَجَرُوْا فَإِنَّ السُّلْطَانَ وَلِيٌّ مَنْ لاَ وَلِيَّ لَهُ (رواه أبو داود و الترمذي و ابن ماجه و أحمد)&lt;br /&gt;"Wanita manapun yang menikah tanpa izin walinya, maka pernikahannya batal (tidak sah) -beliau mengatakannya tiga kali- dan ia berhak mendapatkan maharnya karena suami telah menyetubuhinya. Jika para wali berselisih untuk menghalang-halanginya untuk menikah, maka sulthan (pemerintah) adalah wali bagi orang yang tidak memiliki wali." (H.R. Abu Daud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad)&lt;br /&gt;Syarat-syarat wali:&lt;br /&gt;- Bisa memilih, artinya tidak sah menikah dengan wali yang dipaksa&lt;br /&gt;- Dewasa, tidak berhak menjadi wali dari seorang anak kecil. Sebab dia sendiri tidak menguasai urusan dirinya, bagaimana mungkin dia menguasai urusan orang lain.&lt;br /&gt;- Berakal, tidak berhak menjadi wali orang yang idiot dan orang yang gila terus-menerus karena dia tidak bisa membedakan. Jika wali itu kadang-kadang sadar, tetapi yang paling seringnya, dia dalam keadaan gila, maka hendaklah wali ab'ad (wali yang jauh) menikahkan anaknya ketika waktu gilanya sebentar, tidak perlu menunggu sadar.&lt;br /&gt;- Merdeka, seorang hamba sahaya tidak bisa menjadi wali.&lt;br /&gt;- Wali itu laki-laki, seorang perempuan tidak bisa menjadi wali.&lt;br /&gt;- Wali itu harus beragama islam, seorang wali yang kafir tidak memiliki kekuasaan untuk menikahkan perempuan yang muslim karena firman Allah : "dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman". (an Nisaa': 141). Karena di antara keduanya tidak memiliki hubungan kewalian (saling menguasai).&lt;br /&gt;Adapun urutan wali:&lt;br /&gt;- Ayahnya&lt;br /&gt;- Kakeknya atau ke atas&lt;br /&gt;- Anaknya ke bawah&lt;br /&gt;- Saudara seayah atau seibu&lt;br /&gt;- Saudara laki-laki ayah&lt;br /&gt;- Anak laki-laki mereka ke bawah&lt;br /&gt;- Yang membebaskan mereka&lt;br /&gt;- Shulthon atau penguasa&lt;br /&gt;- Yang diberi perwakilan&lt;br /&gt;5. Dua orang saksi&lt;br /&gt;Maksudnya ada dua orang saksi adil atau lebih yang hadir dalam pernikahan tersebut. Beberapa syarat saksi:&lt;br /&gt;- Beragama islam&lt;br /&gt;- Kedua saksi sudah baligh&lt;br /&gt;- Keduanya berakal&lt;br /&gt;- Merdeka&lt;br /&gt;- Bisa mendengar, bisa melihat, dan bisa berbicara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun syarat-syarat dalam pernikahan:&lt;br /&gt;Ada sejumlah syarat yang menentukan keabsahan akad nikah, memberikan konsekuensi sah tidaknya akad, bahkan bisa membatalkan akad jika ada salah satu saja yang tertinggal. Syarat-syarat tersebut antara lain:&lt;br /&gt;1. Ridha dari pihak perempuan sebelum menikah&lt;br /&gt;Seorang wali tidak berhak memaksa wanita untuk menikah denga norang yang tidak disukainya, dan jika tetap memaksanya padahal ia tidak ridha (suka), maka ia berhak mengajukan masalah ini ke pengadilan dan hakim pengadilan berhak membatalkan akad pernikahan tersebut.&lt;br /&gt;2. Mahar, yakni pemberian yang diberikan suami kepada istrinya untuk bersenang-senang. Dan hukumnya wajib sebagaimana firman Allah : "Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan". (an Nisaa': 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Sebenarnya tujuan upacara tradisional adat Jawa adalah demi mencapai hidup lahir batin. Dengan mengadakan upacara tradisional itu, orang Jawa memenuhi kebutuhan spiritualnya, eling marang purwa daksina. Kehidupan ruhani jawa memang bersumber dari ajaran agama yang diberi hiasaan lokal. Oleh karenanya orientasi kehidupan keberagamaan orang Jawa senantiasa memperhatikan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan nenek moyangnya.&lt;br /&gt;Namun sangat disayangkan, pernikahan yang merupakan ibadah "suci" harus ternoda karena adat yang menyelisihi syar'i. tidak diridhoi Allah, baik dengan amalan maksiat, bid'ah, ataupun kesyirikan. Dan ketika terjadi amalan tersebut maka tidak serta merta dapat dihukumi pernikahan tersebut tidak sah ataupun batal. Sebab tinjauan sah dan tidaknya suatu amalan adalah terpenuhi tidaknya rukun dan syarat amalan tersebut sebagaimana yang telah dijelaskan di atas.&lt;br /&gt;Sesungguhnya rasulullah telah memberikan contoh dalam prosesi pernikahan dengan sederhana. Cukuplah seseorang mengadakan pernikahan dengan sederhana sebagaimana sabdanya:&lt;br /&gt;أَوْلِمْ وَلَوْ بِشَاةٍ&lt;br /&gt;"....Adakanlah walimah sekalipun hanya dengan seekor kambing". (HR. Abu Dawud dan dishahihkan oleh Al-Albani).&lt;br /&gt;Bahkan beliau pernah mengadakan walimah tanpa menghidangkan roti ataupun daging hanya sekedar kurma, keju dan minyak samin. Hal ini sebagaimana yang diceritakan oleh shahabat Anas bin Malik dia berkata: "Aku menyaksikan dua walimah istri rasulullah , dan kami tidak memakan roti tidak pula daging. Maka diapun ditanya: "Lantas apa yang dimakan?" dia menjawab: al hiis yaitu kurma dan keju dengan minyak samin."&lt;br /&gt;Wallahu a'lam, wallahu muwaffiq ila aqwamissabiil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi&lt;br /&gt;1. Upacara pengantin Jawa, Dr. purwadi, M. Hum dan Dra. Enis Niken H., M.Hum, Panji Pustaka Yogyakarta, Februari 2007.&lt;br /&gt;2. Upacara Tradisional Jawa Menggali Untaian Kearifan Lokal, Dr. Purwadi, M.Hum, Cetakan Pertama: Oktober 2005, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.&lt;br /&gt;3. Upacara Tradisional dan ritual jawa, Suryo S. Negoro, Penerbit. CV. Buana Raya Surakarta, Cetakan Pertama 2001&lt;br /&gt;4. Perkawinan Adat Jawa Lengkap, PT. Pabelan Surakarta, Andjar Any, cetakan tahun 1986&lt;br /&gt;5. Tata Cara Penyelenggaraan Perkawinan Adat Jawa, M. Hariwijaya, Hanggar Kreator Jogjakarta, Cetakan kedua 2008&lt;br /&gt;6. Tata Cara Adat Jawa, Tjaroko H.P. Teguh Pranoto, Kuntul Press, Cetakan pertama 2009&lt;br /&gt;7. Meninjau hukum adat Indonesia, Suatu pengantar untuk mempelajari hukum adat, Prof. MR. DR. Soekarnto, Edisi ketiga Mei 1981&lt;br /&gt;8. Jilbab Wanita Muslimah menurut Al Qur'an dan As Sunnah, Muhammad Nashiruddin Al Albani, penerjemah: Hawin Murtadho dan Abu Sayyid Sayyaf, At Tibyan, Solo&lt;br /&gt;9. Asas-Asas hukum islam tentang perkawinan, Drs. Kamal Mukhtar, Bulan Bintang, Cetakan kedua tahun 1987&lt;br /&gt;10. Dukun hitam dukun putih menguak rahasia kehebatan sekutu setan, Abu Umar Abdillah, Cetakan kedua Jumadits Tsani 1427/ Juli 2006, Wafa Press, Klaten.&lt;br /&gt;11. Berjabat tangan dengan perempuan, Muhammad Ismail, penerjemah: H. Ahmad Danial Suhail, Gema Insani Press, Jakarta,Cetakan kedelapan belas, Sya'ban 1422 H / November 2001 M.&lt;br /&gt;12. Fiqh nikah Panduan untuk pengantin, wali dan saksi, Ahmad bin Umar Ad Dairabi, Penerjemah: Heri Purnomo, Cetakan pertama Dzul Qa'dah 1423 H / Februari 2003 M, Penerbit: Mustaqim, Jakarta.&lt;br /&gt;13. Kaidah-Kaidah Fikih, Moh. Kurdi Fadal, M.H.I., CV. Artha Rivera Jakarta Barat, 2008&lt;br /&gt;14. Shohih Muslim, Imam Abul Husain Muslim bin Hajjaj bin Muslim al Qusyairy an Nisabury, Darus Salam Riyadh, Cetakan pertama Rabiul Awwal 1419 H / Juli 1998 M.&lt;br /&gt;15. Shohih Bukhori, Imam Abu Abdillah Muhammad bin Ismail al Bukhory al Ju'fy, Darus Salam Riyadh, Cetakan pertama 1417 H / 1997 M.&lt;br /&gt;16. Sunan Abu Daud, Imam al Hafidz Abu Daud Sulaiman bin al Asy'ab as Sajastany al Azdy, Dar Ibn Hazm Beirut Libanon, Cetakan pertama 1419 H / 1998 M&lt;br /&gt;17. Sunan An Nasai ash Shugro, Imam al Hafidz Abdurrahman Ahmad bin Syu'aib bin Aly bin Sinan an Nasai, Darus Salam Riyadh, Cetakan Pertama Muharram 1420 H / April 1999 M.&lt;br /&gt;18. Musnad Ahmad bin Hambal, Imam al Hafidz Abu Abdillah Ahmad bin Hambal, Baitul Afkar ad Dauliyah, Cetakan 1419 H / 1998 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-3012082704350500393?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/3012082704350500393/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=3012082704350500393' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/3012082704350500393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/3012082704350500393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2009/07/juli8.html' title='Absahkah perkawinan tersebut?'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-5018385989627269214</id><published>2009-07-31T08:36:00.000-07:00</published><updated>2009-08-06T05:42:43.492-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='firman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pernikahan jawa'/><title type='text'>Pernikahan Jawa Menurut Tinjauan Syar'i</title><content type='html'>Menurut tinjauan syar'I pernikahan dengan adat jawa memiliki banyak penyimpangan terutama menurut tinjauan aqidah. Di antara adalah:&lt;br /&gt;1. Pengharusan adanya atribut-atribut semacam (janur, kembang mayang, sepasang pohon pisang, dll)&lt;br /&gt;Pada dasarnya menggunakan janur, kembar mayang, sepasang pohon pisang, dan yang lainnya tidaklah mengapa dalam islam. Sebab hukum asal hiasan seperti itu adalah mubah. Kecuali ada dalil yang menunjukkan atas keharamannya atau kehalalannya. Hal ini sesuai dengan kaidah yang mengatakan:&lt;br /&gt;الأَصْلُ فِيْ اْلأَشْيَاءِ اْلإِبَاحَةُ&lt;br /&gt;"Hukum asal segala sesuatu adalah boleh"&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kaidah ini mengikuti keumuman firman Allah dalam surat al A'rof ayat 32: "Katakanlah: Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya'" Dalam ayat tersebut Allah mengingkari terhadap orang-orang yang mengharamkan perhiasan, padahal tidak ada keterangan tentang itu dari Allah&lt;br /&gt;Dengan niat, perbuatan seseorang dapat ditentukan statusnya, apakah bernilai ibadah atau tidak. Bahkan, niatlah yang menentukan ada dan tidaknya pahala dari apa yang dilakukan. Sehingga dari sini kita bisa ketahui bahwa atribut semisal, janur kuning, kembar mayang, dan sepasang pohon pisang dalam sebuah acara perkawinan akan menjadikan seseorang jatuh ke dalam kesyirikkan jika diniatkan untuk suatu tujuan tertentu yang tidak dibenarkan. Namun jika hal itu tidak diniatkan untuk sesuatu apapun atau diniatkan sebagai hiasan semata maka ia akan kembali pada hukum asalnya yaitu boleh.&lt;br /&gt;Namun yang menjadi pertanyaan adalah betulkah adanya janur kuning, kembar mayang, dan sepasang pohon pisang dalam sebuah acara perkawinan tersebut tidak ada unsur kesengajaan? Atau keberadaannya tersebut memang menjadi keharusan? Pada kenyataannya pemasangan atribut tersebut memiliki unsur kesengajaan dan merupakan keharusan. Maka hal tersebut bertentangan dengan ajaran Islam. Sebab ia telah berkeyakianan bahwa kemaslahan dan kemadhorotan itu terletak pada benda-benda tersebut. Dan bukan karena takdir Allah . Dan ini merupakan kesyirikan sebab menggantungkan sesuatu kepada selain Allah . Padahal tidak ada yang dapat mendatangkan manfaat dan madhorot kecuali Allah .&lt;br /&gt;2. Amalan atau ritual yang dilakukan merupakan perkara bid'ah&lt;br /&gt;Seperti menginjak telur ketika pernikahan. Hal ini tidak sesuai dengan sunnah. Maka barangsiapa yang melakukan amalan yang tidak ada sunnahnya akan tertolak, sebagaimana rasulullah  bersabda:&lt;br /&gt;مَنْ أَحْدَثَ فِيْ أَمْرِناَ هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌُّ&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang mengada-ada dalam urusan agama kami sesuatu yang tidak kami perintahkan, maka akan tertolak" .&lt;br /&gt;Acara semacam itu tidak pernah diajarkan oleh rasulullah  dan para sahabatnya. Padahal jika kita melihat, banyak di antara mereka yang memiliki istri lebih dari satu. Namun tidak pernah sampai riwayat bahwa rasulullah  dan para shahabatnya melakukan amalan seperti itu. Dalam hal ini cukuplah bagi kita untuk mengikuti sunnah dan tidak mengada-adakan sesuatu yang baru (bid'ah)&lt;br /&gt;3. Menjadikan ritual siraman sebagai wahana untuk mensucikan diri&lt;br /&gt;Alasan bahwa ritual siraman itu bisa menjadi wahana untuk mensucikan diri, jelas bertentangan dengan akidah islamiyah. Dalam islam, bukan dengan ritual siraman untuk mensucikan jasmani dan rohani. Tetapi dengan amalan ketaatan dan taubat nasuha. Seperti berwudhu, ibadah ini memiliki keutamaan menggugurkan dosa-dosa dan menjadi saran seseorang untuk mensucikan diri. Sebagaimana hadits nabi :&lt;br /&gt;"Apabila seorang hamba mukmin berwudhu dan berkumur, maka berguguranlah dosa dari mulutnya. Jika ia melakukan istintsar (mengeluarkan air dari hidung), maka keluarlah dosa-dosanya dari hidungnya. Jika dia membasuh wajahnya, maka berguruanlah kesalahnnya dari wajahnya hingga dari ujung kedua matanya. Jika dia membasuh kedua tangannya, maka keluarlah dosa-dosa dari tangannya hingga keluar dari ujung kuku jarinya. Jika dia mengusap kepalanya, maka keluarlah dosa-dosa dari kepalanya hingga keluar dari kedua telinganya. Jika dia membasuh kedua kakinya, maka keluarlah dosa-dosa dari kedua kakinya, hingg akeluar dari kuku-kuku jari kakinya."&lt;br /&gt;Keyakinan bahwa siraman dapat membersihkan segala dosa, agar terkabul hajatnya dan saran mendekatkan diri pada Allah merupakan suatu bentuk kesesatan yang nyata. Bagaimana mungkin kita bisa membersihkan diri dari segala dosa, dengan mengadopsi cara beribadahnya orang-orang musyrik penganut animisme dan dinamisme yang suka memuja jin penunggu tempat keramat?&lt;br /&gt;4. Memberikan sesaji dan tumbal&lt;br /&gt;Tumbal adalah sesuatu yang digunakan untuk menolak penyakit dan sebagainya, atau tolak bala. Sedangkan sesaji merupakan makanan atau bunga-bungaan dan sebagainya yang disajikan kepada orang (makhluk) halus dan semisalnya.&lt;br /&gt;Tumbal, dalam prakteknya lebih khusus atau identik dengan sembelihan dank urban, sedangkan sesaji biasanya berbentuk makanan yang siap dihidangkan seperti: jenis-jenis bubur, buah, daging, atau ayam yang telah dimasak, dan dilengkapi dengan berbagai macam bunga serta terkadang uang logam.&lt;br /&gt;Ini merupakan warisan budaya Hindu dan penganut animisme dinamisme yang biasa dilakukan untuk memuja para dewa, roh tertentu, atau penentu tempat, dan lain-lain yang dapat mendatangkan keberuntungan dan menolak kesialan.&lt;br /&gt;Jadi inti tumbal dan sesaji adalah mempersembahkan sesuatu kepada makhluk halus (roh, jin, lelembut, penunggu, arwah leluhur, dll) dengan harapan agar yang diberi persembahan tersebut bisa memberikan manfaat atau menolak madharat.&lt;br /&gt;Ritual seperti ini bertentangan dengan tauhid yang mengharuskan manusia menggantungkan hadirnya manfaat dan hilangnya madharat kepada Allah. Hal ini seperti yang dilakukan oleh orang-orang musyrik di masa jahiliyah, sebagaimana firman Allah:&lt;br /&gt;"Kemudian mereka mengambil ilah-ilah selain daripada-Nya (untuk disembah), yang tuhan-tuhan itu tidak menciptakan apa pun, bahkan mereka sendiri diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudaratan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) sesuatu kemanfaatan pun dan (juga) tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan." (Al Furqon: 3)&lt;br /&gt;Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. Dan di hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui." (Fathiir: 13-14)&lt;br /&gt;Oleh karenanya Allah memerintahkan kepada rasulullah  untuk menyelisihi orang-orang musyrik yang beribadah dan menyembelih untuk selain Allah dengan firman-Nya: Katakanlah: "Sesungguhnya salat, ibadah, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)". (Al An'aam: 162-163)&lt;br /&gt;Maka menyembelih dan memberikan sesaji ataupun tumbal kepada selain Allah merupakan kesyirikan dan dapat menyebabkan seseorang masuk neraka, sekalipun itu hanya lalat. Rasulullah  pernah mengisahkan seseorang yang masuk neraka karena seekor lalat, dan masuk karena seekor lalat. Beliau bersabda: "Ada seseorang masuk surga karena seekor lalat, dan ada seseorang masuk neraka karena seekor lalat pula." Para shahabat bertanya, "bagaimana hal itu bisa terjadi wahar rasulullah?" beliau menjawab, "Ada dua orang berjalan melewati suatu kaum yang memiliki berhala. Tak seorang pun dapat melewati berhala itu sebelum mempersembahkan kepadanya suatu kurban. Ketika itu berkatalah mereka kepada salah seorang dari kedua orang tersebut, "Persembahkanlah korban untuknya." Dia menjawab, "Aku tidak mempunyai sesuatu yang dapat kupersembahkan untuknya." Mereka pun berkata kepadanya lagi, "Persembahkan meskipun seekor lalat." Lalu orang tersebut mempersembahkan seekor lalat dan mereka pun memperkenankan dia untuk meneruskan perjalanan, maka dia masuk neraka karenanya. Kemudian mereka berkata kepada yang lain, "Persembakan korban untuknya." Dia menjawab, "Tidak patut bagiku mempersembahkan sesuatu kepada selain Allah azza wa jalla." Kemudian mereka memenggal lehernya. Karenanya orang ini masuk surga." (H.R. Ahmad)&lt;br /&gt;Di dalam hadits tersebut seseorang dapat masuk neraka karena dia mengorbankan seekor lalat untuk selain Allah . Lantas bagaimana apabila yang dikurbankan adalah kepala kerbau, kepala sapi, atau yang semisalnya yang secara dhohir memiliki nilai lebih daripada seekor lalat?? Bukankah ini merupakan kesyirikan yang nyata sebab dia menyimpangkan peribadatan yang harusnya diperuntukkan kepada Allah semata namun dia peruntukkan untuk selain Allah??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Menjadi ajang publikasi bagi kedua mempelai dan terjadinya ikhtilat antara wanita dan laki-laki tanpa adanya pembatas&lt;br /&gt;Termasuk rangkaian acara pernikahan jawa adalah temu pengantin. Di sini pengantin menjadi pajangan dan tontonan bagi hadirin. Hal ini jelas bertentangan dengan perintah untuk menundukkan pandangan. Sebab tidak satu ayat atau satu hadits pun yang membolehkan seseorang melihat wanita yang bukan mahromnya juga sebaliknya. Dengan disandingkannya pasangan pengantin di hadapan tamu undangan jelas akan membuka kesempatan untuk saling melihat. Allah berfirman: "Katakanlah kepada wanita yang beriman: 'Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya'". (An-Nuur: 31)&lt;br /&gt;Bahkan sering terjadi ikhtilat (campur) antara laki-laki dan perempuan. Tak jarang pula pamong tamu yang menyalami lawan jenis yang bukan mahromnya. Baik laki-laki menyalami perempuan ataupun perempuan menyalami laki-laki. Pahadal hal ini asngat dilarang oleh rasulullah  melalui sabdanya:&lt;br /&gt;لَأَنْ يُطْعَنَ فِيْ رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمَخِيْطٍ مِنْ حَدِيْدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لاَ تَحِلُّ لَهُ (روا الطبراني)&lt;br /&gt;"Sekiranya salah seorang di antara kamu ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik baginya daripada dia menyentuh wanita yang tidak halal baginya." (H.R. Ath-Thabrani)&lt;br /&gt;Bahkan dalam membaiat para shahabiahpun rasulullah  tidak pernah menyentuh tangan wanita dalam proses pembai'atan, beliau membaiat melalui sabdany, "Aku telah membaiatmu dengan itu (yakni ucapan)." (H.R. Bukhori)&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain rasulullah  mengatakan kepada mereka:&lt;br /&gt;إِنِّيْ لاَ أُصَافِحُ النِّسَاءَ....&lt;br /&gt;"Sesungguhnya aku tidak menyalami tangan wanita…" (H.R. Malik, Ahmad, Tirmidzi, An-Nasaa'I, dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;6. Merias pengantin dengan berlebihan&lt;br /&gt;Salah satu kemungkaran yang terjadi dalam acara tersebut adalah dihiasinya wajah kedua mempelai dengan sangat berlebihan. Bahkan di antara mereka ada yang dengan sengaja mencukur habis alis matanya dengan tujuan untuk mendapatkan alis yang lebih sempurna bentuknya. Atau, dianatara mereka juga ada yang tak segan-segan menyambung rambutnya agar kelihatan lebih cantik. Maka termasuklah mereka kedalam golongan orang-orang yang dimurkai oleh Allah yang merubah ciptaan Allah. Rasulullah  bersabda:&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits disebutkan: dari Alqomah dari Ibnu Umar ia berkata:&lt;br /&gt;لَعَنَ اللَّهُ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُسْتَوْشِمَاتِ وَالنَّامِصَاتِ وَالْمُتَنَمِّصَاتِ وَالْمُتَفَلِّجَاتِ لِلْحُسْنِ الْمُغَيِّرَاتِ خَلْقَ اللَّهِ&lt;br /&gt;"Allah melaknat wanita-wanita yang mentato dan yang meminta untuk dibuatkankan, wanita-wanita yang mencukur alisnya dan yang dicukurkan alisnya, serta wanita-wanita yang mengikir giginya agar kelihatan lebih cantik dengan mengubah ciptaan Allah …."&lt;br /&gt;Dalam hadits yang lainnya juga disebutkan: Dari Aisyah xia berkata: "Ada seorang wanita anshor yang menikahkan putrinya, namun rambut putrinya tersebut berguguran karena suatu penyakit. Maka ia datang menemui Rasululah saw seraya berkata: "Wahai rasulullah , sesungguhnya calon suaminya mengharapkan dia, bolehkan aku menyambungkan rambut untuknya? Maka rasulullah saw berabda: "orang yang menyambung akan mendapatkan laknat Allah".&lt;br /&gt;Pada masa sekarang mereka yang menyambung rambut dengan rambut palsu (wig) atau mengubah bentuk alis dan hidung bukan termasuk perbuatan yang tidak ada konsekwensi hukumnya. Padahal para ulama` telah menjelaskan bahwa semua itu termasuk ke dalam larangan Allah dan Rasulullah .&lt;br /&gt;Kemungkaran ini akan lebih terlihat jelas lagi dengan mereka lakukan di salon-salon. Sebab tidak jarang para pengantin mempercayakan periasan wajahnya kepada tukang-tukang salon. Padahal tidak jarang di antara mereka yang bukan dari kaum wanita. Tapi banyak juga di antara juru rias tersebut adalah dari kalarangan kaum pria. Artinya, bertambahnya nilai kemaksiatan tersebut karena selain ia merubah bentuk yang telah Allah ciptakan, pekerjaan itu dilakukan oleh seorang laki-laki yang bukan mahromnya!! Dengan demikian -dan pasti- laki-laki tersebut akan sangat leluasa untuk melihat dan memegang seorang wanita yang bukan mahromnya. Dan ini jelas haram di dalam Islam.&lt;br /&gt;7. Menggunakan pakaian yang tidak islami dan mengumbar aurot&lt;br /&gt;Ketika acara pernikahan berlangsung sang mempelai wanita mengenakan pakaian adat jawa yang sarat dengan terbukanya aurot. Padahal wanita muslimah yang telah baligh wajib menutup aurotnya. Dan termasuk aurotnya adalah seluruh anggota badannya dan tidak menampakkankan sedikitpun perhiasannya, kecuali wajah dan dua telapak tangannya. Hal ini sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari 'Aisyah x bahwa Asma' binti Abu Bakar x menemui Rasulullah  sedangkan ia memakai pakaian tipis. Maka, rasulullah  berpaling darinya dan berkata kepadanya, "Wahai Asma'! Sesungguhnya, jika seorang wanita itu telah mencapai masa haid, tidak baik jika ada bagian tubuhnya yang terlihat, kecuali ini." Kemudian beliau menunjuk wajah dan telapak tangannya. Allah Pemberi taufik dan tidak ada Rabb selain-Nya."&lt;br /&gt;Juga firman Allah  dalam surat an-Nuur ayat 31 menegaskan kewajiban untuk menutup seluruh perhiasan, tidak memperlihatkan sedikitpun diantaranya kepada pria-pria ajnabi , kecuali perhiasan yang tampak tanpa kesengajaan dari mereka.&lt;br /&gt;Selain itu pakaian islami haruslah memenuhi beberapa syarat berikut ini:&lt;br /&gt;a. Meliputi seluruh badan, selain yang dikecualikan&lt;br /&gt;b. Bukan berfungsi sebagai perhiasan&lt;br /&gt;c. Tebal, tidak tipis&lt;br /&gt;d. Longgar, tidak ketat&lt;br /&gt;e. Tidak diberi parfum atau minyak wanig&lt;br /&gt;f. Tidak menyerupakai pakaian laki-laki&lt;br /&gt;g. Tidak menyerupai pakaian wanita-wanita kafir&lt;br /&gt;h. Bukan pakaian untuk mencari popularitas&lt;br /&gt;Perlu diketahui, sebagian dari syarat-syarat ini tidak khusus bagi wanita, tetapi juga bagi pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-5018385989627269214?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/5018385989627269214/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=5018385989627269214' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/5018385989627269214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/5018385989627269214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2009/07/juli7.html' title='Pernikahan Jawa Menurut Tinjauan Syar&apos;i'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-3860716057899740521</id><published>2009-07-31T08:35:00.000-07:00</published><updated>2009-08-06T05:42:37.359-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='firman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pernikahan jawa'/><title type='text'>Adat Jawa Ketika Prosesi Pernikahan</title><content type='html'>Upacara tradisional ritual Jawa kaya dengan arti simbolis. Oleh karenanya bagi orang Jawa yang masih melestarikan tradisi dan ritual leluhurnya, hal itu merupakan perkara yang wajib dilaksanakan. Hal ini terbukti dengan eksistensinya di tengah masyarakat, walaupun upacara tersebut telah berumur ratusan tahun namun sampai kini masih terjaga nyaris utuh. Kemungkinan ada perubahan kecil dalam cara pelaksanaan upacara hanyalah untuk menyesuaikan dengan keadaan dan demi alasan praktis, tetapi makna dan tujuan tetaplah sama.&lt;br /&gt;Pada saat ini banyak orang orang Jawa, terutama generasi mudanya, tidak atau kurang memahami perlambang yang tersirat dalam rangkaian upacara itu. Toh begitu, upacara-upacara ini masih berlangsung begitu hidup sampai saat ini. Bahkan dilaksanakan dengan penuh antusias oleh seluruh lapisan masyarakat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini mereka berkenyakinan bahwa ritual tradisional untuk menjaga atau mendapatkan keselamatan dan kehidupan yang baik untuk pribadi seseorang atau sekelompok orang seperti keluarga, penduduk desa, penduduk negeri dan sebagainya.&lt;br /&gt;Tak terkecuali upacara pernikahan tradisional Jawa yang sarat dengan sesajen dan ritual yang seakan tidak masuk akal manusia. Itu semua dilakukan untuk menjaga keselamatan diri dan keluarga.&lt;br /&gt;Di sini penulis membatasi acara ritual pernikahan adat jawa setelah lamaran dan penentuan hari pernikahan. Penulis juga membagi acara ritual pernikahan adat jawa menjadi dua; sebelum pernikahan dilaksanakan dan ketika acara dilaksanakan. Adapun acara sebelum pernikahan dilaksanakan meliputi:&lt;br /&gt;A. Sebelum Prosesi Pernikahan&lt;br /&gt;1. Pasang Tarub&lt;br /&gt;Menurut Adjied dan Tessa kata tarub berasal dari kata benda yang menunjukkan pengertian tentang suatu "bangunan darurat" yang khusus didirikan di depan rumah atau di sekitar rumah orang yang mempunyai hajad menyelenggarakan perhelatan dengan tujuan rasional dan irrasionil. Rasionil yaitu membuat tambahan ruang untuk tempat duduk tamu, menata meja dan perlengkapan untuk resepsi perkawinan. Irrasionil karena pembuatan "Tarub" menurut adat harus disertai dengan macam-macam persyaratan khas yang disebut srana-srana/sesaji, maka yang demikian mempunyai tujuan "keselamatan lahir batin" dalam arti luas.&lt;br /&gt;Pasang tarub agung adalah salah satu syarat yang biasa dipenuhi oleh orang jawa. Secara simbolis bahwa rumah yang dipasang tarub sedang mempunyai gawe besar dan sebagai tanda buat masyarakat luas. Sebelum pemasangan tarub, sesaji disiapkan, yang terdiri antara lain dari nasi tumpeng, berbagai macam buah-buahan, berbagai macam lauk-pauk , kue, minuman, bunga, daging kerbau, lentera, dan yang lainnya. Sesaji ini melambangkan sebuah permohonan supaya mendapatkan keberkahan dari gusti Allah yang maha Kuasa dan para leluhur dan sekaligus sebagai sarana untuk menolak makhluk-makhluk jahat. Sesaji ini ditempatkan dibeberapa tempat dimana prosesi upacara dilaksanakan seperti di kamar mandi, dapur, pintu depan, di bawah tarub, di jalan dekat rumah dan lain-lain.&lt;br /&gt;Adapun srana tarub yang pokok yang disebut "Tuwuhan" terdiri dari sepasang pohon pisang raja yang berbuah yang maknanya agar mempelai kelak menjadi pimpinan keluarganya atau lingkungannya dan masyarakat dengan sebaik-baiknya. Seperti pohon pisang yang dapat tumbuh dan hidup dimanapun saja.&lt;br /&gt;Acara pasang tarub merupakan permulaan upacara ritual adat jawa sebelum ijab kabul dilaksanakan. Selain sesajen di atas terdapat beberapa sesajen yang merupakan kelanjutan dari ritual pasang tarub.&lt;br /&gt;2. Cengkir Gadhing Tebu Wulung&lt;br /&gt;Cengkir gading maknanya kencenging pikir, kelapa muda kecil yang berwarna kuning melambangkan kencang kuatnya pikiran baik. Berbagai macam dedaunan segar seperti: beringin, mojokoro, alang-alang, dadap srep supaya pasangan tumbuh dengan kuat dalam kehidupan berkeluarga dan menjadi pengayom lingkungannya laiknya pohon beringin. Dan juga semuanya selamat dan sentosa lahir dan batin atau ojo ono sekoro alias alangan sawiji opo.&lt;br /&gt;Sepasang tebu wulung (mantebing kalbu wujuding lelungan) tebu yang berwarna ungu kemerah-merahan melambangkan mantabnya kalbu, pasangan baru itu akan membina keluarga dengan sepenuh hati. Selain itu keduanya pun siap lahir batin untuk mengarungi kehidupan dunia dengan tekad dan niat luhur.&lt;br /&gt;Di atas gapura terdapat sebuah perhiasan yang dinamakan bekletepe yang terbuat dari anyaman daun kelapa harus digantungkan dengan maksud untuk mengusir roh jahat dan sebagai tanda pesta perkawinan sedang dilaksanakan di rumah ini.&lt;br /&gt;3. Among Tuwuh&lt;br /&gt;Makna among tuwuh adalah sarana untuk mengemban sejarah keluarga. Among berarti mengemban dan tuwuh berarti tumbuh atau berkembang. Dengan adanya upacara pernikahan diharapkan akan lahir generasi atau keturunan yang dapat menurunkan perkembangan dinasti keluarga.&lt;br /&gt;Slametan among tuwuh diselenggarakan oleh keluarga mempelai wanita. Sesuai dengan namanya, ritual ini bertujuan untuk memperoleh keselamatan. Terlebih-lebih hajatan besar seperti upacara pernikahan yang telah menguras tenaga dan pikiran, maka slametan mendapat perhatian utama.&lt;br /&gt;4. Sesaji Jenang Abang Putih&lt;br /&gt;Di dalam adat jawa terdapat upacara baik pada setiap lapisan masyarakat baik di golongan bangsawan atau rakyat biasa. Dan upacara ini berhubungan dengan daur hidup, yaitu upacara masa kehamilan, upacara kelahiran, dan masa bayi, upacara masa dewasa. Misalnya:&lt;br /&gt;Sajen jenang abang putih, pengakuan bayi sebagai persatuan benih pria dan wanita. Sajen tumpeng, maknanya memuliakan arwah leluhur di "atas". Sajen buang-buangan, untuk menghormati makhluk halus. Sajen berupa telur yang dalam tingkeban dibanting, maknanya mengandung ramalan. Kalau pecah bayi perempuan, kalau tidak pecah bayi laki-laki.&lt;br /&gt;5. Siraman&lt;br /&gt;Siraman dilakukan sebelum upacara midodareni. Siraman ini menggunakan air khusus yang dinamakan tirta perwita sari. Siraman dalam upacara perkawinan dimaksudkan untuk membersihkan sepasang calon pengantin itu lahir dan batin. Upacara siraman diselenggarakan satu hari sebelum ritual ijab dan panggih. Siraman untuk calon pengantin putri dilakukan di rumah orang tuanya demikian pula salon pengantin pria dilakukan di rumah orang tuanya. Setelah siraman, kedua calon mempelai dianggap telah suci.&lt;br /&gt;Dalam acara ini digunakan bahan yang khusus untuk melakukan upacara siraman. Selain itu disediakan pula sesaji untuk siraman yang terdiri dari: tumpeng robyong, tumpeng gundul, makanan-makanan dingin, pisang dan buah-buahan yang lain, telur ayam, kelapa yang telah dikupas kulitnya, gula kelapa, lentera, kembang telon-kenangan, melati, dan kantil, tujuh macam bubur, kue-kue manis, penganan dari beras ketan, seekor ayam jago.&lt;br /&gt;Upacara ini bertujuan memohon perlindungan dari Gusti Allah Sang Pencipta, mengingat dan menghormati para leluhur, sehingga arwah mereka berada dalam ketenangan dan mengharapkan restu dari para leluhur, menghindari dari makhluk-makhluk halus maupun manusia-manusia jahat, sehingga upacara akan berlangsung dengan selamat dan sukses.&lt;br /&gt;6. Ngerik Rikmo&lt;br /&gt;Sesudah upacara siraman kemudian dilanjutkan dengan upacara ngerik rikma, yaitu menggunting sebagian rambut calon pengantin putri. Dalam acara ini dipersiapkan sesaji yang sama untuk siraman, untuk praktisnya semua sesaji siraman dibawa masuk ke kamar pelaminan dan berfungsi sebagai sesjaji untuk ngerik.&lt;br /&gt;7. Tirakatan Malam Midodareni&lt;br /&gt;Upacara tirakatan malam midodareni ini berlangsung di malam hari sebelum pelaksanaan ijab dan panggih di keesokan harinya. Midodareni berasal dari kata widodari artinya dewi atau bidadari. Pada malam itu diadakan selamatan sekedarnya dengan sesaji-sesaji khusus untuk memohon turunnya bidadari dari khayangan untuk memberkahi dan merestui calon pengantin putri agar wajahnya menjadi secantik bidadari.&lt;br /&gt;Malam midodareni biasanya dilakukan dengan cara tirakatan dan lek-lekan. Para sesepuh, pinisepuh dan orang tua sering semalam suntuk tidak tidur. Hampir di tiap-tiap desa ritual lek-lekan yang tidak tidur semalam ini selalu dilakukan. Tujuannya adalah untuk menolak balak. Keluarga yang sedang mempunyai gawe besar itu biasanya jauh dari mara bahaya, sehingga pelaksanaan upacara pernikahan menjadi lancer.&lt;br /&gt;Untuk acara ini terdapat sesaji yang meluputi nasi gurih, ingkung ayam, beberapa sayuran masak, kembang talon, the dan kopi pahit, minuman dari air kelapa dengan gula kelapa, lampu minyak yang dinyalakan, pisang raja, kembang setaman, jadah ketan, serutu dan pipa yang dibuat dari daun pepaya.&lt;br /&gt;Barang yang diletakkan di kamar pelamiann terdiri dari sepasang kembar mayang, dua pot tanah diisi dengan bumbu-bumbu, jamu, beras, kacang dan lain-lain ditutupi dengan kain bermotif banguntulak, dua kendi diisi air suci ditutup dengan daun dadap srep, ukub yaitu nampan yang di atasnya ditaruh beberapa dedaunan dan bunga wangi dan ditaruh di bawah tempat tidur, suruh ayu, daun sirih dengan seperangkatnya, buah pinang, tujuh macam kain dengan pola lorek.&lt;br /&gt;Sesaji ini bisa dikeluarkan dari kamar pada waktu tengah malam. Anggota keluarga dan tamupun boleh memakannya.&lt;br /&gt;8. Peningsetan atau srah-srahan&lt;br /&gt;Pada saat calon pengantin putri sedang di dalam kamar, keluarga dari pihak penganten pria datang dan memberikan beberapa barang kepada orang tua calon pengantin putri. Dalam kesempatan ini kedua belah pihak keluarga saling berkenalaan satu dengan yang lain dalam suasana yang lebih santai. Beberapa keluarga dari calon mempelai pria (hanya wanita) mengunjungi calon mempelai putri yang berada di kamar pelamianan yang dihias sangat indah.&lt;br /&gt;9. Nyantri&lt;br /&gt;Pada saat midodareni calon mempelai pria ikut datang bersama keluarganya ke rumah calon mempelai putri, tetapi dia tidak diperkenankan masuk ke dalam rumah. Ketika keluarganya berada di dalam rumah dia duduk di beranda depan rumah ditemani oleh beberapa teman atau kerabatnya. Pada waktu itu kepadanya hanya diberikan segelas air putih dan dia juga tidak diperkenankan untuk merokok. Dia boleh makan sesudah tengah malam, ini adalah suatu pelajaran baginya bahwa dia harus kuat menahan lapar dan godaan. Sebelum keluarganya pulang, seorang utusan yang mewakili orang tuanya mengatakan kepada tuan dan nyonya rumah bahwa ia menyerahkan tanggung jawab atas calon mempelai pria kepada tuan dan nyonya rumah karena dia tidak akan diajak pulang. Ketika tamu-tamu sudah pulang, calon mempelai pria boleh masuk ke rumah tetapi tidak boleh masuk ke kamar pelaminan. Orang tua calon mempelai putri akan mengatur di mana tempat tidurnya, ini yang disebut nyantri. Nyantri ini dilakukan dengan maksud demi keselamatan dan hal-hal yang lebih praktis, dengan pertimbangan bahwa besok calon pengantin pria akan didandani dan disiapkan untuk ijab dan disiapkan untuk ijab dan upacara-upacara lainnya.&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-3860716057899740521?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/3860716057899740521/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=3860716057899740521' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/3860716057899740521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/3860716057899740521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2009/07/juli6.html' title='Adat Jawa Ketika Prosesi Pernikahan'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-8301302684951685690</id><published>2009-07-31T08:34:00.001-07:00</published><updated>2009-08-06T05:42:32.113-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='firman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pernikahan jawa'/><title type='text'>Adat Jawa Sebelum Prosesi Pernikahan</title><content type='html'>Upacara tradisional ritual Jawa kaya dengan arti simbolis. Oleh karenanya bagi orang Jawa yang masih melestarikan tradisi dan ritual leluhurnya, hal itu merupakan perkara yang wajib dilaksanakan. Hal ini terbukti dengan eksistensinya di tengah masyarakat, walaupun upacara tersebut telah berumur ratusan tahun namun sampai kini masih terjaga nyaris utuh. Kemungkinan ada perubahan kecil dalam cara pelaksanaan upacara hanyalah untuk menyesuaikan dengan keadaan dan demi alasan praktis, tetapi makna dan tujuan tetaplah sama.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ini banyak orang orang Jawa, terutama generasi mudanya, tidak atau kurang memahami perlambang yang tersirat dalam rangkaian upacara itu. Toh begitu, upacara-upacara ini masih berlangsung begitu hidup sampai saat ini. Bahkan dilaksanakan dengan penuh antusias oleh seluruh lapisan masyarakat.&lt;br /&gt;Dalam hal ini mereka berkenyakinan bahwa ritual tradisional untuk menjaga atau mendapatkan keselamatan dan kehidupan yang baik untuk pribadi seseorang atau sekelompok orang seperti keluarga, penduduk desa, penduduk negeri dan sebagainya.&lt;br /&gt;Tak terkecuali upacara pernikahan tradisional Jawa yang sarat dengan sesajen dan ritual yang seakan tidak masuk akal manusia. Itu semua dilakukan untuk menjaga keselamatan diri dan keluarga.&lt;br /&gt;Di sini penulis membatasi acara ritual pernikahan adat jawa setelah lamaran dan penentuan hari pernikahan. Penulis juga membagi acara ritual pernikahan adat jawa menjadi dua; sebelum pernikahan dilaksanakan dan ketika acara dilaksanakan. Adapun acara sebelum pernikahan dilaksanakan meliputi:&lt;br /&gt;A. Sebelum Prosesi Pernikahan&lt;br /&gt;1. Pasang Tarub&lt;br /&gt;Menurut Adjied dan Tessa kata tarub berasal dari kata benda yang menunjukkan pengertian tentang suatu "bangunan darurat" yang khusus didirikan di depan rumah atau di sekitar rumah orang yang mempunyai hajad menyelenggarakan perhelatan dengan tujuan rasional dan irrasionil. Rasionil yaitu membuat tambahan ruang untuk tempat duduk tamu, menata meja dan perlengkapan untuk resepsi perkawinan. Irrasionil karena pembuatan "Tarub" menurut adat harus disertai dengan macam-macam persyaratan khas yang disebut srana-srana/sesaji, maka yang demikian mempunyai tujuan "keselamatan lahir batin" dalam arti luas.&lt;br /&gt;Pasang tarub agung adalah salah satu syarat yang biasa dipenuhi oleh orang jawa. Secara simbolis bahwa rumah yang dipasang tarub sedang mempunyai gawe besar dan sebagai tanda buat masyarakat luas. Sebelum pemasangan tarub, sesaji disiapkan, yang terdiri antara lain dari nasi tumpeng, berbagai macam buah-buahan, berbagai macam lauk-pauk , kue, minuman, bunga, daging kerbau, lentera, dan yang lainnya. Sesaji ini melambangkan sebuah permohonan supaya mendapatkan keberkahan dari gusti Allah yang maha Kuasa dan para leluhur dan sekaligus sebagai sarana untuk menolak makhluk-makhluk jahat. Sesaji ini ditempatkan dibeberapa tempat dimana prosesi upacara dilaksanakan seperti di kamar mandi, dapur, pintu depan, di bawah tarub, di jalan dekat rumah dan lain-lain.&lt;br /&gt;Adapun srana tarub yang pokok yang disebut "Tuwuhan" terdiri dari sepasang pohon pisang raja yang berbuah yang maknanya agar mempelai kelak menjadi pimpinan keluarganya atau lingkungannya dan masyarakat dengan sebaik-baiknya. Seperti pohon pisang yang dapat tumbuh dan hidup dimanapun saja.&lt;br /&gt;Acara pasang tarub merupakan permulaan upacara ritual adat jawa sebelum ijab kabul dilaksanakan. Selain sesajen di atas terdapat beberapa sesajen yang merupakan kelanjutan dari ritual pasang tarub.&lt;br /&gt;2. Cengkir Gadhing Tebu Wulung&lt;br /&gt;Cengkir gading maknanya kencenging pikir, kelapa muda kecil yang berwarna kuning melambangkan kencang kuatnya pikiran baik. Berbagai macam dedaunan segar seperti: beringin, mojokoro, alang-alang, dadap srep supaya pasangan tumbuh dengan kuat dalam kehidupan berkeluarga dan menjadi pengayom lingkungannya laiknya pohon beringin. Dan juga semuanya selamat dan sentosa lahir dan batin atau ojo ono sekoro alias alangan sawiji opo.&lt;br /&gt;Sepasang tebu wulung (mantebing kalbu wujuding lelungan) tebu yang berwarna ungu kemerah-merahan melambangkan mantabnya kalbu, pasangan baru itu akan membina keluarga dengan sepenuh hati. Selain itu keduanya pun siap lahir batin untuk mengarungi kehidupan dunia dengan tekad dan niat luhur.&lt;br /&gt;Di atas gapura terdapat sebuah perhiasan yang dinamakan bekletepe yang terbuat dari anyaman daun kelapa harus digantungkan dengan maksud untuk mengusir roh jahat dan sebagai tanda pesta perkawinan sedang dilaksanakan di rumah ini.&lt;br /&gt;3. Among Tuwuh&lt;br /&gt;Makna among tuwuh adalah sarana untuk mengemban sejarah keluarga. Among berarti mengemban dan tuwuh berarti tumbuh atau berkembang. Dengan adanya upacara pernikahan diharapkan akan lahir generasi atau keturunan yang dapat menurunkan perkembangan dinasti keluarga.&lt;br /&gt;Slametan among tuwuh diselenggarakan oleh keluarga mempelai wanita. Sesuai dengan namanya, ritual ini bertujuan untuk memperoleh keselamatan. Terlebih-lebih hajatan besar seperti upacara pernikahan yang telah menguras tenaga dan pikiran, maka slametan mendapat perhatian utama.&lt;br /&gt;4. Sesaji Jenang Abang Putih&lt;br /&gt;Di dalam adat jawa terdapat upacara baik pada setiap lapisan masyarakat baik di golongan bangsawan atau rakyat biasa. Dan upacara ini berhubungan dengan daur hidup, yaitu upacara masa kehamilan, upacara kelahiran, dan masa bayi, upacara masa dewasa. Misalnya:&lt;br /&gt;Sajen jenang abang putih, pengakuan bayi sebagai persatuan benih pria dan wanita. Sajen tumpeng, maknanya memuliakan arwah leluhur di "atas". Sajen buang-buangan, untuk menghormati makhluk halus. Sajen berupa telur yang dalam tingkeban dibanting, maknanya mengandung ramalan. Kalau pecah bayi perempuan, kalau tidak pecah bayi laki-laki.&lt;br /&gt;5. Siraman&lt;br /&gt;Siraman dilakukan sebelum upacara midodareni. Siraman ini menggunakan air khusus yang dinamakan tirta perwita sari. Siraman dalam upacara perkawinan dimaksudkan untuk membersihkan sepasang calon pengantin itu lahir dan batin. Upacara siraman diselenggarakan satu hari sebelum ritual ijab dan panggih. Siraman untuk calon pengantin putri dilakukan di rumah orang tuanya demikian pula salon pengantin pria dilakukan di rumah orang tuanya. Setelah siraman, kedua calon mempelai dianggap telah suci.&lt;br /&gt;Dalam acara ini digunakan bahan yang khusus untuk melakukan upacara siraman. Selain itu disediakan pula sesaji untuk siraman yang terdiri dari: tumpeng robyong, tumpeng gundul, makanan-makanan dingin, pisang dan buah-buahan yang lain, telur ayam, kelapa yang telah dikupas kulitnya, gula kelapa, lentera, kembang telon-kenangan, melati, dan kantil, tujuh macam bubur, kue-kue manis, penganan dari beras ketan, seekor ayam jago.&lt;br /&gt;Upacara ini bertujuan memohon perlindungan dari Gusti Allah Sang Pencipta, mengingat dan menghormati para leluhur, sehingga arwah mereka berada dalam ketenangan dan mengharapkan restu dari para leluhur, menghindari dari makhluk-makhluk halus maupun manusia-manusia jahat, sehingga upacara akan berlangsung dengan selamat dan sukses.&lt;br /&gt;6. Ngerik Rikmo&lt;br /&gt;Sesudah upacara siraman kemudian dilanjutkan dengan upacara ngerik rikma, yaitu menggunting sebagian rambut calon pengantin putri. Dalam acara ini dipersiapkan sesaji yang sama untuk siraman, untuk praktisnya semua sesaji siraman dibawa masuk ke kamar pelaminan dan berfungsi sebagai sesjaji untuk ngerik.&lt;br /&gt;7. Tirakatan Malam Midodareni&lt;br /&gt;Upacara tirakatan malam midodareni ini berlangsung di malam hari sebelum pelaksanaan ijab dan panggih di keesokan harinya. Midodareni berasal dari kata widodari artinya dewi atau bidadari. Pada malam itu diadakan selamatan sekedarnya dengan sesaji-sesaji khusus untuk memohon turunnya bidadari dari khayangan untuk memberkahi dan merestui calon pengantin putri agar wajahnya menjadi secantik bidadari.&lt;br /&gt;Malam midodareni biasanya dilakukan dengan cara tirakatan dan lek-lekan. Para sesepuh, pinisepuh dan orang tua sering semalam suntuk tidak tidur. Hampir di tiap-tiap desa ritual lek-lekan yang tidak tidur semalam ini selalu dilakukan. Tujuannya adalah untuk menolak balak. Keluarga yang sedang mempunyai gawe besar itu biasanya jauh dari mara bahaya, sehingga pelaksanaan upacara pernikahan menjadi lancer.&lt;br /&gt;Untuk acara ini terdapat sesaji yang meluputi nasi gurih, ingkung ayam, beberapa sayuran masak, kembang talon, the dan kopi pahit, minuman dari air kelapa dengan gula kelapa, lampu minyak yang dinyalakan, pisang raja, kembang setaman, jadah ketan, serutu dan pipa yang dibuat dari daun pepaya.&lt;br /&gt;Barang yang diletakkan di kamar pelamiann terdiri dari sepasang kembar mayang, dua pot tanah diisi dengan bumbu-bumbu, jamu, beras, kacang dan lain-lain ditutupi dengan kain bermotif banguntulak, dua kendi diisi air suci ditutup dengan daun dadap srep, ukub yaitu nampan yang di atasnya ditaruh beberapa dedaunan dan bunga wangi dan ditaruh di bawah tempat tidur, suruh ayu, daun sirih dengan seperangkatnya, buah pinang, tujuh macam kain dengan pola lorek.&lt;br /&gt;Sesaji ini bisa dikeluarkan dari kamar pada waktu tengah malam. Anggota keluarga dan tamupun boleh memakannya.&lt;br /&gt;8. Peningsetan atau srah-srahan&lt;br /&gt;Pada saat calon pengantin putri sedang di dalam kamar, keluarga dari pihak penganten pria datang dan memberikan beberapa barang kepada orang tua calon pengantin putri. Dalam kesempatan ini kedua belah pihak keluarga saling berkenalaan satu dengan yang lain dalam suasana yang lebih santai. Beberapa keluarga dari calon mempelai pria (hanya wanita) mengunjungi calon mempelai putri yang berada di kamar pelamianan yang dihias sangat indah.&lt;br /&gt;9. Nyantri&lt;br /&gt;Pada saat midodareni calon mempelai pria ikut datang bersama keluarganya ke rumah calon mempelai putri, tetapi dia tidak diperkenankan masuk ke dalam rumah. Ketika keluarganya berada di dalam rumah dia duduk di beranda depan rumah ditemani oleh beberapa teman atau kerabatnya. Pada waktu itu kepadanya hanya diberikan segelas air putih dan dia juga tidak diperkenankan untuk merokok. Dia boleh makan sesudah tengah malam, ini adalah suatu pelajaran baginya bahwa dia harus kuat menahan lapar dan godaan. Sebelum keluarganya pulang, seorang utusan yang mewakili orang tuanya mengatakan kepada tuan dan nyonya rumah bahwa ia menyerahkan tanggung jawab atas calon mempelai pria kepada tuan dan nyonya rumah karena dia tidak akan diajak pulang. Ketika tamu-tamu sudah pulang, calon mempelai pria boleh masuk ke rumah tetapi tidak boleh masuk ke kamar pelaminan. Orang tua calon mempelai putri akan mengatur di mana tempat tidurnya, ini yang disebut nyantri. Nyantri ini dilakukan dengan maksud demi keselamatan dan hal-hal yang lebih praktis, dengan pertimbangan bahwa besok calon pengantin pria akan didandani dan disiapkan untuk ijab dan disiapkan untuk ijab dan upacara-upacara lainnya.&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-8301302684951685690?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/8301302684951685690/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=8301302684951685690' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/8301302684951685690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/8301302684951685690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2009/07/juli5.html' title='Adat Jawa Sebelum Prosesi Pernikahan'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-4401300105480486649</id><published>2009-07-31T08:33:00.000-07:00</published><updated>2009-08-06T05:40:13.259-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='firman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pernikahan jawa'/><title type='text'>Pernikahan, adat ataukah ibadat?</title><content type='html'>Sebelum menjawab pertanyaan di atas maka perlu bagi kita untuk mengetahui definisi dari masing-masing.&lt;br /&gt;A. Al 'Adat ( العادة )&lt;br /&gt;Secara bahasa merupakan derifasi (musytaq/pecahan) dari al'aud yakni pengulangan ataupun terus-menerus dan berkesinambungan. Maka setiap amalan yang diulang-ulang hingga dilakukan tanpa dipikirkan maka itu adalah adat. Diantaranya firman Allah:&lt;br /&gt;ثُمَّ يَعُودُونَ لِمَا قَالُوا (المجادلة: 3)&lt;br /&gt;"Kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan". (Al Mujadilah: 3)&lt;br /&gt;Secara istilah perkara yang diulang tanpa harus dipikirkan tanpa rumusan. Dapat juga diartikan sesuatu yang biasa dilakukan manusia dan mereka berjalan di atasnya dari setiap amalan di antara mereka.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kaidah fiqh terdapat "Al Adah Muhakkamah" maknanya bahwa adat/tradisi (masyarakat) dapat dijadikan alasan untuk menetapkan hukum. Dalam pembahasan ini, 'adah atau 'urf dipahami sebagai suatu kebiasaan yang telah berlaku secara umum di tengah-tengah masyarakat, di seluruh penjuru negeri atau pada suatu masyarakat tertentu yang berlangsung sejak lama.&lt;br /&gt;Dari definisi tersebut, para ulama menetapkan bahwa sebuah tradisi dapat dijadikan pedoman hukum apabila memenuhi beberapa syarat sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Tradisi yang telah berjalan sejak lama yang dikenal masyarakat umum.&lt;br /&gt;Menurut para ulama, 'adah bisa dijadikan dasar untuk menetapkan hukum syar'I apabila tradisi tersebut telah berlaku secara umum di masyarakat tertentu. Sebaliknya, jika sebuah tradisi tidak berlaku secara umum, maka ia tidak dapat dijadikan pedoman dalam menentukan boleh atau tidaknya tradisi tersebut dilakukan.&lt;br /&gt;2. Diterima akal sehat sebagai sebuah tradisi yang baik.&lt;br /&gt;Hal ini semakna dengan hadits rasulullah :&lt;br /&gt;مَا رَآهُ اْلمٌُسْلِمُوْنَ حَسَنًا فَهُوَ عِنْدَ اللهِ حَسَنٌ&lt;br /&gt;"Apa yang dipandang baik oleh kaum muslimin, maka menurut Allah juga baik." (H.R. Imam Al Hakim)&lt;br /&gt;3. Tidak bertentangan dengan nash al-qur'an dan hadits nabi .&lt;br /&gt;Artinya sebuah tradisi bisa dijadikan sebagai pedoman hukum apabila tidak bertentangan dengan nash al-Qur'an maupun hadits nabi . Karena itu, sebuah tradisi yang tidak memenuhi syarat ini harus ditolak dan tidak bisa dijadikan pijakan hukum bagi masyarakat. Nash yang dimaksudkan di sini adalah nash yang bersifat qat'I (pasti), yakni nash yang sudah jelas dan tegas kandungan hukumnya, sehingga tidak memungkinkan adanya takwil atau penafsiran lain.&lt;br /&gt;B. Ibadah&lt;br /&gt;Yaitu ketaatan kepada Allah dengan melaksanakan apa yang diperintahkan-Nya melalui lisan rasul-Nya. Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa ibadah adalah sebutan yang mencakup seluruh apa yang dicintai dan diridhoi-Nya dari perkataan dan perbuatan yang dhohir dan bathin.&lt;br /&gt;Menurut para ulama ibadah ada dua:&lt;br /&gt;1. Ibadah Ammah&lt;br /&gt;Yakni setiap amalan (termasuk di dalamnya amalan dunia) yang sesuai dengan perintah-Nya dan dimaksudkan untuk melaksanakan perintah. Seperti memberi nafkah keluarga, memakan rizqi yang baik untuk menguatkan tubuh dalam beribadah kepada-Nya atau berjihad di jalan-Nya, bekerja sehingga tidak terjatuh kepada meminta-minta, dan yang lainnya.&lt;br /&gt;2. Ibadah Khoshoh&lt;br /&gt;Syiar-syiar ibadah yang diperintahkan-Nya untuk dilaksanakan seperti sholat, zakat, shoum, dan yang lainnya.&lt;br /&gt;Oleh karenanya ibadah dalam makna umum merupakan hukum syar'I yang berkaitan dengan amalan manusia, tanpa membedakan antara amalan ibadah khossoh, amalan adat, ataupun muamalat. Hal ini dengan syarat amalan tersebut merupakan perintah syar'I dan sesuai dengan batasan yang telah ditetapkan syar'i.&lt;br /&gt;Sebagai misal adalah bekerja. Bekerja merupakan adat manusia. Namun di sisi lain juga dapat bernilai ibadah apabila diniatkan untuk mengharapkan wajh Allah yakni dia mencukupi diri sendiri sehingga tidak terjatuh kepada meminta-minta. Dia juga bekerja sesuai dengan batasan syar'I terbebas dari tipu daya dan ghoror, serta membelanjakannya untuk memenuhi kebutuhan dan membiayai kebutuhan yang berada di bawah tanggungannya. Hal ini berdasarkan sabda rasulullah  ketika ada salah seorang shahabt yang bertanya kepada beliau:&lt;br /&gt;أَ يَقْضِيْ أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ فَتَكُوْنُ لَهُ صَدَقَةً؟ فَقَالَ لَهُمْ: أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِيْ حَرَامٍ&lt;br /&gt;"Apakah salah seorang dari kami memenuhi kebutuhan syahwatnya (kepada istrinya) dapat bernilai shodaqoh? Beliau bersabda: “Apa pendapatmu, bila ia menempatkan pada tempat yang haram, bukankah ia berdosa? Demikian pula bila ia menempatkan pada tempat yang halal, ia akan mendapatkan pahala”.&lt;br /&gt;Dalam hadits ini Rasulullah menunjukkan bolehnya beristimta' (bersenang-senang) dengan istrinya untuk menjaga diri dan istrinya dan dapat menjadi pahala baginya.&lt;br /&gt;Dalam hal ini niat memiliki perananan yang sangat penting dalam meluruskan amal manusia. Sebuah amalan dapat bernilai ibadah apabila dimaksudkan untuk mendapatkan ridho Allah. Begitu juga apabila diniatkan selain Allah maka dapat bernilai maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari masing-masing pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa menikah dapat menjadi bernilai ibadah. Terlebih dikuatkan beberapa dalil yang menunjukkan hal itu, diantaranya:&lt;br /&gt;1. Melaksanakan nikah berarti melaksanakan sebagaian ibadah serta setengah agamanya. Sabda rasulullah :&lt;br /&gt;مَنْ رَزَقَهُ امْرَأَةً صَالِحَةً فَقَدْ أَعَانَهُ عَلىَ شَطْرِ دِيْنِهِ فَلْيَتَّقِ اللهَ فِيْ الشَّطْرِ الْباَقِيْ (رَوَاهُ الطَّبْرَانِيْ وَ الْحَاكِمْ صَحَّحَهُ)&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang telah dianugerahi Allah isteri yang saleh, maka sesungguhnya ia telah mengusahakan sebagian agamanya. Maka bertakwalah kepada Allah pada bagian yang lain". (H.R. ath Thabrani dan al Hakim dan dinyatakan shahih sanadnya)&lt;br /&gt;2. Rasulullah  mencela dengan keras para shahabat yang ingin menandingi ibadatnya dengan cara berpuasa setiap hari, bangun malam untuk beribadat dan tidak tidur, hidup menyendiri dan tidak menikah, karena perbuatan yang demikian menyalahi sunnahnya, beliau bersabda:&lt;br /&gt;أَأَنْتُمُ الَّذِيْنَ قُلْتُمْ كَذَا وَ كَذَا؟ أَمَا وَ اللهِ إِنِّيْ لَأَخْشَاكُمْ لِلَّهِ وَ أَتْقَاكُمْ لَهُ وَ لَكِنِّيْ أًصُوْمُ وَ أُفْطِرُ وِ أُصَلِّيْ وَ أَرْقُدُ وَ أَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ, فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِيْ فَلَيْسَ مِنِّيْ (رَوَاهُ الْبُخَارِيْ وَ مُسْلِم)&lt;br /&gt;"Apakah kalian yang telah mengatakan begini, begini………? Adapun aku, -demi Allah- sesungguhnya aku benar-benar orang yang paling takut di antara kamu kepada Allah dan orang yang paling bertakwah di antara kamu kepada-Nya. Tetapi aku berpuasa, berbuka, shalat (di tengah malam), tidur dan aku menikah. Maka barangsiapa yang membenci sunnahku bukanlah ia termasuk umat-ku" .&lt;br /&gt;3. Rasulullah  memerintahkan agar orang-orang yang telah mempunyai kesanggupan untuk menikah karena akan memelihara dari perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah. Beliau bersabda:&lt;br /&gt;يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ اْلباَءَةَ فَلْيَتََزَوَّجَ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَ أَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَ مَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ (رَوَاهُ الْبُخَارِيْ وَ مُسْلِم)&lt;br /&gt;"Hai sekalian pemuda, barangsiapa yang telah sanggup di antara kamu melaksanakan kehidupan suami isteri, hendaklah ia menikah. Sesungguhnya menikah itu menghalangi pandangan mata (kepada yang terlarang memandangnya) dan memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang belum sanggup melaksanakannya, hendaklah ia berpuasa. Sesungguhnya puasa adalah perisai baginya" . (H.R. Bukhori dan Muslim)&lt;br /&gt;4. Menikah merupakan sunnatullah yang telah ditetapkan kepada para anbiya' agar diikuti pula oleh generasi-generasi yang datang kemudian. Allah berfirman:&lt;br /&gt;وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلاً مِنْ قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةً&lt;br /&gt;"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan". (Ar Ra'du: 38)&lt;br /&gt;5. Pada masa jahiliyah terdapat empat macam pernikahan, namun islam hanya menetapkan satu pernikahan yang sah. Sebagaimana yang disebutkan dalam shahih Bukhori bahwa Ummul mukminin 'Aisyah xberkata:&lt;br /&gt;"Sesungguhnya pernikahan pada zaman jahiliyah ada empat macam: pertama: Sebagaimana nikahnya orang-orang sekarang, yakni seorang laki-laki melamar anak orang lain kemudian memberikan mahar dan menikahinya. Kedua: Seseorang mengatakan kepada istrinya setelah suci dari haidh, "Datanglah kepada fulan (biasanya seorang bangsawan) dan mintalah untuk digauli". Kemudian suaminya menjauhinya (tidak menggaulinya) sehingga jelas apakah istrinya itu telah hamil dari laki-laki lain tadi, apabila telah jelas tandanya bahwa istri sudah hamil, barulah suami menggaulinya jika ingin. Tujuan dari perbuatan ini semata-mata karena ingin mendapatkan anak yang berketurunan bangsawan. Nikah yang semacam ini disebut nikah istibdha'. Ketiga: sekelompok laki-laki yang berjumlah kurang dari sepuluh orang seluruhnya menggaulinya (wanita yang sama). Kemudian tatkala dia hamil dan melahirkan dan berlalu beberapa malam setelah melahirkan, maka wanita itu memanggil para laki-laki tersebut dan mereka tidak kuasa menolaknya. Sehingga apabila mereka telah berkumpul di depan wanita tersebut, wanita itu berkata: "Kalian telah mengetahui apa yang kalian perbuat terhadapku dan kini aku telah melahirkan, ini adalah anakmu wahai fulan….." dia sebut seseorang yang dia sukai di antara laki-laki tersebut, kemudian dia serahkan anak itu kepada laki-laki yang dia tunjuk. Keempat: sekelompok laki-laki menggauli satu wanita yang tidak menolak siapapun yang menggauli dirinya. Mereka adalah pelacur yang mana mereka memasang pada pintu mereka sebuah tanda pengenal bagi siapa yang ingin menggaulinya. Manakala dia hamil dan kemudian melahirkan maka dipanggillah mereka yang telah menggaulinya seluruhnya. Kemudian anak tersebut diserahkan kepada orang yang dia anggap paling mirip dengannya sedangkan dia tidak kuasa menolak."&lt;br /&gt;6. Rasulullah melarang umatnya untuk membujang dengan larangan yang sangat. Beliau bersabda:&lt;br /&gt;عَنْ أَنَسِ ابْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَأْمُرُ بِالْباَءَةِ وَ يَنْهَى عَنِ التَّبَتُّلِ نَهْيًا شَدِيْدًا وَ يَقُوْلُ: تَزَوَّجُوْا اْلوَدُوْدَ اْلوَلُوْدَ فَإِنِّيْ مُكَاثِرٌ بِكُمُ اْلأَنْبِيَاءَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ (رواه أحمد و صححه ابن حبان و له شاهد عند أبي داود و النسائي و ابن حبان أيضا)&lt;br /&gt;Dari Anas bin Malik , berkata: "Adalah Rasulullah  memerintahkan menikah dan melarang hidup sendirian (membujang) dengan larangan yang sangat, dan beliau bersabda: "Kawinilah olehmu wanita-wanita yang pencinta lagi subur, maka sesungguhnya aku akan berbangga dengan banyaknya jumlah kamu di hadapan umat-umat lain di hari kiamat". (H.R. Ahmad , dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban dan hadits ini dikuatkan oleh hadits-hadits lain yang diriwayatkan oleh Abu Daud, an Nasa'I dan Ibnu Hibban)&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-4401300105480486649?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/4401300105480486649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=4401300105480486649' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/4401300105480486649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/4401300105480486649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2009/07/juli4.html' title='Pernikahan, adat ataukah ibadat?'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-7177617367885218829</id><published>2009-07-31T08:30:00.000-07:00</published><updated>2009-08-06T05:40:04.051-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='firman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pernikahan jawa'/><title type='text'>Pernikahan Jawa 1</title><content type='html'>Pendahuluan&lt;br /&gt;Pernikahan dalam islam adalah sebuah perkara yang agung. Di dalamnya dikumpulkan dua individu berbeda. Bukan hanya sekedar untuk menyalurkan nafsu biologi semata bukan pula formalitas acara adat yang harus dicatat secara administratif. Lebih dari itu pernikahan merupakan sunnah ilahi yang menunjukkan tanda-tanda kekuasaan-Nya. Allah berfirman:&lt;br /&gt;وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (الروم: 21)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir." (Ar Ruum: 21)&lt;br /&gt;Namun seiring perjalanan waktu banyak sekali penyimpangan yang terjadi di dalamnya. Proses yang harusnya mendatangkan banyak pahala namun malah mendatangkan dosa. Mulai dari prosesi sebelum pernikahan hingga ketika prosesi pernikahan tersebut dilangsungkan.&lt;br /&gt;Risalah singkat yang mengkhususkan terhadap sebagian adat Jawa ini mencoba untuk membahas tentang pernikahan adat jawa tersebut dalam tinjauan syar'I. Tiada gading yang tak retak, tak ayal pula tulisan ini yang tak lepas dari kekurangan. Semoga saran, kritik, dan masukan bersifat konstruktif dapat menjadikannya lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-7177617367885218829?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/7177617367885218829/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=7177617367885218829' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/7177617367885218829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/7177617367885218829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2009/07/juli3.html' title='Pernikahan Jawa 1'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-8786646176606240063</id><published>2009-07-31T08:27:00.000-07:00</published><updated>2009-08-06T05:39:57.074-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='firman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aqidah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Manakah yang lebih mulia. Malaikat atau manusia?</title><content type='html'>Maksud keutamaan atau kemuliaan di sini adalah antara malaikat dan seorang mukmin yang sholih seperti para nabi dan wali Allah. Sedangkan orang kafir atau munafik maka mereka lebih buruk daripada hewan ternak. Sebagaimana Allah mensifati mereka dengan firman-Nya:&lt;br /&gt;بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ (الأعراف: 179)&lt;br /&gt;"Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai." (Al A'rof: 179)&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini pensyarah Thohawiyah mengutamakan orang sholih dan para nabi dari malaikat. Sedangkan orang mu'tazilah mengutamakan malaikat. Para pengikut asy'ariyah terkelompok menjadi dua. Sebagian mereka mengutamakan para nabi dan para wali dan sebagian lainnya tawaqquf (tidak berpendapat). Disebutkan juga bahwa Abu Hanifah tawaqquf dalam masalah ini. Sedangkan Safaroni dalam "Lawami'ul Anwar 2/389" menyebutkan bahwa Imam Ahmad berkata, "Siapa yang mendahulukan malaikat maka dia telah salah. Setiap mukmin lebih mulia dari malaikat."&lt;br /&gt;Dalil mereka yang mengutamakan orang sholih&lt;br /&gt;1. Sesungguhnya Allah memerintahkan malaikat untuk bersujud kepada Adam. Kalau bukan karena keutamaan Adam mengapa malaikat diperintahkan sujud.&lt;br /&gt;وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلائِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ (البقرة: 34)&lt;br /&gt;"Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir." (Al Baqoroh: 34)&lt;br /&gt;2. Sesungguhnya Adam diciptakan dengan tangan-Nya dan malaikat diciptakan lewat kalimat-Nya.&lt;br /&gt;3. Bani Adam dimuliakan dengan ilmu. Ketika Allah bertanya kepada malaikat tentang nama-nama mereka tak dapat menjawabnya. Mereka mengakui bahwa mereka tidak mengetahui hal itu maka Adam pun menjelaskan kepada mereka. Allah berfirman:&lt;br /&gt;وَعَلَّمَ آدَمَ الأسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَؤُلاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ ()قَالُوا سُبْحَانَكَ لا عِلْمَ لَنَا إِلا مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ()قَالَ يَا آدَمُ أَنْبِئْهُمْ بِأَسْمَائِهِمْ فَلَمَّا أَنْبَأَهُمْ بِأَسْمَائِهِمْ()&lt;br /&gt;"Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!" Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!" Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini". Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu" (Al Baqoroh: 31-33)&lt;br /&gt;4. Ketaatan manusia lebih berat. Dan yang lebih berat maka lebih mulia. Sebab manusia diciptakan dengan syahwat, hawa nafsu, dan amarah. Sedangkan malaikat tidak memiliki semua itu.&lt;br /&gt;5. Allah membanggakan ahlu iman dan tho'at di depan malaikatnya apabila melaksanakan kewajiban yang telah ditetapkan kepada mereka. Sebagaimana membanggakan Ahlu Arofah. Dari Abu Huroiroh  bahwasanya rasulullah n bersabda:&lt;br /&gt;إِنَّ اللهَ يُبَاهِيْ بِأَهْلِ عَرَفَاتٍ أَهْلَ السَّمَاءِ فَيَقُوْلُ لَـهُمْ انْظُرُوْا إِلَى عِبَادِيْ هَؤُلاَءِ جَاؤُوْنِيْ شُعْثًا غَبْرًا&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah membanggakan Ahlu Arofah di depan penduduk langit. Dia berfirman, "Lihatlah kepada hambaku, mereka mendatangiku dengan rambut kusut dan berdebu."&lt;br /&gt;Dalil mereka yang mengutamakan malaikat&lt;br /&gt;1. Mereka berdalil dengan firman Allah dalam hadits qudsi:&lt;br /&gt;قوله تعالى في الحديث القدسي: مَنْ ذَكَرَنِيْ فِيْ نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِيْ نَفْسِيْ وَ مَنْ ذَكَرَنِيْ فِيْ مَلأٍٍَ ذَكَرْتُهُ فِيْ مَلَأٍ خَيْرٌ مِنْهُمْ&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang mengingat-Ku dalam dirinya maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku, dan barangsiapa mengingatku di malaikat yang kusebutkan maka Aku akan mengingat mereka dalam malaikat yang lebih baik dari mereka."&lt;br /&gt;2. Mereka berdalil anak adam (manusia) memiliki kekurangan dan keterbatasan. Dan mereka sering tergelincir dan dosa.&lt;br /&gt;3. Mereka berdalil dengan firman Allah:&lt;br /&gt;قُلْ لا أَقُولُ لَكُمْ عِنْدِي خَزَائِنُ اللَّهِ وَلا أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلا أَقُولُ لَكُمْ إِنِّي مَلَكٌ إِنْ أَتَّبِعُ إِلا مَا يُوحَى إِلَيَّ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الأعْمَى وَالْبَصِيرُ أَفَلا تَتَفَكَّرُونَ&lt;br /&gt;Katakanlah: "Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang gaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: "Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat?" Maka apakah kamu tidak memikirkan (nya)?(Q.S. al An'am: 50)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mendudukkannya?&lt;br /&gt;Sebagaimana disebutkan Ibnu Taimiyah bahwa orang sholeh lebih mulia dari malaikat apabila dilihat dari tempat akhir kehidupan. Hal ini disebabkan apabila mereka masuk jannah akan mendapatkan kedekatan dan menempati kedudukan tinggi. Allah menghidupkan mereka dan mengkhususkan mereka dengan kedekatan kepadanya. Dan mendapat kemuliaan. Mereka merasakan kesenangan dengan melihat wajah-Nya, dan malaikat menjadi pelayan mereka dengan izin Allah.&lt;br /&gt;Malaikat lebih mulia apabila dilihat dari awalnya. Sesungguhnya malaikat sekarang di dekat Allah. Mereka bersih dari apa-apa yang dikerjakan oleh anak Adam. Mereka sibuk dengan ibadah. Dan tidak diragukan bahwa keadaan mereka lebih sempurna daripada keadaan manusia. Ibnu Qoyyim al Jauziyyah berkata, "dengan rincian seperti ini maka jelaslah rahasia pengutamaan antara manusia dan malaikat. Kedua dalil dari masing-masing kelompok dapat disatukan sesuai dengan haknya masing-masing. Wallahu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi:&lt;br /&gt;Aqidah Ahlus Sunnah wal jama'ah, DR. Ahmad Farid, Maktabah Fayadh, Cetakan pertama 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-8786646176606240063?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/8786646176606240063/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=8786646176606240063' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/8786646176606240063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/8786646176606240063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2009/07/juli2.html' title='Manakah yang lebih mulia. Malaikat atau manusia?'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-732328660712446363</id><published>2009-07-31T08:26:00.000-07:00</published><updated>2009-08-06T05:39:49.896-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='firman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aqidah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Sifat-Sifat Mereka</title><content type='html'>Manusia tidak dapat mengetahui hakekat malaikat kecuali apa yang datang dari Rasulullah . Oleh karenanya kita mencukupkan diri dengan apa yang ada nashnya tidak mengatakan kecuali ada dalil tentangnya. Di antara sifat yang disebutkan di dalam nash adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Mereka diciptakan dari cahaya&lt;br /&gt;عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ خُلِقَتِ الْمَلاَئِكَةُ مِنْ نُوْرٍ وَ خُلِقَ الجِانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ وَ خُلِقَ آدَمَ مِمَّا وُصَفَ لَكُمْ ( رواه مسلم)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 'Aisyah x berkata, dari rasulullah  bersabda: "Malaikat diciptakan dari cahayat, dan jin diciptakan dari kilatan api, sedangkan manusia diciptakan ………… (H.R. Muslim)&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;2. Mereka tidak dapat dilihat&lt;br /&gt;عَنْ أَبِيْ سَلَمَةَ أَنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهَ وَ سَلَّمَ: يَا عَائِشَةَ هَذَا جِبْرِيْلُ يَقْرَئُكَ السَّلاَمَ, قَالَتْ : وَ عَلِيْهِ السَّلاَمَ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ هُوَ يَرَى مَا لاَ أَرَى (متفق عليه)&lt;br /&gt;Dari Abu Salamah bahwasanya 'Aisyah x berkata, rasulullah  bersabda: "Wahai 'Aisyah, ini Jibril datang dan dia menyampaikan salam kepadamu! 'Aisyah pun menjawab: Begitu pula 'alaihis salam wa rahmatullah (baginya keselamatan dan rahmat Allah), dia dapat melihatku sedangkan aku tak dapat melihatnya. (Muttafaq 'Alaihi)&lt;br /&gt;3. Malaikat dapat berubah wujud&lt;br /&gt;- Sebagaimana kisah pada hadits islam, iman, dan ihsan&lt;br /&gt;- Turunnya Jibril yang mendatangi Maryam&lt;br /&gt;"Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Qur'an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur, maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. Maryam berkata: "Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa." (Maryam: 16-19)&lt;br /&gt;- Kisah tamunya nabi ibrahim&lt;br /&gt;"Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tamu Ibrahim (malaikat-malaikat) yang dimuliakan? (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan: "Salaaman", Ibrahim menjawab: "Salaamun" (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal. Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk (yang dibakar), lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim berkata: "Silakan kamu makan".(Tetapi mereka tidak mau makan), karena itu Ibrahim merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata: "Janganlah kamu takut," dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishak)." (Adz Dzariyat: 24-28)&lt;br /&gt;- Kisah tamu yang mendatangi nabi Luth&lt;br /&gt;Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Lut, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata: "Ini adalah hari yang amat sulit." Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Lut berkata: "Hai kaumku, inilah putri-putri (negeri) ku mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama) ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?" (Hud: 77-78)&lt;br /&gt;- Kisah tentang dua orang yang berselisih dan mendatangi nabi Daud&lt;br /&gt;Dan adakah sampai kepadamu berita orang-orang yang berperkara ketika mereka memanjat pagar? Ketika mereka masuk (menemui) Daud lalu ia terkejut karena (kedatangan) mereka. Mereka berkata: "Janganlah kamu merasa takut; (kami) adalah dua orang yang berperkara yang salah seorang dari kami berbuat lalim kepada yang lain; maka berilah keputusan antara kami dengan adil dan janganlah kamu menyimpang dari kebenaran dan tunjukilah kami ke jalan yang lurus. (Shod: 21-22)&lt;br /&gt;4. Mereka memiliki kekuatan yang luar biasa&lt;br /&gt;- Dengan jumlah mereka yang sedikit mampu mengangkat 'Arsy Allah&lt;br /&gt;Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat, dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah. Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung Arasy Tuhanmu di atas (kepala) mereka". (Al Haqqoh: 15-17)&lt;br /&gt;- Mampu meniup sangsakala sehingga seluruh penduduk langit dan bumi mati&lt;br /&gt;Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing). (Az Zumar: 68)&lt;br /&gt;- Utusan kepada nabi Luth yang membalikkan bumi bagian atas menjadi bagian bawah&lt;br /&gt;Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Lut itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi". (Hud: 82)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mereka taat kepada Allah dan bersegera melaksanakan perintah-Nya&lt;br /&gt;- Mereka tidak sombong, tidak capai, dan mereka senantiasaa bertasbih kepada Allah siang malam.&lt;br /&gt;"Dan kepunyaan-Nyalah segala yang di langit dan di bumi. Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya." (Al Anbiya': 19-20)&lt;br /&gt;- Kisah penciptaan Adam&lt;br /&gt;Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". (Al Baqoroh: 30)&lt;br /&gt;- Mereka tidak beramal kecuali atas perintah-Nya&lt;br /&gt;Dan mereka berkata: "Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak", Maha Suci Allah. Sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan, mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya. (Al Anbiya: 26-27)&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (At Tahrim: 6)&lt;br /&gt;6. Mereka senantiasa mendekatkan diri kepada Allah&lt;br /&gt;"Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya lah mereka bersujud." (Al A'rof: 7)&lt;br /&gt;7. Mereka tidak menikah dan tidak memiliki keturunan&lt;br /&gt;- Allah mencela orang-orang kafir yang menyebut malaikat sebagai anak perempuan dan mengancam atas persaksian mereka yang dusta, serta akan menanyakan tentang kedustaan mereka di hari kiamat kelak&lt;br /&gt;"Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat yang mereka itu adalah hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah sebagai orang-orang perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan malaikat-malaikat itu? Kelak akan dituliskan persaksian mereka dan mereka akan dimintai pertanggungjawaban." (Az Zukhruf: 19)&lt;br /&gt;8. Ada di antara mereka yang menjadi utusan Allah untuk menyampaikan syariat kepada para nabi&lt;br /&gt;"Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu". (Fathir: 1)&lt;br /&gt;9. Mereka mampu naik turun antara langit dan bumi&lt;br /&gt;"Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun". (Al Ma'arij: 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Mereka takut kepada Allah walaupun mereka tidak bermaksiat dan senantiasa beribadah&lt;br /&gt;"Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya" (Ar Ro'd: 13)&lt;br /&gt;"Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para malaikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri. Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka)". (An Nahl: 49-50)&lt;br /&gt;11. Mereka diciptakan sebelum diciptakannya Adam p (&lt;br /&gt;Kisah akan diciptakannya manusia (Al Baqoroh: 30)&lt;br /&gt;12. Mereka memiliki sayap dua, tiga, empat, dan lebih&lt;br /&gt;"Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu". (Fathir: 1)&lt;br /&gt;فِيْ الصِّحَاحِ عَنْ عَائِشَةَ : أَنَّ الرَّسُوْلَ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ رَأَى جِبْرِيْلَ عَلَيْهِ السَّلاَمَ فِيْ صُوْرَتِهِ مَرَّتَيْنِ, لَهُ سُِّتمِائَةِ جَناَحٍ قَدْ سَدَّ اْلأَفَقَ: مَرَّةٌ لَيْلَةَ عُرِجَ بِهِ إِلَى السَّمَاءِ عِنْدَ سِدْرَةِ اْلمُنْتَهَى وَ أخْرَى ِفْي أَسْفَلِ مَكَّةَ بِمَكَانٍ اسْمُهُ "أَجْيَاد"&lt;br /&gt;Dalam hadits shahih dari 'Aisyah x bahsawanya rasulullah  melihat Jibril dalam bentuk aslinya sebanyak dua kali, dan dia memiliki 600 sayap yang menutupi ufuk (langit). Yang pertama ketika malam mi'roj dari langit ke sidrotul muntaha dan yang lain ketika di makkah di tempat "Ajyad"&lt;br /&gt;عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ: إِنَّ لِلَّهِ مَلاَئِكَةً يَطُوْفُوْنَ فِيْ الطُّرُقِ يَلْتَمِسُوْنَ أَهْلَ الذِّكْرِ, فَإِذَا وَجَدُوْا قَوْمًا يَذْكُرُوْنَ اللهَ تَنَادَوْا: هَلِّمُوْا إِلَى حَاجَتِكُمْ, قَالَ: فَيَحُفُّوْنَهُمْ بِأَجْنِحَتِهِمْ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا ..........إلى آخر الحديث&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah , dia berkata Rasulullah  bersabda: "Sesungguhnya Allah memiliki malaikat yang senantiasa berkeliliing di jalan-jalan untuk mencari kaum yang berdzikir. Apabila mereka mendapatkan kaum tersebut maka mereka saling menyeru: 'kemarilah untuk memenuhi hajat kalian. Beliau bersabda: "Maka merekapun mengepakkan sayap mereka hingga menutupi langit dunia". (H.R. Bukhori)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah mereka&lt;br /&gt;Jumlah malaikat merupakan rahasia ilahi. Tidak ada seorang pun yang mengetahuinya. Sebagaimana firman Allah :&lt;br /&gt;وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَ وَمَا هِيَ إِلَّا ذِكْرَى لِلْبَشَرِ (الدثر: 31)&lt;br /&gt;"Dan tidak ada yang mengetahui tentara Rabbmu melainkan Dia sendiri." (Al Mudatsir: 31)&lt;br /&gt;Di dalam hadits rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;أطَّتِ السَّمَاءَ و َحُقَّ لَهَا أَنْ تَئِطَ, مَا فِيْهَا مَوْضِعَ قَدٍَم إِلاَّ وَ فِيْهِ مَلَكٌ سَاجِدٌ أَوْ رَاكِعٌ (جاء الحديث بروايات متقاربة الألفاظ عند الإمام أحمد و الترمذي و انب ماجه و أبي القاسم الطبراني)&lt;br /&gt;"Langit berdengung (karena penuh dengan malaikat) dan pasti akan bergerak, tidaklah ada di langit setiap jengkal kaki berpijak kecuali di sana terdapat malaikat yang bersujud dan ruku'".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buah iman kepada mereka&lt;br /&gt;Sesungguhnya beriman kepada mereka berbuah beberapa hal:&lt;br /&gt;1. Mengetahui keagungan (kebesaran) Allah, sesungguhnya agungnya ciptaan menunjukkan agungnya sang pencipta.&lt;br /&gt;2. Bersyukur kepada Allah atas penjagaan mereka terhadap anak adam (manusia). Sesungguhnya setiap dari mereka diberi tugas untuk menjaga mereka, mencatat amal mereka, dan tugas-tugas lainnya.&lt;br /&gt;3. Mencintai malaikat karena mereka senantiasa beribadah kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaitannya dengan manusia&lt;br /&gt;Allah memberi tugas malaikat kepada seluruh manusia. Oleh karena mereka memiliki kaitan yang sangat erat sejak masih berupa embrio. Sebagaimana disebutkan oleh Ibnul Qoyyim al Jauziyah dalam kitabnya "Ighotsatul Lahfan": "Sesungguhnya mereka ditugaskan dalam penciptaan manusia dari setiap fase ke fase selanjutnya, dalam pembentukannya serta, penjagaannya di dalam 3 masa gelap, menuliskan rizqinya, amalnya, ajalnya, dan nasibnya –sengsara dan bahagianya-, dan senantiasa bersamanya dalam setiap keadaan, mencatat seluruh perkataan dan amalnya, menjaga mereka dalam ketika hidup, mencabut nyawa mereka ketika mati, mengembalikan mereka kepada Sang Pencipta, mengadzab mereka di alam barzakh dan sesudah hari kebangkitnan.&lt;br /&gt;Kaitannya dengan orang mukmin: mereka meneguhkan hati mereka dengan izin Allah, menolong mereka, membunuh musuh-musuh, mereka adalah wali-wali orang mukmin di dunia dan di akhirat, menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari keburukan serta menghindarkannya dari marabahaya. Mereka memintakan ampun kepada Allah dan mendoakan manusia selama berada dalam ketaatan kepada-Nya, memberi kabar gembira dalam tidurnya, ketika kematiannya, ketika hari kebangkitan. Mereka mengingatkan ketika lupa, memberi semangat ketika malas, meneguhkan hati ketika bimbang, dan berusaha untuk kemaslahatan mukmin di dunia dan di akhirat.&lt;br /&gt;Kaitannya dengan orang kafir: mereka tidak menyukai orang kafir dholim serta pendosa bahkan memerangi serta memusuhi mereka dan menggoncangkan hati mereka, menurunkan adzab dengan perintah Allah serta melaknat mereka.&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-732328660712446363?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/732328660712446363/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=732328660712446363' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/732328660712446363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/732328660712446363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2009/07/juli1.html' title='Sifat-Sifat Mereka'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-6028784417787884568</id><published>2009-06-23T08:31:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T08:45:17.414-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='firman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sirohnabawiyah'/><title type='text'>SIFAT DAN AKHLAK RASULULLAH</title><content type='html'>Rasulullah n merupakan sosok yang sempurna baik secara fisik ataupun akhlak beliau. Tak cukup kata-kata untuk menggambarkan kepribadian beliau. Semua hati akan mengagungkan dan menyanjung beliau. Orang yang hidup berdekatan dengan beliau pasti akan mencintai beliau, tidak peduli apa pun yang akan menimpa mereka. Berikut ini kami paparkan ringkasan tentang sifat dan akhlak beliau.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Fisik&lt;br /&gt;Rambutnya hitam, tidak kaku, dan tidak pula keriting, rambutnya lebat. Pada awalnya beliau biasa menggeraikan rambutnya karena kecintaaan beliau mengikuti Ahli Kitab, tapi dikemudian hari beliau membelah rambutnya.&lt;br /&gt;Kedua matanya lebar dan tidak banyak tumpukan dagingnya, sangat hitam, bulu matanya panjang, jelita, memakai celak mata, alisnya tipis, memanjang, dan bersambung.&lt;br /&gt;Wajahnya berseri-seri dan bula, seakan-akan wajah beliau adalah sepotong rembulan. Bahkan shahabat Ar-Rubayyi' binti Mu'awwidz berkata, "Saat melihat beliau, seakan-akan aku sedang melihat matahari yang sedang terbit". Keningnya lebar, kedua pipinya lembut dan empuk. Hidungnya indah.&lt;br /&gt;Ibnul Abbas berkata, "Ada celah di antara gigi-gigi serinya. Jika sedang berbicara, terlihat ada semacam cahaya yang memancar dari gigi-gigi seri itu.&lt;br /&gt;Lehernya jenjang seperti leher boneka yang terbuat dari perak yang mengkilat. Dari leher depannya hingga ke pusarnya melajur seperti tongkat.&lt;br /&gt;Mulutnya indah dan lebar, jenggotnya lebat, &lt;br /&gt;Bahunya bidang, bulu dadanya lembut, tidak ada bulu-bulu di badan. Di antara kedua bahunya ada cincin nubuwah, yaitu cincin para nabi. Cincin tersebut seperti telur burung merpati.&lt;br /&gt;Telapak tangannya lebar. Warna kulitnya elok, tidak putik sopak dan tidak terlalu coklat. Kepalannya kuat namun sangat lembut dan lebih halus daripada kain sutra. Tangan beliau lebih dingin dari pada es dan lebih harum daripada aroma minyak kasturi. Kedua lengannya halus dan lembut.&lt;br /&gt;Butir-butir keringatnya seperti mutiara dan keringatnya lebih harum daripada minyak wangi. Jabir berkata: "Tidaklah beliau melewati suatu jalan lalu seseorang membuntutinya, melainkan dia bisa mengetahui bahwa beliau telah lewat, dari keharuman bau keringatnya."&lt;br /&gt;Perawakan sangatlah ideal. Tidak merasa berat karena gemuk, tidak bisa dicela karena kepalanya kecil, elok dan tampan. Mata yang memandangnya tidak lolos karena perawakannya yang pendek dan tidak sebal karena perawakannya yang tinggi. Beliau bukan orang yang terlalu tinggi dan tidak pula terlalu pendek. Persendian-persendiannya yangpokok besar.&lt;br /&gt;Telapak kakinya tebal. Jika berjalan seakan-akan sedang berjalan di jalanan yang menurun, jika menoleh seluruh badannya ikut menoleh. Abu Hurairah berkata, "Tidak pernah kulihat sesuatu yang lebih bagus daripada diri Rasulullah n. Seakan-akan matahari berjalan di wajahnya dan tidak pernah kulihat seseorang ynag jalannya lebih cepat daripada rasulullah n. seakan-akan tanah menjadi landai bagi beliau. Kami sudah berusaha mencurahkan kekuatan, tetapi seakan-akan beliau tidak peduli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempurnaan Jiwa dan Akhlak beliau&lt;br /&gt;Nabi n berbeda dengan yang lain karena kefasihan bicaranya, kejelasan ucapannya, lancar, jernih kata-katanya, jelas pengucapan dan maknanya, sedikit ditahan, serta disisipi kata-kata yang luas maknanya. Beliau mengetahui logat-loga bangsa Arab, berbicara dengan setiap kabilah arab menurut loga masing-masing, berdialog dengan mereka menurut bahasa masing-masing. Ada kekuatan pola bahasa Badui yang cadas berhimpun pada dirinya. Begitu pula kejernihan dan kejelasan cara bicara orang yang sudah beradab, berkat kekuatan yang datang dari ilahi dan dilantarkan lewat wahyu.&lt;br /&gt;Beliau adalah orang yang lembut, murah hati, mampu menguasai diri, suka memaafkan saat memegang kekuasaan dan sabar saat ditekan.&lt;br /&gt;Beliau tidak membalas untuk dirinya sendiri kecuali jika ada pelanggaran terhadap kehormatan Allah, lalu dia membalas karena Allah. Beliau adalah orang yang paling tidak mudah marah dan paling cepat ridha.&lt;br /&gt;Di antara sifat kemurahan hati dan kedermawanan bleiau yang sulit digambarkan, bahwa beliau memberikan apa pun dan tidak takut menjadi miskin. Ibnu Abbas berkata, "Nabi n adalah orang yang paling murah hati. Kemurahan hati beliau yang paling menonjol adalah pada bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;Rasulullah memiliki keberanian, patrionisme dan kekuatan. Beliau adalah orang yang paling pemberani mendatangi tempat-tempat yang sulit. Berapa banyak para pemberani dan patriot yang justru lari dari hadapan beliau. Ali berkata, "Jika kami sedang dikepung ketakutan dan bahaya, maka kami berlindung kepada rasulullah n. Tak seorangpun yang lebih dekat jaraknya dengan musuh selain beliau.&lt;br /&gt;Nabi n adalah orang yang paling malu dan suka menundukkan mata. Abu Sa'id al Khudry berkata, "beliau adalah orang yang lebih pemalu daripada gadis di tempat pingitannya. Jika tidak menyukai sesuatu, maka bisa diketahui dari raut mukanya.&lt;br /&gt;Beliau tidak pernah lama memandang ke wajah seseorang, menundukkan pandangan, lebih banyak memandang ke arah tanah daripada memandang ke arah langit, pandangannya jeli, tidak berbicara langsung di hadapan seseorang yang membuatnya malu. Tidak menyebut nama seseorang secara jelas jika beliau mendengar sesuatu yang kurang disenangi.&lt;br /&gt;Nabi n adalah orang ynag paling adil, paling mampu menahan diri, paling jujur perkataannya dan paling besar amanatnya.&lt;br /&gt;Beliau adalah orang yang paling tawadhu' (merendahkan diri) dan paling jauh dari sifat sombong. Beliau tidak menginginkan orang-orang berdiri saat menyambut kedatangannya seperti yang dilakukan terhadap para raja.&lt;br /&gt;Beliau adalah orang yang paling aktif memenuhi janji, menyambung tali persaudaraan, paling menyayangi dan bersikap lemah lembut terhadap orang lain, paling bagus pergaulannya, paling lurus akhlaknya, paling jauh dari akhlak yang buruk.&lt;br /&gt;Beliau lebih banyak diam, tidak berbicara yang tidak diperlukan, berpaling dari orang yang berbicara dengan apa yang tidak baik. Tawanya berupa senyuman, perkataannya terinci, tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit. Para shahabat tertawa jika beliau tersenyum, karena mereka hormat dan mengikuti beliau.&lt;br /&gt;Sifat-sifat sempurna inilah yang membuat jiwa manusia merasa dekat dengan beliau, membuat hati mereka mencintai beliau, menempatkan bleiau sebagai pemimpin yang menjadi tumpuan harapan hati. Bahkan orang-orang yang dulunya bersikap keras terhadap beliau berubah menjadi lemah lembut, hingga akhirnya manusia masuk ke dalam agama Allah secara berbondong-bondong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-6028784417787884568?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/6028784417787884568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=6028784417787884568' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/6028784417787884568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/6028784417787884568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2009/06/sifat-dan-akhlak-rasulullah.html' title='SIFAT DAN AKHLAK RASULULLAH'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-6189794127809955887</id><published>2009-06-23T08:25:00.000-07:00</published><updated>2009-06-23T08:26:29.349-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='firman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aqidah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><title type='text'>Beriman Kepada Malaikat</title><content type='html'>Beriman Kepada Malaikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beriman kepada malaikat merupakan rukun iman di dalam islam. Oleh karenanya Allah mensifati aqidah seorang mukmin di dalam surat Al Baqoroh: 285&lt;br /&gt;آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ &lt;br /&gt;"Rasul telah beriman kepada Al Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali". (Al Baqoroh: 285)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Al Qur'an penyebutan malaikat terdapat dalam 75 ayat di dalam 33 surat yang berbeda. Dan terdapat banyak hadits yang menunjukkan wajibnya beriman kepada malaikat. Salah satunya adalah hadits Umar bin Khottob tentang islam, iman, dan ihsan.&lt;br /&gt;قَالَ –أَيْ جِبْرِيْلُ-: فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ اْلِإيْمَانِ, قَالَ-أَيْ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلََّمَ-: أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَ مَلاَئِكَتِهِ وَ كُتُبِهِ وَ رُسُلِهِ وَ اْليَوْمِ الآخِرِ وَ تُؤْمِنَ باِلْقَدَرِ خَيْرِهِ وَ شَرِّهِ قَالَ –أَيْ جِبْرِيْلُ-: صَدَقْتَ&lt;br /&gt;”Lalu dia (Jibril) berkata: terangkanlah kepadaku tentang iman”. (Rosululloh) menjawab: ”Hendaklah engkau beriman kepada Alloh, beriman kepada para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para utusan-Nya, hari akhir, dan hendaklah engkau beriman kepada taqdir yang baik dan yang buruk.”Orang tadi (Jibril) berkata: ”Engkau benar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna iman kepada mereka&lt;br /&gt; Makna beriman kepada mereka adalah pembenaran yang pasti bahwa Allah memiliki malaikat yang diciptakan dari cahaya yang tidak bermaksiat kepada Allah atas perintah Allah dan  melaksanakan apa yang diperintahkan-Nya.&lt;br /&gt; Beriman kepada mereka mencakup beberapa hal:&lt;br /&gt;1. Mengimani wujud (keberadaan) mereka&lt;br /&gt;2. Beriman kepada nama-nama mereka yang telah diketahui&lt;br /&gt;3. Mengimani sifat-sifat mereka&lt;br /&gt;4. Mengimani bahwa mereka beramal serta mengimani pekerjaan mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan Sebelum Datangnya Islam&lt;br /&gt; Orang-orang musyrik sebelum datangnya islam mereka berkeyakinan bahwa malaikat adalah anak perempuan Allah. Mereka mengatakan hal itu sehingga Allah pun menolaknya dengan firman-Nya:&lt;br /&gt;"Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat yang mereka itu adalah hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah sebagai orang-orang perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan malaikat-malaikat itu? Kelak akan dituliskan persaksian mereka dan mereka akan dimintai pertanggungjawaban." (Az Zukhruf: 19)&lt;br /&gt;"atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan dan mereka menyaksikan (nya)? Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dengan kebohongannya benar-benar mengatakan: "Allah beranak". Dan sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta." (Ash Shoffat: 150-152)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat-sifat mereka&lt;br /&gt; Manusia tidak dapat mengetahui hakekat malaikat kecuali apa yang datang dari Rasulullah . Oleh karenanya kita mencukupkan diri dengan apa yang ada nashnya tidak mengatakan kecuali ada dalil tentangnya. Di antara sifat yang disebutkan di dalam nash adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Mereka diciptakan dari cahaya&lt;br /&gt;عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ خُلِقَتِ الْمَلاَئِكَةُ مِنْ نُوْرٍ وَ خُلِقَ الجِانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ وَ خُلِقَ آدَمَ مِمَّا وُصَفَ لَكُمْ ( رواه مسلم)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari 'Aisyah x berkata, dari rasulullah  bersabda: "Malaikat diciptakan dari cahayat, dan jin diciptakan dari kilatan api, sedangkan manusia diciptakan ………… (H.R. Muslim)&lt;br /&gt;2. Mereka tidak dapat dilihat&lt;br /&gt;عَنْ أَبِيْ سَلَمَةَ أَنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهَ وَ سَلَّمَ: يَا عَائِشَةَ هَذَا جِبْرِيْلُ يَقْرَئُكَ السَّلاَمَ, قَالَتْ : وَ عَلِيْهِ السَّلاَمَ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ هُوَ يَرَى مَا لاَ أَرَى (متفق عليه)&lt;br /&gt;Dari Abu Salamah bahwasanya 'Aisyah x berkata, rasulullah  bersabda:  "Wahai 'Aisyah, ini Jibril datang dan dia menyampaikan salam kepadamu! 'Aisyah pun menjawab: Begitu pula 'alaihis salam wa rahmatullah (baginya keselamatan dan rahmat Allah), dia dapat melihatku sedangkan aku tak dapat melihatnya. (Muttafaq 'Alaihi)&lt;br /&gt;3. Malaikat dapat berubah wujud&lt;br /&gt;- Sebagaimana kisah pada hadits islam, iman, dan ihsan&lt;br /&gt;- Turunnya Jibril yang mendatangi Maryam &lt;br /&gt; "Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Qur'an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur, maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. Maryam berkata: "Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa." (Maryam: 16-19)&lt;br /&gt;- Kisah tamunya nabi ibrahim&lt;br /&gt; "Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tamu Ibrahim (malaikat-malaikat) yang dimuliakan? (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan: "Salaaman", Ibrahim menjawab: "Salaamun" (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal. Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk (yang dibakar), lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim berkata: "Silakan kamu makan".(Tetapi mereka tidak mau makan), karena itu Ibrahim merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata: "Janganlah kamu takut," dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishak)." (Adz Dzariyat: 24-28)&lt;br /&gt;- Kisah tamu yang mendatangi nabi Luth&lt;br /&gt; Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Lut, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata: "Ini adalah hari yang amat sulit." Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Lut berkata: "Hai kaumku, inilah putri-putri (negeri) ku mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama) ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?" (Hud: 77-78)&lt;br /&gt;- Kisah tentang dua orang yang berselisih dan mendatangi nabi Daud&lt;br /&gt; Dan adakah sampai kepadamu berita orang-orang yang berperkara ketika mereka memanjat pagar? Ketika mereka masuk (menemui) Daud lalu ia terkejut karena (kedatangan) mereka. Mereka berkata: "Janganlah kamu merasa takut; (kami) adalah dua orang yang berperkara yang salah seorang dari kami berbuat lalim kepada yang lain; maka berilah keputusan antara kami dengan adil dan janganlah kamu menyimpang dari kebenaran dan tunjukilah kami ke jalan yang lurus. (Shod: 21-22)&lt;br /&gt;4. Mereka memiliki kekuatan yang luar biasa&lt;br /&gt;- Dengan jumlah mereka yang sedikit mampu mengangkat 'Arsy Allah&lt;br /&gt;Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat, dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah. Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung Arasy Tuhanmu di atas (kepala) mereka". (Al Haqqoh: 15-17)&lt;br /&gt;- Mampu meniup sangsakala sehingga seluruh penduduk langit dan bumi mati&lt;br /&gt;Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing). (Az Zumar: 68) &lt;br /&gt;- Utusan kepada nabi Luth yang membalikkan bumi bagian atas menjadi bagian bawah&lt;br /&gt;Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Lut itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi". (Hud: 82)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mereka taat kepada Allah dan bersegera melaksanakan perintah-Nya&lt;br /&gt;- Mereka tidak sombong, tidak capai, dan mereka senantiasaa bertasbih kepada Allah siang malam.&lt;br /&gt;"Dan kepunyaan-Nyalah segala yang di langit dan di bumi. Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya." (Al Anbiya': 19-20)&lt;br /&gt;- Kisah penciptaan Adam&lt;br /&gt;Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". (Al Baqoroh: 30)&lt;br /&gt;- Mereka tidak beramal kecuali atas perintah-Nya&lt;br /&gt;Dan mereka berkata: "Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak", Maha Suci Allah. Sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan, mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya. (Al Anbiya: 26-27)&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (At Tahrim: 6)&lt;br /&gt;6. Mereka senantiasa mendekatkan diri kepada Allah&lt;br /&gt;"Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya lah mereka bersujud." (Al A'rof: 7)&lt;br /&gt;7. Mereka tidak menikah dan tidak memiliki keturunan&lt;br /&gt;- Allah mencela orang-orang kafir yang menyebut malaikat sebagai anak perempuan dan mengancam atas persaksian mereka yang dusta, serta akan menanyakan tentang kedustaan mereka di hari kiamat kelak&lt;br /&gt;"Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat yang mereka itu adalah hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah sebagai orang-orang perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan malaikat-malaikat itu? Kelak akan dituliskan persaksian mereka dan mereka akan dimintai pertanggungjawaban." (Az Zukhruf: 19)&lt;br /&gt;8. Ada di antara mereka yang menjadi utusan Allah untuk menyampaikan syariat kepada para nabi&lt;br /&gt;"Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu". (Fathir: 1)&lt;br /&gt;9. Mereka mampu naik turun antara langit dan bumi&lt;br /&gt;"Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun". (Al Ma'arij: 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Mereka takut kepada Allah walaupun mereka tidak bermaksiat dan senantiasa beribadah&lt;br /&gt;"Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya" (Ar Ro'd: 13)&lt;br /&gt;"Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para malaikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri. Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka)". (An Nahl: 49-50)&lt;br /&gt;11. Mereka diciptakan sebelum diciptakannya Adam p (&lt;br /&gt;Kisah akan diciptakannya manusia (Al Baqoroh: 30)&lt;br /&gt;12. Mereka memiliki sayap dua, tiga, empat, dan lebih&lt;br /&gt;"Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu". (Fathir: 1)&lt;br /&gt;فِيْ الصِّحَاحِ عَنْ عَائِشَةَ : أَنَّ الرَّسُوْلَ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ رَأَى جِبْرِيْلَ عَلَيْهِ السَّلاَمَ فِيْ صُوْرَتِهِ مَرَّتَيْنِ, لَهُ سُِّتمِائَةِ جَناَحٍ قَدْ سَدَّ اْلأَفَقَ: مَرَّةٌ لَيْلَةَ عُرِجَ بِهِ إِلَى السَّمَاءِ عِنْدَ سِدْرَةِ اْلمُنْتَهَى وَ أخْرَى ِفْي أَسْفَلِ مَكَّةَ بِمَكَانٍ اسْمُهُ "أَجْيَاد"&lt;br /&gt;Dalam hadits shahih dari 'Aisyah x bahsawanya rasulullah  melihat Jibril dalam bentuk aslinya sebanyak dua kali, dan dia memiliki 600 sayap yang menutupi ufuk (langit). Yang pertama ketika malam mi'roj dari langit ke sidrotul muntaha dan yang lain ketika di makkah di tempat "Ajyad"&lt;br /&gt;عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ: إِنَّ لِلَّهِ مَلاَئِكَةً يَطُوْفُوْنَ فِيْ الطُّرُقِ يَلْتَمِسُوْنَ أَهْلَ الذِّكْرِ, فَإِذَا وَجَدُوْا قَوْمًا يَذْكُرُوْنَ اللهَ تَنَادَوْا: هَلِّمُوْا إِلَى حَاجَتِكُمْ, قَالَ: فَيَحُفُّوْنَهُمْ بِأَجْنِحَتِهِمْ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا ..........إلى آخر الحديث&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah , dia berkata Rasulullah  bersabda: "Sesungguhnya Allah memiliki malaikat yang senantiasa berkeliliing di jalan-jalan untuk mencari kaum yang berdzikir. Apabila mereka mendapatkan kaum tersebut maka mereka saling menyeru: 'kemarilah untuk memenuhi hajat kalian. Beliau bersabda: "Maka merekapun mengepakkan sayap mereka hingga menutupi langit dunia". (H.R. Bukhori)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah mereka&lt;br /&gt;Jumlah malaikat merupakan rahasia ilahi. Tidak ada seorang pun yang mengetahuinya. Sebagaimana firman Allah : &lt;br /&gt;وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَ وَمَا هِيَ إِلَّا ذِكْرَى لِلْبَشَرِ (الدثر: 31) &lt;br /&gt;"Dan tidak ada yang mengetahui tentara Rabbmu melainkan Dia sendiri." (Al Mudatsir: 31)&lt;br /&gt;Di dalam hadits rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;أطَّتِ السَّمَاءَ و َحُقَّ لَهَا أَنْ تَئِطَ, مَا فِيْهَا مَوْضِعَ قَدٍَم إِلاَّ وَ فِيْهِ مَلَكٌ سَاجِدٌ أَوْ رَاكِعٌ (جاء الحديث بروايات متقاربة الألفاظ عند الإمام أحمد و الترمذي و انب ماجه و أبي القاسم الطبراني)&lt;br /&gt;"Langit berdengung (karena penuh dengan malaikat) dan pasti akan bergerak, tidaklah ada di langit setiap jengkal kaki berpijak kecuali di sana terdapat malaikat yang bersujud dan ruku'".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buah iman kepada mereka&lt;br /&gt; Sesungguhnya beriman kepada mereka berbuah beberapa hal:&lt;br /&gt;1. Mengetahui keagungan (kebesaran) Allah, sesungguhnya agungnya ciptaan menunjukkan agungnya sang pencipta.&lt;br /&gt;2. Bersyukur kepada Allah atas penjagaan mereka terhadap anak adam (manusia). Sesungguhnya setiap dari mereka diberi tugas untuk menjaga mereka, mencatat amal mereka, dan tugas-tugas lainnya.&lt;br /&gt;3. Mencintai malaikat karena mereka senantiasa beribadah kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaitannya dengan manusia&lt;br /&gt; Allah memberi tugas malaikat kepada seluruh manusia. Oleh karena mereka memiliki kaitan yang sangat erat sejak masih berupa embrio. Sebagaimana disebutkan oleh Ibnul Qoyyim al Jauziyah dalam kitabnya "Ighotsatul Lahfan": "Sesungguhnya mereka ditugaskan dalam penciptaan manusia dari setiap fase ke fase selanjutnya, dalam pembentukannya serta, penjagaannya di dalam 3 masa gelap, menuliskan rizqinya, amalnya, ajalnya, dan nasibnya –sengsara dan bahagianya-, dan senantiasa bersamanya dalam setiap keadaan, mencatat seluruh perkataan dan amalnya, menjaga mereka dalam ketika hidup, mencabut nyawa mereka ketika mati, mengembalikan mereka kepada Sang Pencipta, mengadzab mereka di alam barzakh dan sesudah hari kebangkitnan.&lt;br /&gt; Kaitannya dengan orang mukmin: mereka meneguhkan hati mereka dengan izin Allah, menolong mereka, membunuh musuh-musuh, mereka adalah wali-wali orang mukmin di dunia dan di akhirat, menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari keburukan serta menghindarkannya dari marabahaya. Mereka memintakan ampun kepada Allah dan mendoakan manusia selama berada dalam ketaatan kepada-Nya, memberi kabar gembira dalam tidurnya, ketika kematiannya, ketika hari kebangkitan. Mereka mengingatkan ketika lupa, memberi semangat ketika malas, meneguhkan hati ketika bimbang, dan berusaha untuk kemaslahatan mukmin di dunia dan di akhirat.&lt;br /&gt; Kaitannya dengan orang kafir: mereka tidak menyukai orang kafir dholim serta pendosa bahkan memerangi serta memusuhi mereka dan menggoncangkan hati mereka, menurunkan adzab dengan perintah Allah serta melaknat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-6189794127809955887?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/6189794127809955887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=6189794127809955887' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/6189794127809955887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/6189794127809955887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2009/06/beriman-kepada-malaikat.html' title='Beriman Kepada Malaikat'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-5640110297024790270</id><published>2009-06-23T08:24:00.000-07:00</published><updated>2009-06-23T08:25:02.932-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiqh dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='firman'/><title type='text'>Atheis Bagaimana Berdakwah Kepada Mereka?</title><content type='html'>Berbicara dakwah maka tidak dapat terlepas dari dai yang menyampaikan dakwah tersebut. Dalam berdakwah, dai bijak haruslah mempelajari serta mengetahui keadaan masyarakat dari segala sisi. Keyakinan, ekonomi, finansial, pendidikan serta strata yang berlaku dalam masyarakat. &lt;br /&gt;Sehingga ketika dalam berdakwah ia pun dapat menempatkan mereka sesuai dengan kondisi sosial mereka. Selain itu dai dapat menyeru mereka sesuai dengan kemampuan akal mereka serta menempatkan fasilitas sarana dan prasarana yang tepat sehingga dapat menunjang keberhasilan dakwahnya. Oleh karenanya Ali bin Abi Tholib berkata:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;حَدِّثُوْا النَّاسَ بِمَا يَعْرِفُوْنَ, أَتُحِبُّوْنَ أَنْ يُكَذِّبَ اللهَ وَ رَسُوْلَهُ&lt;br /&gt;"Berbicaralah kepada manusia sesuai dengan kadar pengetahuan mereka. Apakah kalian ingin Allah dan rasul-Nya didustakan?"&lt;br /&gt;Ali bin Abi Tholib memperingatkan para dai agar menyeru manusia sesuai dengan kadar pengetahuan mereka. Sebab apabila akal mereka tidak dapat memahami apa yang disampaikan, maka akan menjadi bumerang bagi dai tersebut. Yakni mereka akan menolak dakwah tersebut. Bukan karena ingin mendustakan Allah dan rasul-Nya, namun karena akal mereka tidak dapat mencernanya.&lt;br /&gt;Pada kesempatan yang lain Abdullah bin Mas'ud juga menasehatkan hal yang senada. Dia berkata:&lt;br /&gt;مَا أَنْتَ بِمُحَدِّثٍ قَوْمًا حَدِيْثًا لاَ تَبْلُغُهُ عُقُوْلهًَُمُ ْإِلاَّ كَانَ لِبَعْضِهِمْ فِتْنَةٌ&lt;br /&gt;"Tidaklah kalian berbicara kepada suatu kaum yang mana akal mereka tidak dapat mencernanya kecuali pasti terjadi fitnah di antara mereka."&lt;br /&gt;Pun, rasulullah n ketika mengutus Mu'adz ke Yaman sebagai dai, qodhi, dan mu'allim di sana beliau bersabda:&lt;br /&gt;إِنَّكَ تَأْتِيْ قَوْمًا أَهْلَ كِتَابٍ&lt;br /&gt;"Sesungguhnya engkau akan mendatangi ahlu kitab"&lt;br /&gt;Rasulullah n menjelaskan kepada Mu'adz tentang keadaan orang-orang Yaman. Beliau menjelaskan bahwa mayoritas penduduknya adalah ahlu kitab. Tentu saja hal itu perlu diketahu oleh Mu'adz. Sehingga mu'adz dapat menentukan metode yang tepat dalam mendakwahi mereka. Sebab berdakwah kepada ahlu kitab berbeda dengan cara berdakwah kepada orang musyrik pada umumnya. Berbeda pula cara berdakwah kepada Atheis, Nasrani, penyembah berhala, penyembah dewa, penganut animisme dan dinamisme, serta penganut agama lainnya.&lt;br /&gt;Mempelajari lingkungan tempat berdakwah merupakan perkara yang sangat penting. Seorang dai membutuhkan pengetahuan tentang keadaan mad'u (objek dakwah). Pengetahuan tersebut meliputi keyakinan, kejiwaan (psikologi), sosial, ekonomi, finansiat, sumber-sumber kesesatan, serta penyimpangan yang terjadi di dalam masyarakat dengan pengetahuan yang baik. Selain itu, bahasa, logat, kebiasaan, serta subhat yang menyebar di masyarakat serta madzhab-madzhab merekapun perlu diketahui.&lt;br /&gt;Seorang dai tidak akan berhasil dalam dakwahnya apabila tidak tepat dalam melakukan tindakan dan perkataan. Laiknya seorang dokter yang memeriksa penyakit pasiennya. Dia harus tahu penyakit pasien dan tepat dalam mendiagnosanya kemudian memberikan obat yang sesuai dengan penyakit yang diderita. Dia harus memperhatikan kebutuhan pasiennya. Apabila memerlukan pembedahan maka dilakukan operasi. Apabila membutuhkan amputasi maka haruslah dipotong anggota badannya tersebut agar penyakit yang diderita tidak menyebar dan menular ke bagian yang lain.&lt;br /&gt;Inilah potret seorang yang yang mampu menentukan prioritas dalam berdakwah. Dia mampu menempatkan amalan apa yang harus dikerjakan dengan segera, apa yang dapat diakhirkan dan ditunda, serta amalan apa yang jangan dikerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdakwah kepada atheis&lt;br /&gt;Atheis merupakan sebutan bagi mereka yang tidak percaya adanya sang pencipta Hingga kini mereka tetap eksis di dunia ini. Padahal kita hidup di masa ketika teknologi dan informasi pesatnya. Masa ketika banyak ditemukan penemuan-penemuan yang menyingkap kebesaran sang pencipta tak terbantahkan lagi. Namun tetap mereka mengingkari adanya Sang Pengatur alam raya dan mengatakan bahwa semua ini terjadi dengan sendirinya. Kehancuran serta kematian merekapun bukan kehendak Sang Pencipta namun karena masa.&lt;br /&gt;Oleh karenanya mereka tidak mengenal selain kehidupan dunia. Hidup hanya mencari kesenangan dunia. Semua hanya untuk memenuhi kebutuhan syahwat. Tidak ada balasan bagi mereka yang berbuat baik dan tak ada siksaan bagi yang berbuat semena-mena. Kehidupan dan kematian berjalan dengan apa adanya.&lt;br /&gt;Andaikata ada seseorang yang berdiri di tepi sungai kemudian dia melihat sebongkah kayu mengalir menghampirinya dan dengan sendirinya kayu tersebut berubah bentuk menjadi perahu dapatkah hal ini dipercaya? Maka sungguh tepat sekali pepatah arab yang mengatakan "Anak onta membuktikan adanya onta (induk)". Bukankah hamparan alam semesta ini menunjukkan sang pencipta? Adakah orang yang berakal masih ragu tentang adanya sang pencipta?&lt;br /&gt;Namun bukan berarti kedudukan mereka tersebut membuat kita berpaling dan meninggalkan serta tidak berdakwah kepada mereka. Hal ini tentu lebih buruk madhorotnya. Lantas siapakah yang akan mendakwahi mereka dan menyeru kepada Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedudukan Atheis&lt;br /&gt; Sebelum berdakwah kepada mereka dai perlu mengetahui kedudukan mereka dalam tinjauan syar'i. Setidaknya pengetahuan tersebut dapat menjadi landasan untuk melakukan tindakan.&lt;br /&gt;1. Iblis lebih baik&lt;br /&gt;Iblis adalah makhluk yang dilaknat Allah swt, diusir dari jannah, dan akan menjadi penghuni neraka yang kekal di dalamnya. Bukan karena iblis tidak beriman kepada sang pencipta, namun karena dia menyombongkan diri dan menolak untuk sujud kepada Adam. Dia menyatakan dirinya lebih mulia daripada Adam sehingga enggan untuk bersujud. Hal ini diceritakan Allah dalam firman-Nya: &lt;br /&gt;Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam"; maka mereka pun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud. Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis: "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah".Allah berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka ke luarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina". (Al A'rof: 11-15)&lt;br /&gt;Ayat tersebut menceritakan tentang permintaan iblis agar ditangguhkan penyiksaan terhadap dirinya. Dia menyeru "Wahai Rabbku". Di sini iblis menyebut Allah dengan Rabbku. Walaupun dia menolak bersujud kepada Adam namun dia tetap mengakui  Allah sebagai rabb. Padahal secara makna rabb adalah pencipta, pemilik, pengatur, yang mendatangkan maslahat, yang memberi rizqi.&lt;br /&gt;Lantas orang-orang atheis tidak mempercayai adanya pencipta. Maka layaklah bagi kita menyebut iblis lebih baik daripada atheis –walaupun keduanya merupakan penghuni neraka-.&lt;br /&gt;2. Orang musyrik masih beriman&lt;br /&gt;Bukan karena tak percaya adanya sang pencipta atau karena durhaka kepada rasul-Nya . namun disebabkan dia menduakan dalam ibadah, merekapun termasuk yang akan menjadi penghuni neraka. Mereka beriman kepada Allah dan mereka mengakui Allahlah yang memberi rizqi. Hal inilah yang difirmankan Allah :&lt;br /&gt;قُلْ مَنْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ (86) سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ (87) (المؤمنون: 86-87)&lt;br /&gt;Katakanlah: "Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya 'Arsy yang besar?" Mereka akan menjawab: "Kepunyaan Allah." Katakanlah: "Maka apakah kamu tidak bertakwa?" (Al Mu'minun: 86-87)&lt;br /&gt;Imam at Thobary menafsirkan ayat ini beliau berkata: Allah memerintahkan kepada nabi Muhammad untuk bertanya kepada mereka (orang-orang musyrik): Siapakah Rabb pencipta langit tujuh dan Rabb 'Arsy yang Maha Mengetahui? Tentu mereka akan mengatakan semua itu milik Allah, dan Dialah Rabb penciptanya. Kemudian katakanlah kepada mereka: Apakah kalian tidak takut terhadap balasan-Nya atas kekufuran kalian, pendustaan kalian terhadap kabar-Nya dan kabar rasul-Nya?&lt;br /&gt;Sebab kekufuran mereka adalah karena menjadikan berhala-berhala yang mereka sembah sebagai perantara kepada Allah. Hal ini sebagaimana firman Allah:&lt;br /&gt;أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ (3) الزمر : 3&lt;br /&gt;"Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya". Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar." (Az Zumar: 3)&lt;br /&gt;3. Fir'aun hatinya yakin&lt;br /&gt;Meskipun fir'au mengaku dirinyalah rabb tertinggi sebagaimana difirmankan Allah : &lt;br /&gt;فَقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَى (النازعات :24) &lt;br /&gt;(Seraya) berkata: "Akulah tuhanmu yang paling tinggi". (An Nazi'at: 24)&lt;br /&gt;Namun pada hakekatnya di dalam hatinya yang dalam dia yakin. Disebabkan kesombongannyalah dia enggan mengucapkan kalimat tauhid.&lt;br /&gt;وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنْفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ (النمل :4) &lt;br /&gt;"Dan mereka mengingkarinya karena kelaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran) nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan." (An Naml: 14)&lt;br /&gt;Imam At Thobari menafsirkan ayat ini: "Ketika datang ayat-ayat dari Allah (tofan, belalang, kutu, katak dan darah) dia mengingkarinya dan dia mengatakan itu adalah sihir yang nyata. Padahal di dalam hatinya dia mengetahui dengan yakin bahwa semua ayat-ayat itu datang dari Allah ldisebabkan karena kedholiman dan kesombongan.z&lt;br /&gt;Dibalik tindakan semena-menanya, penindasannya terhadap bani Israel, pembunuhan anak laki-laki yang terlahir dari setiap rahim wanita, serta tindakan kekejian lainnya ternyata menyimpan keyakinan adanya sang pencipta.&lt;br /&gt;Dari pemaparan di atas menunjukkan bahwa kedudukan atheis lebih hina daripada iblis, fir'aun, dan orang-orang musyrik sekalipun. Sebab iblis, fir'aun, dan orang-orang musyrik masih mengakui adanya sang pencipta. Sedangkan atheis mereka menolak dan tidak mempercayainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode Dakwah Kepada Mereka&lt;br /&gt;Setelah mengetahui bagaimana kedudukan mereka, tentu dalam menyeru mereka memerlukan metode tersendiri. Dibutuhkan seni dalam berdakwah kepada mereka. Setidaknya ada beberapa metode yang dapat digunakan.&lt;br /&gt;1. Dalil Fitriyah&lt;br /&gt;Fitroh adalah keadaan awal manusia diciptakan. Rasulullah n bersabda:&lt;br /&gt;مَا مِنْ مَوْلُوْدٍ إِلاَّ يُوْلَدُ عَلَى اْلفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ كَمَا تَنْتَجُ الْبَهِيْمَةَ بَهِيْمَةً جَمْعَاءَ هَلْ تُحِسُّوْنَ فِيْهَا جَدْعَاءَ؟&lt;br /&gt;"Tidaklah setiap anak yang terlahir kecuali dilahirkan dalam keadaan fitroh. Maka kedua orangtuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi. Sebagaimana binatang ternak yang melahirkan anaknya dalam keadaan sempurna. Apakah kalian mendapatkan dia cacat?&lt;br /&gt;Hikmah berdakwah kepada mereka adalah seorang dai menggunakan dalil-dalil fitriyah. Dia menjelaskan bahwa setiap anak yang terlahir dalam bentuk apapun siap menerima agama, apabila dibiarkan begitu saja maka dia akan condong terhadap apa yang disukai. Dan setiap anak terlahir dengan mengetahi Allah dan menetapkannya sebagai rabb yang berhak disembah.&lt;br /&gt;Maksud fitroh adalah fitroh islam dan selamat dari keyakinan-keyakinan batil serta menerima aqidah shohihah. Sesungguhnya hakekat islam adalah berserah diri hanya kepada Allah semata.&lt;br /&gt;Rasulullah n menjelaskan bahwa selamatnya hati dari cacat laiknya selamatnya badan dari aib. Sedangkan cacat merupakan perkara yang baru –dalam artian setelah dia dilahirkan-. Rasulullah n bersabda:&lt;br /&gt;إِنِّيْ خَلَقْتُ عِبَادِيْ حُنَفَاءَ كُلُّهُمْ وَ إِنَّهُمْ أَتْتْهُمُ الشَّيَاطِيْنُ فَاجْتَالَتْهُمْ عَنْ دِيْنِهِمْ وِ حَرَّمَتْ عَلَيْهِمْ مَا أَحْلَلْتُ لَهُمْ وَ أَمَرَتْهُمْ أَنْ يُشْرِكُوْا بِيْ مَا لَمْ أُنْزِلْ بِهِ سُلْطَانَا&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Aku menciptakan hambaku dalam keadaan lurus. Kemudian setan mendatangi mereka dan memalingkan dari agama mereka. (Setan tersebut) mengharamkan apa yang telah Aku halalkan bagi mereka dan memerintahkan untuk menyekutukan-Ku dengan sesuatu yang tidak ku beri kekuasaan."(HR. Muslim dan Ahmad)&lt;br /&gt;Imam nawawi mensyarh hadits ini: manusia diciptakan dalam keadaan fitroh yakni muslim. Ada yang mengatakan mereka suci dari maksiat. Pendapat lain bahwa mereka lurus dan mau menerima hidayah. Namun syaithon menggelincirkan mereka dan menghalangi mereka dari agama mereka.&lt;br /&gt;Ibnu Taimiyah berkata: "Permisalan fitroh dengan kebenaran seperti mata dengan matahari. Maka setiap yang memiliki mata, apabila tidak dihalangi dengan hijab tentu dapat melihat matahari. Sedangkan keyakinan batil seperti yahudi, nasrani, dan majusi seperti hijab (penghalang) yang menghalangi mata untuk melihat matahari. Begitu juga setiap yang memiliki panca indra yang sehat suka terhadap rasa manis. Kecuali apabila terdapat kerusakan dalam jaringannya sehingga mengubah rasa manis terasa pahit.&lt;br /&gt;Bukan berarti ketika dia terlahir dalam keadaan mengenal islam dan meyakini islam dengan amalannya. Sebab Allah berfirman: "Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur." (An Nahl: 78)&lt;br /&gt;Akan tetapi maksudnya adalah fitrohnya untuk mengetahui islam dan mau menerima kebenaran serta menetapkan rububiyatullah. Apabila dia tidak diajari selain islam tentu dia akan menjadikan islam sebagai agamanya.&lt;br /&gt;Allah telah mengabarkan bahwa dia mengeluarkan manusia dari tulang sulbi adam dan meminta persaksian mereka bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah: "Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)" (Al A'rof: 172)&lt;br /&gt;2. Dengan Dalil-Dalil aqliyah&lt;br /&gt;Apabila orang-orang atheis, komunis, dan yang lainnya mengingkari wujud Allah l maka metode dakwah kepada mereka dapat menggunakan metode dalil-dalil aqliyah sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Tiada Kata Kebetulan&lt;br /&gt;Mereka berkeyakinan bahwa semesta ini terjadi dengan sendirinya. Batu-batuan, pohon-pohonan, lautan, danau, sungai, hewan-hewan, dan manusia seuanya merupakan hasil evolusi alam. Tidak ada yang menciptakannya dan mengaturnya, serta tidak ada maksud di balik penciptaannya.&lt;br /&gt;Kepada mereka kita katakan: bagaimana keteraturan yang sempurna ini dapat terjadi dengan sendirina? Dapatkah semua ini terjadi denagn kebetulan? Dapatkah seluruhnya diterima akal? Adakah yang dapat menerangkan seluruh kebetulan ini?&lt;br /&gt;Langit berjalan sesuai dengan porosnya, bulan beredar mengelilingi bumi, satelit-satelit berputa sesuai dengan jalur edarnya, siklus air menguap dan menjadi hujan. Manusia lahir menjadi anak, dewasa, dan mati, serta seluruh keteraturan lainnya dapatkah dikatakan hanya sebuah kebetulan?&lt;br /&gt;Seperti seseorang yang berjalan di jalan raya dengan berjalan kaki, naik motor, mengendarai mobil tanpa ada lampu lalu lintas yang mengaturnya. Dapatkah semua berjalan tanpa terjadi tabrakan atau kekacauan? Tentu saja jawabannya adalah tidak!&lt;br /&gt;Apabila ada seseorang yang membenarkan pernyataan "kebetulan" maka dia pastilah orang yang tidak sehat akalnya. Sebab tidak mungkin mereka yang berakal mengatakan hal tersebut. Allah berfirman: "Berkata rasul-rasul mereka: "Apakah ada keragu-raguan terhadap Allah, Pencipta langit dan bumi? Dia menyeru kamu untuk memberi ampunan kepadamu dari dosa-dosamu dan menangguhkan (siksaan) mu sampai masa yang ditentukan?" Mereka berkata: "Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami juga. Kamu menghendaki untuk menghalang-halangi (membelokkan) kami dari apa yang selalu disembah nenek moyang kami, karena itu datangkanlah kepada kami bukti yang nyata." (Ibrohim: 10)&lt;br /&gt;Ayat di atas merupakan dalil qoth'I (pasti) tentang adanya Sang Pencipta segala sesuatu. Tiada kata kebetulan dalam keteraturan alami ini.&lt;br /&gt;b. Yang Tidak Ada Tak Dapat Mencipta&lt;br /&gt;Kaidah aqliyah yang selayaknya digunakan oleh dai adalah yang tidak ada tidak dapat mencipta. Maka sesuatu ang tidak ada wujudnya tidak dapat mencipta sesuatu apapun karena tiada ada wujudnya.&lt;br /&gt;Apabila seseorang yang berakal memperhatikan makhluk-makhluk yang ada di sekitarnya, manusia melahirkan, hewan beranak, angin bertiup, hujan turun, gemuruh suara halilintar, pergantian malam dan siang, peredaran matahari, bulan, bintang yang begitu teraturnya. Apabila dia memperhatikan ini semua tentu akalnya akan berkata bahwa ini semua bukan ciptaan dari yang tidak ada. Namun ini diciptakan oleh sang pencipta dari yang maujud (yang ada).&lt;br /&gt;c. Sesuatu Yang Tidak Mempunyai Tidak Memberi&lt;br /&gt;Merupakan hal maklum (yang telah diketahui) bahwa yang tidak memiliki harta tidak akan dimintai sesuatu. Orang yang bodoh tidak akan keluar darinya ilmu. Sebab yang tidak mempunyai sesuatu tidak akan memberi.&lt;br /&gt;Apabila meeka menyangkal bahwa alam inilah yang mencipta sungguh menyelisihi akal. Sebab alam tidak memiliki pengalaman sedangkan yang diciptakan memiliki pengalaman. Alam tidak memiliki keinginan dan mereka memiliki keinginan. Alam tidak memiliki ilmu sedangkan mereka memiliki. Apakah mereka tidak mengetahui bahwa yang tidak memiliki tidak dapat  memberi? Apakah mereka tidak memiliki kemampuan tidak akan dapat mencipta sesuatu? Allah berfirman: "Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah." (Al Hajj: 73)&lt;br /&gt;Maka sang Kholik (pencipta) haruslah sempurna mutlak dengan memiliki sifat berikut ini:&lt;br /&gt;- Tidak membutuhkan yang lain&lt;br /&gt;- Menjadi yang pertama tanpa ada pendahulunya, dan menjadi yang terakhir tanpa ada yang sesudahnya&lt;br /&gt;- Tidak terbatas ruang lingkup waktunya&lt;br /&gt;- Tidak memiliki batasan tempat&lt;br /&gt;- Mampu melakukan segala sesuatu&lt;br /&gt;- Mengetahui segala sesuatu, yang sudah terjadi, yang akan terjadi, yang belum terjadi, dan apa yang tidak akan terjadi serta bagaimana semua itu terjadi&lt;br /&gt;d. Hukum Klausal (Sebab-Akibat)&lt;br /&gt;Akal yang sehat menyaksikan bahwa sejak manusia membuka matanya maka dia tidak akan menyaksikan suatu kejadian kecuali pasti ada sebabnya. Atau sesuatu terwujud tanpa ada sesuatu yang tidak ada. Tidak ada yang mengakui hal itu kecuali akal yang sakit.&lt;br /&gt;Bahkan orang baduipun mengetahui hukum klausal. Contohnya adalah ketika mereka ditanya tentang dalil adanya Rabb pencipta. Mereka akan menjawab: "Subhanallah, sesungguhnya anak onta menunjukkan keberadaan induk ontanya". Sesungguhnya jejak menunjukkan bekas perjalanan. Langit yang menjulang tinggi, bumi terhampar luas, laut bergelombang, malam gelap gulita, siang terang benderang, bukankah itu menunjukkan adanya Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui?&lt;br /&gt;Setiap makhluk pasti ada penciptanya. Setiap sesuatu pasti akan meninggalkan jejaknya, penemuan yang baru pasti ada yang menemukannya dan ini merupakan qiyas yang benar.&lt;br /&gt;Atas dasar inilah kita mengetahui bahwa bumi, langit, manusia, hewan, matahari, bulan, malam dan siang pasti penciptanya. Dan semua ini tidak ada yang mampu menciptakannya kecuali Allah Yang Maha Kuasa.&lt;br /&gt;e. Ciptaan Menunjukkan Sebagian Sifat Sang Pencipta&lt;br /&gt;Kaidah ini juga dapat digunakan untuk membantah orang-orang atheis. Yakni ciptaan menunjukkan sebagian sifat sang pencipta. Sebab segala sesuatu yang terdapat dalam ciptaan menunjukkan kemampuan, ilmu, serta pengetahuan serta hikmah Sang Pencipta. Dari sini kita mengetahui bahwa berfikir tentang ciptaan menunjukkan sebagian sifat Sang Pencipta.&lt;br /&gt;Apabila mereka tetap mengingkarinya maka kita katakana kepada dia: "Perhatikan dalam penciptaanmu, lihatlah awal penciptaanmu ketika masih berupa air mani kemudian segumpal darah dan menjadi segumpal daging kemudian ada tulang dan daging yang melapisinya hingga menjadi manusia yang sempurna anggota badannya baik yang dhohir (organ luar) dan batin (organ dalam)".&lt;br /&gt;Tidak diragukan seorang yang berakal dan jujur apabila memikirkan hal itu tentu akan menghantarkannya pada pengakuan terhadap kebesaran sang pencipta dan kekuasan-Nya serta hikmah-Nya.&lt;br /&gt;3. Tanda-Tanda Yang Dapat Ditangkap Dengan Panca Indra&lt;br /&gt;Di antara dalil-dalil yang menunjukkan wujud Allah dan rububiyah-Nya bahwa Allahlah yang paling berhak untuk disembah adalah dalil-dalil yang dapat didengar dan dilihat oleh panca indra. Dan dalil ini ada dua macam:&lt;br /&gt;a. Terkabulnya doa di setiap waktu&lt;br /&gt;Tak dapat terhitung berapakah hamba Allah yang dikabulkan doanya. Berapa banyak yang meminta kepada-Nya dan Allah pun mengangkat darinya musibah tersebut. Ini semua merupakan tanda-tanda nyata serta tidak ada yang mengingkarinya kecuali orang-orang yang sombong.&lt;br /&gt;Berapa banyak orang-orang mukmin yang kelaur dengan hati taubat dan meminta kepada Rabb mereka agar menurunkan hujan. Kemudian datang awan kelam disertai mendung yang menaungi desa atau kota di mana mereka orang-orang berdoa di sana dan turunlah hujan. Padahal desa disekitarnya tidak terkena hujan sedikitpun. Berapa banyak pula orang-orang yang terdesak mendapatkan jalan keluar dari masalah mereka. Dan seringkali permintaan tersebut terkabul dengan segera. Allah berfirman:&lt;br /&gt;أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الأرْضِ أَإِلَهٌ مَعَ اللَّهِ قَلِيلا مَا تَذَكَّرُونَ&lt;br /&gt;"Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati (Nya)." (An Naml: 62)&lt;br /&gt;Ibnu Katsir berkata dalam tafsirnya: "Allah mengingatkan bahwa Dialah yang diseru ketika manusia memiliki kebutuhan yang sangat. Tidak ada seorangpun yang menemui kesusahan kecuali pasti kepada-Nya mereka berdoa."&lt;br /&gt;Hal ini disaksikan oleh jutaan kaum muslimin dan jutaan manusia lainnya di belahan bumi timur dan barat.&lt;br /&gt;Siapakah yang mendengar doa yang meminta pertolongan kemudian mendatangkan pertolongan dan menurunkan hujan? Apaah dia berhala yang tidak dapat melakukan apapun?&lt;br /&gt;Tentunya setiap orang yang menyaksikan semua hakekat ini akan terusik aklanya dan mengakui bahwa ada Rabb Yang Maha Kuasa Maha Melihat Maha Mendengar Maha Pengkabul.&lt;br /&gt;b. Mukjizat&lt;br /&gt;Ini merupakan tanda terbesar yang menunjukkan adanya yang mengutus para rasul. Sebab hal ini merupakan perkara yang di luar kemampuan manusia. Allah memberikannya sebagai penguat para rasul-Nya dan untuk melindungi mereka.&lt;br /&gt;Sebagai contoh adalah Mukjizat nabi Musa as. Ketika Allah memerintahkannya untuk memukul laut dengan tongkatnya. Maka diapun memukulnya dan seketika laut terbelah menjadi dua dan airnya menjulang tinggi bak gunung. Kaum nabi Musa pun dapat melewati laut tersebut dan menyelamatkan diri dari kejaran Fir'aun dan bala tentaranya. Allah berfirman: "Lalu Kami wahyukan kepada Musa: "Pukullah lautan itu dengan tongkatmu". Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar." (Asy Syu'aro: 63)&lt;br /&gt;Mukjizat nabi Isa yang dapat menghidupkan mayat dan mengeluarkannya dari kubur mereka dengan izin Allah, menciptakan burung dari tanah serta menyembuhkan orang buta.(Al Maidah: 110)&lt;br /&gt;Mukjizat nabi Muhammad n yang dapat membelah bulan. Yakni ketika orang-orang quraisy meminta tanda kebenaran kepada beliau. Maka rasulullah n pun menunjuk ke bulan dan terbelahlah menjadi dua. Mereka semua melihat kejadian tersebut dengan nyata. (Al Qomar: 1-2)&lt;br /&gt;Tanda-tanda tersebut merupakan tanda paling nyata yang menunjukkan keberadaan Allah l.&lt;br /&gt;4. Berdebat dengan mereka&lt;br /&gt;Cara ini dapat digunakan untuk mematahkan argumen mereka. Para salaf pun menggunakan cara ini untuk mematahkan argumen mereka. Sebagai contoh adalah kisah Imam Abu Hanifah ketika berdebat dengan orang atheis yang mengingkari eksistensi Allah. Beliau pun bercerita kepada mereka:&lt;br /&gt;"Bagaimana pendapat kalian, jika ada sebuah kapal diberi muatan barang-barang, penuh dengan barang-barang dan beban. Kapal tersebut mengarungi samudera. Gelombangnya kecil, anginya tenang. Akan tetapi setelah kapal sampai di tengah tiba-tiba terjadi badai besar. Anehnya kapal terus berlayar dengan tenang sehingga tiba di tujuan sesuai rencana tanpa goncangan dan berbelok arah, padahal tak ada nahkoda yang mengemudikan dan mengendalikan jalannya kapal. Masuk akalkah cerita ini?&lt;br /&gt;Mereka mengatakan: "Tidak mungkin. Itu adalah sesuatu yang tidak bisa diterima akal, bahkan oleh khayal sekalipun, wahai syeikh." Lalu Abu Hanifah berkata: "Subhanallah, kalian mengingkari adanya kapal yang berlayar sendiri tanpa pengemudi, namun kalian mengakui bahwa alam semesta yang terdiri dari lautan yang membentang, langit yang penuh bintang dan benda-benda langit serta burung yang berterbangan tanpa adanya Pencipta yang sempurna penciptaan-Nya dan mengaturnya dengan cermat?! Celakalah kalian, lantas apa yang membuat kalian ingkar kepada Allah?!&lt;br /&gt;5. Dalil Syar'iyah&lt;br /&gt;Jalan menuju hidayah adalah dengan mengikuti apa yang datang dari Allah dan rasul-Nya. Yakni mengumpulkan dan menggabungkan antara dalil naqli dan dalil aqli. Dalil naqli inilah petunjuk yang paling berpengaruh dalam menunjuki manusia kepada ma'rifatullah dan beriman kepada-Nya. Serta mendorong yang diberi petunjuk untuk beramal guna mensucikan diri serta membawa kepada kebahagiaan di dunia dan di akhirat.&lt;br /&gt;Berbeda dengan dalil aqliyah. Walaupun dapat mengeluarkan seseorang dari kebimbangan dan kebingungan fikiran. Namun tidak dapat membersihkan jiwa, tak dapat meluruskan akhlak, serta tak dapat mengeluarkan seseorang dari kekafiran hingga dia beriman dengan dalil-dalil syar'iyah dan beramal dengan konsekuensinya.&lt;br /&gt;Dan semua kitab samawiyah berbicara bahwa Allah pencipta segala sesuatu. Dan hanya Dialah yang berhak untuk diibadahi. Serta hukum-hukum yang mengandung maslahat untuk kehidupan manusia menunjukkan Dialah Rabb Hakim yang mengetahui semua maslahat hambanya. Semua pengkabaran tentang alam semesta menunjukkan kebenaran-Nya dan menunjukkan bahwa dialah Rabb yang berkuasa untuk menciptakan segala sesuatu yang Dia kabarkan.&lt;br /&gt;Secara ringkas dalil syar'iyah menetapkan wujud Allah. Dialah rabb segala sesuatu, pemiliknya, dan pengatur segala sesuatu di dalamnya. Maka selayaknya ibadah diperuntukkan baginya.&lt;br /&gt;Adapun cara yang digunakan oleh dalil syar'I dalam menetapkan hal itu ada dua:&lt;br /&gt;a. Allah mengajak penglihatan dan hati untuk memikirkan segala ciptaan. &lt;br /&gt;Allah menjelaskan dalam kitab-Nya ayat-ayat kauniyah yang menunjukkan wujud-Nya, kesempurnaan kekuasaan-Nya, keagungan pengaturan di dalamnya, kedetailan ciptaan-Nya. Di antaranya penciptaan manusia, hewan, tumbuhan, angin yang berhembus, pergantian malam dan siang serta ayat-ayat lain yang menunjukkan keagungan Sang Pencipta. Allab berfirman: &lt;br /&gt;إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ (164)&lt;br /&gt;"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan." (Al Baqoroh: 164)&lt;br /&gt;b. Mukjizat para nabi&lt;br /&gt;Allah menguatkan rasul-Nya dengan mukjizat yang di luar kemampuan akal. Tujuannya adalah untuk menunjukkan kebenaran nubuwatnya, serta menetapkan kerosulannya. Apabila nubuwat atau kenabian seorang rasul telah tetap maka hal itu menunjukkan kebenaran sang pengutus. Sebab pembenaran terhadap utusan menuntut konsekuensi pembenaran terhadap yang mengutus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khotimah&lt;br /&gt;Bagaimanapun orang-orang atheis berhak mendapatkan dakwah kita. Bagaimanapun keadaan mereka bukan berarti menjadikan kita berpaling dan tidak berdakwah kepada mereka. Inilah jalan yang dipahami oleh para shalafush shaleh. Begitu juga datang ayat-ayat dan hadits yang menunjukkan tentang metode dakwah kepada mereka. Maka selayaknya bagi setiap dai untuk mempelajarinya sehingga amanah yang dia emban dapat terlaksana dengan semestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi:&lt;br /&gt;- Perangkap setan, Ibnul Jauzy, penerjemah Kathur Suhardi, Al Kautsar, Jakarta, cetakan keenam 2002&lt;br /&gt;- Al Hikmah fie Da'wah Ilallah, Sa'id bin Aly bin Wah al Qohthony, cetakan kedua 1413 H/1992 M&lt;br /&gt;- Jejak Para Tabi'in, Dr. Abdurrahman Ra'fat Basya, Pustaka At Tibyan&lt;br /&gt;- Aqidah Tauhid, Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah al Fauzan, Muassasah Haramain al Khoiriyah&lt;br /&gt;- Syarh Shohih Muslim, Imam an Nawawi&lt;br /&gt;- Tafsir Ath Thobari&lt;br /&gt;- Tafsir Ibnu Katsir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-5640110297024790270?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/5640110297024790270/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=5640110297024790270' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/5640110297024790270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/5640110297024790270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2009/06/atheis-bagaimana-berdakwah-kepada.html' title='Atheis Bagaimana Berdakwah Kepada Mereka?'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-9143256692701812865</id><published>2009-05-31T09:05:00.004-07:00</published><updated>2009-07-31T08:49:29.342-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='profil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='firman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sirohnabawiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='shahabat'/><title type='text'>ABDULLAH BIN ABBAS "Muda Usianya, Luas Ilmunya"</title><content type='html'>Dialah pemuda yang sangat beruntung sekali yang didoakan oleh rasulullah saw, "Ya Allah, berikan dia keahlian dalam agama-Mu, dan ajarilah dia tafsir kitab-Mu". Berkat doa tersebutlah dia nantinya akan menjadi ulama besar walaupun usianya masih muda belia.&lt;br /&gt;Dia dilahirkan tiga tahun sebelum rasulullah hijrah. Dan saat rasulullah saw wafat, ia masih sangat belia. Umurnya masih 13 tahun. Namun dibalik umurnya yang masih belia dia sudah menjadi pemuda yang luas ilmunya. Karena ketinggian ilmunya itulah ia kerap menjadi kawan dan lawan berdiskusi para senior shahabat senior lainnya. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Umar bin Khottob selalu memanggil Ibnu Abbas untuk duduk bersama dalam sebuah musyawarah. Pendapat-pendapatnya selalu didengar karena keilmuannya. Sampai-sampai Amirul Mukminin memberikan julukan kepada Ibnu Abbas sebagai "pemuda tua". &lt;br /&gt;Salah seorang shahabat utama, Sa'ad bin Waqqash pernah berkata tentang Ibnu Abbas, "Tak seorang pun yang kutemui lebih cepat mengerti dan lebih tajam berpikirnya seperti Ibnu Abbas. Ia juga seorang yang banyak menyerap ilmu dan luas sifat santunnya. Sungguh telah kulihat, Umar telah memanggilnya saat menghadapi masalah-masalah pelik. Padahal di sekelilingnya masih banyak shahabat yang ikut dalam perang badar. Lalu majulah Ibnu Abbas menyampaikan pendapatnya, dan Umar tidak ingin berbuat melebihi apa yang dikatakan Ibnu Abbas."&lt;br /&gt;Di balik nama besarnya tersebut tentu kita perlu menyimak perjalanan beliau dalam mencari ilmu.&lt;br /&gt;Sejak kecil memiliki kecenderungan terhadap ilmu. Hal ini terlihat dari semangatnya dalam menuntut ilmu. Tidak pernah satu hari pun beliau melewatkan majelis rasulullah, dan tidak lupa pula untuk menghafalkan apa yang beliau dengar.&lt;br /&gt;Kemudian setelah rasulullah saw wafat, Ibnu Abbas belajar kepada para shahabat yang pertama tentang apa-apa ynag tidak dipelajarinya dari Rasulullah saw secara langsung.&lt;br /&gt;Dia selalu bertanya. Maka setiap dia mendengar seseorang yang mengetahui suatu ilmu atau menghafalkan hadits, segeralah ia menemuinya dan belajar kepadanya. Dan otaknya yang cerdas tidak pernah merasa puas senantiasa mendorongnya untuk meneliti apa yang didengarnya.&lt;br /&gt;Ia tidak hanya menumpahkan perhatian terhadap pengumpulan ilmu pengetahuan semata, tetapi juga meneliti dan menyelidiki sumber-sumbernya. Suatu saat dia pernah bercerita mengenai dirinya, "Jika aku ingin mengetahui tentang suatu masalah, aku akan bertanya kepada 30 shahabat."&lt;br /&gt;Keinginannya untuk mendapatkan suatu pengetahuan sangatlah kuat. Hal ini sebagaimana yang diceritakannya: Ketika rasulullah wafat, aku bertanya kepada salah seorang pemuda anshar, "Marilah kita bertanya kepada shahabat rasulullah, sekarang ini mereka sedang berkumpul?" Pemuda Anshar itupun menjawab, "Aneh sekali kamu ini, hai Ibnu Abbas! Apakah kamu kira orang-orang akan membutuhkanmu, sementara di antara mereka merupakan shahabat-shahabat terbaik Rasulullah?" Anak muda itu tidak mau diajak, tetapi aku tetap pergi bertanya kepada shahabat Rasulullah.&lt;br /&gt;Pernah aku mendapatkan satu hadits dari seseorang, dengan cara mendatangi rumahnya ketika ia sedang tidur siang. Kubentangkan kain untuk kujadikan bantal di depan pintunya. Debu yang terhempas angin menerpaku. Ketika dia selesai tidur dan keluar melihatku, dia berkata, "Hai saudara sepupu Rasulullah, apa maksud kedatanganmu? Kenapa kamu tidak menyuruh orang lain?" kemudian aku berkata, "Tidak, akulah yang harus datang mengunjungimu." Kemudian aku bertanya tentang suatu hadits dan belajar kepadanya.&lt;br /&gt;Demikianlah Ibnu Abbas bertanya, bertanya, dan bertanya, lalu mengkaji jawaban dan menganalisanya. Pernah suatu ketika Ibnu Abbas ditanya, "Bagaimana anda mendapatkan ilmu ini?" "Dengan lidah yang suka bertanya dan akal yang suka berpikir", jawabnya.&lt;br /&gt;Inilah kedudukan yang diraih oleh Ibnu Abbas dalam keilmuan. Karenanyalah, khalifah Ali mengutusnya untuk berdialog dengan kaum Khawarij karena mereka keluar dari pemerintahan Ali. Ibnu Abbas pun mendatangi mereka dan berdialog dengan bertanya tentang argumentasi mereka. Semua argumentasi yang mereka sampaikan dijawab oleh Ibnu Abbas. Belum lagi debat itu selesai, 2000 orang di antara mereka bangkit serentak menyatakan kepuasan mereka terhadap keterangan-keterangan Ibnu Abbas dan sekaligus memaklumkan penarikan diri mereka dari memusuhi imam Ali.&lt;br /&gt;Demikianlah kehidupan Ibnu Abbas, dunianya dipenuhi dengan ilmu dan hikmah, dan nasihat serta ketakwaannya disebarkan di antara umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-9143256692701812865?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/9143256692701812865/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=9143256692701812865' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/9143256692701812865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/9143256692701812865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2009/05/firman3.html' title='ABDULLAH BIN ABBAS &quot;Muda Usianya, Luas Ilmunya&quot;'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-7400611024846912525</id><published>2009-05-31T09:05:00.003-07:00</published><updated>2009-07-31T08:49:41.629-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='firman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aqidah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bid&apos;ah'/><title type='text'>Sejarah Kemunculan Bid'ah</title><content type='html'>Kemunculan bid'ah -yang diperangi para salaf- tidak muncul dalam sekali waktu. Akan tetapi muncul pada masa dan waktu yang berbeda serta di tempat yang berlainan dan berjauhan. Di sini kita akan memaparkan beberapa fase sejarah kemunculan bid'ah. Fase ini sejak masa rasulullah saw hingga pertengahan abad ketiga.&lt;br /&gt;1. Fase pertama&lt;br /&gt;Selama kurun 23 tahun al qur'an turun secara bertahap kepada Rasulullah saw. Beliaupun menyampaikannya kepada manusia dan menjelaskan maknanya sehingga agama ini menjadi sempurna.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Para shahabatpun langsung mendengar al qur'an dari rasulullah saw dan mereka memahami maknanya kemudian mengimaninya serta mengamalkan syari'at di dalamnya. Adapun yang diturunkan di dalam al qur'an mencakup penjabaran tentang perkara ghoib seperti pengkabaran tentang dzat Allah, asma' dan sifat-Nya, perbuatan-Nya, tentang hari akhir, kejadian dan keadaan pada waktu itu, tentang jannah, neraka, balasan bagi setiap pahala dan dosa. Semua itu terkandung dalam al qur'an dan di dalam maknanya yang diturunkan padanya.&lt;br /&gt;Rasulullah menyampaikan dan menjelaskannnya kepada para shahabat, merekapun menerima, memahami dan mengimaninya. Tidak pernah diketahui seorangpun dari mereka yang ragu dan tidak memahaminya.&lt;br /&gt;Kami yakin bahwa mereka memahami apa yang ada di dalamnya apabila tidak memahaminya maka merekapun akan bertanya dan meminta penjelasan tentang maknanya, sebab terkait dengan perkara mendasar dalam kehidupan mereka yakni perkara i'tiqod (keyakinan). &lt;br /&gt;Kita menyaksikan mereka membawa pedang ketika mereka belum menerima islam. Kemudian mereka berubah dan rela mengorbankan jiwa raga, anak, serta harta mereka. Mereka tidak akan melakukan hal itu di jalan yang mereka bodoh terhadap aqidahnya dan tidak mengetahui maksudnya.&lt;br /&gt;Ya, para shahabat pernah bertanya kepada rasulullah saw tentang perkara-perkara syar'i yakni perkara amaliyah (amal) bukan i'tiqodiyah (keyakinan). Sebagaimana diceritakan oleh Ibnu Abbas ra: “Aku tidak pernah melihat kaum yang lebih baik daripada shahabat rasulullah saw. Mereka tidak bertanya kecuali tentang 13 perkara hingga rasulullah saw meninggal. Dan semua itu terdapat dalam al qur'an. “Mereka bertanya tentang haidh, mereka bertanya tentang bulan haram, mereka bertanya tentang anak yatim......” mereka tidak bertanya kepada rasulullah saw kecuali bermanfaat bagi mereka.”&lt;br /&gt;Ibnu Qoyyim al Jauziyyah berkata: Pada masa nabi saw masih hidup para shahabat ra berada dalam satu aqidah, sebab mereka mendapati masa turunnya wahyu dan mendapatkan kemuliaan bershahabat dengan rasulullah saw dan beliau menghilangkan kelamnya keraguan dan kebingungan.&lt;br /&gt;Beliau berkata juga: Para shahabat pernah berbeda pendapat dalam beberapa permasalahan ahkam (hukum-hukum islam) -padahal mereka pemimpin kaum mukminin dan umat yang paling sempurna imannya- akan tetapi dengan karunia Allah mereka sedikitpun tidak pernah berbeda pendapat dalam satu perkara asma' dan sifat serta perbuatan Allah swt.&lt;br /&gt;Inilah gambaran nyata kehidupan shahabat ra, kehidupan mereka selamat dari penyimpangan aqidah yang mengotori kesuciannya.&lt;br /&gt;Hampir saja sebagian inkhirof (penyimpangan) muncul pada generasi ini akan tetapi langsung mendapatkan terapi dan dihilangkan pada waktu itu pula sehingga sepanjang fase ini tidak muncul kebid'ahan.&lt;br /&gt;Pada masa rasulullah sebagian shahabat berdebat tentang qodr, maka rasulullah saw marah dan melarang nya maka merekapun menghentikannya. Hal ini sebagaimana diceritakan oleh Abdullah bin Amru bin Ash berkata: sesungguhnya saw keluar dan mereka berdebat tentang qodr: ini mengambil ayat ini dan ini mengambil ayat ini, seakan-akan wajah beliau marah seperti buah delima. Beliau bersabda: apakah dengan perselisihan ini kalian diperintahkan dan disuruh untuk mempertentangkan kitabullah yang satu dengan yang lain? Perhatikan apa yang diperintahkan kepada kalian maka ikutilah dan apa yang dilarang kepada kalian maka jauhilah.&lt;br /&gt;Hadits ini menunjukkan bahwa sebagian shahabat berdebat tentang perkara qodr pada masa nabi saw akan tetapi perdebatan ini berhenti dan tidak terulang lagi.&lt;br /&gt;Setiap dari mereka tidak melakukannya kembali. Pun, tidak diriwayatkan dari salah seorang shahabat yang menghidupkan perdebatan. Bahkan diriwayatkan bahwa mereka menolak qodariyah ketika bid'ah tersebut muncul dan mereka berlepas diri dari hal tersebut.&lt;br /&gt;Pernah juga terjadi pada masa Umar bin Khottob beberapa perkara atau kejadian aneh dan segera dihilangkan sehingga tidak muncul kembali setelahnya. Yakni kejadian yang terjadi pada Shobigh. Dia pernah bertanya tentang mutasyabihul qur'an maka Umarpun memukulnya hingga dia bertaubat.&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Al Lalikaiy dengan sanadnya yang sampai kepada Sulaiman bin Yasar bahwasanya ada seorang laki-laki dari bani Ghoim yang dipanggil dengan Shobigh bin 'Asl dan dia memiliki buku-buku. Maka dia pun banyak mempertanyakan tentang mutasyabihul qur'an. Ketika hal itu sampai kepada Umar, maka diapun memanggilnya. Umar telah menyiapkan cambuk dari pelepah kurma. Maka ketika dia sampai kepadanya dan duduk, Umar bertanya: Siapa namamu? Aku Abdullah Shobigh, jawabnya. Umarpun berkata: Aku Abdullah Umar dan menunjuknya dengan cambuk kemudian dia memukulnya dengan cambuk tersebut. Umar terus memukulinya hingga melukai kepalanya dan mengalir darah dari wajahnya. Diapun berteriak: Cukup! Cukup, wahai amirul mukminin sungguh telah pergi apa fikiran yang ada dalam kepalaku.&lt;br /&gt;Sejarah singkat ini menunjukkan pada fase ini belum muncul bid'ah dan penyimpangan dalam aqidah. &lt;br /&gt;2. Fase kedua (37 H – 100 H)&lt;br /&gt;Pada fase ini -dimulai sejak pertengahan khilafah (pemerintahan) Aly ra- mulai bermunculan induk-induk bid'ah. Hal ini dipengaruhi oleh memanasnya suasana politik pada masa shahabat karena perbedaan ijtihad mereka.&lt;br /&gt;Pada fase itu muncul Khowarij dan Syiah. Kedua kelompok ini saling bertentangan, salah satunya mengkafirkan Ali ra dan berlepas diri darinya sedangkan yang lain menolong dan membelanya. Kemudian muncul bid'ah yang lain yakni Qodariyah dan Murjiah.&lt;br /&gt;3. Fase ketiga(100 H-150 H)&lt;br /&gt;Pada abad kedua hijriah muncul empat orang yang melakukan bid'ah yang dari merekalah yang kelak menjadi induk kesesatan. Mereka adalah:&lt;br /&gt;a. Washil bin Atho' al Bashry&lt;br /&gt;Dia adalah pendiri firqoh mu'tazilah. Dia dilahirkan di Madinah tahun 80 H dan berguru kepada Hasan Al Bashry. Kemudian ketika dia membuat bid'ah "manzilah baina manzilatain" (yakni di dunia dia tidak mukmin dan tidak kafir) maka Hasan al Bashry pun mengusirnya dari majelis beliau. Akhirnya dia membuat majelis khusus dan orang yang cenderung kepadanya bergabung bersamanya. Dia meninggal pada tahun 131 H.&lt;br /&gt;b. Ja'd bin Dirham&lt;br /&gt;Ja'd bin dirham adalah bekas budak Suwaid bin Ghoflah. Dia bersalal dari Khurosan dan tinggal di Damsyiq. Maka ketika dia mengeluarkan pernyataan tentang kholqul qur'an (qur'an adalah makhluk) maka pemerintahan Bani Umayyah memburunya, dan diapun melarikan diri ke Kufah. Di sana dia bertemu dengan Jahm bin Shofwan dan Jahm pun taklid terhadap pendapatnya. Akhirnya Kholid bin Abdullah al Qusary -amirul kufah- menangkapnya dan membunuhnya pada hari Idul Adha tahun 124 H.&lt;br /&gt;c. Jahm bin Shofwan&lt;br /&gt;Nama lengkapnya Jahm bin Shofwan Abu Mahroz al Samarqandy. Muncul di Tirmidz kemudian pindah ke Balkh dan menetap di sana. Dia sholat bersama Muqotil bin Sulaiman di masjidnya. Keduanya sering berdiskusi hingga dia pergi ke Tirmidz dan keluar dari pemerintahan bersama Harits bin Suraij. Diapun akhirnya dibunuh oleh Salm bin Ahroz di Ashbihan namun ada yang mengatakan di Marwa pada tahun 128 H.&lt;br /&gt;d. Muqotil bin Sulaiman&lt;br /&gt;Muqotil bin Sulaiman bin Basyrar Al Balkhy, terkenal dengan tafsir qur'annya. Namun para ulama berselisih tentang ketsiqohannya dan kecacatan periwayatannya. Dia meninggal pada tahun 150 H.&lt;br /&gt;4. Fase keempat (150 H- 234 H)&lt;br /&gt;Pada fase ini tidak didapati di dalamnya bid'ah baru. Akan tetapi bid'ah yang telah lama masuk saling tercampur dengan bid'ah yang lain. Sehingga firqoh sesat pada masa ini hanya terbatas pada empat yakni:&lt;br /&gt;- Khowarij&lt;br /&gt;- Syi'ah&lt;br /&gt;- Mu'tazilah&lt;br /&gt;- Murjiah&lt;br /&gt;Syiah melahirkan Al Mujassamah, Mu'tazilah melahirkan Qodariyah dan sebagian Jahmiyah, dan Jabariyah masuk ke dalam Murjiah dan ke firqoh lainnya.&lt;br /&gt;Pada masa itu mu'tazilah banyak melakukan kegiatan telaah. Para pembesar mereka mulai memperdalam dan menelaah kitab-kitab filsafat yang diterjemahkan pada masa al Makmun (198 H-218 H)&lt;br /&gt;Syahrostani berkata: "Ketika syaikh-syaikh mu'tazilah menelaah kitab-kitab filsafat yang tersebar pada hari-hari Makmun maka manhaj mereka tercampur dengan manhaj ahli kalam.&lt;br /&gt;Mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang asing dan pendapat-pendapat nyeleneh yang menyimpang. Inilah yang menyebabkan mereka mengkafirkan kelompok lain. Begitu pula kelompok yang lain mengkafirkan mereka sebagaimana yang disebutkan oleh al Baghdady rh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-7400611024846912525?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/7400611024846912525/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=7400611024846912525' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/7400611024846912525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/7400611024846912525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2009/05/firman2.html' title='Sejarah Kemunculan Bid&apos;ah'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-3133181940399684650</id><published>2009-05-31T09:05:00.001-07:00</published><updated>2009-08-06T05:44:54.806-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='firman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aqidah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bid&apos;ah'/><title type='text'>PENYEBAB MUNCULNYA BIDAH</title><content type='html'>Bidah tidak akan muncul di dalam masyarakat yang berpijak di atas aqidah shahihah yang bersumber kepada kitabullah dan sunnah rasulullah saw. Bid'ah bukanlah perkara biasa namun merupakan perkara menyimpang dan asing. Serta tidak terjadi dengan begitu saja atau kebetulan. Namun ada beberapa sebab yang mempengaruhinya. Dan di bawah ini beberapa penyebab munculnya bid'ah di tengah umat :&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Ghuluw&lt;br /&gt;Misalnya adalah madzhab Khowarij dan Syiah.&lt;br /&gt;Khowarij mereka ghuluw (berlebih-lebihan) dalam memahami ayat-ayat wa'iid (ancaman) dan mereka berpaling dari ayat-ayat raja' (harapan), wa'di (janji), ampunan, dan taubat. Sebagaimana firman Allah swt :&lt;br /&gt;إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu." (An Nisaa': 48 &amp; 116)&lt;br /&gt;Begitu pula hadits rasulullah saw :&lt;br /&gt;يا ابن آدم إنك لو أتيتني بقراب الأرض خطايا ثم لقيتني لا تشرك بي شيئا لأتيتك بقرابها مغفرة&lt;br /&gt;"Wahai anak adam, seandainya kalian mendatangi-Ku dengan dosa sebesar bumi dan kalian bertemu dengan-Ku tidak dalam menyekutukanku dengan sesuatu apapun, tentu Aku akan mendatangi kalian dengan ampunan sebesar itu pula."&lt;br /&gt;Dan juga masih banyak nash-nash syar'I lainnya.&lt;br /&gt;Pensyarh Thohawiyah mengatakan: Apabila nash-nash wa'di (janji) yang dijadikan dalil oleh Murjiah dan nash-nash wa'iid (ancaman) yang dijadikan dalil oleh Khowarij dan Mu'tazilah dipertemukan maka akan jelas kerusakan kedua kelompok tersebut.&lt;br /&gt;Sedangkan syiah penyebab kemunculannya adalah ghuluw (berlebih-lebihan) terhadap Aly  bin  Abi Tholib ra. Yang membawa pemikiran ini adalah Ibnu Saba' al Yahudy. Penyimpanan ini terus meluas hingga akhirnya mereka mengangkat kedudukan imam kepada kedudukan kenabian bahkan kepada kedudukan uluhiyah (ketuhanan).&lt;br /&gt;2. Menolak bid'ah dengan bid'ah yang semisal bahkan lebih buruk&lt;br /&gt;Misalnya adalah Murjiah, Mu'tazilah, Musyabbihah, dan Jahmiyah.&lt;br /&gt;Murjiah, golongan ini muncul untuk melawan pemikiran Khowarij yang mengkafirkan Aly bin Abi Tholib dan yang melakukan tahkim bersamanya. Murjiah berkata: kita tidak menghukumi mereka (kafir)dan kami menagguhkan perkara kepada Allah. Perkataan mereka dalam irja' tidak hanya sampai ini, akan tetapi mereka mengatakan bahwa maksiat tidak dapat membahayakan keimanan sebagaimana keimanan tidak dapat memberi manfaat terhadap kekafiran.&lt;br /&gt;Kemudian muncul Mu'tazilah, dengan bid'ah "manzilah baina manzilatain". Kelompok ini ingin menengahi Khowarij dan Murjiah  . Sebagaimana jawaban Washil bin Atho' ketika ada pertanyaan yang dilontarkan di majelis Hasan al Bashry ketika menyebutkan sikap Khowarij dan Murjiah terhadap pelaku dosa besar dan meminta untuk dijelaskan tentang aqidah yang benar pada masalah itu. Namun washil mendahului Hasan al Bashry dan mengatakan bahwa pelaku dosa besar berada di "manzilah baina manzilatain". Dia menolak bid'ah dengan bid'ah.&lt;br /&gt;Musyabbih, mereka menolak jahmiyah yang meniadakan asma' dan sifat Allah. Mereka tinggal di satu negeri yang sama yakni "Kota Balkh". Yang mana Jahm bin Shofwan meniadakan sifat Allah maka Ibnu Sulaiman pun menolaknya namun dia berlebihan dalam menetapkan sifat Allah hingga menyamakan Allah dengan makhluknya. Dia ingin menolak bid'ah namun menimbulkan bid'ah baru yang tidak kalah rusaknya dengan sebelumnya.&lt;br /&gt;Jahmiyah, mereka menolak Qodariyah dengan bid'ah lain yakni dengan "jabr". Yang mana qodriyah meyakini bahwa seorang hamba adalah pencipta amalannya sendiri bukan Allah. Maka Jahm pun menolak hal tersebut dan menyatakan hal sebaliknya, Allahlah pencipta hamba dan amalannya tanpa memiliki kekuasaan dan pilihan. Dia bagaikan pelepah pohon kurma yang terkena tiupan angin. Diapun menolak bid'ah dengan bid'ah lain yang semisalnya bahkan lebih berbahaya sebab mereka meniadakan taklif dan balasan.&lt;br /&gt;3. Pengaruh Eksternal&lt;br /&gt;Yakni karena pengaruh pemimpin-pemimpin agama dan madzhab lain ke dalam aqidah firqoh-firqoh sesat dan menyimpang seperti Syi'ah, Qodariyah, dan Jahmiyah.&lt;br /&gt;Syiah, sebagaimana diketahui Abdullah bin Saba' adalah seorang Yahudi dan dialah sumber ghuluw terhadap Ali ra.&lt;br /&gt;Al Baghdady berkata: "Para peneliti Ahlu Sunnah berkata, sesungguhnya Ibnu Sauda' –yakni Ibnu Saba'- condong ke agama Yahudi dan ingin merusak agama kaum muslimin dengan takwil-waktilnya terhadap Ali dan anak-anaknya, supaya mereka berkeyakinan sebagaimana keyakinan kaum Nashrani terhadap Isa as.&lt;br /&gt;Selain itu Ibnu Saba' mengingari kematian Ali dan berkata sesungguhnya Ali diangkat ke langit sebagaimana Isa as dan dia akan turun ke dunia untuk menuntut balas terhadap musuh-musuhnya.&lt;br /&gt;Dari sini nampak jelas bahwa maksud keislamannya adalah untuk merusak umat islam. Pemikiran-pemikiran yang dia lontarkan inilah yang nantinya menjadi cikal bakal kelompok Syiah.&lt;br /&gt;4. Menjadikan Akal sebagai sumber dalam menghukumi perkara syar'i&lt;br /&gt;Sebagaimana di atas, para pelaku bid'ah menjadikan akal dalam menghukumi perkara aqidah. Mereka tidak menerima hadits yang bertentangan dengan apa yang ada dalam pikiran mereka dengan menghukumi akal atau takwil. Sehingga mereka menolak banyak hadits syarif yang shohih dan mencacat para perowinya. &lt;br /&gt;Imam as Syatibi menyebutkan beberapa cara istidlal (pengambilan dalil) para pelaku bid'ah. Dia berkata: "Mereka menolak hadits-hadits yang tidak sesuai dengan maksud mereka dan madzhab mereka. Mereka mengatakan bahwa hal itu tidak masuk akal dan tidak sesuai dengan dalil maka wajib untuk menolaknya sebagaimana mereka menolak adzab kubur kemudian beliau menyebut hadits-hadits yang ditolak. Kemudian berkata: begitu juga hadits-hadits shohih yang diriwayatkan oleh adil.&lt;br /&gt;5. Penerjemahan Kitab Falsafah Ke Dalam Bahasa Arab&lt;br /&gt;Kitab-kitab falsafat Yunani dan yang lainnya dari kitab-kitab aqidah penyembah berhala telah diterjemahkan ke dalam bahasa arab pada masa al Ma'mun. Kemudian sekelompok kaum muslimin menelaahnya dan mereka tertipiu dengan manhajnya dalam pembahasan. Mereka menjadikannya sebagai timbangan syar'I atas nash-nash kitab dan sunnah. Mereka mentakwilkannya sehingga sesuai dengan manhaj falsafat. Sehingga terjadilah musibah yang besar dan penyimpangan yang sangat berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-3133181940399684650?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/3133181940399684650/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=3133181940399684650' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/3133181940399684650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/3133181940399684650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2009/05/firman1.html' title='PENYEBAB MUNCULNYA BIDAH'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-6702521078758856405</id><published>2009-05-31T09:04:00.001-07:00</published><updated>2009-07-31T08:51:48.283-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='profil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='firman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sirohnabawiyah'/><title type='text'>Nama-Nama Istri Nabi Muhammad</title><content type='html'>1. Khodijah binti Khuwailid al Qursyiyah al Asadiyah&lt;br /&gt;Beliau menikahinya sebelum diangkat menjadi Rasulullah, pada waktu itu umurnya 25 dan Khodijah 40 tahun. Beliau tidak menikah dengan selain dirinya hingga ibunda Khodijah meninggal. Seluruh putra rasulullah dilahirkan dari rahimnya kecuali Ibrahim. Dia meningga 3 tahun sebelum hijrah.&lt;br /&gt;2. Saudah binti Zam'ah Al Qursyiyah&lt;br /&gt;Dia adalah wanita yang memberikah jatahnya untuk 'Aisyah.&lt;br /&gt;3. Ummu Abdillah 'Aisyah as Siddiqah binti as Siddiq&lt;br /&gt;Wanita dari langit ketujuh, kekasih Rasulullah Aisyah binti Abu Bakar as Shiddiq. Rasulullah menikahinya pada bulan Syawal dan umurnya 6 tahun. Kemudian beliau tinggal bersamanya pada bulan Syawal tahun 1 hijriyah dan umurnya 9 tahun. Beliau tidak menikahi wanita yang masih gadis kecuali dirinya seorang. Dan tidak ada wahyu yang turun berkaitan tentang wanita kecuali dirinya. Dialah wanita yang paling dicintai rasulullah. Dia wanita yang paling paham fiqh dan paling cerdas, bahkan wanita paling faqih terhadap dien secara keseluruhan. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;4. Hafshoh binti Umar bin Al Khottob&lt;br /&gt;Abu Daud menyebutkan bahwa Rasulullah menceraikannya kemudian meruju'nya kembali.&lt;br /&gt;5. Zainab binti Khuzaimah bin Al Harits al Qoisiyah dari bani Hilal bin Amir&lt;br /&gt;Beliau adalah istri yang pertama meninggal setelah wafatnya Rasulullah. Beliau meninggal pada tahun 20 hijriyah.&lt;br /&gt;6. Ummu Salamah Hindun binti Abi Umayyah al Qursyiyah al Makhzumiyah&lt;br /&gt;Nama ayahnya Abi Umayyah Hudzaifah bin al Mughirah. Beliaulah istri rasul yang paling terakhir meninggal. Namun ada yang mengatakan yang paling terakhir meninggal adalah Shofiyah.&lt;br /&gt;7. Zainab binti Jahsy dari Bani Asad bin Khuzaimah&lt;br /&gt;Beliau adalah anak paman rasulullah Umayyah. Kepadanyalah turun ayat:&lt;br /&gt;فَلَمَّا قَضَى زَيْدٌ مِنْهَا وَطَرًا زَوَّجْنَاكَهَا (الأحزاب :37)&lt;br /&gt;Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia. (Al Ahzab : 37)&lt;br /&gt;Oleh karenanya, beliau membanggakan dirinya kepada istri-istri yang lain seraya berkata: "Kalian dinikahkan oleh wali-wali kalian, sedangkan aku dinikahkan oleh Allah swt dari langit ketujuh.&lt;br /&gt;Dan termasuk kekhususannya adalah Allahlah yang langsung menjadi wali bagi dirinya dan menikahkannya kepada Rasulullah dari langit ketujuh. Beliau meninggal pada awal kekhilafahan Umar bin Khottob.&lt;br /&gt;Sebelumnya beliau menikah dengan Zaid bin Haritsah yang merupakan anak angkat rasulullah. Setelah Zaid menthalaqnya (menceraikannya), Allahpun menikahkannya dengan rasulullah agar tidak menjadi rasa berat bagi umatnya untuk menikahi mantan istri anak angkatnya.&lt;br /&gt;8. Juwairiyah binti al Harist bin Abi Dhorar al Mustholaqiyah&lt;br /&gt;Dia termasuk tawanan perang bani Mustholiq yang datang kepada Rasulullah untuk menjadi mukatabah. Maka rasulullahpun memberikan haq sebagai mukatabah dan menikahinya.&lt;br /&gt;9. Ummu Habibah&lt;br /&gt;Beliau dinikahi oleh Rasulullah ketika masih berhijrah di negeri Habasyah. Raja Najasyipun memberikan kepadanya 400 dinar sebagai maharnya. Meninggal ketika pemerintahan Muawiyah (saudara kandungnya).&lt;br /&gt;10. Shofiyah binti Huyay&lt;br /&gt;Dia adalah putri nabi dan istri nabi. Dia termasuk wanita tercantik di dunia ini. Sebelumnya dia adalah budak, kemudian Rasulullah pun membebaskannya dan menjadikan kebebasannya sebagai maharnya, maka diapun menjadi istri rasulullah. Apabila ada yang berkata: Aku membebaskan budakku dan kujadikan kebebasannya sebagai maharnya atau berkata kujadikan kebebasan budakku sebagai mahar baginya, maka kemerdekaan dan pernikahannya sah dan dia menjadi istri baginya tanpa memerlukan akad baru dan juga wali. Ini merupakan madzhab Ahmad dan kebanyakan ahli hadits.&lt;br /&gt;11. Maimunah binti al Harits al Hilaliyah&lt;br /&gt;Dia adalah wanita yang terakhir kali dinikahi oleh Rasulullah. Beliau menikahinya ketika umrah qodho' dimekah. Dan dia meninggal pada masa pemerintahan Muawiyah dan dikuburkan di Sarq (tempat dekat dengan Tan'im).&lt;br /&gt;12. Raihanah binti Zaid an Nadhriyah&lt;br /&gt;Ada yang mengatakan namanya al Qirthiyah. Dia tertawan pada perang bani Quraidah dan menjadi budak rasulullah. Rasulllah pun membebaskannya dan menikahinya, kemudian menthalaqnya sekali dan merujuknya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah istri-istri rasulullah yang dikenal dan sudah digauli oleh rasulullah. Sedangkan yang dikhitbah dan belum dinikahi atau yang menyerahkan dirinya kepada rasulullah namun belum dinikahi sekitar empat atau lima wanita. Namun ada yang mengatakan jumlahnya sekitar tiga puluh wanita. Ahlul ilmi dan sirah tidak mengetahui hal ini bahkan mengingkarinya.&lt;br /&gt;Tidak ada perselisihan bahwa ketika Rasulullahmeninggal ada sembilan istri. Namun ada yang membagi delapan: 'Aisyah, Hafshoh, Zainab binti Jahsy, Ummu Salamah, Shofiyah, Ummu Habibah, Maimunah, dan Juwairiyah.&lt;br /&gt;Zadul Ma'ad &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-6702521078758856405?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/6702521078758856405/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=6702521078758856405' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/6702521078758856405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/6702521078758856405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2009/05/nama-nama-istri-nabi-muhammad.html' title='Nama-Nama Istri Nabi Muhammad'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-8352789797852040037</id><published>2009-04-29T07:18:00.001-07:00</published><updated>2009-07-31T08:51:22.961-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='firman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ilmu hadits'/><title type='text'>Syarat Hadits Shahih</title><content type='html'>Menurut Ibnu Sholah: Hadits shahih adalah hadits yang bersambung sanadnya kepada nabi Muhammad , disampaikan oleh rowi adil, dhobit, dari awal hingga akhir, dan tidak termasuk hadits syadz dan tidak terdapat illah di dalamnya.&lt;br /&gt;Imam Nawawi: Imam nawawi meringkas definisi Ibnu Sholah dan berkata: hadits yang sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh rowi adil dan dhobit tanpa terdapat syadz dan illah di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dari dua definisi tersebut maka ada beberapa syarat sehingga hadits dikatakan shahih: &lt;br /&gt;1. Sanadnya bersambung&lt;br /&gt;Oleh karenanya tidak termasuk di dalamnya hadits Munqoti', Mu'dhol, Mu'allaq, Mudallas, dan hadits lainnya yang tidak memenuhi syarat ittisol (bersambung sanadnya).&lt;br /&gt;2. Perowinya Adil&lt;br /&gt;Adil yaitu yang lurus agamanya, baik akhlaknya, tidak cacat karena kefasikan, dan muruahnya terjaga.&lt;br /&gt;3. Perowinya Dhobit&lt;br /&gt;Dhobt adalah kesadaran seorang rowi ketika dia menerima hadits dan memahaminya ketika mendengarnya serta hafal semenjak menerima hadits tersebut hingga menyampaikannya. Yakni, dia hafal serta mengetahui apa yang dia sampaikan apabila menyampaikannya dari hafalannya, paham apabila menyampaikannya secara makna, hafal tulisannya apabila terjadi kesalahan serta penggantian atau kekurangan apabila dia menyampaikan dari kitabnya. Oleh karenanya tidak termasuk di dalamnya orang yang banyak lalai dan banyak salahnya.&lt;br /&gt;4. Apa yang diriwayatkan tidak Syadz&lt;br /&gt;Syudzudz adalah hadits yang diriwayatkan menyelesihi hadits yang lebih kuat dan lebih rojih.&lt;br /&gt;5. Selamat dari Illah&lt;br /&gt;Illah adalah sesuatu yang tidak nampak secara kasat mata tapi dapat merusak hadits. Seperti pemursalan hadits mausul, menyambung hadits munqothi' (yang putus), memarfu'kan hadits mauquf, dan yang semisalnya.&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-8352789797852040037?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/8352789797852040037/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=8352789797852040037' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/8352789797852040037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/8352789797852040037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2009/04/syarat-hadits-shahih.html' title='Syarat Hadits Shahih'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-2655194432417871136</id><published>2009-04-29T07:17:00.001-07:00</published><updated>2009-07-31T08:50:09.736-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='firman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ilmu hadits'/><title type='text'>Tingkatan Hadits Shohih</title><content type='html'>Tingkatan Hadits Shohih Dinisbatkan Kepada Shohihain (Bukhori Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hadits shohih yang diriwayatkan Bukhori Muslim, atau yang biasa disebut dengan muttafaq 'alaihi.&lt;br /&gt;2. Hadits yang diriwayatkan Bukhori tanpa Muslim&lt;br /&gt;3. Hadits yang diriwayatkan Muslim tanpa Bukhori&lt;br /&gt;4. Hadits yang diriwayatkan dengan syarat dari keduanya tanpa keduanya meriyatkannya.&lt;br /&gt;5. Hadits yang diriwayatkan dengan syarat Bukhori tanpa dia meriwayatkannya&lt;br /&gt;6. Hadits yang diriwayatkan dengan syarat Muslim tanpa dia meriwayakannya&lt;br /&gt;7. Hadits shohih selain dari keduanya dan tidak sesuai dengan syarat dari salah satunya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-2655194432417871136?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/2655194432417871136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=2655194432417871136' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/2655194432417871136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/2655194432417871136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2009/04/tingkatan-hadits-shohih.html' title='Tingkatan Hadits Shohih'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-461611820025673770</id><published>2009-04-29T07:15:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T08:47:20.014-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='profil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='firman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ilmu hadits'/><title type='text'>Shahabat Yang Banyak Meriwayatkan Hadits</title><content type='html'>1. Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu (5374)&lt;br /&gt;Nama lengkapnya Abdurrahman bin Shokhr ad Dausi al Yamani radhiyallahu 'anhu. Lahir pada tahun 19 sebelum hijrah dan meninggal pada tahun 59 Hijriyah. Umur 78 tahun.&lt;br /&gt;2. Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma (2630)&lt;br /&gt;Abdullah bin Umar bin al Khattab radhiyallahu 'anhuma. Lahir tahun 10 sebelum hijrah dan meninggal tahun 73 Hijriyah. Umur 83 tahun.&lt;br /&gt;3. Anas bin Malik radhiyallhu 'anhu (2286)&lt;br /&gt;Lahir tahun 10 sebelum hijrah dan meninggal tahun 93 hijriyah. Umur 103 tahun.&lt;br /&gt;4. 'Aisyah binti Abu Bakar as Shiddiq radhiyallahu 'anhuma (2286)&lt;br /&gt;Lahir tahun 9 sebelum hijrah dan meninggal 58 Hijriyah ada yang mengatakan 57 Hijriyah. Umur 66 tahun.&lt;br /&gt;5. Abdullah bin Abbas radhiyallhu 'anhuma (1660)&lt;br /&gt;Lahir tahun 3 sebelum hijrah dan meninggal tahun 68 Hijriyah. Umur 71 tahun.&lt;br /&gt;6. Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhuma (1540)&lt;br /&gt;Lahir tahun 6 sebelum hijrah dan meninggal tahun 78 Hijriyah. Umur 84 tahun.&lt;br /&gt;7. Abu Sa'id al Khudry radhiyallahu 'anhu (1170)&lt;br /&gt;Nama lengkapnya Sa'ad bin Malik bin sinan al Anshory. Lahir tahun 12 sebelum hijriyah dan meninggal tahun 74 Hijriyah. Umur 86 tahun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-461611820025673770?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/461611820025673770/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=461611820025673770' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/461611820025673770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/461611820025673770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2009/04/shahabat-yang-banyak-meriwayatkan.html' title='Shahabat Yang Banyak Meriwayatkan Hadits'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-8018085582450340822</id><published>2009-04-29T07:14:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T08:45:53.482-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='firman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ilmu hadits'/><title type='text'>Hukum Mengamalkan Hadits Dhoif</title><content type='html'>Para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini.&lt;br /&gt;1. Tidak boleh mengamalkannya secara mutlak&lt;br /&gt;Madzhab pertama tidak memperbolehkan untuk mengamalkan hadits dhoif secara mutlak baik hadits tentang fadhoil (keutamaan) ataupun tentang hukum. Hal ini diriwayatkan oleh Ibnu Sayyidin Nas dari Yahya bin Mu'in, dan Abu Bakar bin al 'Araby mengambil pendapat ini. Sedangkan yang dhohir ini merupakan pendapat al Bukhori dan Muslim sebagaimana yang mereka syaratkan. Ini pula pendapat Ibnu Hazm.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;2. Boleh mengamalkan hadits dhoif secara mutlak&lt;br /&gt;Hal ini dinisbatkan kepada Abu Daud dan Imam Ahmad radhiyallahu 'anhuma. Mereka berdua berpendapat bahwa hadits dhoif lebih kuat daripada pendapat seseorang oleh karennya mereka memperbolehkannya.&lt;br /&gt;3. Boleh mengamalkannya dalam hal keutamaan, nasehat dan yang semisalnya apabila memenuhi syarat. Syaikh Islam Ibnu Hajar mensyaratkan beberapa hal:&lt;br /&gt;a. Dhoifnya tidak terlalu. Tidak termasuk di dalamnya Kadzab (pendusta), yang tertuduh sebagai pendusta, dan yang terlalu banyak salahnya. Al 'Alay menukil kesepatakan dalam syarat yang pertama ini.&lt;br /&gt;b. Kedudukan hadits tersebut di bawah hadits yang dapat diamalkan.&lt;br /&gt;c. Ketika mengamalkannya tidak berkeyakinan terhadap kuatnya hadits tersebut, tetapi berkeyakinan hati-hati dalam mengamalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komparasi hukum:&lt;br /&gt;Tentang pendapat pertama: Tidak diragukan bahwa pendapat pertama merupakan pendapat yang paling selamat, sebab apa yang shohih dari fadhoil (keutamaan), targhib (motivasi), dan tarhib (ancaman) dari Rasulullah  cukuplah bagi kita dari riwayat hadits dhoif. Terlebih lagi hadits tentang keutamaan amal dan akhlak termasuk pondasi agama. Tidak ada bedanya antara hadits dan hadits tentang hukum dilihat dari penetapannya. Semuanya wajib dijadikan sumber apabila khabar tersebut dapat diterima.&lt;br /&gt; Tentang pendapat kedua, Ibnu Qoyyim al Jauziyah dalam Ushul Fatwa Imam Ahmad, mengatakan Imam Ahmad mengambil hadits mursal dan dhoif apabila dalam bab tersebut tidak ada hadits yang dapat dijadikan hujjah. Beliau juga merojihkan hadits dhoif daripada berhujjah dengan qiyas. Ibnu Qoyyim berkata:  "Maksud hadits dhoif tersebut bukanlah hadits bathil ataupun mungkar, bukanpula yang di dalamnya perowi yang tertuduh pendusta yangmana tidak diperbolehkan untuk menjadikannya hujjah dan juga beramal dengannya. Akan tetapi hadits dhoif merupakan bagian dari shohih dan bagian dari hasan. Beliau tidak membagi hadits menjadi shohih, hasan, dan dhoif, tetapi menjadi shohih dan dhoif. Dan hadits dhoif memiliki beberapa tingkatan. Apabila dalam suatu permasalahan beliau tidak mendapatkan atsar, perkataan shahabat, serta ijma' yang menyelisihinya, maka beramal dengannya lebih diutamakan daripada beramal dengan qiyas. Secara global, tidak ada seorang imampun pasti dia sependapat dengannya dalam hal ini. Tidak ada di antara mereka pasti lebih mengutamakan hadits dhoif daripada qiyas). A'lam Muwaqi'in Juz I hal: 31. Bersamaan dengan ini beliau tidak mengamalkan hadits dhoif kecuali apabila tidak terdapat hadits lain dalam bab ini.&lt;br /&gt; Diriwayatkan dari beliau, Ibnu Mahdi, dan Ibnul Mubarok: (Apabila kita meriwayatkan halal dan haram maka kami sangat ketat, dan apabila meriwayatkan tentang fadhoil dan semisalnya kami lebih longgar).&lt;br /&gt; Kami melihat sebagian manusia memahami apa yang disampaikan oleh Imam Ahmad, Ibnu Mahdi, dan Ibnul Mubarok dengan pemahaman yang jauh dari apa yang mereka maksud. Sehingga mereka menyebarkan statement "boleh mengamalkan hadits dhoif" untuk fadhoil amal (keutamaan amal), berdasarkan mudahnya mereka meriwayatkan hadits dhoif tanpa menjelaskan kedhoifannya. Mereka memasukkan beberapa perkara agama yang tidak berdasarkan kepada dalil yang dapat diterima, atau kepada suatu perkara berdasarkan pada hadits dhoif tanpa membedakan antara definisi yang dimaksud oleh para ulama qudama (dahulu) dan ulama mutaakhirin (kontemporer).&lt;br /&gt; Tentang pendapat ketiga, syarat yang ditentukan oleh ulama mutaakhirin dalam mengamalkan hadits dhoif –apabila terpenuhi- tidak menjadikannya sebagai sumber dalam menetapkan hukum syar'I. Cukuplah bagi kita untuk menyandarkan segala sesuatu kepada hadits shohih dan hadits hasan, setelah kita mengetahui perbedaan maksud hadits dhoif dari ulama qudama dan ulama mutaakhirin. Sebab seseorang lebih tenang dalam mengamalkan hadits shohih melebihi hadits yang telah jelas kedhoifannya.&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-8018085582450340822?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/8018085582450340822/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=8018085582450340822' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/8018085582450340822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/8018085582450340822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2009/04/hukum-mengamalkan-hadits-dhoif.html' title='Hukum Mengamalkan Hadits Dhoif'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-7703784696841253069</id><published>2009-04-29T07:11:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T08:50:05.567-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiqh dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='firman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aqidah'/><title type='text'>Mensikapi Perpecahan</title><content type='html'>Perpecahan merupakan sunnatullah yang terjadi dalam setiap umat, tak terkecuali umat islam. Hal ini sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah  bahwa umat ini akan terpecah menjadi 73 golongan. Tujuh puluh dua masuk neraka dan satu masuk surga.&lt;br /&gt;Namun bukan berarti hal ini menjadi justifikasi (pembenar) atas terjadinya perpecahan ini. Tidak pula membiarkannya dan tidak ikut andil dalam mencegah terjadinya perpecahan.&lt;br /&gt;Sebagai seorang muslim maka sudah menjadi kewajiban dengan tidak membiarkan kesesatan menyebar serta merajalela. Oleh karenanya berikut ini beberapa cara yang dapat ditempuh dalam mensikapi perpecahan ini:&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Memulai dengan ilmu&lt;br /&gt;Hal ini sebagaiman yang dilakukan oleh Syaikh Islam Ibnu Taimiyah. Pada masa beliau hidup banyak sekali firqoh sesat yang menyebar di tengah masyarakat. Seperti Syi'ah, Shufi, Quburiyah, Jahmiyah, Mu'tazilah, Qodariyah, Bathiiyah, serta firqoh lainnya. Ketika beliau menyadari bahwa kerusakan ini tidak dapat diperbaiki kecuali dengan ilmu. Maka mulailah beliau mendalami dunia ilmu, terutama adalah Al Qur'an dan As Sunnah. &lt;br /&gt;Walaupun beliau tumbuh berkembang di keluarga berilmu, hal tersebut tidak membuat beliau merasa cukup. Inilah yang menunjukkan hikmah beliau. Karena tidak ada hakim (orang berhikmah) kecuali memiliki ilmu bermanfaat. Orang yang tidak memiliki tak dapat memberi.&lt;br /&gt;2. Menyebarkan ilmu&lt;br /&gt;Setelah menguasai berbabagai cabang ilmu terutama kitab dan sunnah, maka beliau mulai menyebarkannya. Beliau bentuk halaqoh-halaqoh ilmu serta majelis ilmu. Lewat majelis dan halaqoh tersebut beliau sebarkan manhaj salaf. Beliau juga mengajak umat ini untuk berpegang teguh terhadap manhaj salaf. &lt;br /&gt;Mengapa manhaj salaf? Sebab merekalah yang paling mengerti terhadap maksud dari al qur'an dan as sunnah, karena kedekatan mereka terhadap rasulullah  dan mereka paham terhadap sebab turunnya al qur'an. Selain itu keimanan terbatas dengan apa yang telah ada pada nabi dan para shahabatnya. Maka tidak ada iman kecuali iman mereka, dan tidak ada kebenaran kecuali kebenaran yang terdapat pada mereka. &lt;br /&gt;3. Jidal (Diskusi/ dialog)&lt;br /&gt;Inilah cara yang perlu ditempuh yakni dengan mengadakan debat / diskusi. Ini pula yang dilakukan oleh Ali ketika mengajak Khawarij kembali ke jalan yang benar. Beliau mengutus Abdullah bin Abbas ke perkampungan Khawarij untuk mengadakan diskusi serta bertanya kepada mereka sebab dendam mereka kepada Ali. Mereka mengemukakan 3 alasan. maka Ibnu Abbas pun menjawab dengan argumentasi yang sangat jelas, layaknya cahaya matahari menembus ke dalam kalbu menghidupkan cahaya iman. Diskusi tersebut tidak saja membuat mereka terdiam namun juga mengerti serta menerima alas an yang dikemukakannya. Sehingga belum lagi debat itu selesai, 2000 orang Khawarij bangkit serentak mengatakan kepuasan mereka terhadap keterangan Ibnu Abbas. Mereka memaklumkan penarikan diri mereka dari memusuhi Ali dan kembali ke pangkuan ahlus sunnah wal jamaah.&lt;br /&gt;Ibnu Taimiyah pun pernah menempuh cara yang sama. Ketika para pengikut madzhab sesat menentang kitab Aqidah Wasithiyah karangan beliau maka diadakan debat terbuka. Semua ulama madzhab tersebut hadir dihadapan sulthon serta disaksikan kerumuman manusia. Mereka mendebat syaikh islam dengan argumentasi yang banyak. Namun semua itu dapat beliau patahkan. Beliau juga menjelaskan bahwa aqidah karangan beliau tidaklah dari dirinya sendiri namun berdasarkan al qur'an dan as sunnah, serta ijma' salafush sholih. Sehingga selepas majelis banyak dari mereka memuji Ibnu Taimiyah serta kembali berpegang teguh dengan madzhab salaf.&lt;br /&gt;4. Menulis buku&lt;br /&gt;Cara lain yang dapat ditempuh yakni dengan menulis buku. Buku tersebut berisi penjelasan tentang firqoh / golongan sesat tersebut. Mulai dari pendiri, masa kemunculan, tokohnya, inti ajaran, serta sebab kesesatannya. Cara ini pernah ditempuh oleh Ibnu Taimiyah dengan menulis Minhajus Sunnah.&lt;br /&gt;Buku tersebut memuat firqoh sesat yang merebak pada masa beliau hidup. Beliau paparkan dengan rinci semua hal yang berkaitan dengan firqoh tersebut. Bahkan beliau lebih mengetahui madzhab mereka dari pada mereka sendiri.&lt;br /&gt;Contoh lain dari buku yang memuat tentang firqoh sesat pada saat ini adalah Mausu'ah Muyassaroh. Buku tersebut mengungkap berbagai firqoh sesat yang berkembang kontemporer ini.&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-7703784696841253069?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/7703784696841253069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=7703784696841253069' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/7703784696841253069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/7703784696841253069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2009/04/mensikapi-perpecahan.html' title='Mensikapi Perpecahan'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-5288670926409828187</id><published>2009-04-18T04:41:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T09:01:39.066-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='zaid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiqh'/><title type='text'>Tidur Yang Membatalkan Wudhu</title><content type='html'>Pendahuluan&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah  yang telah menciptakan alam semesta beserta isinya. Shalawat serta salam semoga tercurahkan kehadirat nabi Muhammad  dan seluruh sahabat beliau.&lt;br /&gt;Salah satu ajaran yang paling pokok dalam Islam adalah masalah shalat. Ia merupakan salah satu dari rukun Islam, tiangnya agama. Bahkan shalat menjadi tolok ukur bagus tidaknya amalan seorang muslim. Dan merupakan amalan manusia yang pertama kali dihisab pada hari kiamat kelak.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, mengingat pentingnya masalah shalat ini, hendaknya seorang muslim mengetahui hal-hal yang berkaitan denganya. Baik hal-hal yang menjadikan shalat itu baik dan benar atau pun hal-hal yang bisa merusak shalat itu sendiri.&lt;br /&gt;Satu hal yang paling urgen dalam masalah ini adalah keadaan seseorang yang menentukan sah tidaknya shalat itu sendiri. Di antaranya adalah masalah thaharah. Karena orang yang tidak suci ketika shalat maka shalatnya tidak sah. Untuk itu perlu kita ketahui sesuatu yang bisa membatalkan thaharah itu sendiri.&lt;br /&gt;Ada banyak hal yang bisa membatalkan thaharah. namun dalam makalah ini kami hanya akan membahas tidur, apakah membatalkan thaharah atau tidak. Mengingat banyaknya perbedaan pendapat di kalangan para ulama fiqih, maka kami perlu membahas masalah ini.&lt;br /&gt;Dalam tulisan ini akan kami paparkan dalil-dalil yang berhubungan dengan tidur, baik yang menunjukkan batalnya wudhu dan juga yang menunjukkan tidak batalnya wudhu karena tidur itu sendiri. Juga kami paparkan perbedaan pendapat di kalangan ahli fiqih dalam masalah ini, dan kami akhiri dengan kesimpulan.&lt;br /&gt;Kami menyadari banyaknya kekurangan dan kesalahan dalam makalah ini. Untuk itu kami meminta ustadz yang terkait untuk bisa mengoreksi dan memperbaiki kesalahan-kesalahan itu. Dan kami senantiasa memohon ampun kepada Allah  atas kesalahan, baik disengaja ataupun tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian&lt;br /&gt;Tidur adalah keadaan dimana seseorang hilang kesadarannya.&lt;br /&gt;Sedangkan orang yang batal wudhunya berarti ia tidak dalam keadaan suci lagi atau terkena hadats, maka ia harus berwudhu agar kembali suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil-dalil yang berkaitan dengan masalah ini&lt;br /&gt;Hadits-hadits yang menunjukkan bahwa tidur tidak membatalkan wudhu.&lt;br /&gt;1. Hadits anas bin malik , ia berkata, “saat itu sudah dikumandangkan iqamat untuk shalat, tetapi Nabi  memanggil seseorang dan beliau terus memanggilnya sampai para sahabat yang lain tertidur, kemudian nabi  datang dan shalat bersama mereka.&lt;br /&gt;2. Hadits yang diriwayatkan oleh Muslim&lt;br /&gt;عَنْ قَتَادَةَ قَالَ سَمِعْتُ أَنَسًا يَقُولُاكَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنَامُونَ ثُمَّ يُصَلُّونَ وَلَا يَتَوَضَّئُونَ قَالَ قُلْتُ سَمِعْتَهُ مِنْ أَنَسٍ قَالَ إِي وَاللَّهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari qatadah dia berkata, “aku mendengar anas berkata, “dahulu shahabat-shahabat Rasulullah  tidur kemudian shalat dengan tidak berwudhu lagi’, ada yang berkata, “aku bertanya, ‘engkau mendengarnya dari anas?”, dia menjawab, “ya, demi Allah.”&lt;br /&gt;3. Hadits ibnu abbas , ia berkata, “aku bermalam di rumah bibiku maimunah, Rasulullah  bangun dan aku berdiri di samping kirinya, maka beliau memegang tanganku dan menjadikanku di sebelah kanannya, maka apabila aku tertidur, beliau memegang daun telingaku.” Ibnu abbas mengatakan beliau shalat sebelas rekaat.&lt;br /&gt;4. Hadits yang diriwayatkan dari ibnu abbas  ia berkata:&lt;br /&gt;بِتُّ فِي بَيْتِ خَالَتِي مَيْمُونَةَ فَصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعِشَاءَ ثُمَّ جَاءَ فَصَلَّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ ثُمَّ نَامَ ثُمَّ قَامَ فَجِئْتُ فَقُمْتُ عَنْ يَسَارِهِ فَجَعَلَنِي عَنْ يَمِينِهِ فَصَلَّى خَمْسَ رَكَعَاتٍ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ نَامَ حَتَّى سَمِعْتُ غَطِيطَهُ أَوْ قَالَ خَطِيطَهُ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الصَّلَاةِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku bermalam di rumah bibiku Maimunah, maka Rasulullah  shalat isya’, kemudian beliau  datang dan shalat empat rekaat kemudian tidur kemudian bangun, maka aku berdiri di samping kiri beliau , maka rasulullah  menjadikanku di sebelah kanannya kemudian shalat lima rekaat dan dua rekaat kemudian beliau tidur sampai aku mendengar dengkuran beliau kemudian beliau keluar untuk shalat.&lt;br /&gt;Secara dhahir dalil-dalil di atas menunjukkan bahwa tidur tidak membatalkan wudhu. dan semua hadits-hadits di atas shahih.&lt;br /&gt;Hadits-hadits yang menunjukkan bahwa tidur membatalkan wudhu.&lt;br /&gt;1. Hadits safwan bin assal, dia berkata, “Rasulullah  memerintahkan kami mengusap sepatu-sepatu kami tatkala kami bepergian jauh dan tidak dilepas selama tiga hari, baik karena buang air besar, kencing, atau tidur, kecuali mengalami janabat.” . hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah  menyamakan semua jenis tidur, tidak mengkhususkan lama atau sebentar, satu keadaan dengan keadaan yang lain, dan disamakan antara tidur dengan perkara buang air besar atau kecil.&lt;br /&gt;2. Dari Ali bin Abi Thalib , dari nabi ,&lt;br /&gt;“kedua mata adalah tali (penutup) dubur, barang siapa yang tidur, hendaklah dia berwudhu.”&lt;br /&gt;3. Ulama yang menyatakan bahwa tidur membatalkan wudhu mengatakan para ulama bersepakat mewajibkan wudhu bagi seorang yang hilang akalnya karena gila atau pingsan, bagaimana pun kondisinya, demikian juga halnya dengan tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan pendapat di kalangan para ulama fiqih&lt;br /&gt;dalam hal ini para ulama terbagi menjadi tiga kelompok pendapat:&lt;br /&gt;Pertama: tidur itu membatalkan wudhu (hadats). Karenanya orang yang berpendapat demikian mewajibkan wudhu bagi orang yang tidur, baik sedikit atau banyak.&lt;br /&gt;Kedua: tidur bukan merupakan hadats. Karenanya, tidak wajib wudju lantaran tidur. Kecuali jika ketika tidur itu yakin mengeluarkan hadats. Ini menurut fuqaha’ yang tidak menganggap pengaruh ragu-ragu, kecuali jika orang yang tidur itu merasa ragu. Menurut fuqaha’ yang berpendapat bahwa syak itu terdapat pengaruh, maka sebagian ulama salaf—jika tidur—mereka minta kepada orang lain untuk menilai keadaannya, apakah mengeluarkan hadats atau tidak.&lt;br /&gt;Ketiga: membedakan antara tidur sedikit dengan tidur banyak. Mereka mewajibkan wudhu untuk tidur banyak, sedang tidur sedikit tidak mewajibkan wudhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat dari empat Mazhab:&lt;br /&gt;Hanafiah: Pada hakekatnya tidur itu sendiri tidak membatalkan wudhu, kecuali dalam tiga keadaan. Pertama: tidur dengan posisi miring, kedua: tidur denga posisi berbaring atau terlentang. Ketiga: tidur bertumpu pada salah satu pangkal paha.&lt;br /&gt;Tidur dengan tiga posisi di atas menyebabkan longgarnya persendian, sehingga seseorang tidak tahu keadaan dirinya. Sedangkan posisi tidur dengan duduk tenang di atas tanah atau yang lainnya maka tidak membatalkan wudhu, sesuai dengan pendapat yang paling benar.&lt;br /&gt;Syafi’iyyah: Orang yang tidur batal wudhunya kecuali antara pantat dan tempat duduknya rapat dan tidak ada celah, seperti dengan duduk atau menunggang kendaraan. Sedangkan kalau ada celah antara keduanya maka wudhunya batal. Sedangkan ngantuk tidak membatalkan wudhu, walaupun keadaannya sangat ngantuk, karena ia masih bisa mendengar suara orang yang berbicara di dekatnya walaupun tidak memahaminya.&lt;br /&gt;Hanabilah: Tidur membatalkan wudhu bagaimana pun keadaanya. Kecuali tidur yang ringan dalam posisi duduk atau berdiri.&lt;br /&gt;Dalam kitab Al-Mugni disebutkan, tidur terbagi menjadi tiga: pertama, tidur terlentang. Tidur yang seperti ini membatalkan wudhu, baik sebentar atau lama (menurut pendapat yang mengatakan tidur membatalkan wudhu). Kedua, tidur dengan duduk. Jika tidurnya sebentar tidak membatalkan wudhu, namun jika lama maka membatalkan wudhu. Ketiga, selain dua keadaan di atas. Yaitu tidur dengan posisi berdiri, ruku atau sujud. Ada yang mengatakan batal wudhunya, namun ada yang mengatakan tidak batal wudhunya dengan catatan tidurnya tidak lama.&lt;br /&gt;Malikiyah: Tidur yang nyenyak membatalkan wudhu baik sedikit atau banyak, dengan posisi berdiri, duduk ataupun sujud. Sedangkan tidur yang ringan tidak membatalkan wudhu, baik sebentar maupun lama dengan posisi apa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munaqasah&lt;br /&gt;Karena dalil-dalil yang ada saling bertentangan, maka dalam mensikapi hal ini para ulama menggunakan dua metode, tarjih dan thoriqotul jam’i.&lt;br /&gt;Ulama yang mengikuti cara tarjih, kadang berpendapat ingin menghapuskan kewajiban wudhu lantaran tidur sama sekali, berdasarkan hadits-hadits yang menghapuskannya. Kadang, mereka mewajibkan wudhu karena tidur—sedikit atau banyak—berdasarkan hadits-hadits yang mewajibkan wudhu. Jadi hadits yang terkuat tidak tampak jelas, apakah hadits yang mewajibkan wudhu atau yang menghapuskannya.&lt;br /&gt;Kelompok yang berpendapat dengan metode thoriqotul jam’i menginterpretasikan hadits-hadits yang mewajibkan wudhu karena tidur dengan pengertian tidur yang banyak. Sedang hadits yang tidak mewajibkan wudhu karena tidur diartikan sebagai tidur yang sedikit. Penjamakan ini, adalah pendapat jumhur ulama’.&lt;br /&gt;Sedangkan menurut ulama ushul, cara thoriqotul jam’i lebih bisa dipandang lebih baik dibandingkan cara tarjih, selama masih bisa dilakukan penjamakan.&lt;br /&gt;Imam syafi’i, ketika mengecualikan tidur dengan duduk dari kewajiban wudhu mengajukan argumentasi bahwa masalah itu sudah diriwayatkan secara shahih dari para sahabat. Bahwa mereka tidur sambil duduk, lalu mengerjakan shalat tanpa wudhu terlebih dahulu.&lt;br /&gt;Imam Abu Hanifah menyatakan wajibnya wudhu dikarenakan tidur dengan berbaring. Beliau menyandarkan pendapatnya ini dengan hadits marfu’ yang diriwayatkan dari ibnu umar  :&lt;br /&gt;إنما الوضوء على من نام مضطجعا&lt;br /&gt;“Sesungguhnya wudhu itu hanya (wajib) atas siapa saja yang tidur berbaring.”&lt;br /&gt;Sedangkan imam malik berpendapat bahwa tidur yang membatalkan wudhu adalah tidur yang pada dasarnya mendatangkan hadats. Sehingga dalam hal ini, imam malik dalam hal ini mempertimbangkan tiga segi: kenyenyakan, lamanya dan cara tidur. Namun imam malik tidak mengemukakan syarat lamanya atau cara tidurnya disamping segi nyenyaknya yang pada dasarnya hadats itu keluar. Sedang cara tidur yang pada prinsipnya tidak mendatangkan hadats, beliu mensyaratkan lama dan nyenyaknya tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat yang rajih.&lt;br /&gt;Dari semua dalil dan perbedaan pendapat di antara ulama fiqih yang ada bisa ditarik kesimpulan bahwa tidur yang pulas yang menyebabkan hilangnya kesadaran, tidak mampu mendengar suara, tidak merasakan jika sesuatu jatuh dari tangannya atau jika ada air liur keluar dari mulutnya dan lain-lain, adalah tidur yang membatalkan wudhu. Sebab tidur semacam ini menandai terjadinya hadats, sama saja apakah dalam posisi berdiri, duduk, berbaring, ruku’, sujud, tidak ada bedanya semua posisi itu.&lt;br /&gt;Tetapi jika tidur ringan berupa rasa kantuk yang sangat sehingga orang tersebut masih merasakan hal-hal yang kami sebutkan di atas, maka bagaimana pun kondisinya, tidur seperti itu tidak membatalkan wudhu. Sesuai dengan hadits yang menyebutkan tertidurnya para shahabat sampai kepala mereka tertunduk, dan hadits Ibnu Abbas ketika shalat bersama nabi . Dengan demikian terkumpullah seluruh dalil-dalil yang tersebut di dalam bab ini. Wallahu a’lam bish-shawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi&lt;br /&gt;1. Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul-Maqashid, Ibnu Rusyd, Darul-Kutub Al-Ilmiyah, Beirut, Lebanon&lt;br /&gt;2. “Shahih Fiqih Sunnah Lengkap Berdasarkan dalil-dalil dan penjelasan para imam yang termasyhur“, Abdul Malik Kamal bin As-Sayyid Salim, pustaka azzam, jakarta, cetakan ke I tahun 2006.&lt;br /&gt;3. Al-Mugni, Ibnu Qudamah, hajar, kairo, cetakan ke II tahun 1412 H/1992 M.&lt;br /&gt;4. Al-Fiqhul Al-Islamy Wa Adillatihi, Dr. Wahbah Az-Zahily, Darul-Fikri, Damsyiq, cetakan ke III tahun 1409 H/1989 M.&lt;br /&gt;5. Maktabah Syamilah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-5288670926409828187?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/5288670926409828187/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=5288670926409828187' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/5288670926409828187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/5288670926409828187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2009/04/pendahuluan-segala-puji-bagi-allah-yang.html' title='Tidur Yang Membatalkan Wudhu'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-5094990088468888425</id><published>2009-03-09T06:50:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T08:52:04.643-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='zaid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aqidah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>PARANORMAL (TUKANG RAMAL) PENJUAL AGAMA</title><content type='html'>Akhir-akhir ini banyak sekali para tukang ramal atau tukang sihir atau dukun yang mengaku-ngaku sebagai seorang tabib. Ada yang mengaku bisa mengobati berbagai macam penyakit; memberikan jalan keluar bagi orang yang mempunyai masalah baik masalah jodoh, keuangan dan lain-lain. bahkan ada yang mengaku bisa mengetahui masa depan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu dibungkus dengan berbagai macam tipu daya. Sehingga masyarakat menganggapnya sebagai sesuatu yang lumrah dan tidak berpengaruh bagi keimanan seseorang. Bahkan ada sebagian masyarakat yang hampir segala urusannya haruslah mendapat legetimasi dari para tukang ramal yang ia yakini kesaktiannya.&lt;br /&gt;Anak muda banyak yang terobsesi dengan ramalan bintang. Sedang yang tua sangat bergantung dengan primbon dan segala macam yang berbau klenik. ada juga ramalan-ramalan yang dibungkus dengan berbagai hal yang ilmiah sehingga orang yang terjerumus di dalamnya tidak merasa telah jatuh ke dalam hal yang dimurkai oleh Allah .&lt;br /&gt;Mengingat pentingnya hal ini dan juga akibat yang akan didapat oleh orang-orang yang terjerumus di dalamnya. Baik si peramal itu sendiri atau pun orang-orang yang memanfaatan jasa mereka. Maka kami akan sedikit memaparkan hal-hal yang berkaitan dengan hal ini. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pengertian paranormal (peramal)&lt;br /&gt;Paranormal adalah orang yang dianggap memiliki kemampuan dalam memahami, mengetahui dan mempercayai hal-hal yang tidak dapat dijelaskan secara ilmiah.&lt;br /&gt;Paranormal dalam bahasa arab disebut dengan ‘arraaf atau kahin. ‘arraaf adalah yang mengaku mengetahui kejadian yang telah lewat, yang bisa menunjukkan barang yang dicuri, atau tempat kehilangan suatu barang. Sedangkan kahin adalah orang yang memberitakan hal-hal ghaib yang akan terjadi atau sesuatu yang terkandung di hati.&lt;br /&gt;Syeikhul islam ibnu taimiyah mengatakan bahwa ‘arraaf , kahin, munajjim dan ahli nujum adalah nama yang sama untuk pengertian dua hal di atas.&lt;br /&gt;Imam Ahmad berkata : “al-‘arraaf adalah bagian dari sihir, namun tukang sihir lebih keji.”&lt;br /&gt;Dukun, tukang ramal dan paranormal sama-sama orang yang mengaku mengetahui perkara-perkara yang ghaib. Baik yang lalu atau pun yang akan datang. Mereka mendapatkan kabar-kabar itu dari syetan. Mereka mengatakan, “akan terjadi begini, akan terjadi begitu.” Seolah-olah ia tahu segala hal yang akan terjadi di masa yang akan datang.&lt;br /&gt;Namun ada perkara-perkara yang belum terjadi dan bisa diperkirakan akan terjadi pada saat-saat tertentu. Seperti akan terjadi gerhana, terbit dan tenggelamnya matahari dan semua hal yang bisa diperkirakan dengan menghitungnya. Maka itu semua bukan termasuk dalam perdukunan dan peramalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil-dalil yang berkaitan dengan hal ini dan penjelasannya&lt;br /&gt;عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ لَمْ يُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ يَوْمًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa mendatangi ‘arraaf (tukang ramal) dan menanyakan kepadanya tentang sesuatu tidak dan membenarkannya tidak akan diterima sholatnya selama empat puluh hari.”&lt;br /&gt;Dhohir hadits ini mengatakan bahwa mendatangi tukang ramal, dukun dan sebangsanya, maka shalatnya tidak diterima selama 40 hari. Maka mendatangi dan bertanya kepada tukang ramal, dukun, ataupun para normal bisa dibagi menjadi 4 keadaan.&lt;br /&gt;1. Bertanya kepada mereka tanpa membenarkan. Ini hukumnya haram. Karena pelakunya diancam tidak diterima shalatnya selama 40 hari, dan sesuatu mendatangkan ancaman menunjukkan keharamannya.&lt;br /&gt;2. Bertanya dan membenarkannya. Maka hal ini bisa menjadikan palakunya kafir. Karena ia menyakini bahwa tukang ramal itu mengetahui hal yang ghaib dan otomatis mendustakan Al-Qur’an yang menetapkan bahwa tiada seorang pun yang mengetahui yang ghaib kecuali Allah .&lt;br /&gt;3. Bertanya untuk mengujinya. Hal ini diperbolehkan karena tidak termasuk yang disebutkan dalam hadits di atas.&lt;br /&gt;4. Bertanya untuk mengungkap kebohongan dan kelemahannya. Maka yang demikian sangat dianjurkan bahkan bisa menjadi sebuah keharusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;]لَمْ يُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ يَوْمًا[&lt;br /&gt;“Tidak diterima shalatnya selama 40 hari”&lt;br /&gt;Inilah keadaan orang yang bertanya kepada tukang ramal atau dukun, jika demikian maka bagaimana keadaan orang yang ditanya?&lt;br /&gt;Imam An-Nawawi berkata: “maksud hadits di atas adalah tiada pahala sholat bagi pelakunya. Jika dia menjalankan sholat maka hal itu hanya menggugurkan kewajibannya untu menjalankan sholat. Dan tidak perlu mengqodho (mengulangi) sholatnya. Hadits ini harus diartikan demikian, karena para ulama bersepakat bahwa orang yang mendatangi tukang ramal tidak harus mengulangi shalatnya selama empat puluh malam. Dalam hadits tersebut ada larangan mendatangi dukun dan sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَالْحَسَنِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَتَى كَاهِنًا أَوْ عَرَّافًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ&lt;br /&gt;Dari abu hurairah dan hasan dari Nabi  berkata: “barang siapa yang mendatangi kahin (dukun) atau ‘arraaf (tukang ramal) dan membenarkan apa yang dikatakannya, sungguh ia telah kafir dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad .”&lt;br /&gt;Kafir dengan apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad  berarti ia telah kafir dengan salah satu ayat Al-Qur’an yaitu,&lt;br /&gt;قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ&lt;br /&gt;“Katakanlah: "Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah",(Qs. An-Naml : 65)&lt;br /&gt;Sedangkan orang yang kafir dengan salah satu ayat Al-Qur’an berarti ia telah kafir dengan kalam Allah. Dan orang yang kafir dengan kalam Allah berarti kafir dengan Allah .&lt;br /&gt;Maka barang siapa membenarkan seorang dukun bahwa ia memiliki pengetahuan terhadap hal-hal yang ghaib, padahal ia tahu bahwa tidak ada yang mengetahui yang ghaib kecuali Allah maka ia telah masuk dalam kekafiran yang besar yang mengeluarkan pelakunya dari dien. Namun jika itu dikarenakan kebodohannya dan tidak menyakini adanya kebohongan sedikit pun dalam Al-Qur’an maka ia masuk dalam kufrun duna kufrin (kafir yang tidak mengeluarkan pelakunya dari dien).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka para penjual dien&lt;br /&gt;Menurut sebagian ulama’, termasuk Ibnu Taimiyah, dukun, tukang ramal, ahli nujum, dan paranormal adalah mempunyai makna yang sama. Mereka adalah orang yang mengaku mengetahui hal-hal yang ghaib, baik perkara-perkara yang telah lalu atau yang akan datang. Para dukun ini mendapatkan kabar dari para syetan yang mencuri-curi dengar dari langit. Oleh dukun kemudian kabar itu disampaikan kepada manusia. Maka ketika hal itu benar-benar terjadi orang-orang yang lalai menganggap bahwa si dukun tersebut mengetahui perkara-perkara yang ghaib. Maka kemudian setiap perkara yang menimpa mereka selalu dikembalikan kepada si dukun. Padahal dukun-dukun itu pada hakikatnya adalah pendusta. Satu kebenaran yang ia sampaikan selalu dibarengi dengan 100 kebohongan.&lt;br /&gt;Para dukun, tukang ramal dan yang semisal mereka tidak akan terlepas dari dua hal. Meminta bantuan kepada syetan-syetan atau melakukan kebohongan yang sangat besar. Jika mereka meminta bantuan kepada syetan-syetan itu maka ia telah berbuat suatu kesyirikan. Dan jika mereka melakukan kebohongan dengan mengaku mempunyai pengetahuan terhadap perkara-perkara yang ghaib maka hal ini bisa mengeluarkannya dari dienul islam.&lt;br /&gt;Keadaan mereka yang seperti ini tidak jauh berbeda dengan keadaan para tukang sihir yang melakukan praktek-praktek sihirnya dengan bantuan dari syetan. Para tukang sihir itu telah menjual dien mereka dengan praktek-praktek sihir yang dipenuhi kedustaan terhadap ayat-ayat Allah. Maka mereka tidak akan mendapatkan keberuntungan di akhirat kelak disebabkan perbuatannya.&lt;br /&gt;Allah  berfirman,&lt;br /&gt;وَلَقَدْ عَلِمُواْ لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ خَلاَقٍ&lt;br /&gt;“sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat” (Qs. Al-Baqoroh : 102)&lt;br /&gt;Namun yang sangat memprihatinkan, pada saat ini banyak orang yang meremehkan dan tidak peduli dengan perkara ini. Para dukun, tukang ramal dan para pengikutnya bebas berkeliaran di mana-mana dengan sombong karena manusia memuji mereka. Padahal mereka adalah orang yang telah menjual dien mereka dengan harga yang sangat murah.&lt;br /&gt;Kadang para dukun dan tukang ramal ini mengaku bahwa mereka adalah wali Allah dan ilmu yang dimilikinya adalah karomah. Tidak diragukan lagi bahwa orang yang mengaku sebagai wali yang berdalil dengan keghaiban yang ia beritakan, maka ia adalah wali syetan dan bukan wali Allah. Karena sesungguhnya karomah adalah sesuatu yang Allah anugerahkan kepada hamba-Nya yang bertakwa, bisa dengan doa atau dengan amal shalih, bukan hasil buatan wali itu sendiri dan bukan dengan kehendaknya. Lain halnya dengan orang yang mengaku wali Allah dan berkata kepada orang-orang, “ketahuilah bahwa saya adalah orang yang mengetahui sesuatu yang ghaib”, karena hal-hal seperti ini terkadang dihasilkan melalui sebab-sebab yang telah disebutkan dan sebab-sebab itu adalah sesuatu yang haram dan bohong.&lt;br /&gt;Dan lebih parahnya lagi, manusia telah telah tertipu dengan perbuatan mereka yang dibumbui dengan berbagai macam kebohongan. Bahkan banyak sekali iklan-iklan komersil yang telah berani mempromosikan mereka dan praktek perdukunannya. Baik di media elektronik atau pun media cetak. Sungguh ini merupakan tolong-menolong dalam kejahatan dan kekufuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;1. tidak akan berkumpul antara membenarkan para dukun dan tukang ramal dengan iman terhadap Al-Qur’an. Diambil dari sabda Rasul : “barang siapa mendatangi dukun dan membenarkan apa yang dikatakannya maka ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad .” Sedangkan mendustakan Al-Qur’an adalah kekufuran yang paling besar.&lt;br /&gt;2. sudah jelas bahwasannya mendatangi para dukun dan tukang ramal adalah perbuatan kufur. Diambil dari sabda beliau : “maka telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada muhammad .”&lt;br /&gt;3. perbedaan ulama dalam mamaknai kahin dan ‘arraaf.&lt;br /&gt;a. pendapat pertama : ‘arraaf adalah kahin, yaitu orang yang memberi kabar tentang perkara-perkara ghaib yang akan terjadi. Dua kata ini adalah sinonim dan tidak ada perbedaan di antara keduanya.&lt;br /&gt;b. Pendapat kedua: ‘arraaf adalah orang yang biasa dimintai petunjuk untuk mengetahui perkara-perkara yang telah terjadi dan juga dimintai petunjuk tentang barang-barang yang hilang dan tempatnya. Maka ‘arraaf lebih umum dari kahin, karena ia mencakup kahin.&lt;br /&gt;c. Pendapat ketiga: ‘arraaf adalah yang mengabarkan hal-hal yang tersembunyi. Sedangkan kahin adalah yang mengabarkan hal-hal yang ghaib di masa yang akan datang.&lt;br /&gt;Maka bisa ditarik kesimpulan dari pendapat-pendapat di atas bahwa ‘arraaf adalah kahin. Atau ‘arraaf lebih umum dari kahin. Atau ‘arraaf khusus untuk masalah yang telah lalu dan Kahin khusus masalah yang akan datang. Wallahu a’lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji’:&lt;br /&gt;1. Al Qur’an Al Karim Dan Terjemahannya, Depag&lt;br /&gt;2. Al-Qulul Mufid syarh Kitabut-Tauhid, Muhammad Bin Sholih Al-Utsaimin, cetakan pertama th. 2004, Darul Aqidah, Cairo.&lt;br /&gt;3. Taisir Al-Aziz Al-Hamid,&lt;br /&gt;4. Fathul Majid,&lt;br /&gt;5. fathul Majid Penjelasan Kitab Tauhid (Membersihkan Akidah Dari Racun Syirik), Syaikh Abdurrahman Hasan Alu Syaikh, cetakan kesebelas thn 2007, Pustaka Azzam, Jakarta.&lt;br /&gt;6. Kamus Besar Bahasa Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-5094990088468888425?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/5094990088468888425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=5094990088468888425' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/5094990088468888425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/5094990088468888425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2009/03/paranormal-tukang-ramal-penjual-agama.html' title='PARANORMAL (TUKANG RAMAL) PENJUAL AGAMA'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-73211283665062371</id><published>2009-03-04T04:50:00.000-08:00</published><updated>2009-07-31T08:46:00.191-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='zaid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aqidah'/><title type='text'>Ramalan Zodiac, Iseng Atau Butuh</title><content type='html'>Kayaknya kamu udah pada kenal dan apal betul dengan “makhluk” yang satu ini. Malah nama-nama bintangnya bisa jadi udah pada hapal di luar kepala; Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricornus, Aquarius, dan Pisces. Urusan zodiak (rasi bintang) ini boleh jadi malah merupakan bagian dari rutinitas dalam kehidupan kamu. Ya, ibarat sistem lah, berarti bila kamu kelewatan sekali aja nggak baca ramalan zodiak di majalah kesayangan kamu, pasti merasa ada sesuatu yang kurang atau hilang dalam dirimu. Bener nggak? Hih, kayak apa aja ya?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emang, ada temen remaja yang bilang bahwa keberadaan rubrik zodiak di majalah bisa menjadi alternatif bacaan, terutama pas lagi bete. Dengan alasan sekadar iseng aja. Tapi ya, namanya juga ramalan, bisa bener, bisa juga kacau. Karena bisa jadi pembuatnya pun ngarang alias asal aja. Meski demikian, anehnya bagi beberapa temen, “kibulan” itu suka dipercayai, lho. Coba aja liat, banyak temen remaja yang demen banget dengan ramalan ini. Buktinya, di majalah remaja pasti ada aja rubrik zodiaknya. Karena katanya nggak seru dong bila nggak ada rubrik ramalan ini. Sudah barang tentu, ramalannya pun berkaitan dengan seputar sisi-sisi kehidupan ABG; bisa asmara, kesehatan, doku (baca: keuangan), karir apa yang cocok dijalani, juga gambaran secara umum nasib orang yang lahir dengan bintang tertentu selama seminggu ke depan.&lt;br /&gt;Coba, gimana nggak seru, kita bisa mengetahui perkiraan nasib kita selama seminggu ke depan. Bagi yang percaya bisa jaga-jaga apa yang bakal dilakukan bila kondisinya seperti itu. Makanya nggak heran bagi remaja yang lagi bete, ramalan zodiak ini bisa menjadi bacaan penghibur sekaligus harapan. Tapi tunggu dulu, itu juga bisa membikin kita jadi pemimpi, lho. Kok bisa? Ya, kamu perhatiin deh, temen kamu ada yang langsung percaya aja dengan apa yang ditulis di ramalan zodiak. Maka nggak heran bila tiba-tiba ngedapetin temen kamu wajahnya sumringah banget pas udah baca zodiak, karena kebetulan pas bagian zodiak doi ramalannya bikin enak ati. Tapi sebaliknya, bila ramalannya malah bikin bete, wajahnya bisa dilipat hingga nggak karuan-karuan bentuknya. Padahal kan belum tentu kejadiannya seperti itu.&lt;br /&gt;Emang, siapapun pasti seneng dong kalo dikasih kabar gembira. Apalagi bila itu menyangkut soal asmara, keuangan, dan kesehatan. Wuih, kayaknya tenang banget hidup ini. Padahal nggak semua yang ditulis itu masuk akal, kadang malah main nyocok-nyocokin aja. Karena emang nggak ada standarnya. Selain itu, karena nasib manusia emang nggak bisa diramal oleh manusia itu sendiri. Itu sebabnya persoalan ini termasuk ke dalam wilayah ghaib, alias kita nggak bakalan tahu. Suer, karena sampai kapan pun Allah swt. nggak bakalan ngasih bocoran kepada kita tentang umur, rizki, jodoh, bahagia or sedih. Allah Swt. nggak bakalan ngebisikin kepada kita bahwa umur kita sekian tahun, terus usaha kita bakal bangkrut atau tidak, asmara bakal bikin kita kecewa atau malah bahagia, lalu kesehatan memburuk atau nggak, terus jodohnya dengan si anu, dan persoalan lainnya. Semua itu kita nggak akan mengetahuinya, paling yang mampu dilakukan manusia adalah menerka-nerka. Tapi ya, namanya juga menerka alias menebak, pasti unsur gambling-nya (untung-untungannya) tinggi banget. Boleh jadi malah kepleset dan salah ngasih ramalan. Misalnya aja, si pembuat zodiak itu menjelaskan bahwa karir kamu nanti yang cocok adalah di bagian ADM (maksudnya administrasi), kamu kan seneng tuh. Mungkin udah sampe nyiapin selametan segala. Nah, tapi pada kenyataannya kok lain. Emang kerja sebagai ADM juga sih, tapi ini malah singkatan dari Angkat, Dorong, Manggul (ih, kejam amat ya?)&lt;br /&gt;Iseng atau emang butuh?&lt;br /&gt;Soal zodiak ini, kayaknya batas antara iseng dengan butuh jadi tipis deh. Kenapa? Soalnya, meski sebagian besar teman kamu bilang bahwa membaca ramalan zodiak itu sekadar iseng, tapi kok sering percaya dan main nyocok-nyocokin aja dengan apa yang ditulis di situ. Suer, kan jadi aneh ya? Bilangnya iseng tapi sering dipercaya. Kalo begitu berarti butuh dong? Bisa jadi. Nah, maka di sini kita kudu hati-hati. Pokoknya jangan mudah tergoda deh. Emang sih, siapa yang nggak heboh kalo tahu sebelumnya tentang masa depan kehidupan kita lewat ramalan. Kita jadi bisa siap-siap ngadepinnya. Nggak usah bingung, gitu lho. Tapi benarkah? Jangan-jangan cuma menghibur hati kamu yang lagi bete aja tuh. Iya nggak?&lt;br /&gt;Bagi sebagian teman remaja yang sulit membedakan antara iseng dengan butuh, itu bisa disebabkan karena doi seringkali menemukan bahwa ramalan tersebut ada benarnya. Padahal itu kan cuma kebetulan aja alias nggak pasti. Karena kalo pasti, berarti setiap apa yang disebutkan bakal terjadi, bukan cuma nebak-nebak aja. Ya, kayak main lotre lah, kita nebak keberuntungan kita. Siapa tahu dapat hadiah yang lebih gede nilainya. Jadi emang untung-untungan sebenarnya. Makanya, sebetulnya bukan iseng, tapi malah sudah mengarah kepada kebutuhan hidup dan dijadikan pegangan hidup. Kalo udah begitu, wah alamat kita bakal kecanduan dengan kibulan para pembuat ramalan itu.&lt;br /&gt;Melihat fakta bahwa masyarakat banyak yang membutuhkan, akhirnya ada yang nekat membuka usaha ramalan itu (selain rubrik zodiak di majalah, lho). Bahkan kemasan jualannya menarik juga. Malah profesional, lho. Coba aja perhatiin, sekarang di televisi aja ada iklan yang berkaitan dengan ramalan nasib kita yang dilihat dari kapan kita lahir; tangal berapa, bulan apa, lalu dicocokin dengan nama bintangnya. Setelah itu si peramal seolah-olah bikin kita-kita meyakininya. Karena selanjutnya doi ngoceh ngomongin soal karir kita, soal asmara, kesehatan, sampai keuangan. Pokoknya hal-hal yang berkaitan dengan hajat hidup kita di dunia ini. Coba, siapa yang nggak tertarik?&lt;br /&gt;Malah tak jarang untuk mendapatkan peruntungan nasibnya di masa depan, banyak remaja yang rela merogoh sakunya dalam-dalam untuk menebus ramalan itu. Harganya? Wow, kalo yang di telepon tarif premium bisa gila-gilaan mahalnya. Gimana nggak, bandrolnya aja ada yang sampai tiga rebu perak per menit. Bayangkan kalo kamu nelponnya keasyikan–setengah jam misalkan. Wah, berapa tuh uang yang bakal kamu keluarkan. Ih, tekor juga ya. Padahal itu belum tentu, lho. Udah tekor, kamu bisa terjerumus ke dalam kemusyrikan lagi. Tahu kan musyrik? Itu lho, membuat tandingan selain Allah untuk disembah dan dijadikan tempat meminta pertolongan. Karena kalo kita percaya banget sama omongan dukun itu, berarti kita telah menduakan Allah Swt. Karuan saja ini terkategori sebagai dosa besar. Allah akan murka kepada hamba-Nya yang begitu. Ya, kita aja suka cemburu kalo ada temen kita yang nyuekkin kita. Terus parahnya, temen kita malah berbaik-baik dengan temen lain. Kan gondok juga ya? Apalagi sampe bener-bener melupakan kita. Wah, itu sih urusannya bikin gerah ubun-ubun kita. Bisa jadi kita kesel seumur-umur, dan menyimpan dendam yang mengkarat (ciiieee, kayak di cerpen aja ya?) Pokoknya, gondok abis deh.&lt;br /&gt;Jadi mulai sekarang kamu kudu hati-hati dan harus bisa membedakan antara iseng dengan butuh. Tapi ya, meski cuma iseng buat apa?آ  kamu lakukan juga. Karena khawatir nanti keterusan percaya, akhirnya jadi butuh juga deh. Bikin berabe aja ya?&lt;br /&gt;Jangan percaya dukun&lt;br /&gt;Dalam masyarakat sunda terkenal pepatah yang berkaitan dengan dukun. Bunyinya: “Dukun lintuh panyakit matuh”, artinya, dukun gemuk, sementara penyakit tetap bercokol. Dengan kata lain, dukun itu cuma makan duitnya doang, sementara usaha untuk menghilangkan penyakit nggak ada hasilnya. Ini untuk menggambarkan bahwa dukun cuma ngibul doang. Kalo pun suatu saat tebakannya benar, itu cuma kebetulan aja, Brur. Contohnya aja dulu banyak orang keblinger untuk mendapatkan nomor kode buntut, pas rame-ramenya judi terselebung (PORKAS dan SDSB). Nah, yang kebanjiran order adalah para dukun untuk dimintai fatwanya. Nomor berapakah yang bakal muncul. Anehnya banyak yang percaya tuh. Bener-bener jaman edan. Kalo emang dukun itu tahu, udah aja dia masang sendiri, nggak usah ngasih bocoran ke orang lain. Ini membuktikan bahwa emang dukun itu juga nggak tahu apa-apa, dan emang tukang kibul.&lt;br /&gt;Nah, kalo sikap kita kepada ramalan zodiak seperti itu juga, berarti kita pun nggak ada bedanya dengan orang-orang yang telah lebih dulu percaya sama dukun alias tukang ramal. Pokoknya nggak usah melibatkan dirimu dalam kancah ramal-meramal; kamu nggak boleh percaya bualan mereka yang membuat ramalan di zodiak atau malah mendatangi dukun secara langsung. Hih, amit-amit deh. Terus terang, bahwa manusia siapa pun ia nggak tahu dan nggak bakal dikasih tahu sama Allah tentang masa depan kehidupan dunianya; rizki, bahagia, sengsara, jodoh, usaha, dan juga kematian. Nggak ada yang tahu kecuali Allah. Kenapa? Karena?آ  masalah ini termasuk ke dalam wilayah ghaib. Firman Allah Swt.:&lt;br /&gt; “Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”  (QS. al-An’am [6]: 59)&lt;br /&gt;Dalam ayat lain diterangkan bahwa Allah tidak akan memberi semacam bocoran kepada manusia tentang masa depan kehidupannya, kecuali hanya kepada Rasul yang diridhoi-Nya. Firman Allah Swt.:&lt;br /&gt;إ“(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.” (QS. al-Jin [72]: 26-27)&lt;br /&gt;Imam al-Qurthubi menyebutkan ketika menafsirkan ayat tersebut bahwa ramalan bintang tak ada faedahnya sama sekali, dan tidak menunjukkan celaka atau bahagia (seseorang). Ramalan tersebut tiada lain adalah penentangan terhadap al-Quran yang agung. Sikap penentangan terhadap al-Quran ini berarti telah menghalalkan darah orang yang melakukan ramalan perbintangan itu.&lt;br /&gt;Ali bin Abi Thalib pernah dilarang oleh seseorang untuk tidak bepergian dengan alasan bahwa bulan sedang pada posisi Scorpio. Dan itu akan mengakibatkan bencana bagi Ali r.a. dan para sahabatnya. Tapi sahabat Nabi ini tidak mempedulikan saran orang tersebut, kemudian beliau berkata: Kami mendustakan dan menyalahi perkataanmu. Kami akan berangkat pada waktu yang kamu larang untuk berangkat. Ali kemudian menghadapkan dirinya pada orang banyak dan berkata: “Wahai manusia, hindarkanlah diri kalian dari belajar ilmu perbintangan, kecuali apa yang dapat menunjuki kalian di kegelapan darat dan laut. Seorang peramal bintang (ahli nujum) tak lain adalah seperti tukang sihir, sedangkan tukang sihir adalah seperti orang kafir, dan orang kafir tempatnya di neraka…. (kitab Nahjul Balaghah juz I, hlm. 128).&lt;br /&gt;Kalo pun mereka suka benar dengan tebakannya. Tetep aja nggak bisa dipercaya. “Dan dari Aisyah, ia berkata: “Rasulullah Saw. pernah ditanya oleh sekelompok manusia tentang masalah tukang tenung (sihir), maka jawabnya: ‘Mereka bukan apa-apa,’ mereka pun bertanya lagi: ‘Ya Rasulullah sesungguhnya mereka itu kadang-kadang menceritakan sesuatu yang ternyata benar.’ Maka jawab Rasulullah saw: ‘Kalimat itu dari Allah yang dicuri oleh Jin lalu diulang-ulanginya ke telinga kekasihnya dengan dicampur 100 kedustaan.” (HR. Ahmad, Bukhari, dan Muslim dalam kitab Terjemah Nailul Authar Juz VI, halaman 2686).&lt;br /&gt;Ramalan zodiak ini kelihatanya kayak nggak bermasalah, karena kamu nggak mendatangi dukun yang emang tampangnya bikin serem dan misterius. Bisa jadi malah yang bikin zodiak itu tampangnya nggak amit-amit, tapi imut-imut. Terus nggak keliatan kumuh, tapi malah perlente. Terus kamu juga mungkin bisa beralasan bahwa toh hanya sekadar iseng dan main-main doang. Pokoknya cuma nyenengin ati yang lagi bete aja. Tapi inget lho, suatu saat itu bisa juga menyeret kamu untuk mempercayaianya. Kalo udah begitu, apa bedanya dengan yang percaya sama dukun dan tukang ramal lainnya. Jadi kudu hati-hati. Kalo pun boleh iseng atau main-main, ya jangan yang bisa merusak akidah. Berbahaya bin gaswat. Terus bagaimana Islam memandang para tukang sihir atau yang cuma iseng jadi tukang ramal? Islam tentu aja bakal menjatuhkan sanksi. Soalnya, kalo cuma aturannya aja tanpa ada sanksi, ibarat ular tanpa bisa. Hukuman bagi yang benar-benar tukang sihir adalah hukuman mati, sebagaimana dalam sebuah hadits; “Hukuman terhadap tukang sihir itu dipenggal lehernya dengan pedang. (HR. Tirmidzi dan Daruqutni).&lt;br /&gt;Nah, daripada kita terbuai oleh ramalan bintang yang emang cuma bualan dan bikin akidah Islam kita cacat, mendingan energi kamu disalurkan buat belajar tentang Islam. Islam sebagai akidah dan syariat. Itu berarti, selain kamu telah melaksanakan salah satu kewajiban–yakni mencari ilmu–kamu juga bisa lebih pandai dari orang yang nggak belajar. Walhasil, kita bakal tahu, mana yang boleh dilakukan dan mana yang dilarang untuk dilakukan. Nah, mulai sekarang, tinggalin deh kebiasaan kamu percaya sama ramalan zodiak. Soalnya takut keterusan percaya. Bisa dosa lho. Dan, yang pasti emang itu nggak ada gunanya. Tinggalin deh!&lt;br /&gt;(Diambil dari www.gaulislam.com) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-73211283665062371?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/73211283665062371/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=73211283665062371' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/73211283665062371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/73211283665062371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2009/03/ramalan-zodiac-iseng-atau-butuh.html' title='Ramalan Zodiac, Iseng Atau Butuh'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-245182889105850841</id><published>2009-03-03T01:57:00.000-08:00</published><updated>2009-07-31T08:46:44.208-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiqh dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='zaid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='profil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sirohnabawiyah'/><title type='text'>Mush’ab bin umair  Potret keberhasilan seorang da’i</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Keberhasilan suatu kegiatan dakwah sangat dipengaruhi oleh kualitas dari para pengemban dakwah itu sendiri. Hal ini tidak dapat dipungkiri dan sudah dibuktikan pada masa Rasulullah . Para sahabat beliau  adalah manusia pilihan yang memiliki kepribadian yang sangat menakjubkan. Mereka inilah manusia-manusia yang dengan senang hati mengorbankan apa pun yang dimiliki demi kemajuan dakwah islam.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya para sahabat  adalah orang-orang yang baik dan mulia. Namun masing-masing dari mereka memiliki kelebihan sendiri-sendiri yang tidak dimiliki oleh yang lain. Begitu juga dengan pemuda yang satu ini. Ia merupakan sosok yang sangat dihormati di kalangan penduduk mekkah sebelum ia masuk islam. Pakaiannya senantiasa bersih, rapi dan wangi. Rambutnya yang hitam selalu disisir rapi. Kemampuannya berbicara yang memancarkan kewibawaan. Dengan segala kelebihan yang ia miliki menjadikan para penduduk mekkah selalu merindukannya dan senantiasa menjadi bahan pembicaraan para gadis.&lt;br /&gt;Maka tidak salah rasulullah  memilihnya untuk medakwahkan islam di madinah. Bahkan Ia adalah duta pertama rasulullah  yang mampu menjadikan sebagian besar penduduk madinah menerima dienul islam.&lt;br /&gt;Ia adalah sosok sahabat yang sangat mulia. Islam telah mengubah total hidupnya. Dari keadaan yang penuh dengan kemewahan yang tidak dirasakan oleh anak muda pada saat itu menjadi seorang pemuda yang sangat zuhud terhadap dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasabnya&lt;br /&gt;Mush’ab bin Umair bin Hashim bin Abd Manaf bin Abdil Daar bin Qushai bin Kilab bin Murrah Al-Qurasyi Al-Abdary. Kuniahnya adalah Abu Abdillah.  Dia adalah sahabat Rasulullah  yang sangat terkenal dan menjadi teladan bagi umat islam sepanjang zaman.&lt;br /&gt;Mus’ab bin umair adalah salah seorang di antara sahabat Nabi Muhammad . Ia bagaikan mawar suku Quraisy, yang terpandai dan tertampan. Para ahli sejarah melukiskannya sebagai “penduduk Mekah yang sangat mempesona.”&lt;br /&gt;Ia lahir dan dibesarkan dalam kemewahan serta tumbuh dalam keadaan yang serba kecukupan. Mungkin tidak ada seorang anak-anak pun di Mekah yang dimanjakan oleh kedua orang tuanya seperti yang dialami Mus’ab bin Umair. Anak muda yang periang ini, hidup mewah dan dimanjakan oleh kedua orang tuanya serta menjadi Buah bibir gadis-gadis Mekkah. Ia pun merupakan permata kaumnya yang disegani dan dihormati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keislaman dan kehidupannya setelah masuk islam&lt;br /&gt;Suatu hari, anak muda ini mendengar berita yang telah tersebar di kalangan penduduk mekkah mengenai Muhammad Al-Amin, bahwa Allah telah mengutusnya sebagai pembawa berita gembira dan peringatan untuk mengajak mereka menyembah kepada Allah . Ketika perhatian penduduk Mekkah terpusat pada berita itu, tidak ada yang menjadi pembicaraan mereka selain Nabi Muhammad  dan ajarannya. Mush’ab sendiri merupakan pendengar yang penuh perhatian.&lt;br /&gt;Ia telah sering mendengar kalau Nabi  dan para pengikutnya biasa mengadakan pertemuan di suatu tempat yang jauh dari gangguan para pemimpin Quraisy yaitu di Ash-Shafa di rumah Al-Arqam bin Al-Arqam (Daar Al-Arqam). Dia tidak membuang waktu dan pada suatu malam pergi ke Darul Arqam dengan perasaan rindu dan khawatir. Di sana, Nabi Muhammad  bertemu dengan para sahabat, membacakan ayat-ayat Al-Qur’an dan shalat. Ketika Mush’ab baru duduk dan merenungkan ayat-ayat Al-Qur’an yang dibacakan oleh Nabi Muhammad , hatinya menjadi terpesona dan kagum.&lt;br /&gt;Hampir saja ia terangkat dari tempat duduknya karena dipenuhi oleh perasaan gembira yang luar biasa. Tapi Rasulullah  menepuk dadanya dengan tangan kanannya, hingga hatinya menjadi tenang dan damai bagaikan kedalaman laut yang tenang. Dalam sekejap mata, pemuda yang baru saja memeluk islam itu tampak lebih bijaksana jika dibandingkan umurnya yang masih muda dan mempunyai kebulatan tekad yang mampu mengubah perjalanan sejarah.&lt;br /&gt;Ibunda Mush’ab yaitu khunas binti Malik yang ditakuti oleh para penduduk Mekkah karena memiliki kepribadian yang kuat. Ketika Mush’ab memeluk islam, tidak ada satu orang pun yang ditakutinya di dunia ini selain ibunya. Bahkan penduduk mekkah beserta semua berhala-berhalanya, para bangsawan dan padang pasir menantangnya, ia akan menghadapinya. Tetapi untuk berselisih dengan ibunya merupakan sesuatu yang tidak mungkin, sehingga ia berpikir dan akhirnya memutuskan untuk menyembunyikan keislamannya sampai Allah menghendaki. Ia senantiasa pergi ke Darul Arqam dan mendapat pelajaran dari Nabi Muhammad . Ia merasa puas dan bahagia dengan keimanannya dan dapat menghindari kemarahan ibunya yang belum mengetahui keislamannya.&lt;br /&gt;Bagaimanapun, kota Mekkah pada saat itu tidak dapat menyimpan rahasia. Mata dan telinga kaum Quraisy di mana-mana, bersiap dan mengikuti setiap jejak kaki di tanahnya. Pada waktu itu, Utsman bin Thalhah, melihatnya memasuku rumah Al-Arqam secara sembunyi-sembunyi, lalu pada hari yang lain ia melihatnya shalat seperti muhammad. Segera ia menyampaikan kepada ibu Mush’ab, yang merasa kaget atas berita tersebut.&lt;br /&gt;Mush’ab berdiri di depan ibunya serta para penduduk dan bangsawan mekkah yang berkumpul mengelilinya, menyampaikan kepada mereka kebenaran yang tidak terbantah dan membacakan ayat-ayat Al-Qur’an yang telah mencucikan hatinya dan mengisinya dengan kemuliaan, kebijaksanaan, kejujuran dan ketakwaan.&lt;br /&gt;Ketika ibunya bermaksud menamparnya, tangannya yang bagaikan anah panah tiba-tiba luluh pada sebuah kekuatan cahaya yang membuat wajah Mush’ab telah bersinar dengan keagungan. Bagaimanapun, ibunya yang berada di bawah tekanan tradisi turun-temurun, tidak jadi memukulnya, meskipun menjadi kekuasaannya untuk membela tuhan-tuhan yang telah ditinggalkan anaknya. Sebagai gantinya, ia membawa Mush’ab ke salah satu sudut rumah dan mengurungnya. Mush’ab dikurung di sana sampai akhirnya ia mendengar berita tentang hijrahnya beberapa orang muslim ke Habsy. Ia mencari akal dan berhasil memperdaya ibu serta para penjaganya lalu pergi ke Habsy.&lt;br /&gt;Ia tinggal di sana bersama kaum muslimin yang lain, kemudian kembali ke Mekkah. Ia juga ikut hijrah yang kedua kalinya bersama para sahabat atas perintah Rasulullah . Baik di Mekkah maupun di Habsy, keimanannya makin bertambah.&lt;br /&gt;Mush’ab merasa yakin bahwa hidupnya telah cukup baik untuk dipersembahkan sebagai pengorbanan kepada sang pencipta dan Penguasa alam semesta. Pada suatu hari ia tampil di hadapan kaum muslimin yang sedang duduk di sekitar Nabi Muhammad , dan ketika mereka melihatnya mereka menundukkan kepala dan meneteskan air mata, karena melihatnya mengenakan jubah yang telah usang. Mereka mengingatkan penampilannya sebelum masuk islam di mana pakaiannya bagaikan bunga-bunga taman, sangat bagus dan harum.&lt;br /&gt;Nabi Muhammad  menyaksikannya dengan pandangan yang penuh arti, rasa syukur dan cinta, dan bibirnya tersungging dengan anggun seraya berkata: “saya melihat Mush’ab dahulu, tidak ada anak-anak di mekkah yang dimanja orang tuanya seperti dia. Tetapi sekarang ia menanggalkan semuanya demi cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.”&lt;br /&gt;Ibunya telah menghentikan semua kesenangan yang pernah diperolehnya, karena ia tidak dapat mengembalikan Mush’ab kepada agamanya. Ia menolak siapa pun yang telah meninggalkan berhalanya untuk memakan makanannya, bahkan oleh anak kandungnya sendiri. Hubungan terakhir antara ibunya dan Mush’ab adalah ketika ibunya hendak mengurungnya yang kedua kali setelah kembali dari Habsy dan ia berjanji bahwa jika ibunya melakukan hal tersebut maka ia akan membunuh orang-orang suruhan ibunya. Ketika tahu kebulatan tekad putranya yang telah mengambil keputusan, maka ia-pun melapaskan Mush’ab dengan tetesan air mata.&lt;br /&gt;Peristiwa tersebut melukiskan kegigihan ibunya yang berusaha mempertahankan kekafiran serta sebaliknya kesetiaan dan ketaatan Mush’ab mempertahankan keimanan. Ketika ibunya berkata kepada Mush’ab—pada saat mengusirnya dari rumah: “pergilah! aku bukan ibumu lagi.” Maka Mush’ab menghampiri ibunya dan berkata: “ wahai ibuku, saya telah menasihati dan mengasihanimu, mohon saksikanlah bahwa tiada sesembahan yang haq kecuali Allah dan muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.” Ibunya menyahut kepadanya dengan sangat marah: “Demi bintang, aku tidak akan pernah memeluk agamamu, menurunkan statusku dan melemahkan pikiranku.”&lt;br /&gt;Mush’ab pun meninggalkan hidup penuh kesenangan dan memilih hidup miskin dan sengsara. Ia merasa puas dengan kehidupan keras yang belum pernah dialami sebelumnya, mengenakan pakaian yang usang, makan sehari dan menderita lapar beberapa hari. Semangat ini, yang telah didasari oleh keimanan yang kuat, dihiasi oleh cahaya ilahi dan telah mengubah dirinya menjadi seorang manusia dan pribadi yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilannya dalam berdakwah&lt;br /&gt;Ketika ia berada pada keadaan ini, Rasulullah  mengangkatnya untuk sebuah misi besar dalam hidupnya, yaitu menjadi duta ke Madinah. Misinya adalah mengajar kaum Anshar yang telah beriman dan bai’at kepada Rasulullah  di Aqabah, mengajak yang lain untuk masuk islam dan mempersiapkan penyambutan hijrah Rasulullah . Pada saat itu terdapat beberapa sahabat Rasulullah  yang lebih tua, lebih berpengaruh dan lebih dekat hubungan kekeluargaannya dengan rasulullah  dibanding Mush’ab. Tetapi beliau memilih Mush’ab yang baik dan mempercayakan tugas penting pada saat itu, menyerahkan ke tangannya nasib islam di Madinah, suatu kota yang ditakdirkan menjadi tempat hijrah, batu loncatan para da’i islam dan pembebas masa depan.&lt;br /&gt;Mush’ab memikul tugas dan kepercayaan yang telah diberikan Allah kepadanya serta melengkapinya dengan pikiran yang cerdas berbudi luhur. Ia berhasil mengambil hati penduduk Madinah dengan sifat zuhud, jujur dan hati yang tulus. Sehingga mereka berduyun-duyun memeluk agama islam. Ketika Rasulullah  mengutusnya ke Madinah, hanya terdapat 12 orang muslim yang telah bai’at di bukit Aqabah. Tetapi beberapa bulan kemudian terjadi beberapa peningkatan orang-orang yang memenuhi panggilan Allah dan Rasul-Nya. Selama musim haji berikutnya umat muslim Madinah mengirim perwakilan sebanyak 70 orang laki-laki dan perempuan ke Mekkah untuk bertemu dengan Rasulullah .&lt;br /&gt;Mereka datang disertai dengan guru mereka dan duta Rasulullah  yaitu Mush’ab bin umair. Mush’ab telah membuktikan dengan keutamaan dan pikiran cerdasnya bahwa Rasulullah  mengetahui dengan pasti bagaimana memilih duta dan guru-gurunya.&lt;br /&gt;Mush’ab memahami tugasnya dengan baik. Ia mengetahui bahwa tugasnya adalah menyeru kepada Allah dan rasul-Nya, ia menyeru orang-orang kepada jalan yang lurus. Sebagaimana Rasulullah  yang dipercayainya, ia tidak lebih sebagai penyampai pesan. Di madinah, mus’ab tinggal sebagai tamu di rumah As’ad bin zurarah, dan keduanya sering mengunjungi kabilah-kabilah, rumah-rumah dan tempat pertemuan, membacakan ayat-ayat al-qur’an dari Allah serta menanamkan pengertian bahwa Allah adalah Rabb Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;Ia pernah menghadapi beberapa kejadian yang hampir merenggut juwa dan sahabat-sahabatnya, tetapi terselamatkan oleh kecerdasan akal dan kebesaran jiwanya. Suatu hari, ketika ia sedang mengajarkan islam kepada orang-orang, dikejutkan oleh kehadiran pemimpin kabilah ‘abd al-ashal yaitu usaid bin hudair, yang menantangnya dengan menghunuskan panahnya.&lt;br /&gt;Usaid sangat marah dan benci terhadap mus’ab yang berusaha memalingkan agama orang-orangnya dengan mengajarkan kepada mereka meninggalkan berhala-berhala dan mengatakan ide tentang hanya ada satu ilah yang berhak diibadahi yaitu Allah. Tuhan-tuhan mereka merupakan pusat penyembahan, di mana pun mereka memerlukannya meka mereka mengetahui dan melihat tempatnya dan memohon pertolongan kepadanya. Begitulah yang ada dipikiran dan dibayangkan oleh mereka.&lt;br /&gt;Tetapi tuhan Muhammad, yang diserukan oleh mus’ab tidak ada yang mengetahui tempatnya dan tidak ada yang dapat melihatnya. Ketika kaum muslimin yang duduk di sekeliling mus’ab menjadi takut menyaksikan usaid bin hudair yang murka, mus’ab tetap tenang. Usaid berdiri di depan mus’ab dan as’ad bin zurarah sambil membentak, “apa yang membuat kalian datang kemari? Apakah kalian hendak mengubah kepercayaan kami? Pergilah dari sini jika ingin selamat!”&lt;br /&gt;Bagaikan tenangnya lautan, mus’ab mengatakan dengan halus: “kenapa anda tidak duduk dan mendengarkan dahulu? Jika anda menyukainya anda dapat menerimanya; dan jika anda tidak menyukainya, kami akan menghentikan apa yang tidak anda sukai!”&lt;br /&gt;Allahu akbar! Bagaimana sebuah awal atau pembukaan yang baik akan berakhir dengan menyenangkan! Usaid sebenarnya seorang yang cerdas dan sekarang ia diajak mus’ab hanya untuk mendengar dan tidak yang lainnya. Jika ia berhasil meyakinkannya, maka ia akan menerimanya dan jika tidak maka mus’ab akan meninggalkan lingkungan dan kelompoknya untuk mencari lingkungan lain yang tidak merugikan atau tidak dirugikan kemudian usaid menjawabnya dengan mengatakan, “baik, cukup adil.” Dan ia menurunkan panahnya serta duduk mendengarkan.&lt;br /&gt;Mus’ab lalu membacakan ayat-ayat al-qur’an, menjelaskan dakwah yang dibawa Muhammad bin abdullah, sedangkan kesadaran usaid bin hudair menjadi jelas dan bercahaya serta berubah seiring dengan untaian kata-kata yang diucapkan. Ia diliputi oleh keindahan. Ketika mus’ab selesai bicara, usaid bin hudasir menyeru keopadanya dan orang-orang di sekelilingya: “alangkah indah dan benarnya ucapan itu! Bagaimana ornag yang hendak masuk agama ini?” mus’ab mengatakan, dengan mensucikan diri dan pakaiannya serta mengucapkan: “saya bersaksi tiada ilah yang haq kecuali Allah.”&lt;br /&gt;Usaid kemudian pergi dan kembali dengan menuangkan air di kepalanya serta berdiri sambil menyatakan, “saya bersaksi tiada ilah yang haq selain Allah.”&lt;br /&gt;Usaid kemudian pergi dan kembali dengan menuangkan air di kepalanya serta berdiri sambil menyatakan: “seya bersaksi tiada ilah yang haq selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya.”&lt;br /&gt;Berita tersebut langsung tersebar dan sa’ad bin mu’ad datang untuk mendengarkan mus’ab sehingga ia merasa yakin lalu memeluk islam. Kemudian disusul oleh sa’ad bin ubadah.&lt;br /&gt;Dengan masuknya mereka berdua ke dalam islam, penduduk madinah kemudian bertanya-tanya di antara mereka: “jika usaid bin hudair, sa’ad bin muadz dan sa’ad bin ubadah telah memeluk islam, apalagi yang kita tunggu? Ayo kita pergi ke mus’ab dan beriman bersamanya. Demi Allah, ia telah menyeru kepada kita kebenaran dan jalan yang lurus!”&lt;br /&gt;Duta pertama nabi Muhammad  sukses tanpa tandingan. Keberhasilan yang wajar dsan layak diperolehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjemput kesyahidan&lt;br /&gt;Hari-hari dan tahun-tahun pun berlalu. Rasulullah dan para sahabat hijrah ke madinah dan orang-orang Quraisy merasa iri serta menyiapkan pengejaran terhadap hamba-hamba Allah yang saleh. Sehingga terjadilah perang badr dan mereka memperoleh pelajaran pahit seta kehilangan benteng. Setelah itu mereka mempersiapkan untuk melakukan balas dendam dan terjadilah perang uhud. Kaum muslim memobilisasi diri dan nabi Muhammad  berdiri di tengah-tengah umatnya untuk memilih siapoa yang sebaiknya membawa panji islam. Beliau lalu memanggil mus’ab dasn terpilihlah ia sebagai pembawa panji pasukan muslimin.&lt;br /&gt;Peperangan terjadi dengan dahsyatnya. Pasukan panah tidak mematuhi perintah Rasulullah dengan meinggalkan posisinya di bukut setelah melihat seolah-olah orang musyrik telah dikalahkan dan menyerah. Tetapi tindakan mereka ini ternyata mengalihkan kemenangan kaum muslim menjadi kekalahan. Karena tanpa disadari pasukan berkuda Quraisy menyerbu dari puncak bukit sehingga menyebabkan banyak orang muslim terbunuh.&lt;br /&gt;Ketika melihat pasukan umat muslim porak-poranda, kaum musyrik mengerahkan serangan kepada Rasulullah dengan maksud membunuhnya. Mus’ab menyaksikan ancaman tersebut, maka diacungkan bendera tinggi-tinggi dan berteriak: “Allahu akbar! Allahu akbar!” bagaikan raungan singa, ia berputar sambail melompat ke kiri dan ke kanan, bertempur dan membunuh para musuhnya. Maksudnya adalah untuk menarik perhatian musuh kepadanya sehingga mengalihkannya dari Rasulullah. Ia seolah-olah menjadi keseluruhan pasukan pada dirinya. Sungguh, mus’ab  bertempur seorang diri bagaikan poasukan besar yang mengacungkan bendera dengan satu tangan, sedang tangan lainnya menebaskan pedang. Tetapi musuh semakin banyak jumlahnya yang ingin melewati jenazahnya sehingga dapat mencapai Rasulullah .&lt;br /&gt;Marilah kita simak situasi yang melukiskan saat-saat terakhir mus’ab bin umair yang agung. Ibn sa’ad berkata: ibrahim bin Muhammad bin sharhabil al-abdari dari bapaknya, ia berkata: “mus’ab bin umair pembawa panji di perang uhud. Ketika pasukan muslim terpencar, mus’ab tetap bereda di tempatnya sehingga datanglah seorang musuh berkuda yang bernama ibnu quma’ah. Ia menebas tangan kanannya tetapi mus’ab berkata, “Muhammad tiada lain hanyalah seorang rasul, yang sebelumnya telah didahului oleh beberapa rasul.” (3:144). Maka dipegangnya bendera dengan tangan kirinya dan menyandarinya. Ia menebas tangan kirinya hingga putus sehingga ia menyandar ke bendera dan melekatkan ke dada dengan kedua pangkal tangannya sambil berkata, “Muhammad tiada lain hanyalah seorang rasul dan sebelumnya telah didahului oleh beberapa rasul.” Lalu ia menyerangnya yang ketiga kali dengan tombak, sehingga mus’ab gugur dan panji pun jatuh.&lt;br /&gt;Sungguh, ia telah gugur dalam keadaan syahid di usianya yang ke empat puluh . Ia gugur setelah berjuang dalam pertempuran hebat yang menuntut pengorbanan dan keimanan demi Allah . Ia khawatir jika ia terbunuh akan menyebabkan kematian Nabi . Karena tidak ada yang melindungi dan membela beliau. Tetapi ia menempatkan dirinya pada posisi seperti itu demi Nabi Muhammad . Dilandasi oleh perasaan takut dan cinta terhadap nabi, setiap tebasan pedang dari musuh dilanjutkan dengan ucapan, “dan Muhammad tiada lain hanyalah seorang rasul dan telah didahului sebelumnya oleh beberapa rasul.” (3:144). Kalimat yang kemudian dikukuhkan sebagai wahyu setelah ia mengucapkannya berulang kali.&lt;br /&gt;Setelah pertempuran sengit tersebut selesai, mereka menemukan jasadnya yang syahid terbaring dengan wajah menelungkup ke tanah, seolah-olah takut melihat jika bencana menimpa Nabi Muhammad . Sehingga ia menyembunyikan wajahnya agar tidak melihat peristiwa yang ditakutinya tersebut. Atau mungkun ia malu, karena ia mati sebagai syuhada sebelum memastikan keselamatan Rasulullah dan sebelum selesai menunaikan tugas dalam memebela dan melindungi Rasulullah.&lt;br /&gt;Rasulullah dan para sahabat datang meninjau medan poertempuran untuk mengucapkan perpisahan kepada para syuhada’nya. Ketika berhenti di tempat terbaringnya jasad mus’ab, nabi Muhammad meneteskan air mata.&lt;br /&gt;Khabab bin al-arat melukiskan: “kami hijrah di jalan Allah bersama Rasulullah dengan mengharapkan pahala dan keridhaannya. Di antara kami ada yang telah wafat sebelum menikmati pahalanya di dunia ini sedikit pun dan salah satu di antaranya ialah mus’ab bin umair, yang telah syahid pada perang uhud. Ia pun tidak meninggalkan sesuatu salain sehelai kain yang telah sobek. Jika kami menutupi kepalanya dengan kain tersebut, maka kakinya tidak tertutup dan jika kami menutup kakinya maka kepalanya yang tidak tertutup. Rasulullah memerintahkan kepada kami: “tutuplah kepalanya dengan kain tersebut dan tutuplah kakinya dengan rumput jeruk (idzkhir).”&lt;br /&gt;Betapa pun sedih dan dukanya Rasulullah atas kehilangan pamannya hamzah dan tubuhnya dirusak oleh orang musyrik hingga bercucuran air matanya; walaupun kenyataan medan perang dipenuhi oleh jasad para sahabatnya di mana semuanya melambangkan puncak kebenaran, kesucian dan cahaya; walaupun semua itu, tapi ia berdiri di hadapan jasad duta pertamanya, mengucapkan perpisahan dan meneteskan air mata. Sungguh Rasulullah berdiri di depan mus’ab dan matanya diselubungi oleh tetesan air mata, cinta dan kesetiaan sambil berkata: di antara orang-orang mukmin terdapat orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. (33:23)&lt;br /&gt;Kemudian beliau melihat dengan sedih kain yang ia selubungi lalu berkata: “ketika saya melihatmu di mekkah, tidak ada seorang pun yang berperhiasan mahal dan menandingi dirimu, dan sekarang kamu dengan rambut yang kusut hanya dibalut sehelai kain.” Kemudian Rasulullah melihat semua syuhada di medan perang dan bersabda: “Rasulullah akan menjadi saksi di hari kiamat bahwa kalian semua adalah syuhada di sisi Allah.” Lalu ia mengumpulkan para sahabat yang masih hidup dan berkata: “hai manusia, ziarahilah mereka, datangilah mereka dan ucapkanlah salam. Demi Allah, tidak seorang muslim pun sampai hari kaimat yang memberi salam kepada mereka kecuali mereka akan membalasnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-245182889105850841?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/245182889105850841/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=245182889105850841' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/245182889105850841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/245182889105850841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2009/03/mushab-bin-umair-potret-keberhasilan.html' title='Mush’ab bin umair  Potret keberhasilan seorang da’i'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-785577304975298025</id><published>2009-02-21T20:32:00.001-08:00</published><updated>2009-07-31T08:46:35.105-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiqh dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='profil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='firman'/><title type='text'>Hikmah di Balik Dakwah Ibnu Taimiyah</title><content type='html'>Pada akhir abad ke-empat hijriyah kaum muslimin mulai mengalami kemunduran di berbagai bidang, sehingga kaum muslimin menjadi lemah. Pada saat itulah musuh-musuh islam mulai menyerang dari dua arah; barat dan timur. Dari barat kaum muslimin diserang oleh pasukan salib. Sedangkan dari timur diserang oleh bangsa Tartar.&lt;br /&gt;Bahkan negeri syam selama dua abad di bawah kekuasaan hukum eropa. Sedangkan kaum salibis dapat menjajah Damsyiq pada tahun 491 H dan berjarak satu tahun yakni pada tahun 492 H Baitul Maqdis mampu dikuasai. Peperangan ini terus berlangsung dalam jangka yang lama. Kemudian perancis menguasai Dimyat di Mesir.&lt;br /&gt;Di sisi lain Tartar mulai keluar dari Cina terus berjalan ke barat menguasai Turkistan kemudian menyebrangi sungai dan menguasai samarqandi, bukhoro, dan yang lainnya. Sebagian dari mereka meneruskan perjalanan menuju khurosan dan ke perbatasan iraq. Dan pada tahun 657 atau 656 H Tartar mampu menguasai Baghdad. Dan sejak itulah tartar menguasai Syam. Maka jatuhlah wibawa khilafah islamiyah dan runtuhlah khilafah abbasiyah. Maka mulailah sistem pemerintahan islam dengan kerajaan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat situasi dan kondisi seperti inilah muncul Syaikh Islam Ibnu Taimiyah. Pada waktu itu terjadi kegoncangan politik dan hukum. Pada saat bersamaan pula muncul penyelewengan dan penyimpangan adat serta kebiasaan hidup. Sehingga islam menjadi terasing. Kesatuan umat islam tercerai-berai. Mulai muncul firqoh-firqoh sesat yang menyelisihi salaful sholih baik masalah aqidah maupun furu'. Selain itu terjadi kejumudan berfikir dan menyebar taqlid buta.&lt;br /&gt;Di antara firqoh menyebar pada saat itu adalah Syiah, Shufiyah, Quburiyah, serta firqoh yang menafikan seperti Jahmiyah, Mu'tazilah, Qodariyah. Ada pula yang berlebihan dalam mempelajari ilmu kalam dan filsafat sehingga menggeser istidlal (pengambilan dalil) dengan qur'an dan sunnah. Inilah sedikit gambaran kehidupan masyarakat islam pada masa itu.&lt;br /&gt;Lantas bagaimana beliau mampu merubah segala kerusakan yang terjadi dan menggantikannya dengan cahaya islam? Metode apa yang beliau tempuh sehingga Allah memberikan cahaya untuk masyarakat ini sehingga kembali menapaki Kitab, Sunnah, Ijma' dan Aqidah Salafush Sholih? Berikut ini beberapa hikmah beliau dalam berdakwah:&lt;br /&gt;1. Memulai dengan ilmu&lt;br /&gt;Ketika beliau hidup banyak sekali firqoh sesat yang menyebar di masyarakat. Beliaupun menyadari bahwa kerusakan umat ini tidak dapat diperbaiki kecuali dengan ilmu. Maka mulailah beliau mendalami berbagai cabang ilmu terutama adalah kitab dan sunnah. Walaupun beliau tumbuh berkembang di keluarga berilmu, hal tersebut tidak membuat beliau merasa cukup. Inilah yang menunjukkan hikmah beliau. Karena tidak ada Hakim (orang berhikmah) kecuali memiliki ilmu bermanfaat. Orang yang tidak memiliki tak dapat memberi.&lt;br /&gt;2. Menyebarkan ilmu&lt;br /&gt;Setelah menguasai berbagai cabang ilmu terutama kitab dan sunnah, beliaupun mulai menyebarkan dan mengajarkannya. Beliau membentuk halaqoh serta majelis ilmu. Lewat majelis tersebut beliau menyebarkan manhaj salaf, serta mengajak umat untuk berpegang teguh di atasnya. Mengapa manhaj salaf? Sebab merekalah yang paling mengerti terhadap maksud dari al qur'an dan as sunnah, karena kedekatan mereka terhadap rasulullah  dan mereka paham terhadap sebab turunnya al qur'an. Selain itu keimanan terbatas dengan apa yang telah ada pada nabi dan para shahabatnya. Maka tidak ada iman kecuali iman mereka, dan tidak ada kebenaran kecuali kebenaran yang terdapat pada mereka.&lt;br /&gt;3. Sikap beliau terhadap Qozan (Pimpinan Tartar)&lt;br /&gt;Syaikhul Islam tidak hanya mencari ilmu kemudian mengejarkannya kepada manusia serta menanamkan aqidah saja. Namun beliau menyemangati serta menghasung manusia untuk berjihad di jalan Allah, dan langsung turun ke medan jihad.&lt;br /&gt;Ketika Tartar menyerang Damsyiq (pada waktu itu di bawah kekuasaan kerajaan Mesir), sulthon menyiapkan pasukan untuk mengusir tartar dari Syam. Peperangan tersebut terjadi antara pasukan islam dan pasukan Qozan pada 27 Robiul Awal 699 Hijriyah . Kemenangan pun diraih pihak pasukan Tartar. Pasukan Shulton kembali ke Mesir sedangkan Tartar memasuki damsyiq serta membuat kerusakan di sana.&lt;br /&gt;Maka Syaikh Taqiyuddin pun mengadakan perundingan dengan penduduk negeri. Mereka sepakat untuk mendatangi Qozan hari Senin 13 Rabiul Tsani 699 H untuk bernegosiasi dengannya. Ketika mereka telah sampai di perkemahan Qozan di negeri Habk (letaknya bersebelahan dengan Damsyiq), dia pun langsung menyambut Syaikh Islam.&lt;br /&gt;Beliaupun menyampaikan beberapa permintaan. Yang pertama meminta jaminan keamanan bagi penduduk Damsyiq dan meminta kepadanya untuk membebaskan semua tawanan termasuk ahlu dzimmah. Beliau berbicara dengan sikap kesatria tanpa menunjukkan meminta untuk dikasihani. Maka Allah pun menyusupkan rasa takut ke hati Qozan. Sehingga diapun bertanya: "Siapa syaikh tersebut? Aku tak pernah melihat orang seperti dirinya, yang lebih kuat pendiriannya dan lebih mengena ucapannya di hatiku serta lebih ditunduki dari padanya." Orang-orang pun mengabarkan kepadanya tentang kedudukan beliau.&lt;br /&gt;Kemudian Ibnu Taimiyah berkata kepadanya lewat penerjemah: "Kamu menyangka dirimu muslim, dengan bersamamu qodhi, imam, syaikh, muadzin, sehingga engkau memerangi kami. Padahal bapakmu dan kakekmu kafir. Mereka berdua tidak mengerjakan seperti yang engkau kerjakan dan apabila berjanji menepati. Sedangkan dirimu apabila berjanji mengingkari, engkau berkata namun tidak melaksanakan dan engkau telah berbuat dzalim.”&lt;br /&gt;Kemudian Qozan menghidangkan makanan, semua orang pun memakannya kecuali Ibnu Taimiyah. Diapun bertanya mengapa tidak memakan makanan tersebut. Ibnu Taimiyah pun menjawab: “Bagaimana aku memakan makanan yang kalian rampas dari manusia, dan kalian memasak dengan kayu yang kalian ambil dari pohon manusia?”&lt;br /&gt;Qozan pun terdiam, kemudian meminta kepada Ibnu Taimiyah untuk mendoakannya. Beliaupun berdoa: “Ya Allah apabila hambamu ini berperang untuk menjadikan kalimat-Mu mulia dan supaya din ini hanyalah untukmu maka tolonglah dia dan kuatkan dirinya serta kuasakan kepadanya negeri ini beserta penduduknya. Apabila dia berperang karena riya’, sum’ah, serta mencari duniadan menjadikan kalimatnya tinggi dan menghinakan islam dan pembelanya, maka hinakanlah dia dan hancurkan kekuasaannya.” Qozanpun mengangkat tangan dan mengamininya.&lt;br /&gt;Melihat hal tersebut orang-orang mengkhawatirkan keadaan Ibnu Taimiyah. Mereka takut apabila beliau dibunuh lantaran melantunkan doa tersebut. Namun Allah berkehendak lain. Dia turunkan rasa takut di dalam hati musuh-Nya.&lt;br /&gt;Qozan pun memenuhi permintaan Ibnu Taimiyah serta berjanji melindungi darah kaum muslimin dan mengembalikan tawanan dari kaum muslimin. Tapi Syaikh Islam menolak hingga mengembalikan semua tawanan baik dari muslimin maupun ahlu dzimmah dari Yahudi dan Nasrani. Beliapun pulang dalam keadaan terhormat. Sungguh allah telah memberinya taufiq dan menolongnya karena niat baiknya serta keikhlasan niatnya. Allah pun memberikan manfaat kepada kaum muslimin melalui dirinya.&lt;br /&gt;Tidak hanya itu saja. Masih ada kisah yang menunjukkan keberanian beliau. Yakni beliau berangkat menuju Mesir meminta Shulthon untuk mengirim pasukan ke Syam apabila dia mau. Ia katakan kepada sultan Nashir Muhammad bin Qalawun, "Jika kalian tidak mau melindungi Syam, maka kami akan mengangkat sultan yang mau melindungi syam dan memperbaikinya pada masa-masa aman."&lt;br /&gt;Ia katakan lebih lanjut, "Taruhlah misalnya kalian bukan penguasa Syam kemudian penduduk Syam meminta bantuan kalian, maka kalian wajib memberi bantuan yang mereka perlukan. Lantas bagaimana jika kalian adalah penguasa Syam dan penduduk Syam adalah rakyat kalian dan kalian bertanggung jawab terhadap keselamatan mereka?"&lt;br /&gt;Ibnu Taimiyah tetap berada di tengah-tengah rakyat Mesir menguatkan semangat mereka dan menjanjikan kemenangan bagi mereka hingga akhirnya mereka menyiapkan pasukan dan mengirimkannya ke Syam. Ibnu taimiyah berada di benteng pertahanan Mesir selama delapan hari guna menyerukan jihad dan meminta mereka keluar menghadapi musuh Islam dan kaum muslimin. Pada tanggal 17 Jumadil Ula 700 H, Ibnu Taimiyah pulang ke Damascus. Ketika pasukan Tartar mengetahui persatuan kaum muslimin untuk menghadapinya maka mereka pulang ke negaranya karena lemahnya semangat perang mereka."&lt;br /&gt;Selang dua tahun tersiar kabar Tartar datang kembali setelah menyeberangi Euferat untuk menyerang Syam. Maka Ibnu Taimiyah pun kembali menghasung kaum muslimin untuk berjihad di jalan Allah dan beliau menjanjikan kemenangan di tangan kaum muslimin. Bahkan beliau bersumpah: "Sesungguhnya kalian pada kesempatan kali ini akan menang." Maka amir pun berkata: "Katakan Insya Allah!"&lt;br /&gt;Ibnu taimiyah menjawab: "Insya Allah secara pasti bukan menggantungkannya kepada Allah." Beliau mentakwilkan firman Allah:&lt;br /&gt;ذَلِكَ وَمَنْ عَاقَبَ بِمِثْلِ مَا عُوقِبَ بِهِ ثُمَّ بُغِيَ عَلَيْهِ لَيَنْصُرَنَّهُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ لَعَفُوٌّ غَفُورٌ (60)&lt;br /&gt;"Demikianlah, dan barang siapa membalas seimbang dengan penganiayaan yang pernah ia derita kemudian ia dianiaya lagi, pasti Allah akan menolongnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun." (QS. Al Hajj: 60)&lt;br /&gt;Beliau berhusnu dzan kepada Allah, sehingga berani bersumpah seperti ini.&lt;br /&gt;Dari kisah-kisah di atas ada beberapa hikmah yang dapat kita ambil:&lt;br /&gt;a. Beliau meminta keamanan bagi penduduk Damsyiq atas darah, kehormatan, serta harta mereka, maka Qozan pun mengabulkannya.&lt;br /&gt;b. Beliau memaksa untuk mengembalikan semua tawanan baik dari muslimin maupun ahli dzimmah.&lt;br /&gt;c. Keberanian beliau dalam ucapannya kepada Qozan sehingga Allah menyusupkan rasa takut ke dalam hatinya.&lt;br /&gt;d. Beliau memperingatkan Qozan atas pelanggaran janjinya, walaupun dia mengaku Islam.&lt;br /&gt;e. Makanan yang dihidangkan Qozan tidak dimakan. Sebab makanan tersebut merupakan harta yang dirampas dari kaum muslimin, serta dimasak menggunakan pohon manusia.&lt;br /&gt;f. Doa beliau yang menunjukkan hikmah serta keadilannya dan usahanya menolong agama Allah.&lt;br /&gt;g. Beliau menghasung kaum muslimin berjihad serta langsung turun ke medan jihad dan memimpin mereka.&lt;br /&gt;h. Beliau menjanjikan kemenangan, hal ini menunjukkan keyakinannya kepada Allah bahwa Allah akan menolong mereka. Oleh karenanya Allah pun menurunkan kemenangan.&lt;br /&gt;4. Debat terbuka&lt;br /&gt;Termasuk sikap beliau yang menunjukkan hikmah adalah memegang teguh aqidah salaf dan mencurahkan segenap waktu dan fikirannya untuk mengembalikan golongan menyimpang ke aqidah yang benar. Sebab merekalah orang yang paling mengetahui penyakit umat dan obanya. Hal ini dikuatkan dengan perkataan imam Malik bin Anas: “Umat ini tidak akan baik kecuali dengan baiknya generasi awal.”&lt;br /&gt;Dalam menolong madzhaf salaf dan membelanya beliau menggunakan hujjah aqliyah dan naqliyah. Bahkan pernah terjadi debat terbuka di Mesir dan Syam. Di antaranya adalah:&lt;br /&gt;a. Kitab Aqidah Wasithiyah&lt;br /&gt;Kitab ini beliau tulis untuk Ridho Din al Wasithi, pengikut madzhaf syafi’i. Dia terus meminta Ibnu Taimiyah untuk menulis kitab aqidah yang dapat dijadikan panduan bagi penduduk kota Wasith. Maka Ibnu Taimiyah pun menuliskan baginya dan disebarkan kepada masyarakat.&lt;br /&gt;Ketika tulisan tersebut tersebar luas, maka terjadi keresahan di golongan Jahmiyah, Ittihadiyah, Rofidhoh dan yang lainnya. Mereka pun mendatangi sulthon Mesir. Kemudian Sulthon Mesir menulis surat keada Amir Syam untuk mengumpulkan qodhi empat madzhab, para mufti, syaikh. Ketika surat itu tiba, Amir Syam langsung mengumpulkan Qodhi empat madzhab, para ulama dan Syaikh Ibnu Taimiyah di Damsyiq. Yakni bertepatan dengan hari Senin, 8 Rajab 705 H.&lt;br /&gt;Majelis pun dimulai dan syaikh Islam membacakan Aqidah Wasitiyah dari awal. Kemudian terjadi debat terbuka dengan disaksikan Amir. Beliau menjelaskan madzhab salafush sholih dengan gamblang bahwa inilah aqidah ahlus sunnah wal jama’ah yang berdasar kitab, sunnah, dan ijma’ salaf. Beliaupun mendebat para pengikut madzhab. Bahkan beliau lebih mengetahui madzhab mereka melebihi pengetahuan mereka terhadap madzhabnya. Beliau membuat mereka tak berkutik di hadapan amir.&lt;br /&gt;Majelis berikutnya digelar pada 12 Rajab 705 H, dengan dihadiri qodhi empat madzhab dan Shafiyuddin al Hindy. Dia mendebat Ibnu Taimiyah dengan argumentasi yang banyak. Namun diapun tunduk dan tak dapat berkutik dihadapan Ibnu Taimiyah. Beliau mendebat mereka dengan kitab, sunnah, dan atsar salafus sholih. Beliau juga mengajak mereka untuk berpegang teguh dengan madzhab salaf. Beliau menjelaskan bahwa sumber aqidah ini tidaklah dari dirinya sendiri, sebab tidak ada seorangpun yang diperkenankan mensyariatkan sesuatupun tanpa seizin Allah. Kitab tersebut disarikan dari al qur’an, sunnah, dan ijma’ salaf. Majelis inipun berakhir tanpa dapat mereka bantah. Syaikh Islam keluar diiringi manusia dengan membawa lilin mengiringi beliau hingga tiba di rumah.&lt;br /&gt;Majelis ketiga digelar pada 7 Sya’ban 705 H. Mereka berkumpul dan ridho terhadap Aqidah Wasitiyah. Sebagian mereka menguji beliau. Ini semua dilakukan di depan ketua majelis yakni Wakil Sulthon. Allah pun memenangkan kebenaran dan menghilangkan kebatilan.&lt;br /&gt;b. Dengan Kelompok Bathoiyah&lt;br /&gt;Di sini beliau berhadapan dengan kelompok Ahmadiyah al Bathoiyah. Mereka menyelisihi aqidah salaf yang diserukan oleh Syaikh Islam. Mereka menyeru kepada Al Qur’an dan As Sunnah namun amalan mereka merupakan amal syaithoniyah.&lt;br /&gt;Pada hari Sabtu, 9 Jumadil Ula 705 H, mereka mendatangi istana wakil Damsyiq. Mereka meminta kepada wakil sulthon agar menghentikan syaikh Ibnu Taimiyah serta dakwah salafiyahnya. Mendengar hal tersebut manusia berkumpul mengerumuni mereka.&lt;br /&gt;Namun sang amir belum mengabulkan permintaan mereka hingga dia mendatangkan Ibnu Taimiyah. Mendapat panggilan tersebut Ibnu Taimiyah pun menjelaskan bahwa mereka adalah ahli bid’ah. Mereka telah merusak agama kaum muslimin, dan beliau memaparkan apa yang beliau ketahui tentang mereka.&lt;br /&gt;Beliau melarang mereka melakukan bid’ah dan tindakan syaithoniyah seperti masuk ke dalam api. Syaikh islam siap masuk ke dalam api apabila mereka memasukinya. barangsiapa terbakar maka dia mendapatkan laknat Allah. Tapi sebelum masuk ke dalam api beliau mensyaratkan untuk mandi dengan air panas. Namun sebelum masuk syaikh islam mensyaratkan untuk mandi dengan air panas.&lt;br /&gt;Kemudian syaikh merekapun mendatangi amir dan meminta ampunan atas apa yang mereka lakukan di masa lampau. Mereka pun kembali mengikuti kitab dan sunnah, Ibnu Taimiyah pun menerima mereka. Namun ada syaikh sufi lain yang mendebat beliau. Maka beliau pun membuatnya tak berkutik di depan hadirin sehingga dia menyatakan kembali kepada al quran dan sunnah.&lt;br /&gt;Ibnu Taimiyah pun meminta kepada amir untuk memenggal siapapun yang menyelisihi kitab dan sunnah. Maka Amir pun menyampaikan pengumuman tersebut, barangsiapa menyelisihi kitab dan sunnah maka akan dipenggal lehernya. Manusia pun berkata:&lt;br /&gt;فَوَقَعَ الْحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (118) فَغُلِبُوا هُنَالِكَ وَانْقَلَبُوا صَاغِرِينَ (119)&lt;br /&gt;“Karena itu nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan. Maka mereka kalah di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina.” (Al A’rof: 118-119)&lt;br /&gt;c. Sikap Beliau Terhadap Tasawuf&lt;br /&gt;Beliau tidak serta merta menyamakan tasawuf. Beliau membedakan sikap beliau terhadap tasawuf sunni dan tasawuf bid’i. Beliau memuji tasawuf sunni. An dalam menyikapi tasawuf bid’i pun beliau tidak memukul rata. Namun beliau klasifikasikan sesuai dengan kedekatannya dengan sunnah, inti kebid’ahannya.&lt;br /&gt;5. Sikap beliau di dalam penjara&lt;br /&gt;a. Di penjara Qudhot Mesir&lt;br /&gt;Pada 18 syawal 707 beliau mengajari penghuni penjara dan memberi petunjuk serta wejangan dengan metode yang tepat. Sehingga Allah memberi petunjuk kepada sebagian besar mereka melalui perantara beliau.&lt;br /&gt;b. Di penjara Iskandariyah&lt;br /&gt;Pada 1 Rabiul Ula 709 H beliau memasuki penjara tersebut. Beliau memasuki istana luas, di dalamnya terdapat kemungkaran yang sangat besar. Maka lewat beliaulah Allah pun memberi manfaat kepada penduduknya. Beliau menjelaskan kebenaran dan memperingatkan bid’ah dan kemungkaran.&lt;br /&gt;c. Di Qol’ah Damsyiq&lt;br /&gt;Pada 16 Syawal 726 H beliau memasukinya. beliau berkata: “Aku sudah menantikannya. Di dalamnya terdapat kebaikan yang banyak dan maslahat yang besar. Selama di sana beliau banyak tilawah, menulis buku, membantah penentang sunnah, dan menulis masalah ziaroh qubur bid’ah serta menjelaskan ziaroh syar’iyah.&lt;br /&gt;Beliau merupakan dai penuh hikmah di manapun beliau berada. Beliau tidak memperdulikan di mana beliau tinggal selama masih daat menyebarkan ilmu dengan pena dan lisannya. Oleh karenanya beliau berkata: “Apa yang dapat dilakukan musuhku! Sesungguhnya surgaku ada di hatiku. Ke manapun aku pergi dia selalu bersamaku. Apabila aku dipenjara maka itu adalah khalwat, apabila aku dibunuh maka syahadah bagiku, dan apabila aku diusir maka itu merupakan syiyahah.”&lt;br /&gt;d. Menulis dengan arang&lt;br /&gt;Inilah yang menunjukkan kekuatan beliau dalam memperjuangkan kebenaran dan keteguhan beliau menapaki jalan tersebut di akhir hayatnya. Yakni ketika beliau di penjara Qo’ah Damsyiq dengan menulis menggunakan arang.&lt;br /&gt;Pada 9 Jumadil Akhir 728, Ibnu Taimiyah dilarang menggunakan perlengkapan menulis. Seluruh tulisan sebanyak 60 jilid beliau dikirim ke Maktabah Al Adiliyah. Pada saat seperti ini tidak mematahkan semangat beliau dalam menyampaikan kebenaran. Beliau masih tetap menulis walaupun menggunakan arang. Selain itu beliau mampu menghatamkan al qur’an sebanyak 80 kali selama di penjara.&lt;br /&gt;Tak berselang lama dari penjara tersebut beliau meninggal. Yakni pada 20 Dzulqo’dah tahun 728 H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan karunia Allahlah beliau menapaki jalan penuh hikmah. Beliau bak pelita bagi umat islam di tengah kegelapan. Beliau sebarkan kitab, sunnah, serta berjihad dengan lisan dan tangannya. Beliau mendebat penentang sunnah. Penjara pun tak dapat menghentikan dakwah beliau. Bahkan beliau mampu merubah lingkungan rusak kembali kepada lingkungang sholih. Semoga Allah memberinya balasan dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi:&lt;br /&gt;1. Al Hikmah fi ad da’wah ilallah, Sa’id bin Ali bin Wahf al Qohthony, maktabah Malik Fahd Al Wathoniyah, Cetakan ketiga Syawal 1317 H/ 1997 M.&lt;br /&gt;2. Wajah Dunia Islam Dari Bani Umayyah Hingga Imperialisme Modern, Dr. Muhammad Sayyid al Wakil, pen. Fadhli Bahri, Lc, pustaka Al Kautsar, Cetakan kelima, Juli 2005 M.&lt;br /&gt;3. Thoifah Manshurah Sifat dan Karakternya, Abdul Mun'im Musthafa Halimah, Darul Ilmi, cetakan pertama Jumadits Tsaniyah 1426 H, Juli 2005 H.&lt;br /&gt;4. Takamul Manhaj Ma'rifi 'Inda Ibni Taimiyah, Ibrahim 'Uqaili, Al Ma'had Al Alami Lil Fikri Al Islami, 1994 M/ 1415 M.&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-785577304975298025?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/785577304975298025/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=785577304975298025' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/785577304975298025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/785577304975298025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2009/02/hikmah-di-balik-dakwah-ibnu-taimiyah.html' title='Hikmah di Balik Dakwah Ibnu Taimiyah'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-6683080749919670999</id><published>2009-02-21T20:30:00.000-08:00</published><updated>2009-07-31T08:45:45.982-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='firman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tazkiyah'/><title type='text'>Bekerja Adalah Ibadah</title><content type='html'>Ibadah tidaklah sebagaimana yang dipahami oleh kebanyakan manusia, yakni hanya terbatas shalat, zakat, puasa, atau ibadah-ibadah mahdhoh lainnya. Lebih dari itu, apabila bekerja diniatkan sebagai wasilah agar dapat menjalankan perintah-Nya dengan sempurna juga termasuk ibadah.&lt;br /&gt;Karena ibadah sesuai dengan yang dijelaskan oleh Ibnu Taimiyah adalah, “Segala sesuatu yang dicintai oleh Allah berupa perkataan atau perbuatan, baik yang dhohir (nampak) maupun yang batin (tidak nampak).”&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh konkretnya, pada suatu hari Rasulullah  duduk-duduk bersama shahabatnya. Mereka melihat seorang pemuda yang gagah lagi kuat, dia berpagi-pagi dan bersegera pergi ke pasar. Maka para shahabat pun berkata: “Sayang sekali, seandainya saja masa mudanya digunakan di jalan Allah”. Maka Rasulullahpun bersabda: “Janganlah kalian berkata seperti itu, sesungguhnya apabila dia bekerja untuk menghidupi anaknya yang masih kecil maka dia di jalan Allah. Dan apabila dia bekerja untuk menjaga dirinya sendiri (dari meminta-minta) maka dia di jalan Allah. Sedangkan apabila dia bekerja untuk riya’ dan berbangga diri maka itu di jalan syaithan”. Kemudian ada yang bertanya: “Wahai Rasulullah, pekerjaan apa yang paling baik?” Beliau bersabda: “Hasil pekerjaan tangannya dan setiap jual beli yang baik.” (HR. Thabrani dan sanadnya shahih)&lt;br /&gt;Abu Sulaiman Ad Daroni berkata: “Ibadah menurut kami tidaklah sekedar engkau sholat sedangkan orang lain sibuk bekerja untuk menghidupimu. Akan tetapi mulailah dengan memenuhi kebutuhanmu kemudian beribadahlah.”&lt;br /&gt;Umar bin Khattab  juga pernah berkata: “Janganlah salah seorang dari kalian hanya duduk-duduk saja kemudian berdoa, “Ya Allah berikanlah aku rejeki”. Sesungguhnya kalian tahu bahwasanya langit tidak pernah menurunkan hujan emas dan perak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-6683080749919670999?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/6683080749919670999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=6683080749919670999' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/6683080749919670999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/6683080749919670999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2009/02/bekerja-adalah-ibadah.html' title='Bekerja Adalah Ibadah'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-4711518060697834692</id><published>2009-02-21T20:29:00.001-08:00</published><updated>2009-07-31T08:55:40.755-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='firman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tulisan ringan'/><title type='text'>ARTI SEBUAH KEMENANGAN</title><content type='html'>Kemenangan seringkali diartikan dengan keunggulan, keberhasilan, dan juga kesuksesan atas lawan. Seorang pembalap dikatakan menang apabila menjadi yang terdepan. Seorang petinju menang apabila dapat meng-K.O. lawannya. Perenang menang bila menajadi yang tercepat. Dan banyak lagi kemenangan-kemenangan yang selalu dikaitkan dengan keunggulan atas lawan.&lt;br /&gt;Namun apakah seperti itu islam memaknai sebuah kemenangan. Setidaknya ada 3 makna kemenangan dalam islam:&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tetap dengan komitmennya&lt;br /&gt;2. Allah akan menimpakan siksa batin kepada musuh-musuh islam&lt;br /&gt;3. Apabila mendapatkan kesyahidan&lt;br /&gt;Apakah da’wah nabi Nuh alaihi salam dianggap tidak berhasil karena hanya mendapatkan pengikut belasan orang. Padahal beliau berdakwah selama 950 tahun. Apakah dakwah Rasulullah  di Makkah tidak berhasil karena mendapatkan pengikut puluhan orang. Apakah perang Uhud dikatakan kalah karena banyak kaum muslimin yang memperoleh kesyahidan?&lt;br /&gt;Apabila standart kemenangan hanyalah pada materi maka sangat sedikit sekali orang yang berhasil. Banyak dari mereka yang harus menerima “kegagalan” ketika ajal menjeput, namun kemenangan tak kunjung datang. Oleh karenanya kemenangan tak harus bermakna unggul. Karena hakekat kemenangan adalah:&lt;br /&gt;1. tetap berpegang teguh dengan komitmennya&lt;br /&gt;mereka yang ajal menjelang namun tetap teguh dengan prinsip dan komitmennya tetaplah disebut menang. Karena ujian dan cobaan ketika dia hidup tak mampu merobohkan prinsip yang dia pegang. Bahkan komitmen dan prinsip tersebut diwariskan kepada generasi selanjutnya. Estafet perjuangan tidaklah berhenti hanya karena kehilangan salah seorang pejuangnya. Bahkan akan tumbuh sepuluh, seratus, bahkan seribu pejuangan yang memiliki komitmen dan prinsip seperti dirinya.&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-4711518060697834692?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/4711518060697834692/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=4711518060697834692' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/4711518060697834692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/4711518060697834692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2009/02/arti-sebuah-kemenangan_21.html' title='ARTI SEBUAH KEMENANGAN'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-283369532912529286</id><published>2009-02-21T20:23:00.000-08:00</published><updated>2009-07-31T09:04:13.583-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='firman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aqidah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>What The Meaning of The Name</title><content type='html'>“What’s the meaning of the name”&lt;br /&gt;Itulah sebuah pertanyaan masyhur dalam salah satu drama klasik William Shakespeare, seorang sastrawan dan penulis skenario drama yang sangat dikagumi oleh pecinta seni teater seluruh dunia. Berbeda dengan Hellen Keller, seorang cendikiawati penyandang cacat ganda, tuna netra, tuna rungu, dan tuna wicara. Dia mengalami sendiri betapa penting dan berartinya sebuah nama. Dalam “Everything Has a Name”, ia menulis betapa cakrawala pemikirannya menjadi terbuka saat menyadari bahwa segala sesuatu ada namanya. Lantas bagaimanakah islam nama bagi anak?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anak terlahir ke dunia maka dia memiliki hak-hak yang harus ditunaikan oleh orangtuanya. Salah satunya adalah diberi nama yang baik. Pemberian nama tersebut disunahkan untuk dilakukan pada hari ketujuh dari kelahirannya. Hal ini berdasar sabda Rasulullah  : “Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh, kemudian dicukur rambutnya, dan diberi nama.”&lt;br /&gt;Sesungguhnya nama-nama yang baik akan terpatri dalam jiwa sang anak sejak pertama kali mendengarnya. Dan dengannyalah kelak dia akan dipanggil di hari kiamat. Oleh karenanya Rasulullah  memerintahkan untuk memperbagus nama. Hal ini sebagaimana yang beliau sabdakan :&lt;br /&gt;إِنَّكُمْ تُدْعَوْنَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ بِأَسْمَائِكُمْ وَ أَسْمَاءِ آبَائِكُمْ, فَأَحْسِنُوْا أَسْمَائَكُمْ&lt;br /&gt;“Sesungguhnya kalian pada hari kiamat akan dipanggil dengan nama kalian sendiri dan nama-nama ayah kalian. Maka baguskanlah nama-nama kalian.”&lt;br /&gt;Selain itu, pemberikan nama anak dengan nama-nama yang baik merupakan salah satu syiar islam. Adalah bangsa Arab dahulu memberikan nama anak-anak mereka dengan nama-nama sesembahan mereka. Maka, ketika Allah  mengutus nabi untuk menegakkan pilar-pilar tauhid maka beliau juga mengatur pemberian nama sedemikiaan rupa. Di dalam salah satu sabdanya Rasulullah  mengajarkan kepada umatnya nama yang dicintai Allah. Beliau bersabda:&lt;br /&gt;أَحَبُّ اْلأَسْمَاءِ إِلىَ اللهِ تَعَالىَ عَبْدُ اللهِ وَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ&lt;br /&gt;“Nama yang paling dicintai oleh Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman”.&lt;br /&gt;Begitu bersemangatnya para shahabat mengamalkan hadits ini sehingga Ibnu Shalah mencatat sekitar 220 orang shahabat yang memiliki Abdullah. Sedangkan Iraqi mengatakan bahwa jumlah keseluruhannya mencapai 300 orang.&lt;br /&gt;Sayangnya tidak banyak orangtua mengetahui hal ini. Satu fenomena di masyarakat, banyak orangtua yang memberi nama dengan seadanya. Kadang mereka mengaitkan dengan hari kelahiran, bulan kelahiran, atau tahun kelahiran. Bahkan ada juga orangtua memberi nama anaknya dengan apa yang terbersit dalam benaknya.&lt;br /&gt;Seringkali pula orangtua memberikan nama dengan nama yang sering berlaku di masyarakat, yang lagi ngetren, atau yang kelihatan kearab-araban. Walaupun nama yang diberikan tidak memiliki makna yang jelas bahkan menyalahi syar’i.&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-283369532912529286?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/283369532912529286/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=283369532912529286' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/283369532912529286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/283369532912529286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2009/02/what-meaning-of-name.html' title='What The Meaning of The Name'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-7117680441213807627</id><published>2009-02-21T19:53:00.000-08:00</published><updated>2009-07-31T08:55:54.629-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komputer'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='firman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tutorial'/><title type='text'>Menginstal Windows XP Arabic</title><content type='html'>Seringkali penulis dimintai bantuan untuk menjadikan windows XP agar dapat untuk menulis arab. Katanya sih, mereka tidak memiliki installer arabicnya. Padahal untuk menginstal Arabic tidak dibutuhkan cd khusus. Cukup dengan cd installer windows biasa hanya perlu merubah setingannya saja. Langsung saja ke tutorial menginstal font arabic di windows XP.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Masuk control panel. Untuk masuk control panel ada beberapa cara:&lt;br /&gt;- Start menu &gt; control panel&lt;br /&gt;- Start menu &gt; run &gt; tulis “control”&lt;br /&gt;2. Setelah tiba di control panel cari regional and language options kemudian double click&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Apabila “Install files for complex script and right-to-left languages (including Thai)” belum tercheck list maka silahkan dichech list, kemudian apply. Apabila meminta CD installer windows maka masukkan dan kemudian restart. Seperti gambar di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Setelah restart, silahkan kembali lagi ke “regional and language options” dan tekan Details seperti gambar (kiri) maka akan muncul seperti gambar (kanan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tekan Add… dan ganti input language dengan Arabic (Saudi Arabia) kemudian tekan OK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Setelah langkah ke lima maka akan tampil seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Yang terakhir tekan OK, MAKA Windows XP pun sudah dapat digunakan untuk menulis Arabic. Untuk pengaturan Arabic – English silahkan diatur di task bar.&lt;br /&gt;8. Apabila masih belum paham silahkan kirimkan email ke : firmankts@gmail.com atau sms ke: 085725152206&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-7117680441213807627?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/7117680441213807627/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=7117680441213807627' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/7117680441213807627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/7117680441213807627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2009/02/menginstal-windows-xp-arabic.html' title='Menginstal Windows XP Arabic'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-8903773860854812298</id><published>2009-01-12T19:32:00.001-08:00</published><updated>2009-07-31T08:56:04.592-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiqh dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='firman'/><title type='text'>DAKWAH LEWAT INTERNET? Why Not!</title><content type='html'>Teknologi informasi telah membuka mata dunia akan sebuah dunia baru, interaksi baru, dan sebuah jaringan mendunia yang tanpa batas. Disadari betul bahwa perkembangan teknologi yang disebut internet, telah mengubah pola interaksi masyarakat. Pun, internet telah memberikan kontribusi yang demikian besar bagi masyarakat, perusahaan/industri maupun pemerintah. Hadirnya Internet telah menunjang efektifitas dan efisiensi sarana komunikasi, publikasi, serta sarana untuk mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan masyarakat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1995 tercatat pengguna internet sebanyak 16 juta orang dan tahun 2008 melonjak menjadi 1 Miliar. Bahkan diperkirakan pada tahun 2010 akan menjadi 1,6 Miliar. Di Indonesia sendiri per tanggal 31 Desember 2007, pengguna internet berjumlah sekitar 20 juta, dengan pertumbuhan pengguna dari tahun 2000 hingga 2007 sekitar 900%.&lt;br /&gt;Dengan besarnya pertumbuhan internet di tanah air khususnya dan dunia umumnya, maka sudah saatnya untuk melirik dan menjadikannya sebagai sarana dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah Lewat Dunia Maya&lt;br /&gt;Perkembangan teknologi komunikasi telah melalui perubahan yang cukup signifikan sejak awal generasi. Saat ini, nyaris tidak ada lagi batasan bagi manusia untuk dapat berkomunikasi kapan saja dan di mana saja. Perkembangan informasi tidaklah menunggu hari, jam, atau menit, bahkan dalam hitungan detik terdapat ribuan informasi baru di internet.&lt;br /&gt;Lalu, apa sajakah yang telah dicapai oleh umat Islam saat ini? Teknologi apa sajakah yang dapat di manfaatkan para dai? Apa yang akan diharapkan dari teknologi komunikasi di masa depan? Pertanyaan-pertanyaan ini hanyalah segelintir pemikiran yang ingin dijawab oleh penulis di makalah ini.&lt;br /&gt;Setidaknya ada beberapa fasilitas internet yang dapat digunakan dai dalam menyebarkan dakwahnya:&lt;br /&gt;1.Blog&lt;br /&gt;Blog adalah kependekan dari Weblog. Seringkali blog digunakan untuk menyebut website pribadi yang selalu diupdate (perbaharui) secara terus-menerus dan berisi link-link ke website lain yang dianggap menarik, dan disertai komentar-komentar pemilik blog dan pengunjungnya.&lt;br /&gt;Pada awal kemunculannya, blog hanya digunakan untuk menulis catatan harian ataupun jurnal pribadi secara online di internet. Bahkan tak jarang yang menggunakannya hanya sekedar sebagai “diary online”. Topik bahasannya pun sesuai dengan hobi atau minat blogger (baca: tukang ngeblog).&lt;br /&gt;Namun beberapa tahun terakhir blog mulai mengalami pergeseran fungsi dari sejak pertama kali dikenal. Para blogger mulai menggunakannya untuk mempublikasikan bisnis, koleksi foto, video, dan tak sedikit yang mulai fokus terhadap satu objek informasi, misalnya politik, web design, olah raga, kesehatan, jurnalistik, dll.&lt;br /&gt;Sebagian aktivis dan pegiat dakwah pun mulai memanfaatkan teknologi untuk kemajuan dakwah. Sebagai contoh ketika mengetikkan “blog dakwah” di google.com akan muncul 1.970.000 hasil pencarian.&lt;br /&gt;Hal ini wajar sebab sejak diperkenalkan (1997) hingga sekarang, terdapat jutaan weblog. Bahkan setiap harinya tumbuh sepuluh ribu blog baru. Pada saat ini saja terdapat puluhan penyedia layanan untuk pembuatan blog secara gratis. Prasyaratannya pun tidak sulit, tidak harus mengerti bahasa pemrograman atau web design. Hanya dibutuhkan kemauan dan sedikit kejelian untuk mempelajari cara pembuatannya.&lt;br /&gt;Adapun beberapa keuntungan kita memiliki blog adalah :&lt;br /&gt;Memperluas dakwah&lt;br /&gt;Tempat Apresiasi Hasil Tulisan&lt;br /&gt;Publikasi Kajian&lt;br /&gt;Memperluas Hubungan&lt;br /&gt;dll&lt;br /&gt;Di bawah ini beberapa alamat penyedia blog yang dapat diakses:&lt;br /&gt;www.blogger.com, www.blogsome.com, www.multiply, www.xanga.com, www.blogdrive.com, www.blog.com, www.wordpress.com, www.dagdigdug.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Milis&lt;br /&gt;Mailing list atau lebih dikenal dengan milis merupakan kelompok diskusi di mana setiap orang berbincang tentang topic yang mereka inginkan dan dapat berlangganan dan berpartisipasi di dalamnya. Untuk menjadi anggota hanya disyaratkan mendaftarkan diri ke salah satu milis dengan menggunakan e-mail.&lt;br /&gt;Setelah terdaftar sebagai member, anggota dapat membaca e-mail kiriman anggota milis kemudian mengirimkan balasannya apabila berminat. Kita bisa mengirimkan satu email kepada seluruh anggota milis hanya dalam satu kali kirim.&lt;br /&gt;Berdasarkan topic diskusi, milis ada bermacam-macam. Ada milis umum, seperti milis bagi penulis lepas, dunia jurnalistik, teknologi, dan yang lainnya. Ada juga milis islami yang membahas berbagai masalah agama, seperti tafsir, fiqh, aqidah, dakwah, dan lainnya.&lt;br /&gt;Tidak cukup sekedar menjadi anggota, bahkan kita dapat membuat milis sesuai dengan kebutuhan. Tentunya sebagai dai yang ingin menyebarkan dakwahnya dapat membuat milis yang berkaitan dengan dakwah yang ditekuni sekaligus kita akan menjadi moderatornya. Dari milis inilah kita dapat menyampaikan pemikiran kita kepada para anggota milis.&lt;br /&gt;Misalnya saja untuk melawan penyebaran JIL (Jaringan Islam Liberal), dapat dibuat milis dengan nama “TERAPI_JIL”, “ANSHORUS_SUNNAH”, atau nama lainnya yang representative.&lt;br /&gt;Salah contoh forum dakwah yang terdapat di internet adalah forum yang beralamatkan islam_bersatu@yahoogroups.com. Ini merupakan forum diskusi umat Islam yang tidak membedakan latarbelakang kepentingan, kelompok, golongan maupun aliran pemikiran. Forum ini merupakan forum diskusi bebas yang menampung diskusi muammalah, fiqih, syariah, kajian tafsir &amp; hadits, perbandingan agama, serta berbagai masalah aktual lainnya yang biasa dihadapi umat Islam sehari-hari. Motto mereka adalah “Mari kita tegakkan syiar &amp; dakwah Islam, kebenaran pasti akan menang &amp; kebathilan pasti akan terkalahkan.”&lt;br /&gt;Dan pada saat ini sudah banyak sekali milis yang turut serta dalam dakwah islam. Ketika penulis mencoba mencari kata “dakwah” di “Yahoo! Groups” (salah satu penyedia layanan milist) terdapat 1110 hasil pencarian. Hasil yang cukup menggembirakan. Ternyata, banyak pegiat dakwah yang sudah mulai mengepakkan sayap dakwahnya melalui jalur ini.&lt;br /&gt;Selain alamat milis di atas masih banyak alamat milis dakwah yang memiliki cukup banyak member. Di antaranya :&lt;br /&gt;media-dakwah@yahoogroups.com, dakwah@yahoogroups.com,&lt;br /&gt;buletin_dakwah@yahoogroups.com, sabiq_itb2007@yahoogroups.com,&lt;br /&gt;Diari_Dakwah@yahoogroups.com, Fosil-MMIT@yahoogroups.com,&lt;br /&gt;grahadakwah@yahoogroups.com.&lt;br /&gt;3.Forum Diskusi&lt;br /&gt;Bila digambarkan forum diskusi adalah layaknya suatu tempat di mana terdapat ruangan-ruangan diskusi yang terpisah, dan tiap-tiap ruangan mempunyai topik diskusi yang berbeda-beda. Di setiap ruangan itu bisa terdapat lebih dari satu orang yang saling bertukar pendapat atau pikiran. Jadi kita memberikan pendapat kita ke semua orang yang ada di ruangan tersebut.&lt;br /&gt;Yang membedakan antara forum diskusi dan milis adalah sarana yang digunakan. Milis menggunakan e-mail sebagai alat komunikasi. Interaksi dilakukan dengan mengirimkan email ke e-mail moderator kemudian diteruskan ke e-mail anggota secara otomatis. Begitu pula untuk menjawab atau berkomentar.&lt;br /&gt;Sedangkan forum diskusi menggunakan layanan web. Interaksi forum dilakukan di satu alamat WWW ( World Wide Web) tertentu. Untuk bertanya, menjawab, dan berkomentar anggota haruslah mengunjungi alamat tersebut. Setiap anggota bisa meletakkan artikel-artikel atau pendapat-pendapatnya sehingga dapat dilihat dan dibaca oleh semua orang.&lt;br /&gt;Di internet terdapat ribuan forum dakwah. Pencarian dengan mengkhususkan halaman yang memiliki judul “forum dakwah” menghasilkan 7080 hasil pencarian. Ini merupakan pencarian di halaman berbahasa Indonesia dan belum menggunakan bahasa Inggris, bahasa Arab, dan yang lainnya. Padahal tidak sedikit forum-forum semisal yang tersebar di internet dari berbagai negara. Para mujahidin pun mulai menggunakan media dakwah ini dalam menyebarkan fikroh jihadinya. Tak mau kalah para penyebar kebathilan pun turut menggunakannya dalam menyebarkan kesesatan.&lt;br /&gt;Kita tidak sekedar dapat menjadi anggota forum diskusi saja, bahkan kita dapat mengelola forum diskusi dakwah semisal. Dengan sarana ini kita dapat ikut menyebarkan dakwah islamiyah dan meng-counter pemikiran “nyeleneh” dan yang menyimpang dari islam.&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa alamat forum diskusi dakwah yang dapat dijadika sample (contoh) dalam pembuatan forum semisal: http://an-nuur.org, http://blog.assunnah.web.id, http://www.kajianislam.net, http://hudzaifah.org, www.kajianislam.net, dan yang lainnya.&lt;br /&gt;4.Wikipedia&lt;br /&gt;Berbagi pengetahuan di internet merupakan hal yang wajar. Bahkan sudah menjadi tradisi para pengguna internet. Salah satu cara untuk berbagi pengetahuan yang dimiliki adalah dengan membuat tulisan di website ensiklopedia terbuka seperti Wikipedia.&lt;br /&gt;Wikipedia sendiri merupakan ensiklopedi digital terlengkap yang ada di dunia maya. Bila diibaratkan, wikipedia layaknya perpustakaan digital yang mendunia. Kapanpun dan di manapun berada setiap orang dapat mengaksesnya. Oleh karenanya wikipedia sering dijadikan rujukan bagi para netter (pengguna internet) ketika mencari istilah atau suatu masalah.&lt;br /&gt;Padahal tidak semua yang ada di dalamnya benar. Hal ini disebabkan setiap orang diperbolehkan untuk mengisinya. Atas dasar itulah, seorang dai dapat memanfaatkannya dengan memberikan memberikan tulisan, ataupun istilah-istilah Islami. Yang mana istilah islami seringkali diputarbalikkan oleh mereka yang memusuhi Islam. Dengan meng-counter lewat tulisanlah dai ikut berkontribusi dalam menjaga pemahaman umat.&lt;br /&gt;5.Email&lt;br /&gt;Electronic Mail atau yang lebih dikenal dengan e-mail secara bahasa adalah “surat elektronik”. Pada dasarnya konsep email adalah seperti kita mengirim surat dengan pos biasa, hanyasanya pengirim dan penerima berada dalam jaringan internet, tidak di dunia nyata. Pengiriman email pun sangatlah cepat. Hanya dalam hitungan detik seseorang sudah dapat menerima dan mengirim email ke mana pun di dunia ini. File yang dapat dikirim pun bermacam-macam, mulai program, video, audio, gambar, graphic, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Oleh karenanya email merupakan salah satu fasilitas yang paling banyak digunakan di Internet. Hal ini karena email merupakan alat komunikasi yang paling murah dan cepat. Dengan email kita dapat berhubungan dengan siapa saja yang terhubung ke internet di seluruh dunia dengan biaya pulsa local. Bahkan pada masa sekarang email mampu menggeser telepon dan fax.&lt;br /&gt;Hal ini terbukti dengan lonjakan pengguna email di seluruh dunia sekitar 138 % dari 505 juta pengguna di tahun 2000 dan meningkat menjadi 1,2 miliar di tahun 2005.&lt;br /&gt;Selain fungsi dasar email yang digunakan untuk mengirim dan menerima surat, email memiliki beberapa fungsi lain yang menunjang kegiatan dakwah. Di antaranya:&lt;br /&gt;Mendaftar sebagai pemilik weblog/ blog&lt;br /&gt;Mendaftar sebagai anggota milis atau pengelola milis&lt;br /&gt;Mendaftar sebagai anggota forum atau pengelola forum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ini banyak situ yang menyediakan layanan email gratis. Situs-situs tersebut antara lain : www.yahoo.com, www.astaga.com, www.plasa.com, www.lycos.com, www.bolehmail.com, www.eudoramail.com, www.mail.google.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Pada saat ini media merupakan alat yang sangat efektif untuk menyihir opini publik. Kedustaan dan kebatilan dapat disulap menjadi kejujuran di mata masyarakat. “Seribu dusta adalah kejujuran” begitulah orang menyebutnya. Artinya kedustaan jika diungkapkan seribu kali, maka opini orang akan yakin terhadap kebenaran suatu kedustaan.&lt;br /&gt;Maka berangkat dari hadits nabi  :“Demi Allah, sungguh jika Allah memberikan hidayah kepada seorang laki-laki melalui perantaramu lebih baik dari pada engkau mendapatkan khumrin ni’am (unta merah)”1, marilah kita berlomba-lomba menggunakan sarana yang telah Allah sediakan untuk mendapatkan kebaikan yang banyak. Baik kebaikan dunia maupun kebaikan akhirat.&lt;br /&gt;Sebagai alat, pada awalnya internet bersifat netral tergantung siapa pemakainya. Tidak dapat dipungkiri kemajuan teknologi bak pisau bermata dua. Di satu sisi, keberadaan internet sebagai sumber informasi dapat menjadi lahan dakwah bagi para dai. Namun di sisi lain, terdapat sisi negatif penggunaan internet yakni dengan meningkatnya angka degradasi moral. Oleh karenanya, dalam menghadapi derasnya arus teknologi maka selayaknya kita harus pandai memilah dan memilih. Sikap proporsional haruslah dikedepankan.&lt;br /&gt;Terlepas dari madhorot sebagian penggunanya, bukan berarti kita meninggalkan semuanya. “Ma la yudroku kulluhu la yutroku jullahu” (apa yang tidak didapatkan seluruhnya maka tidak ditinggalkan sebagiannya). Wallahu a’lam bis showab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi:&lt;br /&gt;Al Hikmah fi ad da’wah ilallah, Sa’id bin Ali bin Wahf al Qohthony, maktabah Malik Fahd Al Wathoniyah, Cetakan ketiga Syawal 1317 H/ 1997 M.&lt;br /&gt;Shohih Bukhori, Imam Abi Abdillah Muhammad bin Ismail al Bukhori al Ju’fi, Darus Salam linnasyr wat tauzi’, Riyadh, Cetakan pertama 1417 H / 1997 M.&lt;br /&gt;Shohih Muslim, Imam Abi Al Husain Muslim bin Hijaj bin Muslim Al Qusyairi an Nisabury, Darus Salam lin nasyr wat tauzi’, Riyadh, Cetakan Pertama Robiul Awwal 1419 H / 1998 M.&lt;br /&gt;Musnad Imam Ahmad, Imam Hafidz Abi Abdillah Ahmad bin Hambal, Baitul Afkar Ad Dauliyyah, Cetakan tahun 1419 H / 1998 M.&lt;br /&gt;Sunan An Nasai as Shughro, Imam Hafidz Abi Abdirrahman Ahmad bin Syu’aib bin Ali bin Sinan an Nasai, Darus Salam lin nasyr wat tauzi’, Riyadh, Cetakan Muharram 1420 H / April 1999 M.&lt;br /&gt;Sunan Abi Daud, Imam Hafidz Abi Daud Sualiman bin al Asy’ats as Sajestani al Azdi, Dar Ibn Hazm, Cetakan pertama 1419 H / 1998 M.&lt;br /&gt;Majalah chip Edisi 06 Juni 2008&lt;br /&gt;www.google.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-8903773860854812298?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/8903773860854812298/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=8903773860854812298' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/8903773860854812298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/8903773860854812298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2009/01/dakwah-lewat-internet-why-not_12.html' title='DAKWAH LEWAT INTERNET? Why Not!'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-3686814848193604065</id><published>2009-01-12T19:14:00.000-08:00</published><updated>2009-01-12T19:17:09.718-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='firman'/><title type='text'>HIDUP TANPA MASALAH ?</title><content type='html'>Mana ada manusia yang hidup di dunia ini hidup tanpa masalah. Rasanya hal itu mustahil. Secara kasat mata orang gila mungkin tidak punya masalah. Pergi ke sana dan kemari tidak perlu memikirkan orang lain. Apabila lapar makanan cukup meminta atau mencari di tong sampah tanpa perlu memikirkan untuk menyimpan makanan dan yang lainnya. Padahal kegilaannyalah yang menjadi masalah utama baginya. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga orang kaya. Ketika harta sudah tidak perlu dicari akan tetapi datang dengan sendirinya, diapun belum tentu bahagia. Kekayaan yang ada belum tentu bisa dinikmati seluruhnya. Makan makanan ada pantangannya, keluarga yang kurang harmonis, dan permasalahan lainnya.&lt;br /&gt;Sesungguhnya manusia hidup tidak pernah lepas dari masalah. Mulai sejak lahir hingga mati permasalahn hidup datang silih berganti. Bahkan sesudah mati pun manusia akan menghadapi masalah yang baru lagi yakni ditanya dua malaikat di alam kubur. Sesudah hari kebangkitan, manusia digiring ke Padang Mahsyar untuk menghadapi masa penghisaban. Setiap amal perbuatan dan perkataan akan dipertanggungjawabkan.&lt;br /&gt; Namun apakah permasalahan itu akan kita biarkan dan tidak kita selesaikan? Dalam menghadapi masalah kita haruslah mampu bersikap “dewasa”, walau kadang cukup disikapi dengan diam. Diam satu sisi memiliki nilai positif. Contohnya saja daripada marah dan melampiaskan kemarahannya tidak pada tempatnya lebih baik diam. Namun bukan berarti setiap permasalahan cukup dengan berdiam diri. Kita haruslah tetap mencari solusi.&lt;br /&gt; Di sini saya bukan memberikan solusi bagaimana menjadikan hidup tanpa masalah, karena hal mustahil. Tetapi saya hanya ingin menghibur diri sendiri. Hadapi masalah tanpa masalah! (emang pegadaian   )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-3686814848193604065?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/3686814848193604065/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=3686814848193604065' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/3686814848193604065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/3686814848193604065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2009/01/hidup-tanpa-masalah.html' title='HIDUP TANPA MASALAH ?'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-8318717714166464587</id><published>2009-01-12T19:13:00.000-08:00</published><updated>2009-07-31T08:56:28.969-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='firman'/><title type='text'>TAK SEKEDAR PERANG ANTAR NEGARA</title><content type='html'>26 Desember 2004 terjadi musibah Tsunami. Semua orang berbondong-bondong untuk menolong. Ribuan relawan berdatangan ke Nangro Aceh Darussalam. Miliaran rupiah dana dikumpulkan. Ratusan truk bantuan makanan didatangkan. Puluhan container bantuan baju layak pakai disumbangkan. Dan itu semua dilakukan atas nama kemanusian.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sekarang, bagaimana dengan keadaan saudara kita di Palestina. Mereka adalah saudara muslim dan saudara seiman. Ikatannya melebihi ikatan saudara sedarah. Yangmana rasul menggambarkan bagaikan satu tubuh. Apabila ada bagian tubuh yang sakit maka bagian tubuh yang lainnya pun akan merasa sakit. Namun apakah sakit yang mereka rasakan sudah kita rasakan pula?&lt;br /&gt;Saat ini di belahan bumi Palestina kaum muslimin sedang dibantai oleh Israel laknatullah (semoga Allah melaknat mereka). Berita terakhir telah jatuh korban lebih dari 700 orang dan yang terluka melebihi 3000 orang. Jumlah ini akan terus bertambah selama perang masih berlanjut. Jumlah yang sangat besar untuk suatu pembantaian. Lantas apakah kita hanya tinggal diam saja? Apakah kita hanya melihat saja? Mana bukti bahwa kita bersaudara! &lt;br /&gt;Bahkan yang sangat disayangkan, masih ada orang yang mengatakan ini hanyalah perang antar Negara. Perlu kita ketahui, perang yang terjadi antara Palestina dan Israel pada saat ini bukanlah sekedar perang antar Negara. Tetapi ini adalah perang antara kebenaran dan kebatilan. Perang antara kaum muslimin dan kaum Zionis Yahudi Israel laknatullah ‘alaihim (semoga Allah melaknat mereka). Inilah bukti kebenaran firman Allah :&lt;br /&gt;وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ&lt;br /&gt;“Dan sekali-kali orang-orang yahudi dan nashrani tidak akan pernah ridha kepada kalian sehingga kalian mengikuti agama mereka”.&lt;br /&gt; Mari kita kerahkan apa yang mampu kita sumbangkan bagi saudara kita di Palestina, baik harta, doa, atau apapun yang mampu kita berikan!!&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-8318717714166464587?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/8318717714166464587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=8318717714166464587' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/8318717714166464587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/8318717714166464587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2009/01/tak-sekedar-perang-antar-negara.html' title='TAK SEKEDAR PERANG ANTAR NEGARA'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-8237187582443484520</id><published>2009-01-12T19:03:00.000-08:00</published><updated>2009-07-31T08:56:55.950-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiqh dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='zaid'/><title type='text'>Pentingnya Ketelitian Dan Ketenangan Dalam Dakwah</title><content type='html'>Pendahuluan&lt;br /&gt;Sesungguhnya segala puji bagi Allah ta’ala. Kita senantiasa memuji-Nya. Meminta pertolongan-Nya. Memohon ampunan-Nya. Berlindung kepada-Nya dari segala keburukan jiwa kita. Dan dari kejelekan amal-amal kita. Barang siapa yang diberi petunjuk tiada baginya orang yang bisa menyesatkannya. Dan barang siapa yang disesatkan-Nya maka tiada baginya seorang pemberi petunjuk. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Shoimung Qorib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bersaksi tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah tiada sekutu bagiNya. Dan aku bersaksi bahwa Muhamamad  adalah hamba dan utusanNya. Tiada Nabi dan Rasul setelahnya. Amma ba’du&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;”Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. 3:102)&lt;br /&gt;”Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar,” (QS. 33:70)&lt;br /&gt;”niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa menta'ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (QS. 33:71)&lt;br /&gt;Allah ta’ala menciptakan manusia di dunia ini tidak lain hanya untuk beribadah kepada Allah semata. Sebagai mana firmanNya,&lt;br /&gt;”Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS. 51:56)&lt;br /&gt;Inilah tujuan utama diciptakannya manusia. Tujuan ini sifatnya tidak memaksa. Artinya manusia diberi kebebasan oleh Allah untuk memilih beribadah kepada-Nya atau beribadah kepada selain-Nya. Karena itulah Allah memberi bekal kepada manusia berupa telinga untuk mendengar, mata untuk melihat dan membaca, akal untuk berpikir dan hati untuk merasakan dan menentukan pilihan.&lt;br /&gt;Walaupun demikian, Allah tidak membiarkan manusia untuk menentukan sendiri pilihannya. Dengan rahmatNya Allah mengutus para Nabi dan Rasul. Membekali mereka dengan Kitab Suci dan Al-Hikmah. Mereka diutus untuk membimbing umat manusia. Menyeru kepada Tauhidulloh yaitu mengikhlaskan ibadah kepada Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;Para rasul adalah wali-wali Allah di muka bumi. Manusia pilihan yang dibekali kemampuan luar biasa dalam berbagai hal. Jujur, Cerdas, amanah, bijaksana adalah di antara sifat-sifat mereka. Allah senantiasa membimbing mereka sehingga tiada seorang pun dari mereka yang tersesat. &lt;br /&gt;Selanjutnya Allah memerintahkan mereka untuk mendakwahkan dien ini kepada manusia dengan cara yang paling baik. Oleh karena itu, yang paling paham dengan kondisi manusia setelah Allah adalah para rasul. Sedangkan orang yang paling mulia di antara rasul-rasul adalah Muhammad .&lt;br /&gt;Rasululloh  adalah orang yang paling paham kondisi umat manusia. Maka dalam setiap langkah dakwahnya beliau senantiasa menyesuaikan dengan kondisi mereka. Tidak heran jika dakwah yang beliau jalani menuai hasil yang sangat memuaskan. Selain dari kondisi yang demikian juga dikarenakan yang membimbing beliau  adalah Allah .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian hikmah dan urgensinya&lt;br /&gt;Menurut bahasa hikmah bisa diartikan adil, ilmu, lemah lembut, nubuwwah, al qur’an atau injil. Atau juga bisa diartikan mendapatkan kebenaran dengan ilmu dan akal. Sedangkan menurut istilah syar’i hikmah adalah benar dalam perkataan dan perbuatan dan menempatkan segala sesuatu pada tempatnya.&lt;br /&gt;Masalah Al-hikmah ini tentunya menjadi perkara yang sangat penting dalam berdakwah. Karena jika seorang da’i tidak membekali dirinya dengan Al-hikmah dalam dakwahnya akan sangat sulit mencapai tujuan yang diharapkan.&lt;br /&gt;Allah berfirman, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik.” (QS. 16:125)&lt;br /&gt;Katakanlah:"Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik". (QS. 12:108)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam-Macam Hikmah&lt;br /&gt;1.Hikmah Ilmiyah Nazhoriyah, yaitu mengetahui inti dari segala sesuatu. Dan pengetahuan terhadap hubungan sebab akibat.&lt;br /&gt;2.Hikmah Amaliyah, yaitu meletakkan segala sesuatu pada tempatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah Nazhoriyah kembalinya kepada ilmu dan pemahaman. Sedangkan hikmah amaliyah berkaitan dengan perbuatan yang adil dan benar. Hikmah tidak akan mungkin keluar dari dua hal ini. Karena kesempurnaan seorang manusia adalah dalam dua hal. Mengetahui kebenaran dan mengamalkannya. Inilah yang disebut ilmu yang bermanfaat dan amal sholih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Derajat Hikmah&lt;br /&gt;1.Memberikan segala sesuatu haknya, tidak melanggar batas-batasnya, tidak menyegerakannya dan tidak mengakhirkannya.&lt;br /&gt;2.Mengetahui keadilan Allah dalam ancamannya, kebaikan Allah dalam janjinya dan keadilan Allah dalam hukum-hukum syar’i-Nya yang berkaitan dengan makhluk-Nya. &lt;br /&gt;3.Bashirah, yaitu kuatnya pemahaman, kecerdasan dan ilmu.&lt;br /&gt;Bashirah ini berkaitan dengan apa yang akan didakwahkannya, keadaan masyarakat dakwahnya dan bagaimana cara berdakwah kepada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan Untuk Memperoleh Hikmah&lt;br /&gt;Al-hikmah adalah hadiah yang sangat besar dari Allah  yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Namun hikmah ini tidak diperoleh begitu saja tanpa adanya usaha dalam mendapatkannya. Maka seorang Da’i haruslah menempuh suatu jalan yang akan mengantarkannya kepada hikmah. Maka beruntunglah orang-orang yang telah Allah beri hikmah. &lt;br /&gt;”Allah memberikan hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang diberi hikmah, sungguh telah diberi kebajikan yang banyak. Dan tak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal.” (QS. 2:269)&lt;br /&gt;Di antara jalan-jalan yang akan mengantarkan seorang Da’i kepada Al-hikmah adalah: ilmu yang bermanfaat, kelemah lembutan, ketenangan, kehalusan budi pekerti, ikhlas dan takwa. Sabar, kebijaksaan, mengamalkan ilmunya, istiqomah, mengambil pelajaran dari pengalaman, jihad terhadap hawa nafsu dan syetan, tingginya kemauan, adil, do’a, istikharah meminta keputusan kepada Allah. Dan hendaknya ia memahami rukun-rukun dakwah, yaitu; apa yang akan ia dakwahkan, keadaan mad’u dan metode dalam berdakwah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rukun Hikmah&lt;br /&gt;1.Al-Ilmu&lt;br /&gt;Ilmu adalah rukun Hikmah yang paling penting. Karena itulah Allah memerintahkan hamba-Nya dan mewajibkannya hamba-Nya untuk menguasai ilmu sebelum perkataan dan perbuatan. Allah berfirman, &lt;br /&gt;”Maka ketahuilah, bahwa tidak ada Ilah (Yang Haq) melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang Mu'min, laki-laki dan perempuan.Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu.” (QS. 47:19)&lt;br /&gt;Maka wajib bagi para Da’i untuk membekali dirinya dengan ilmu sebelum ia berdakwah di masyarakat. Tentunya dalam hal ini yang diutamakan adalah ilmu dien. Sedangkan ilmu dunia hanyalah sebagai penunjang demi tercapainya tujuan dakwah. &lt;br /&gt;2.Al-Hilmu&lt;br /&gt;Al-hilmu adalah kemampuan menguasai diri di saat marah. Maka Al-hilmu ini berada di antara marah dan ketidak pedulian.  &lt;br /&gt;3.Al-Anatu&lt;br /&gt;sifat tenang dan teliti dalam menghadapi segala macam urusan serta tidak tergesa-gesa. Hal ini sangat dibutuhkan dalam mengarungi jalan dakwah. Sikap seperti inilah yang akan membawa kepada tujuan yang diinginkan. Sedangkan sikap yang gegabah dan tergesa-gesa hanya akan menjauhkan kita dari tujuan yang diharapkan dalam dakwah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENTINGNYA AL-ANATU DALAM DAKWAH&lt;br /&gt;Definisi Al-Anatu&lt;br /&gt;Menurut bahasa al-anatu berarti tenang, konsisten dan tidak tergesa-gesa. Bisa juga diartikan sebagai suatu sikap yang penuh perhitungan dan berada di antara ketergesaan dan kelambatan.1 &lt;br /&gt;Al-Anatu merupakan salah satu gambaran dari sifat sabar. Dimiliki oleh orang-orang yang berakal dan orang-orang yang mempunyai keteguhan hati. Berbeda dengan sifat tergesa-gesa yang merupakan ciri orang-orang bodoh dan bersikap gegabah. Sikap tergesa-gesa ini menunjukkan bahwa pelakunya tidak mempunyai kemampuan untuk mengendalikan emosi dalam dirinya.&lt;br /&gt;Sikap lamban dan lambat juga berbeda dengan Al-Anatu. Karena sikap lambat ini biasanya dimiliki para pemalas dan sering menganganggap remeh setiap urusan. Orang yang demikian biasanya tidak memiliki kemampuan dalam mengatur gerak langkahnya dalam berdakwah demi terwujudnya tujuan yang diharapkan dalam berdakwah. Atau tidak memiliki ‘Azm (kemauan) yang tinggi yang menuntut idealisme. Bahkan sebaliknya ridho dengan kehinaan serta lebih mengutamakan kesenangan dirinya karena kemalasannya dalam menjalankan kewajiban.&lt;br /&gt;Para juru dakwah hendaknya menyadari pentingnya sifat Al-Anatu dalam menghadapi segala urusan yang berkaitan dengan dakwah. Karena Al-Anatu merupakan salah satu dari rukun dakwah. Sehingga ia mampu mengambil langkah-langkah yang tepat dalam menyelesaikan suatu perkara. Serta mampu menempatkan sesuatu pada tempatnya.&lt;br /&gt;Tergesa-gesa dalam dakwah hanya akan menimbulkan banyak kesalahan, tergelincir dalam berbagai kesulitan serta kekacauan. Akhirnya semua itu menghambat tercapainya tujuan yang diinginkan. Barang siapa tergesa-gesa dalam suatu hal sebelum waktunya maka dia tidak akan mendapatkannya. Begitu juga sikap lambat dan malas tentunya akan membuat semakin jauhnya seorang da’i dengan tujuan yang hendak dicapai.&lt;br /&gt;Al-Anatu tidak terpaku pada tempat dan waktu tertentu. Namun ia bersifat fleksibel. Di kala seorang Da’i dituntut untuk bersegera dalam menangani suatu urusan, maka ia menyelesaikannya dengan cepat pula. Begitu pula sebaliknya, jika tuntutan dakwah mengharuskan ia untuk bersikap tenang, tidak terburu-buru maka dia harus bersikap demikian. Dua hal ini tidak melenceng dari sikap Al-Anatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masru’iyyah Al-Anatu&lt;br /&gt;Tergesa-gesa merupakan sikap yang dicela dan dilarang dalam islam. Begitu juga sikap lambat dan malas. Sementara Al-Anatu (tenang dan tidak tergesa-gesa) sangat dipuji dalam islam. Bahkan dianjurkan bagi para Da’i dalam membina umat islam dan dalam menyikapi bermacam-macam urusan.&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman sebagai bentuk pembinaan dan pelajaran bagi Nabi Muhammad , &lt;br /&gt;لَا تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهإِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُفَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهُ&lt;br /&gt;“janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) al-qur’an karena hendak cepat-cepat (menguasai) nya. Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. Kemudian, atas tanggungan kamilah penjelasannya.” (QS. Al Qiyaamah : 16-19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi seorang Da’i haruslah tenang dan tidak tergesa-gesa dalam menghadapi segala urusan yang berkaitan dengan dakwah. Karena ia adalah orang yang pertama kali berkewajiban mengamalkan perintah Allah terutama dalam mengamalkan ketenangan dan ketelitian dalam menghadapi semua urusan. Sehingga ketika ia mendapatkan berita dari seseorang tidak terburu-buru membenarkannya sebelum menelitinya terlebih dahulu dengan baik dan tidak terburu-buru. Dengan ini akan memperkecil kemungkinan terjadinya kesalahan dalam menentukan sikap.&lt;br /&gt;Maka seorang juru dakwah, jika ia mengetahui akan akibat dari setiap gerak langkahnya ia akan selamat dari penyesalan. Ini tidak bisa diwujudkan kecuali ia benar-benar mempelajari semua perkara yang ia hadapi dengan teliti. &lt;br /&gt;Ketika ia mendapati suatu hal yang merupakan petunjuk dan kebenaran maka ia melangkahkan kakinya. Namun jika ia mendapatkan sesuatu itu adalah suatu kebatilan yang menyesatkan bahkan ia hanya persangkaan-persangkaan yang salah, maka ia berhenti sampai jelas baginya kebenaran.&lt;br /&gt;Namun apa yang kita dapati hari ini sangatlah memprihatinkan. Banyak saudara kita dari kalangan juru dakwah tidak bisa bersikap tenang dalam berdakwah dan terkesan terburu-buru. Ketika ia mendengar suatu kabar dari berbagai media, baik televisi, koran, radio, internet, atau media yang lain, ia cepat-cepat menyimpulkan tanpa meneliti kembali kabar yang ia peroleh. Sehingga tidak sedikit didapati berita yang lebih valid namun tidak sesuai dengan apa yang ia simpulkan. Sehingga mereka mengalami penyesalan dan kerugian karena ketergesaannya dalam menyimpulkan suatu berita.&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang termasuk dari sikap tergesa-gesa dan tidak teliti. Di antaranya adalah tergesa-gesa untuk mendapatkan pujian ataupun celaan sebelum melalui jalannya. Terburu-buru mengatakan sesuatu tanpa diolah dalam pikirannya terlebih dahulu. Berfatwa tanpa mengetahui kedudukan dalil yang digunakan untuk menguatkan fatwanya tersebut. Dan semua itu hanya akan mengakibatkan pelakunya memetik buah berupa kebingungan dan penyesalan.&lt;br /&gt;”dan manusia mendo'a untuk kejahatan sebagaimana ia mendo'a untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.”(QS. 17:11)&lt;br /&gt;Mengingat pentingnya ketenangan dalam berdakwah ini Allah  memerintahkan hamba-hamba-Nya dalam memerangi orang-orang kafir—yang merupakan wasilah dakwah yang paling mulia—pun harus disertai dengan sikap tenang, penuh ketelitian dan tidak tergesa-gesa.&lt;br /&gt;”Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan "salam" kepadamu :"Kamu bukan seorang mu'min"(lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. 4:94)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka perkara bisa dibagi menjadi dua:&lt;br /&gt;Pertama, perkara yang sudah jelas, maka hal-hal yang sudah jelas tidak perlu diteliti ulang.&lt;br /&gt;Kedua, perkara yang belum jelas, maka ia harus dicari kebenaran dan kejelasannya. Dan ketika kita bisa bersikap tenang—insya Allah—akan mendatangkan banyak faidah. Juga menjaga umat islam dari ketergelinciran. Serta dengannya bisa diketahui akal, dien dan keteguhan seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari Rasulullah &lt;br /&gt;Suatu ketika Usamah bin Zaid dan beberapa sahabat diutus oleh Rasulullah  untuk memerangi orang-orang kafir. Masuklah ia dan pasukan muslimin ini ke dalam kaum tersebut pada pagi hari kemudian memerangi mereka. Di tengah-tengah peperangan itu ia dan beberapa sahabat dari kalangan Anshor menjumpai seorang laki-laki dari kaum tersebut. Ketika mereka hendak membunuhnya, laki-laki tadi mengucapkan  kalimat ”laa ilaaha illallah”. Maka orang-orang Anshor menahan diri mereka dan tidak membunuhnya. Namun Usamah bin Zaid membunuhnya dengan tombaknya.&lt;br /&gt;Ketika mereka sampai di madinah, kabar ini sampai kepada Rasulullah , maka beliau bertanya kepada Usamah bin Zaid. ”wahai Usamah apakah kamu membunuhnya setelah ia mengucapkan ”laa ilaaha illallah”? Usamah menjawab, ”ya Rasulullah ia mengatakannya karena hendak melindungi dirinya semata.” Rasulullah  pun mengulangi perkataannya, ”apakah kamu membunuhnya setelah ia mengucapkan kalimat ”laa ilaaha illallah.” beliau mengulanginya terus menerus. Sehingga usamah bin zaid berangan angan ” seandainya aku belum masuk islam waktu itu. (HR. Al-bukhori)2&lt;br /&gt;Perhatian rasulullah dalam masalah al-anatu ini juga nampak ketika beliau memerangi orang-orang kafir. Atau ketika beliau mengutus pasukan untuk memerangi orang-orang kafir. Beliau senantiasa menawarkan kepada orang-orang kafir yang hendak diperangi dengan tiga hal. &lt;br /&gt;1.masuk islam dan hijroh&lt;br /&gt;2.tetap kepada kekafiran namun harus membayar jizyah sebagai bentuk kehinaan.&lt;br /&gt;3.perang3&lt;br /&gt;Rasulullah  juga mengajarkan umatnya untuk senantiasa mengamalkan sikap al-anatu ini. Ini bisa dilihat dari beberapa hadits di bawah ini.&lt;br /&gt;”jika shalat sudah didirikan, janganlah kalian mendatanginya dengan lari-leri kecil (tergesa-gesa). Datangilah dengan berjalan dan hendaklah kalian tenang. Apabila kamu mendapatkannya maka sholatlah. Dan jika kamu ketinggalan maka sempurnakanlah.”4 (Al-Bukhori)&lt;br /&gt;”jika shalat sudah selesai dikerjakan, janganlah kalian berdiri sebelum kalian melihatku keluar.”5 (Muslim)&lt;br /&gt;Rasulullah  mengatakan kepada ’Asyaj:&lt;br /&gt;إن فيك خصلتان يحبها الله الحلم والأناة (مسلم)&lt;br /&gt;“sesungguhnya pada dirimu ada dua sifat yang Allah cintai; lemah lembut dan tenang tidak tergesa-gesa.”6&lt;br /&gt;Para rasul  adalah manusia-manusia pilihan yang paling sempurna akhlaknya. Mereka adalah orang-orang yang sempurna ketenangan dan ketelitian. Sedangkan manusia yang paling mulia di antara mereka adalah Rasulullah Muhammad .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari Nabi Sulaiman  &lt;br /&gt;Suatu hari nabi sulaiman  mengumpulkan pasukannya baik dari golongan jin, mausia dan juga Binatang mereka semua berkumpul. Namun ketika nabi sulaiman  memeriksa para burung, beliau tidak mendapati burung Hudhud yang pergi tanpa izin dari beliau . &lt;br /&gt;Nabi sulaiman  adalah seorang raja yang sangat tegas dan disiplin dalam mengatur rakyatnya. Maka di hadapan para pasukannya beliau mengancam untuk memberi hukuman kepada burung Hudhud yang telah pergi tanpa izinnya. Hal ini supaya tidak menjadi contoh yang jelek bagi orang-orang sesudahnya. Karena mereka yang melanggar peraturan akan dikenai sangsi yang berat. &lt;br /&gt;Namun demikian Nabi sulaiman  bukanlah seorang raja yang bengis dan bertindak semena-mena. Maka beliau bersikap tenang dan tidak terburu-buru dalam menghadapi masalah ini. Bahka beliau mencari tahu alasan kenapa hudhud pergi tanpa izin darinya. &lt;br /&gt;Setelah burung Hudhud datang beliau menanyakan alasan kenapa ia pergi tanpa izin. Ketika mendengar alasan dari Hudhud yang kuat maka Nabi Sulaiman  melepaskan Hudhud. &lt;br /&gt;Kisah ini telah Allah abadikan dalam al qur’an&lt;br /&gt;”Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata:"Mengapa aku tidak melihat burung hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir. (QS. 27:20)&lt;br /&gt;Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan keras, atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang". (QS. 27:21)&lt;br /&gt;Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata:"Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini. (QS. 27:22)&lt;br /&gt;Seorang Da’i, jika ia bisa bersikap tenang dan teliti dalam menghadapi segala urusannya maka ia telah mengamalkan salah satu rukun hikmah. Namun ketenangan dan ketelitian ini tidak hanya berlaku atas ucapan dan perbuatannya saja. Tapi juga berlaku atas hatinya. Baik itu pendapat-pendapatnya, angan-angannya, panca indranya atau dalam ia memutuskan suatu hukum.&lt;br /&gt;”Dan janganlah kamu mengucapkan apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya.” (QS. 17:36)&lt;br /&gt;Maka seorang Da’i lisannya tidak akan berbicara dan meriwayatkan hadits. Akalnya tidak akan menentukan suatu hukum dan tidak menetapkan sesuatu kecuali ia telah meneliti dan melihat setiap bagian-bagiannya, kesamaran yang terdapat di dalamnya, serta melihat hasil yang akan didapatkan. Sehingga nampak baginya kebenaran dan hilanglah semua syubhat-syubhat.&lt;br /&gt;Pada tataran tertentu seorang da’i yang istiqomah terhadap ketetapan-ketetapan ini mampu mencapai derajat ketenangan, hikmah dan kebenaran yang paling tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang mengharuskan sikap tergesa-gesa dijauhi&lt;br /&gt;Hal-hal yang mengakibatkan sikap tergesa-gesa dijauhi di antaranya adalah orang yang tergesa-gesa biasanya tidak melihat akibat-akibat dari perbuatannya; ketergesaan adalah bersumber dari syetan, sedangkan syetan adalah musuh yang harus dijauhi, karena ia selalu membawa kepada sikap waswas sehingga manusia tidak lagi bisa bersikap tenang dan teliti yang akhirnya orang yang tergesa-gesa ini akan mengalami kegagalan dan kehancuran.&lt;br /&gt;Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah bahwa sikap tergesa-gesa yang dicela dalam islam adalah dalam hal selain ketaatan yang tidak desertai ketelitian dan tiadanya kekhawatiran meninggalkannya. Oleh karena itu dikatakan oleh sebagian salaf, ”janganlah tergesa-gesa, karena tergesa-gesa dari syetan.” maka ada yang mengatakan :”jikalau demikian kenapa Musa  mengatakan  :"Itulah mereka telah menyusuli aku dan aku bersegera kepada-Mu. Ya Rabbnku, agar supaya Engkau ridho (kepadaku)". (QS. 20:84)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;Tidak semua sikap tergesa-gesa atau bersegera itu tercela. Ada beberapa pengecualian yaitu dalam hal-hal yang sudah jelas dan tidak ada di dalamnya syubhat maka diperbolehkan untuk bersegera. &lt;br /&gt;”Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdo'a kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami. (QS. 21:90)&lt;br /&gt;Dari Sa’ad bin Abi Waqqas radhiyallohu ’anhu. Al-A’masyi berkata, ”Dan saya tidak mengetahuinya kecuali dari rasululloh  &lt;br /&gt;”ketenangan dan tidak tergesa-gesa dalam segala sesuatu adalah baik kecuali dalam amalan akhirat.”7 (HR. Abu Daud)&lt;br /&gt;Dari sini diketahui bahwa tenang dan tidak terburu-buru dalam segala sesuatu sangatlah terpuji dan baik. Kecuali pada hal-hal yang berkaitan dengan urusan akhirat. Berarti bersegera dalam hal yang berkaitan dengan urusan akhirat dibolehkan dengan syarat menjaga batasan-batasan yang telah Allah tetapkan. sehingga bersegera itu dalam hal-hal yang benar-benar dicintai oleh Allah. Wallahu a’lam&lt;br /&gt;Maraji’&lt;br /&gt;1.al-qur’anul karim dan terjemahannya&lt;br /&gt;2.al hikmah fie da’wah ilalloh, said ibn ’aly ibn wahf al qahthany&lt;br /&gt;3.kamus al-munawwir arab-indonesia&lt;br /&gt;4.zaadul ma’ad, ibnu qoyyim al-jauziyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-8237187582443484520?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/8237187582443484520/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=8237187582443484520' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/8237187582443484520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/8237187582443484520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2009/01/pentingnya-ketelitian-dan-ketenangan.html' title='Pentingnya Ketelitian Dan Ketenangan Dalam Dakwah'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-92702182013716976</id><published>2008-12-29T21:23:00.001-08:00</published><updated>2008-12-29T21:24:14.021-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='firman'/><title type='text'>Mustholah Hadits</title><content type='html'>الفرد الغريب&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الفرد &lt;br /&gt;هو ما تفرد به راويه بأي وجه من وجوه التفرد&lt;br /&gt;فهو أعم من الغريب تدخل فيه أقسام لا تدخل في الغريب.&lt;br /&gt;1.الفرد المطلق: ما تفرد به راو واحد عن جميع الرواة لم يرو أحد غيره. و هذا يطابق الغريب إسنادا و متنا.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;الفرد الغريب&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الفرد &lt;br /&gt;هو ما تفرد به راويه بأي وجه من وجوه التفرد&lt;br /&gt;فهو أعم من الغريب تدخل فيه أقسام لا تدخل في الغريب.&lt;br /&gt;1.الفرد المطلق: ما تفرد به راو واحد عن جميع الرواة لم يرو أحد غيره. و هذا يطابق الغريب إسنادا و متنا.&lt;br /&gt;مثاله: ( النهي عن بيع الولاء و عن هبته) فقد تفرد بروايته عبد الله بن دينار عن ابن عمر رضي الله عنه. فابن عمر صحابي جليل و ابن دينار تابعي حافظ متقن. و لهذا حكموا له بالصحة.&lt;br /&gt;حكمه:&lt;br /&gt;إذا كان المتفرد بالحديث ثقة, و مرويه لا يخالف مروي غيره, فحديثه صحيح, و إذا كان المتفرد خفيف الضبط, فحديثه حسن, و إذا كان المتفرد ضعيفا فحديثه ضعيف.&lt;br /&gt;أما إذا تفرد الراوي بحديث يخالف فيه فثلاث حالات:&lt;br /&gt;1.إذا كان المتفرد بالحديث و المخالف متساويين في الحفظ و الضبط و لا يمكن ترجيح مروي أحدهما على الآخر بوجه من وجوه الترجيح لاستوائهما في كل الشروط فحينئذ يكون المروي مضطربا.&lt;br /&gt;2.أن يكون المتفرد بالحديث ثقة مخالفا لمن هو أولى منه, فيكون حديثه شاذا.&lt;br /&gt;3.أن يكون المتفرد بالحديث ضعيفا و مخالفا للثقات, فيكون حديثه منكرا.&lt;br /&gt;و يتبين لنا الفرق بين الفرد و الشاذ, فالشاذ يحامع الفرد في التفرد, و يفترق عنه بشرط المخالفة.&lt;br /&gt;2.الفرد النسبي: ما حكم بتفرده بالنسبة لصفة معينة, اي قيد بصفة خاصة و إن كان الحديث بنفسه مشهورا.&lt;br /&gt;1.ما قيد ببلد معين, قال الحاكم: تفرد أهل المدينة بهذه السنة.&lt;br /&gt;2.ما قيد بثقة أو تفرد الثقة بالثقة بأن لا يروي الحديث عن راو ثقة إلا هذا الثقة.&lt;br /&gt;3.ما قيد بإمام أو حافظ أو ترد الراوي بالحديث عن راو, بأن لا يرويه غيره أو لم يرو حديث كذا عن فلان إلا فلان , إذا كان مرويا من وجوه أخرى عن غيره.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الغريب &lt;br /&gt;لغة: المتفرد أو البعيد عن أقاربه.&lt;br /&gt;قال ابن حجر: ما تفرد بروايته شخص واحد في أي موضوع وقع التفرد به من السند.&lt;br /&gt;أنواعه:&lt;br /&gt;1.غريب المتن و الإسناد: و هو الحديث الذي يتفرد برواية متنه راو واحد.&lt;br /&gt;مثاله : حديث محمد بن فضيل عن عمارة بن القعقاع عن أبي زرعة عن أبي هريرة رضي الله عنه قال, قال النبي صلى الله عليه و سلم : (كلمتان حبيبتنان إلى الرحمن خفيفتان على اللسان ثقيلتان في الميزان: سبحان الله و بحمده , سبحان العظيم) متفق عليه.&lt;br /&gt;2.الغريب إسنادا لا متنا&lt;br /&gt;الحديث الذي تفرد به يحي بن أيوب في النهي عن الياء في العلم, حيث رواه متصلا, و رواه غيره مرسلا. قال الذهبي: "و من غرائبه: ثنا ابن جريج عن أبي الزبير عن جابر قال: قال رسول الله صلى الله عليه و سلم لا تعلموا العلم لتباهوا به العلماء و لا لتماروا به السفهاء و لا لتخيروا به المجالس فمن فعل ذلك فالنار النار.&lt;br /&gt;فالحديث مشهور بروايته عن غير يحي مرسلا: لكنه غريب من طريق يحي بن أبي أيوب المتصلة, فهو غريب إسنادا لا متنا.&lt;br /&gt;3.غريب بعض المتن&lt;br /&gt;مثاله ما رواه الترمذي عن مالك بن أنس عن نافع عن ابن عمر قال: فرض رسول الله صلى الله عليه و سلم زكاة الفطر من رمضان على كل حر أو عبد, ذكرا كان أو أنثى –من المسلمين- صاعا من تمر, أو صاعا من شعير)&lt;br /&gt;تفرد الإمام مالك عن سائر رواة هذا الحديث رزيادةو (من المسلمين) فالغرابة هنا للزيادة التي في متن هذا الحديث.&lt;br /&gt;4.الغريب متنا لا إسنادا, أي أنه في أول أمره فرد ثم اشتهر آخرا و هذا يرجع إلى الغريب إسنادا و متنا. لأنه إنما تعدد سنده فيما بعد المتفرد.&lt;br /&gt;5.الغريب بعض السند: مثل حديث يحي بن أيوب الغافقي السابق. و هذا يرجع إلى الغريب إسنادا لا متنا.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حكم الغريب و الفرد : &lt;br /&gt;1.الغريب الصحيح أو الفرد الصحيح: و هو ما توفرت في سنده شروط الصحة.&lt;br /&gt;2.الغريب الحسن أو الفرد الحسن: و هو ما توفرت فيه صفات الحسن لذاته.&lt;br /&gt;3.الغريب الضعيف أو الفرد الضعيف: و هو ما لم تتوفرت فيه صفات الصحيح و لا الحسن و هو الكثير الغالب في الأحاديث لغريبة.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قول العلماء في الغريب:&lt;br /&gt;قال الحافظ ابن رجب: و قد كان السلف يمدحون المشهور من الحديث و يذمون الغريب منه في الجملة.&lt;br /&gt;قال الإمام أحمد: لا تكتبوا هذا الأحاديث الغرائب فإنها منا كير و عامتها من الضعفاء.&lt;br /&gt;قال الإمام أبو يوسف : من اتبع غريب الحديث كذب.&lt;br /&gt;قال الإمام مالك: شر العلم الغريب و خير العلم الظاهر الذي قد رواه الناس.&lt;br /&gt;قال إبراهيم النعي: كانوا يكرهون غريب الحديث و غريب الكلام.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-92702182013716976?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/92702182013716976/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=92702182013716976' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/92702182013716976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/92702182013716976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2008/12/mustholah-hadits.html' title='Mustholah Hadits'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-5528537182243490308</id><published>2008-12-29T21:20:00.000-08:00</published><updated>2008-12-29T21:21:32.285-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='firman'/><title type='text'>Manajemen Kefakiran</title><content type='html'>Barangkali semua orang tidak ada yang memimpikan apalagi bercita-cita menjadi orang miskin lagi fakir. Adakah manusia yang sudi hidup susah dan menderita? Jelas tidak ada. Sebaba sudah menjadi naluri manusia untuk selalu mendapat kenyamanan dalam menjalani hidup. Namun, jika Allah SWT sudah menghendaki seseorang hidup sebagai fakir atau miskin, siapa yang dapat mengelak? &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sehat dan sakit, kaya dan miskin adalah ketentuan Allah yang tidak bisa digugat oleh siapapun. Kefakiran ibarat sebilah pisau bermata ganda. Di satu sisi membawa petaka, namun di lain sisi menghantarkan ‘penderitanya’ memperoleh kedudukan yang sangat mulia. Ia menjadi petaka jika disikapi dengan amarah, ketidakpuasan, dan keputusasaan. Jika sikap semacam itu yang diluapkan, kefakiran akan menadi adzab dunia yang menusuk jiwanya sebelum siksa akhirat yang telah dijanjikan karena hilangnya rasa syukur.&lt;br /&gt; Sebaliknya, kefakiran bisa berubah menjadi tangga menuju kesuksesan ukhrawi yang sangat menjanjikan jika disikapi dengan positif. Dan inilah yang akan dilakukan seorang mukmin sejati. Sehingga yang diperlukan adalah sebuah manajemen diri dalam menyikapi ujian berupa kemiskinan. Berusaha mengubahnya, dari musibah menjadi fadhilah (keutamaan), dari kesengsaraan menjadi sesuatu yang membawa kenikmatan.&lt;br /&gt; Untuk itu, perlu trik-trik khusus untuk bisa mewujudkan hal itu. Dan semua itu telah ada dalam ayat al Quran dan wasita Nabi SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adab faqir dalam kefaqirannya&lt;br /&gt;1.Ridha terhadap ketetapan Allah&lt;br /&gt;  Hendaklah setiap mukmin yang diuji Allah tidak berkeluh kesah atas ujian yang menjadi ‘jatahnya’. Selayaknya menerimanya dengan ridha. Karena hakekat ujian adalah bahwa Allah mencintai hamba-Nya. Sabda Rasulullah : &lt;br /&gt;إن عظم الجزاء مع عظم البلاء. و إن الله إذا أحب قوما ابتلاهم, فمن رضي فله الرضا و من سخط فله السخط. (رواه الترمذي: 2396) &lt;br /&gt;"Besarnya pahala sesungguhnya berbanding dengan besarnya cobaan. Sungguh apabila Allah mencintai suatu kaum, maka Dia menguji mereka. Maka barangsiapa ridha maka dia mendapatkan keridhaan (Allah) dan apabila dia murka (benci) maka dia mendapatkan kemurkaan Allah. (H.R. Tirmidzi 2396)&lt;br /&gt;Implementasi ridha di sini bukan lempar handuk, berhenti berusaha dan menunggu nasib yang bakal menimpa. Tapi ridha tersebut adalah lapisan pertama dalam hati yang berujud kesadaran bahwa semua yang menimpa dirinya adalah atas kehendak-Nya. Sedang Allah menyatakan bahwa Allah akan mengikuti prasangka bahwa. Jika hamba berbaik sangka atas kehendak-Nya, maka ia akan diperlakukan dengan baik dan sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Tidak berputus asa &lt;br /&gt; Bagi seorang mukmin, berputus asa dari rahmat Allah adalah pantangan, haram hukumnya. Sebagaimana firman Allah yang artinya: &lt;br /&gt; “Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum kafir.” (QS. Yusuf: 87)&lt;br /&gt; Kemiskinan yang menimpa bukanlah akhir segalanya. Dari sisi ukhrawi, peluangnya untuk meraih Jannah sama dengan orang kaya. Sedang untuk maslahat dunia, ia selalu yakin bahwa usaha keras tidak akan pernah sia-sia.&lt;br /&gt;3.Tidak larut dalam kefakiran&lt;br /&gt; Jangan sampai kefaqiran membuat muslim lupa dari dzikir kepada Allah, meninggalkan perintah dan kewajiban agama. Hendaklah selalu diingat bahwa kefakiran adalah ujian dari Allah. Sehingga tidak sibuk untuk mencari dunia dan melupakan target hidup paling utama yaitu akhirat.&lt;br /&gt; Sedangkan Allah telah berjanji melalui lisan Rasul-Nya, bahwa barangsiapa menjadikan akhirat tujuannya maka Allah akan mencukupkan hajat hidupnya. Rasulullah saw bersabda yang artinya: &lt;br /&gt;"Barangsiapa akhirat merupakan tujuannya, maka Allah menjadikan kekayaan di hatinya. Dan Allah akan mengumpulkan dunianya, dan dunia datang kepadanya dalam dengan tunduk. Dan barangsiapa dunia tujuannya maka Allah akan menjadikan kefaqiran di depan matanya, mencerai-beraikan dunianya, dan dunia tidak datang kecuali apa yang telah ditetapkan baginya.” &lt;br /&gt;Abu Hurairah  meriwayatkan bahwa Rasulullah  bersabda: “Sesungguhnya Allah berfirman: Wahai anak Adam! Kerahkan tenaga dan pikiranmu untuk beribadah kepadaku, niscaya aku akan memenuhi hatimu dengan kekayaan dan aku tutupi kemiskinanmu. Dan apabila, engkau tidak melakukannya aku akan memenuhi kehidupanmu dengan kesibukan dan aku tidak akan menghilangkan kemiskinanmu.”&lt;br /&gt;4.Menjaga diri dari meminta-minta&lt;br /&gt; Seorang mukmin berkomitmen menjaga sifat iffah (menjaga diri dari meminta-minta). Meskipun kefakiran menghimpit hidupnya, itu tidak menyebabkannya untuk mudah meinta-minta. Sebab Rasulullah  bersabda sabda:&lt;br /&gt;و لا فتح عبد باب مسألة إلا فتح الله عليه باب فقر &lt;br /&gt; "Tidaklah seorang hamba meminta-minta kecuali Allah akan membukakan baginya pintu kefaqiran.”&lt;br /&gt; Dari Ibnu Umar  Rasulullah  bersabda:&lt;br /&gt;ما زال الرجل يسأل الناس حتى يأتي يوم القيامة ليس في وجهه مزعة لحم (رواه البخاري)&lt;br /&gt;“Tidaklah salah seorang meminta-minta kepada manusia kecuali dia datang pada hari kiamat, sedangkan di wajahnya tidak ada lagi secuil daging. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;5.Sabar dan Bertawakal&lt;br /&gt;“Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang sabar.” (Al Baqarah: 155)&lt;br /&gt; Ujian merupakan keniscayaan. Namun sabar merupakan pilihan. Karenanya, tetaplah berusaha untuk istiqamah dalam sabar, berusaha dan berdoa dengan tetap melazimi sunnatullah. Adapun hasil merupakan ketetapan Allah. Itulah hakekat tawakal. Allah tidak akan merubah suatu kaum hingga kaum itulah yang merubahnya. Ini adalah sunnatullah. &lt;br /&gt; “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”. (Ar Ra’d: 11)&lt;br /&gt; Jika kita bisa mengamalkan semua ini, meski kemiskinan menghimpit kita, kita sangat berharap bisa menjadi seperti seorang shahabat yang miskin yang ada dalam hadits berikut:&lt;br /&gt;Dari Abu Abbas Ibn Sa’ad As Sa’idi , dia berkata: “Ada seseorang berjalan melewati Nabi , maka beliau bertanya kepada orang yang duduk di sampingnya: “Apa pendapatmu tentang orang (yang lewat) ini? Dia menjawab: “Seorang dari manusia yang mulia (terpandang, aristocrat) dia demi Allah, apabila meminang pantas untuk dinikahkan, dan kalau memberi syafaat pantas untuk diterima syafaatnya.” Maka Rasulullah  diam kemudian lewatlah seorang yang lain, maka Rasulullah  bertanya (lagi) kepadanya: “Apa pendapatmu tentang orang ini?” Dia menjawab: “Wahai Rasulullah ini adalah seorang dari fakirnya kaum muslimin, orang ini kalau meminang pantas untuk tidak dinikahkan dan kalau memberi syafaat pantas tidak diterima syafaatnya dan kalau berbicara pantas untuk tidak didengar perkataannya.” Maka Rasulullah  bersabda: “Orang ini lebih baik daripada seluruh penduduk dunia dari jenis yang tadi.” (H.R. Bukhori-Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap Memohon Perlindungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bagaimanapun, kemiskinan adalah ujian atau musibah yang kita disyariatkan beroda agar terhindar darinya. Rasulullah saw mengajarkan sebuah doa yang hendaknya dibaca pagi dan sore, &lt;br /&gt;اللهم إني أعوذ بك من الكفر و الققر (رواه أبو داود)&lt;br /&gt;“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kekurufan dan kefakiran.” (H.R. Abu Daud)&lt;br /&gt; Hal ini karena kefakiran dapat menjerumuskan seseorang kepada kekufuran. Sebagaimana nasehat Lukman Al Hakim kepada anaknya: &lt;br /&gt;“Wahai anakku, carilah rizki yang halal. Sesungguhnya tidaklah salah seorang itu menjadi faqir kecuali tertimpa salah satu dari 3 perkara: lemah agamanya, lemah akalnya, dan hilangnya kewibawaannya. Dan yang paling berbahaya dari itu semua adalah manusia meremehkannya.”&lt;br /&gt; Korelasi anara kefaqiran dan kekufuran adalah sangat jelas. Berapa banyak umat Islam menjadi kufur –baik kufur akbar ataupun kufur ashghor- disebabkan kefakiran. Kufur ashghor dengan berkeluh kesah, benci terhadap taqdir Allah, dan juga tidak mensyukuri nikmat yang telah Allah limpahkan kepadanya. Kufur Akbar dengan menyekutukannya dan me menjual agamanya serta keimanannya dengan kenikmatan dunia yang sesaat ini.&lt;br /&gt;(diterbitkan majalah Ar Risalah Edisi 88/November 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi&lt;br /&gt;Al Qur’anul Karim&lt;br /&gt;Shohih Bukhori, Imam Abi Abdillah Muhammad bin Ismail al Bukhori al Ju’fi&lt;br /&gt;Shohih Muslim, Imam Abu Husain Muslim bin Hajjaj bin Muslim al Qusyairi an Nisabury, cetakan Darus Salam, Riyadh&lt;br /&gt;Jami’u Tirmidzy, Imam Al Hafidz Abi ‘Isa Muhammad bin Suroh bin Musa At Tirmidzy, cetakan Darus Salam Riyadh&lt;br /&gt;Riyadhus Sholihin, Imam Nawawi&lt;br /&gt;Syarh Riyadhus Sholihin, Syaikh ‘Utsaimin&lt;br /&gt;Madarijus Salikin, Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah&lt;br /&gt;Minhajul Qoshidin, Ibnu Qudamah&lt;br /&gt;Lisanul ‘Arab, Al ‘Alamah Abi Fadhl Jamaluddin Muhammad bin Mukrim Ibnul Mandzur Al Afriqi Al Mishri&lt;br /&gt;Tahdzib Mau’idhotil Mu’minin, Al ‘Alamah Jamaluddin Al Qosi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-5528537182243490308?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/5528537182243490308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=5528537182243490308' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/5528537182243490308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/5528537182243490308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2008/12/manajemen-kefakiran.html' title='Manajemen Kefakiran'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-7269384517720144748</id><published>2008-12-29T21:18:00.001-08:00</published><updated>2008-12-29T21:18:35.259-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='firman'/><title type='text'>ARTI SEBUAH KEMENANGAN</title><content type='html'>Kemenangan seringkali diartikan dengan keunggulan, keberhasilan, dan juga kesuksesan atas lawan. Seorang pembalap dikatakan menang apabila menjadi yang terdepan. Seorang petinju menang apabila dapat meng-K.O. lawannya. Perenang menang bila menajadi yang tercepat. Dan banyak lagi kemenangan-kemenangan yang selalu dikaitkan dengan keunggulan atas lawan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun apakah seperti itu islam memaknai sebuah kemenangan. Setidaknya ada 3 makna kemenangan dalam islam:&lt;br /&gt;1.Tetap dengan komitmennya&lt;br /&gt;2.Allah akan menimpakan siksa batin kepada musuh-musuh islam&lt;br /&gt;3.Apabila mendapatkan kesyahidan&lt;br /&gt;Apakah da’wah nabi Nuh alaihi salam dianggap tidak berhasil karena hanya mendapatkan pengikut belasan orang. Padahal beliau berdakwah selama 950 tahun. Apakah dakwah Rasulullah  di Makkah tidak berhasil karena mendapatkan pengikut puluhan orang. Apakah perang Uhud dikatakan kalah karena banyak kaum muslimin yang memperoleh kesyahidan?&lt;br /&gt;Apabila standart kemenangan hanyalah pada materi maka sangat sedikit sekali orang yang berhasil. Banyak dari mereka yang harus menerima “kegagalan” ketika ajal menjeput, namun kemenangan tak kunjung datang. Oleh karenanya kemenangan tak harus bermakna unggul. Karena hakekat kemenangan adalah:&lt;br /&gt;1.tetap berpegang teguh dengan komitmennya&lt;br /&gt;mereka yang ajal menjelang namun tetap teguh dengan prinsip dan komitmennya tetaplah disebut menang. Karena ujian dan cobaan ketika dia hidup tak mampu merobohkan prinsip yang dia pegang. Bahkan komitmen dan prinsip tersebut diwariskan kepada generasi selanjutnya. Estafet perjuangan tidaklah berhenti hanya karena kehilangan salah seorang pejuangnya. Bahkan akan tumbuh sepuluh, seratus, bahkan seribu pejuangan yang memiliki komitmen dan prinsip seperti dirinya. (bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-7269384517720144748?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/7269384517720144748/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=7269384517720144748' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/7269384517720144748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/7269384517720144748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2008/12/arti-sebuah-kemenangan.html' title='ARTI SEBUAH KEMENANGAN'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-768393841880985353</id><published>2008-12-29T21:16:00.000-08:00</published><updated>2008-12-29T21:17:31.102-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='firman'/><title type='text'>Curahan Hati</title><content type='html'>Bagi setiap penulis pemula, merangkai kata, menuangkannya dalam tulisan, dan menjadikannya enak dibaca merupakan pekerjaan yang sangat sulit. Terlebih buat aku. Mungkin untuk mendapatkan ide atau biasa disebut tema merupakan hal yang lebih mudah. Namun untuk mengembangkannya butuh perjuangan yang tidak mudah. Namun kata penulis yang sudah sukses, intinya adalah terus membaca dan tulislah apa yang kamu baca.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menulis, menulis, menulis, dan terus menulis, begitulah nasehat mereka. Jangan pernah menyerah dengan segala kesulitan yang ada. Yakinlah penulis-penulis sukses lainnya juga pernah merasakan hal yang sama. Bak jalan panjang, kesuksesan merupakan jalan berbelok yang tak dapat terlihat dari kejauhan. untuk dapat melihatnya maka kita harus melewati tikungan atau belokan tersebut.&lt;br /&gt;Jadi jangan pernah mundur atau putus asa sebelum sampai tujuan. Perjalanan masih sangatlah jauh. Sudah berapa artikel yang kamu hasilkan, sudah berapa artikel yang ditolak dan dicemooh, dan sudah berapa banyak buku yang sudah kamu baca??&lt;br /&gt;ترجو النجاة و لم تسلك مسالكها إن السفينة لا تجري على اليبس&lt;br /&gt;“Engkau mengharapkan keberhasilan namun tidak menempuh jalannya, maka ketahuilah sesungguhnya kapal tidak dapat berjalan di daratan.”&lt;br /&gt;Ya, ini adalah sedikit unek-unek yang mengganjal di hati dan pikiranku yang kutulis ketika aku patah semangat untuk menulis aku ragu apakah aku bisa ataukah tidak? Manusia berusaha dan Allah menentukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah menyerah!!&lt;br /&gt;Mimpi hari ini kenyataan esok hari!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-768393841880985353?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/768393841880985353/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=768393841880985353' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/768393841880985353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/768393841880985353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2008/12/curahan-hati.html' title='Curahan Hati'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-4617151598006093616</id><published>2008-12-29T21:15:00.000-08:00</published><updated>2008-12-29T21:17:42.387-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='firman'/><title type='text'>Berhenti Berarti Mati</title><content type='html'>Berhenti berarti mati, begitulah yang penulis pahami ketika menyaksikan fenomena di dunia ini. Tidak hanya ayat kauniyah saja yang menjadi penguat akan kesimpulan ini. Pun, hal ini tersirat di dalam ayat quraniyah.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketika air berhenti bergerak berarti akan rusak dan menjadi sumber penyakit. Dari genangan air akan menjadi tempat yang nyaman sekali untuk bertelur nyamuk atau bakteri lainnya. Terlebih lagi nyamuk penyebar malaria aides aighepty. Yang konon nyamuk ini telah merenggut puluhan nyawa tanpa dapat tertolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi air sumur yang tidak pernah diambil dan dimanfaatkan. Air di dalam sumur tersebut hanya akan menjadi keruh dan kurang sehat. Berbeda dengan sumur yang setiap hari diambil dan dimanfaatkan. Kejernihan, kesehatan, dan kesuciannya tidak perlu dipertanyakan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu dalam ilmu fiqh, tidak diperbolehkan buang air –baik besar atau kecil- di air yang menggenang. Air yang mengalirpun hukum yang berbeda pula. Walaupun terkena najis asalkan mengalir, dapat digunakan untuk bersuci. Suci dan mensucikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat fenomena lainnya adalah pergantian malam dan siang. Bayangkan apabila bumi tidak bergerak, negeri yang terkena matahari akan kepanasan dan bisa jadi akan lumat terkena panasnya yang sangat. Belum lagi negeri yang tidak tersinari, mereka akan mati membeku karena dingin yang tak terusir kecuali dengan sinar dan panasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perputaran matahari pula yang mengatur manusia dalam bekerja. Allah menjadikan siang untuk mencari karunia-Nya dan Dia menjadikan malam untuk hamba-Nya melepas lelah setelah seharian bekerja. Sehingga dengan tidak berhentinya matahari dan bumi, terjadi keseimbangan dalam kehidupan ini. Semuanya sesuai dengan aturan dan kehendak-Nya. Masing-masing beredar sesuai dengan garis edarnya sehingga tercipta keteraturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga manusia. Mereka yang mau bergeraklah yang akan mendapatkan kemajuan dalam kehidupannya. Tidaklah kemajuan diperoleh dengan berleha-leha dan  tanpa usaha nyata.  Tidak hanya urusan dunia saja, namun urusan akhirat juga. Dunia terus mengalami perubahan, hanya perubahan itulah yang tetap. Mereka yang terus mau bergerak majulah yang tak akan terlindas oleh kemajuan zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan orang-orang yang hanya berdiam diri, dan tidak mau melakukan perubahan akan dengan sendirinya tersingkir dari persaingan dan eliminasi kehidupan. Hidup adalah ujian, siapakah yang terbaik amalnya dialah yang berhak mendapat Jannah-Nya kelak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh yang tidak pernah digunakan bergerak ataupun olahraga akan lebih rawan penyakit daripada tubuh yang rutin latihan. Otak yang biasa digunakan berfikir lebih cerdas daripada otak yang diam saja. Darah yang tersumbat dan tak mengalir lancar hanya mendatangkan penyakit. Jantung yang tak berdenyut berarti telah mati. Kotoran dan kencing yang tidak dikeluarkan hanya mengundang sakit. Bahkan orang yang tidak dapat mengeluarkan kentut  pun hanya menyiksa dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sedikit fenomena yang mungkin dapat kita jadikan renungan buat kita bersama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-4617151598006093616?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/4617151598006093616/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=4617151598006093616' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/4617151598006093616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/4617151598006093616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2008/12/berhenti-berarti-mati.html' title='Berhenti Berarti Mati'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-3921237433615155134</id><published>2008-12-29T21:13:00.000-08:00</published><updated>2008-12-29T21:15:05.832-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='zaid'/><title type='text'>Meninggalkan Hal-Hal Tak Bermanfaat</title><content type='html'>“Dari tanda kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dari Abu Hurairoh dengan derajat hasan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan Kalimat&lt;br /&gt;“Min husni islami al-mar’I” yaitu dari kesempurnaan islamnya seseorang, tanda benarnya islam seseorang baik laki-laki maupun wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ma Laa Ya’nihi” yaitu hal-hal yang tidak penting baginya baik perkara dien ataupun dunia. Dari ucapan ataupun perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini bisa disimpulkan bahwasannya kesempurnaan islam seseorang itu bisa diukur dari sikapnya terhadap hal-hal yang tidak bermanfaat baginya, baik yang berkaitan dengan dunianya maupun diennya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anjuran yang terdapat pada hadits ini.&lt;br /&gt;1.mewujudkan masyarakat yang utama.&lt;br /&gt;2.menyibukkan diri dengan hal-hal yang tidak bermanfaat memberatkan diri dan merupakan tanda lemahnya iman.&lt;br /&gt;“cukuplah seseorang itu dianggap jelek jika bodoh terhadap dirinya dan membebani diri dengan hal-hal yang tidak bermanfaat.” (HR. ibnu hibban dari abu dzar).&lt;br /&gt;3.berpaling dari hal-hal yang tidak bermanfaat adalah jalan selamat menuju kesuksesan.&lt;br /&gt;“jika islam salah seorang dari kalian sempurna, maka seluruh amala kebaikannya akan ditulis baginya sepuluh kebaikan kemudian akan dilipat gandakan menjadi 700 kali lipat. Dan setiap kejelekannya akan ditulis semisalnya.” (HR. al-bukhari dari abu hurairoh).&lt;br /&gt;4.hati yang sibuk dengan Allah dan berpaling dari hal-hal yang tidak bermanfaat termasuk dari kebutuhan makhluk.&lt;br /&gt;“hasan al-bashri berkata :”dari tanda-tanda berpalingnya Allah dari hambNya adalah menjadikan kesibukannya dalam hal-hal yang tidak bermanfaat.”&lt;br /&gt;5.hal-hal yang bermanfaat bagi seseorang adalah hal-hal yang berkaitan dengan dhoruriyatul nafsih baik yang berkaitan dengan dunianya—seperti makan, minum, tempat tinggal dan yang lain yang sifatnya mendesak—ataupun yang berkaitan dengan kehidupannya di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diringkas dari kitab “Al-Waafi Fi Syarhi Al-Arba’in An-Nawawi” karangan Dr. Mustofa Bugho dan Muhyiddin Mistau, Maktabah Darut-Turats, Madinah Al-Munawwaroh, cetakan ke 8 tahun 1992 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-3921237433615155134?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/3921237433615155134/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=3921237433615155134' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/3921237433615155134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/3921237433615155134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2008/12/meninggalkan-hal-hal-tak-bermanfaat.html' title='Meninggalkan Hal-Hal Tak Bermanfaat'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-7643036503251446077</id><published>2008-11-09T21:42:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T21:43:47.095-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='firman'/><title type='text'>Tak sekedar nilai</title><content type='html'>Tujuan pendidikan tidaklah sekedar mencari nilai. Lebih dari itu mencerdaskan anak didik bukanlah tujuan pendidikan di sekolah. Karena, tugas sekolah adalah membentuk pribadi yang memiliki intregitas moral yang tinggi, berakhlak mulia, dan produktif yang berjalan pada pondasi aqidah.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, hal ini sering dilupakan oleh  lembaga pendidikan dan tenaga pendidik. Mereka tidak menyadarkan anak didik akan pentingnya pendidikan. Dan juga arah pendidikan tidak diberitahukan sehingga anak didik tidak tahu akan ke mana mereka dibawa.&lt;br /&gt; Berawal dari kesalahan inilah kebobrokan dunia pendidikan terjadi. Kita dapati Negara-negara maju, mereka menyadarkan anak didik mereka arah pendidikannya dan mereka bangkitkan semangat untuk menjadi pembelajar sepanjang masa. Belajar tidaklah hanya mencari nilai. Belajar tidaklah hanya sebatas ilmu di kepala. Tetapi bagaiman ilmu tersebut bermanfaat bagi kemaslahatan umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang Ujian&lt;br /&gt; Kita lihat masa sekarang ini. Praktik percaloan kunci jawaban ujian nasional (UN) sma/SMK mulai marak menjelang ujian. Praktek jual-beli kunci jawaban ini diduga melibatkan oknum-oknum di dinas terkait. &lt;br /&gt; Dalam beberapa tahun yang silam mungkin hal ini masih dalam lingkup kecil. Namun, sekarang ini para calo sudah berani melakukan pendekatan ke siswa untuk menawarkan kunci jawaban tersebut dengan mematok harga tertentu. Bahkan tidak sedikit dari siswa-siswa tersebut yang memesan kunci jawaban dari seorang perantara (calo).&lt;br /&gt; Walaupun untuk ini mereka harus merogoh kantong dan membayar dengan harga tinggi. Padahal tidak ada jaminan uang kembali apabila nanti jawabannya tidak diberikan atau palsu.&lt;br /&gt; Di antara mereka juga mengaku hanya ikut-ikutan membeli setelah ada penawaran dari teman-temannya. Bahkan sejumlah siswa ada yang mengaku bahwa praktek seperti ini sudah biasa terjadi menjelang ujian.&lt;br /&gt; Bayangkan saja, harga untuk semua Mata pelajaran yang diujikan berkisar antara Rp. 500.000,00- Rp. 1.000.000,00. Nilai yang boleh dibilang tidaklah sedikit bila dibandingkan dengan keadaan masyarakat di Indonesia yang notabenenya merupakan kalangan menengah ke bawah.&lt;br /&gt; Namun, mereka juga tidak kalah cerdiknya untuk membeli kunci jawaban tersebut. Mereka membelinya secara kolektif. Yakni ditanggung beberapa siswa. Sehingga biaya yang ditanggung berkisar antara Rp. 100.000,00 atau lebih.&lt;br /&gt; Pembelian soal jawaban semakin marak dengan adanya kebijakan baru dari pemerintah untuk menaikkan nilai syarat lulus UNAS. Untuk standar kelulusan UN SMA dan sederajat tahun ini ditingkatkan dari 5.00 menjadi 5.25 untuk rata-rata minimal. Ditambah, tidak ada nilai di bwah 4.25. atau memiliki nilai minimal 4.00 pada salah satu mata pelajaran, tapi nilai semua mata pelajaran lainnya minimal 6.00.&lt;br /&gt; Hal ini terjadi karena tidak adanya kesiapan siswa dalam menerima kenaikan nilai standart kelulusan. Bahkan ketidaksiapan ini terjadi dari pihak sekolah. Oleh karenanya didapati kasus seorang guru yang memberikan jawaban dengan cara masuk ke kelas atau bertemu di kamar mandi. Kejadian ini pernah terjadi di salah satu sekolah swasta yang ada di Jawa Tengah. &lt;br /&gt;Bahkan kasus yang lebih tragis lagi adalah terjadinya kasusu bunuh diri karena tidak lulus. Hal ini pernah terjadi dua tahun lalu. Hanya karena malu mereka nekat melakukan hal tersebut. Seakan tidak ada kebaikan sama sekali bagi mereka yang tidak lulus. Padahal, ada hal lain yang bisa dikerjakan yang tidak mensyaratkan kelulusan seseorang.&lt;br /&gt;Inilah cermin pendidikan di Indonesia yang perlu kita soroti dan kita cermati bersama. Tentunya kita juga perlu memikirkan bagaimana nasib anak cucu generasi setelah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran orangtua&lt;br /&gt; Dalam hal ini orang tua memiliki peranan yang sangat bersar dalam keberhasilan dunia pendidikan. Tanggung jawab sepenuhnya bukanlah milik sekolah. Karena sekolah hanya pembantu orang tua dalam melaksanakan pendidikan. Ketika orang tua menyekolahkan  anaknya bukan berarti lepas tanggung jawbabnya sebagai pendidik karena sekolah hanya bersifat membantu.&lt;br /&gt; Bahkan ada juga orangtua yang mencoba melepaskan tanggung jawabnya dalam pendidikan anak dengan menyekolahkan anaknya di sekolah fullday. Walaupun hal ini hanya dilakukan oleh segelintir orangtua namun perlu adanya perhatian dalam hal ini.&lt;br /&gt; Dalam kasus yang lain, orangtua ikut memfasilitasi sang anak  atau membantu mereka untuk mendapatkan kunci jawaban. Ini mereka lakukan atas nama “cinta”. Mereka menginginkan anaknya lulus UAN. Kadang semua itu karena dorongan rasa malu apabila anaknya tidak lulus. &lt;br /&gt; Oleh karena itu sebagai orang tua perlu berintropeksi diri. Sudahkan memotivasi anaknya untuk menjadi seorang pembelajar ataukah mereka hanya untuk mencari nilai ? Inilah &lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-7643036503251446077?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/7643036503251446077/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=7643036503251446077' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/7643036503251446077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/7643036503251446077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2008/11/tak-sekedar-nilai.html' title='Tak sekedar nilai'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-1657478089060332583</id><published>2008-11-09T21:34:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T21:47:52.643-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='firman'/><title type='text'>PERADABAN ITU PERNAH ADA</title><content type='html'>Rasulullah  menjadi rasul hanyalah dalam waktu 23 tahun. Namun, hasil yang beliau torehkan di dunia ini tidak pernah dapat disaingi oleh manusia manapun.&lt;span class="fullpost"&gt;Beliau dapat merubah masyarakat yang dulunya dalam keadaaan jahiliyah (kebodohan) baik dalam ilmu dunia maupun ilmu akhirat menjadi masyarakat yang berilmu.&lt;br /&gt; Tidak hanya orang muslim saja yang mengakuinya namun juga orang non muslim. Bahkan Michael H. Hart (1978) menjadikan  Nabi Muhammad nomor satu di dalam bukunya “Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah ”. Ini bukan tanpa dasar. Semua ini berdasar sebagaimana yang dia ungkapkan dalam bukunya, mengapa memilih Nabi Muhammad menjadi nomor satu.&lt;br /&gt; Apabila kita membaca sejarah kita dapati bahwasanya beliau lahir pada tahun 570 M di kota Mekkah, bagian agak selatan Jazirah Arabia. Pada waktu itu Makkah  merupakan daerah yang paling terbelakang di dunia, jauh dari pusat perdagangan, seni maupun ilmu pengetahuan. Bahkan ketika pertama kali islam muncul di sana hanya terdapat belasan orang yang dapat menulis. Ini semua menunjukkan kebodohan masyarakat tersebut.&lt;br /&gt; Namun, berkat ajaran beliaulah pasukan arab dapat menorehkan sejarah penaklukan yang sangat mencengangkan dalam sejarah manusia dan tidak pernah tertandingi. Pada tahun 711, pasukan Arab telah menyapu habis Afrika Utara hingga ke tepi Samudera Atlantik. Dari situ mereka membelok ke utara dan menyeberangi Selat Gibraltar dan melabrak kerajaan Visigothic di Spanyol. Semua sejarah ini ditorehkan oleh mereka yang mendapatkan ajaran Rasulullah.&lt;br /&gt;Selain itu sejarah penaklukan wilayah tersebut sejarah juga mencatat bahwa islam telah melahirkan ulama-ulama yang berpengaruh terhadap peradaban manusia. Bahkan peradaban Barat membangun sendi-sendinya berdasarkan peradaban Islam yang berdiri di Spanyol hasil kerja keras para ulama Islam di sana. Di Spanyol, kaum muslimin mendirikan banyak perguruan tinggi dan meletakkan dasar teori eksperimen. &lt;br /&gt;Ustadz Muhammad Al-Husaini Rakha berkata, “Spanyol pada masa pemerintahan bangsa Arab menjadi markas seni dan industri, serta mercu suar ilmu pengetahuan. Pada saat yang sama, negara-negara Eropa tenggelam dalam lautan kebodohan. Orang-orang Eropa aktif berinteraksi dengan orang-orang Arab dan menimba ilmu dari mereka serta mengambil manfaat dari peradaban mereka. Para mahasiswa dari seluruh penjuru Eropa berdatangan ke Spanyol dan memanfaatkan perpustakaan-perpustakaan yang tersebar di sana-sini. Setelah masa belajarnya selesai, mereka pulang ke negaranya masing-masing untuk menyebarkan ilmu yang mereka pelajari dari orang-orang Arab. Di antara bukti kebesaran peradaban Spanyol bahwa di Cordova saja terdapat lima puluh rumah sakit, sembilan ratus toilet, delapan ratus sekolah, enam rauts masjid, perpustakaan umum yang memuat enam ratus ribu buku dan tujuh puluh perpustakaan pribadi lainnya.”&lt;br /&gt;Peradaban kaum muslimin di Andalus (sekarang Spanyol) pada waktu itu betul-betul berada di puncak kebesarannya hingga banyak sekali raja-raja Eropa mengirimkan wakilnya untuk menimba ilmu pengetahuan di sekolah-sekolah dan universitas-universitas Andalus. Selesai kuliah, mereka kembali ke negerinya masing-masing untuk menyebarkan ilmu pengetahuan yang mereka dapatkan di Spanyol.&lt;br /&gt;Tercatat dalam sejarah bahwa George III Raja Inggris, Ghal, Swedia, dan Norwegia pernah menuliskan surat kepada Hisyam III khalifah kaum muslimin di Andalus. Dia bermaksud untuk mengirim putra-putra terbaiknya untuk menimba ilmu-ilmu di negeri Andalus.&lt;br /&gt;Selain fakta di atas ada studi perbandingan yang ditulis oleh penulis Amerika tentang kondisi Eropa secara umum dan kondisi Andalus secara khusus pada era keemasannya. Ia berkata, “Jika matahari telah terbenam, seluruh kota-kota besar Eropa terlihat gelap gulita. Di sisi lain, Cordova (ibukota Andalus) terang benderang disinari lampu-lampu umum. Eropa sangat kumuh sementara di kota Cordova telah dibangun seribu WC umum. Eropa sangat kotor sementara penduduk Cordova sangat perhatian dengan kebersihan. Eropa tenggelam dalam Lumpur sementara jalan-jalan Cordova telah mulus. Atap istana-istana Eropa sudah pada bocor sementara istana-istana Cordova dihiasi dengan perhiasan yang mewah. Para tokoh Eropa tidak bisa menulis namanya sendiri sementara anak-anak Cordova sudah mulai masuk sekolah …!”&lt;br /&gt;Karena peranan Andalus (Spanyol) pada era Islamlah Eropa maju dalam ilmu pengetahuan, seni, dan industri. Dalam penyebaran ilmu pengetahuan dan seni ke seluruh pelosok Eropa, Andalus tidak membeda-bedakan negara satu dengan negara lainnya. Salah seorang orientalis yang moderat berkata, “Tanpa bangsa Arab dalam sejarah, kebangkitan ilmu pengetahuan dan seni akan mundur ke belakang hingga berabad-abad.”&lt;br /&gt; Sejarah itu pernah tercatat, akankah kita biarkan itu hanya tinggal kenangan tanpa ada keinginan dalam diri kita untuk mengulang sejarah tersebut ? Pertanyaan ini haruslah menjadi cambuk bagi diri kita untuk terus berusaha mengulang sejarah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-1657478089060332583?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/1657478089060332583/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=1657478089060332583' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/1657478089060332583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/1657478089060332583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2008/11/peradaban-itu-pernah-ada.html' title='PERADABAN ITU PERNAH ADA'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-862116801312074398</id><published>2008-11-09T21:21:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T21:25:22.256-08:00</updated><title type='text'>ILMU DAN FADHILAHNYA</title><content type='html'>Pengertian Ilmu&lt;br /&gt;Ilmu secara bahasa : lawan kata dari bodoh, &lt;span class="fullpost"&gt;yaitu mengerti sesuatu dengan hakikatnya. Secara istilah, sebagian ahlul ilmu mengatakan ilmu adalah pengetahuan yang merupakan lawan kata jahl, dan sebagian yang lainnya mengatakan sesungguhnya ilmu lebih dari hanya sekedar  mengerti, dan yang dimaksud adalah ilmu yang Allah  turunkan kepada RosulNya  yaitu Al Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fadhilah Ilmu&lt;br /&gt; Allah  telah memuji ilmu dan ahli ilmu. juga menganjurkan hamba-hambaNya untuk membekali diri dengan ilmu. Ilmu merupakan seutama-utama amal sholeh dan juga merupakan amal sunnah yang paling afdhol. Karena ilmu termasuk jihad fie sabilillah. Dan seungguhnya dien ini tidak akan tegak kecuali dengan dua hal yaitu ilmu dan jihad.&lt;br /&gt; Kedua hal di atas merupakan syarat tegaknya dienullah. Bahkan ilmu didahulukan dari pada jihad. Sebagaimana Nabi  tidak akan memerangi suatu kaum sebelum mendakwahi mereka untuk masuk islam terlebih dahulu.&lt;br /&gt; Sedangkan di  antara fadhilah ilmu adalah :&lt;br /&gt;1.Ilmu adalah warisan para nabi. Para nabi tidak mewariskan kepada umatnya harta (dinar dan dirham) akan tetapi yang diwariskan adalah ilmu. Maka barangsiapa mengambil ilmu maka dia telah mengambil warisan para nabi dan ini termasuk keutamaan yang paling besar.&lt;br /&gt;2.Ilmu itu bekal abadi ke akhirat  sedang harta akan sirna.&lt;br /&gt;  Abu Hurairah D adalah seorang yang terkenal karena banyaknya hadits yang  diriwayatkan, maka kelak ia akan mendapatkan pahala yang berlipat-lipat dikarenakan amalnya tersebut. Sebagaimana sabda Rasulullah  :&lt;br /&gt;إذا مات الإنسان انقطع عمله إلا  من ثلاث, صدقة جارية أو علم ينتفع به أو ولد صالح يدعو له.&lt;br /&gt;  "jika manusia itu  mati maka seluruh amalnya terputus, kecuali tiga perkara : shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh yang selalu mendoakannya.&lt;br /&gt;3.Ilmu akan senantiasa menjaga pemiliknya. Sedangkan harta pemiliknya yang akan menjaganya.&lt;br /&gt;4.Ilmu adalah sarana untuk menjadi syuhada 'alal haq (saksi yang adil dan benar)&lt;br /&gt;شهد الله أنه لا إله هو و الملائكة و أولو العلم قائما بالقسط.&lt;br /&gt;  "Allah menyatakan bahasannya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga mengatakan demikian). (Ali Imron : 18) &lt;br /&gt;5.Ahlul ilmi adalah termasuk ulul amri yang harus ditaati oleh umat islam. Sebagaimana firmanNya:&lt;br /&gt;يأيها الذين آمنوا أطيعوا الله و الرسول و أولي الأمر منكم.&lt;br /&gt; "wahai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan rasulNya serta ulil amri di antara  kalian ."&lt;br /&gt;Ulul Amri adalah Umara' (pemerintah) dan Ulama. Ulama bertanggung jawab menjelaskan syariat dan mendakwahkannya kepada masyarakat, sedangkan umara (pemerintah) bertanggung jawab atas penegakannya.&lt;br /&gt;6.Ahlul ilmi senantiasa menjalankan syari'at Allah  sampai datangnya hari qiamat.&lt;br /&gt;من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين ( رواه البخاري )&lt;br /&gt;"Barang siapa yang Allah   kehendaki padanya kebaikan maka akan difahamkan kepadnya urusan dien." (HR. Bukhori)&lt;br /&gt;7.Rasul  melarang hasad kepada orang  yang mendapatkan sebuah nikmat dari nikmat-nikmat Allah   kecuali kepada dua nikmat.&lt;br /&gt;Orang yang diberi ilmu oleh Allah  dan dia mengamalkannya.&lt;br /&gt;Seorang yang diberi harta oleh Allah  dan dia membelanjakan hartanya di jalan Allah  .&lt;br /&gt;8.Ilmu adalah jalan menuju surga bagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah D bahwasanya Rasulullah  bersabda :&lt;br /&gt;من سلك طريقا يلتمس فيه علما سهل الله له به طريقا إلى الجنة  ( رواه مسلم )&lt;br /&gt;  "barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu maka Allah   akan memudahkan baginya jalan menuju jannah." (HR. Muslim)&lt;br /&gt;9.Sesungguhnya ilmu adalah cahaya yang menerangi seorang hamba dan mengajari bagaimana beribadah kepada Rabnya, bagaimana bergaul dengan sesama hamba.&lt;br /&gt;10.Ilmu adalah cahaya yang menunjuki manusia dalam urusan dunia dan agamanya.&lt;br /&gt;11.Akan Allah  meningkatkan derajat ahli ilmu di Akhirat dan di dunia. Di dunia akan meningkat derajatnya di atas hamba yang lainnya dikarenakan ilmunya sedangkan di Akhirat Allah  akan mengangkat derajatnya karena dia berdakwah atau mengajak manusia kepada Allah  dan beramal dengan ilmunya.&lt;br /&gt;يرفع الله الذين آمنوا منكم و الذين أوتوا العلم درجات&lt;br /&gt;  "Allah  akan mengangkat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu di antara kalian beberapa derajat."&lt;br /&gt;Dikelurkan oleh  ibnu mundzir dari ibnu Mas'ud D berkata : Allah  tidak mengkhususkan para ulama di dalam Al-Qur'an sebagaimana dalam ayat ini. Allah  mengutamakan orang-orang yang beriman dan berilmu atas orang-orang yang beriman tetapi tidak diberi ilmu.&lt;br /&gt;Ibnu Abbas D berkata : "ulama itu mempunyai derajat diatas orang mukmin sebanyak 700 tingkatan dan masing-masing tingkatan itu sejauh 500 tahun perjalanan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keutamaan Seorang Alim&lt;br /&gt;1.Dari Ibnu Abbas D bahwa Rasulullah  bersabda : "Seorang yang faqih (berilmu) itu lebih ditakuti oleh syetan dari pada seribu ahli ibadah"&lt;br /&gt;فقيه واحد أِِِشد  على الشيطان من ألف عابد ( رواه الترمذي و ابن ماجه و البيهقي )&lt;br /&gt; "satu orang ahli ilmu lebih ditakuti syetan dari pada seribu Ahli ibadah"  (HR. tirmidzi, Ibnu Majah dan  Baihaqi)&lt;br /&gt;2.Dari Atho' dari Abu Hurairah   bahwa Rasulullah  telah bersabda:&lt;br /&gt;ما عبد الله بشيء أفضل من فقه في الدين&lt;br /&gt;" Tidaklah seorang hamba yang lebih utama dihadapan Allah  dari pada seorang yang faqih dalam perkara agamanya " ( Dikeluarkan oleh Al Khotib dalam kitab Al Jami' )&lt;br /&gt;3. Diriwayatkan secara marfu' dari Abu Hurairah D bahwa Rasulullah  telah bersabda : &lt;br /&gt;"Barangsiapa yang memberikan  jalan petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya dan tidaklah berkurang sedikitpun dari pahala mereka. Dan barangsiapa  yang memberikan jalan kesesatan, maka baginya dosa seperti dosa orang yang mengikutinya, dan tidaklah berkurang sedikitpun dari dosa mereka." (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam-Macam Ilmu&lt;br /&gt;Rasulullah  telah bersabda: &lt;br /&gt;"Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim."  (HR. Ahmad dan Ibnu majah ). &lt;br /&gt;Dalam mengomentari hadits ini, Syeikh Jamaludin Al Qosimi mengatakan bahwa: "ilmu  yang wajib di pelajari (fardhu 'ain) adalah mengenai tauhid, Dzat Alloh dan sifat-Nya, ibadah, halal dan haram serta permasalahan-permasalahan yang berkenaan dengan hati, misalnya : sabar, syukur, jujur dan lain sebagaianya.&lt;br /&gt;Sedangkan ilmu yang bersifat fardhu kifayah adalah  ilmu yang berkenaan dengan keperluan manusia di dunia ini. Misalnya: ilmu kedokteran, ilmu hisab dan lain sebagaianya .&lt;br /&gt;      Syeikh Ibn baz menjelaskan bahwa: "seorang tholibul ilmi harus mendahulukan ilmu syar'i dari pada ilmu duniawi, dan barang siapa mendahulukan ilmu  duniawi  dan bodoh dalam ilmu syar'i, maka dia dalam pandangan islam dikatakan sebagai  seorang  yang jahil dan dicela. Adapun ilmu duniawi hukumnya fardhu kifayah, tetapi jika diniatkan untuk mencari ridho Allah , maka dapat bernilai ibadah. Dan jika tidak  ada niat di dalamnya maka hukumnya mubah ."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Dari ibnu Abbas D bahwa Rasullah  telah bersabda : &lt;br /&gt;"Barangsiapa meninggal dalam keadaan menuntut ilmu maka tidaklah Allah    pertemukan antara dia dan para Nabi kecuali mendapatkan derajat kenabian. (H.R. Darimi, Kitab Jawahir Al 'Aqdaini hal 36-38)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;referensi: &lt;br /&gt;Kitabul Ilmi, Syekh Al-Usaimin.&lt;br /&gt;Tahdzib Mau'idhoh Al-Mu'minin, Jamaludin Al-Qosimi.&lt;br /&gt;Ad-Durul Mantsur fi Tafsiril Ma'tsur, Imam As-Suyuthi.&lt;br /&gt;Fathul Baari, Ibnu Hajar Al-Atsqolani. &lt;br /&gt;Majmu' Fatawa ,Ibn Baz ,Juz 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Kelompok I : &lt;br /&gt;Shoimun Qorib&lt;br /&gt;Joko Suseno &lt;br /&gt;Firmansyah&lt;br /&gt;Ardi Santoso&lt;br /&gt;Qomaruddin Al-Haqq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-862116801312074398?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/862116801312074398/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=862116801312074398' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/862116801312074398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/862116801312074398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2008/11/ilmu-dan-fadhilahnya.html' title='ILMU DAN FADHILAHNYA'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-6618398617939823981</id><published>2008-08-14T08:26:00.000-07:00</published><updated>2009-04-18T04:42:34.841-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='zaid'/><title type='text'>Tidur Yang Membatalkan Wudhu</title><content type='html'>Pendahuluan&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah  yang telah menciptakan alam semesta beserta isinya. Shalawat serta salam semoga tercurahkan kehadirat nabi Muhammad  dan seluruh sahabat beliau.&lt;br /&gt;Salah satu ajaran yang paling pokok dalam Islam adalah masalah shalat. Ia merupakan salah satu dari rukun Islam, tiangnya agama. Bahkan shalat menjadi tolok ukur bagus tidaknya amalan seorang muslim. Dan merupakan amalan manusia yang pertama kali dihisab pada hari kiamat kelak.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, mengingat pentingnya masalah shalat ini, hendaknya seorang muslim mengetahui hal-hal yang berkaitan denganya. Baik hal-hal yang menjadikan shalat itu baik dan benar atau pun hal-hal yang bisa merusak shalat itu sendiri.&lt;br /&gt;Satu hal yang paling urgen dalam masalah ini adalah keadaan seseorang yang menentukan sah tidaknya shalat itu sendiri. Di antaranya adalah masalah thaharah. Karena orang yang tidak suci ketika shalat maka shalatnya tidak sah. Untuk itu perlu kita ketahui sesuatu yang bisa membatalkan thaharah itu sendiri.&lt;br /&gt;Ada banyak hal yang bisa membatalkan thaharah. namun dalam makalah ini kami hanya akan membahas tidur, apakah membatalkan thaharah atau tidak. Mengingat banyaknya perbedaan pendapat di kalangan para ulama fiqih, maka kami perlu membahas masalah ini.&lt;br /&gt;Dalam tulisan ini akan kami paparkan dalil-dalil yang berhubungan dengan tidur, baik yang menunjukkan batalnya wudhu dan juga yang menunjukkan tidak batalnya wudhu karena tidur itu sendiri. Juga kami paparkan perbedaan pendapat di kalangan ahli fiqih dalam masalah ini, dan kami akhiri dengan kesimpulan.&lt;br /&gt;Kami menyadari banyaknya kekurangan dan kesalahan dalam makalah ini. Untuk itu kami meminta ustadz yang terkait untuk bisa mengoreksi dan memperbaiki kesalahan-kesalahan itu. Dan kami senantiasa memohon ampun kepada Allah  atas kesalahan, baik disengaja ataupun tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian&lt;br /&gt;Tidur adalah keadaan dimana seseorang hilang kesadarannya.&lt;br /&gt;Sedangkan orang yang batal wudhunya berarti ia tidak dalam keadaan suci lagi atau terkena hadats, maka ia harus berwudhu agar kembali suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil-dalil yang berkaitan dengan masalah ini&lt;br /&gt;Hadits-hadits yang menunjukkan bahwa tidur tidak membatalkan wudhu.&lt;br /&gt;1. Hadits anas bin malik , ia berkata, “saat itu sudah dikumandangkan iqamat untuk shalat, tetapi Nabi  memanggil seseorang dan beliau terus memanggilnya sampai para sahabat yang lain tertidur, kemudian nabi  datang dan shalat bersama mereka.&lt;br /&gt;2. Hadits yang diriwayatkan oleh Muslim&lt;br /&gt;عَنْ قَتَادَةَ قَالَ سَمِعْتُ أَنَسًا يَقُولُاكَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنَامُونَ ثُمَّ يُصَلُّونَ وَلَا يَتَوَضَّئُونَ قَالَ قُلْتُ سَمِعْتَهُ مِنْ أَنَسٍ قَالَ إِي وَاللَّهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari qatadah dia berkata, “aku mendengar anas berkata, “dahulu shahabat-shahabat Rasulullah  tidur kemudian shalat dengan tidak berwudhu lagi’, ada yang berkata, “aku bertanya, ‘engkau mendengarnya dari anas?”, dia menjawab, “ya, demi Allah.”&lt;br /&gt;3. Hadits ibnu abbas , ia berkata, “aku bermalam di rumah bibiku maimunah, Rasulullah  bangun dan aku berdiri di samping kirinya, maka beliau memegang tanganku dan menjadikanku di sebelah kanannya, maka apabila aku tertidur, beliau memegang daun telingaku.” Ibnu abbas mengatakan beliau shalat sebelas rekaat.&lt;br /&gt;4. Hadits yang diriwayatkan dari ibnu abbas  ia berkata:&lt;br /&gt;بِتُّ فِي بَيْتِ خَالَتِي مَيْمُونَةَ فَصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعِشَاءَ ثُمَّ جَاءَ فَصَلَّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ ثُمَّ نَامَ ثُمَّ قَامَ فَجِئْتُ فَقُمْتُ عَنْ يَسَارِهِ فَجَعَلَنِي عَنْ يَمِينِهِ فَصَلَّى خَمْسَ رَكَعَاتٍ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ نَامَ حَتَّى سَمِعْتُ غَطِيطَهُ أَوْ قَالَ خَطِيطَهُ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الصَّلَاةِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku bermalam di rumah bibiku Maimunah, maka Rasulullah  shalat isya’, kemudian beliau  datang dan shalat empat rekaat kemudian tidur kemudian bangun, maka aku berdiri di samping kiri beliau , maka rasulullah  menjadikanku di sebelah kanannya kemudian shalat lima rekaat dan dua rekaat kemudian beliau tidur sampai aku mendengar dengkuran beliau kemudian beliau keluar untuk shalat.&lt;br /&gt;Secara dhahir dalil-dalil di atas menunjukkan bahwa tidur tidak membatalkan wudhu. dan semua hadits-hadits di atas shahih.&lt;br /&gt;Hadits-hadits yang menunjukkan bahwa tidur membatalkan wudhu.&lt;br /&gt;1. Hadits safwan bin assal, dia berkata, “Rasulullah  memerintahkan kami mengusap sepatu-sepatu kami tatkala kami bepergian jauh dan tidak dilepas selama tiga hari, baik karena buang air besar, kencing, atau tidur, kecuali mengalami janabat.” . hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah  menyamakan semua jenis tidur, tidak mengkhususkan lama atau sebentar, satu keadaan dengan keadaan yang lain, dan disamakan antara tidur dengan perkara buang air besar atau kecil.&lt;br /&gt;2. Dari Ali bin Abi Thalib , dari nabi ,&lt;br /&gt;“kedua mata adalah tali (penutup) dubur, barang siapa yang tidur, hendaklah dia berwudhu.”&lt;br /&gt;3. Ulama yang menyatakan bahwa tidur membatalkan wudhu mengatakan para ulama bersepakat mewajibkan wudhu bagi seorang yang hilang akalnya karena gila atau pingsan, bagaimana pun kondisinya, demikian juga halnya dengan tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan pendapat di kalangan para ulama fiqih&lt;br /&gt;dalam hal ini para ulama terbagi menjadi tiga kelompok pendapat:&lt;br /&gt;Pertama: tidur itu membatalkan wudhu (hadats). Karenanya orang yang berpendapat demikian mewajibkan wudhu bagi orang yang tidur, baik sedikit atau banyak.&lt;br /&gt;Kedua: tidur bukan merupakan hadats. Karenanya, tidak wajib wudju lantaran tidur. Kecuali jika ketika tidur itu yakin mengeluarkan hadats. Ini menurut fuqaha’ yang tidak menganggap pengaruh ragu-ragu, kecuali jika orang yang tidur itu merasa ragu. Menurut fuqaha’ yang berpendapat bahwa syak itu terdapat pengaruh, maka sebagian ulama salaf—jika tidur—mereka minta kepada orang lain untuk menilai keadaannya, apakah mengeluarkan hadats atau tidak.&lt;br /&gt;Ketiga: membedakan antara tidur sedikit dengan tidur banyak. Mereka mewajibkan wudhu untuk tidur banyak, sedang tidur sedikit tidak mewajibkan wudhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat dari empat Mazhab:&lt;br /&gt;Hanafiah: Pada hakekatnya tidur itu sendiri tidak membatalkan wudhu, kecuali dalam tiga keadaan. Pertama: tidur dengan posisi miring, kedua: tidur denga posisi berbaring atau terlentang. Ketiga: tidur bertumpu pada salah satu pangkal paha.&lt;br /&gt;Tidur dengan tiga posisi di atas menyebabkan longgarnya persendian, sehingga seseorang tidak tahu keadaan dirinya. Sedangkan posisi tidur dengan duduk tenang di atas tanah atau yang lainnya maka tidak membatalkan wudhu, sesuai dengan pendapat yang paling benar.&lt;br /&gt;Syafi’iyyah: Orang yang tidur batal wudhunya kecuali antara pantat dan tempat duduknya rapat dan tidak ada celah, seperti dengan duduk atau menunggang kendaraan. Sedangkan kalau ada celah antara keduanya maka wudhunya batal. Sedangkan ngantuk tidak membatalkan wudhu, walaupun keadaannya sangat ngantuk, karena ia masih bisa mendengar suara orang yang berbicara di dekatnya walaupun tidak memahaminya.&lt;br /&gt;Hanabilah: Tidur membatalkan wudhu bagaimana pun keadaanya. Kecuali tidur yang ringan dalam posisi duduk atau berdiri.&lt;br /&gt;Dalam kitab Al-Mugni disebutkan, tidur terbagi menjadi tiga: pertama, tidur terlentang. Tidur yang seperti ini membatalkan wudhu, baik sebentar atau lama (menurut pendapat yang mengatakan tidur membatalkan wudhu). Kedua, tidur dengan duduk. Jika tidurnya sebentar tidak membatalkan wudhu, namun jika lama maka membatalkan wudhu. Ketiga, selain dua keadaan di atas. Yaitu tidur dengan posisi berdiri, ruku atau sujud. Ada yang mengatakan batal wudhunya, namun ada yang mengatakan tidak batal wudhunya dengan catatan tidurnya tidak lama.&lt;br /&gt;Malikiyah: Tidur yang nyenyak membatalkan wudhu baik sedikit atau banyak, dengan posisi berdiri, duduk ataupun sujud. Sedangkan tidur yang ringan tidak membatalkan wudhu, baik sebentar maupun lama dengan posisi apa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munaqasah&lt;br /&gt;Karena dalil-dalil yang ada saling bertentangan, maka dalam mensikapi hal ini para ulama menggunakan dua metode, tarjih dan thoriqotul jam’i.&lt;br /&gt;Ulama yang mengikuti cara tarjih, kadang berpendapat ingin menghapuskan kewajiban wudhu lantaran tidur sama sekali, berdasarkan hadits-hadits yang menghapuskannya. Kadang, mereka mewajibkan wudhu karena tidur—sedikit atau banyak—berdasarkan hadits-hadits yang mewajibkan wudhu. Jadi hadits yang terkuat tidak tampak jelas, apakah hadits yang mewajibkan wudhu atau yang menghapuskannya.&lt;br /&gt;Kelompok yang berpendapat dengan metode thoriqotul jam’i menginterpretasikan hadits-hadits yang mewajibkan wudhu karena tidur dengan pengertian tidur yang banyak. Sedang hadits yang tidak mewajibkan wudhu karena tidur diartikan sebagai tidur yang sedikit. Penjamakan ini, adalah pendapat jumhur ulama’.&lt;br /&gt;Sedangkan menurut ulama ushul, cara thoriqotul jam’i lebih bisa dipandang lebih baik dibandingkan cara tarjih, selama masih bisa dilakukan penjamakan.&lt;br /&gt;Imam syafi’i, ketika mengecualikan tidur dengan duduk dari kewajiban wudhu mengajukan argumentasi bahwa masalah itu sudah diriwayatkan secara shahih dari para sahabat. Bahwa mereka tidur sambil duduk, lalu mengerjakan shalat tanpa wudhu terlebih dahulu.&lt;br /&gt;Imam Abu Hanifah menyatakan wajibnya wudhu dikarenakan tidur dengan berbaring. Beliau menyandarkan pendapatnya ini dengan hadits marfu’ yang diriwayatkan dari ibnu umar  :&lt;br /&gt;إنما الوضوء على من نام مضطجعا&lt;br /&gt;“Sesungguhnya wudhu itu hanya (wajib) atas siapa saja yang tidur berbaring.”&lt;br /&gt;Sedangkan imam malik berpendapat bahwa tidur yang membatalkan wudhu adalah tidur yang pada dasarnya mendatangkan hadats. Sehingga dalam hal ini, imam malik dalam hal ini mempertimbangkan tiga segi: kenyenyakan, lamanya dan cara tidur. Namun imam malik tidak mengemukakan syarat lamanya atau cara tidurnya disamping segi nyenyaknya yang pada dasarnya hadats itu keluar. Sedang cara tidur yang pada prinsipnya tidak mendatangkan hadats, beliu mensyaratkan lama dan nyenyaknya tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat yang rajih.&lt;br /&gt;Dari semua dalil dan perbedaan pendapat di antara ulama fiqih yang ada bisa ditarik kesimpulan bahwa tidur yang pulas yang menyebabkan hilangnya kesadaran, tidak mampu mendengar suara, tidak merasakan jika sesuatu jatuh dari tangannya atau jika ada air liur keluar dari mulutnya dan lain-lain, adalah tidur yang membatalkan wudhu. Sebab tidur semacam ini menandai terjadinya hadats, sama saja apakah dalam posisi berdiri, duduk, berbaring, ruku’, sujud, tidak ada bedanya semua posisi itu.&lt;br /&gt;Tetapi jika tidur ringan berupa rasa kantuk yang sangat sehingga orang tersebut masih merasakan hal-hal yang kami sebutkan di atas, maka bagaimana pun kondisinya, tidur seperti itu tidak membatalkan wudhu. Sesuai dengan hadits yang menyebutkan tertidurnya para shahabat sampai kepala mereka tertunduk, dan hadits Ibnu Abbas ketika shalat bersama nabi . Dengan demikian terkumpullah seluruh dalil-dalil yang tersebut di dalam bab ini. Wallahu a’lam bish-shawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi&lt;br /&gt;1. Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul-Maqashid, Ibnu Rusyd, Darul-Kutub Al-Ilmiyah, Beirut, Lebanon&lt;br /&gt;2. “Shahih Fiqih Sunnah Lengkap Berdasarkan dalil-dalil dan penjelasan para imam yang termasyhur“, Abdul Malik Kamal bin As-Sayyid Salim, pustaka azzam, jakarta, cetakan ke I tahun 2006.&lt;br /&gt;3. Al-Mugni, Ibnu Qudamah, hajar, kairo, cetakan ke II tahun 1412 H/1992 M.&lt;br /&gt;4. Al-Fiqhul Al-Islamy Wa Adillatihi, Dr. Wahbah Az-Zahily, Darul-Fikri, Damsyiq, cetakan ke III tahun 1409 H/1989 M.&lt;br /&gt;5. Maktabah Syamilah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-6618398617939823981?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/6618398617939823981/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=6618398617939823981' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/6618398617939823981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/6618398617939823981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2008/08/tidur-yang-membatalkan-wudhu.html' title='Tidur Yang Membatalkan Wudhu'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-5829695298392926868</id><published>2008-08-14T08:23:00.000-07:00</published><updated>2008-08-14T08:25:55.638-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='zaid'/><title type='text'>BAKHIL</title><content type='html'>Pendahuluan&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan alam semesta beserta isinya. Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad , yang telah diutus oleh Allah  untuk menyempurnakan akhlak umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menciptakan manusia dalam sebaik-baik ciptakan. Menundukkan apa yang ada di langit dan yang ada di bumi untuk manusia. Menjadikan manusia khalifah di muka bumi untuk melestarikan serta menjaganya.&lt;br /&gt;Pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial. Mereka membutuhkan kehadiran orang lain dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini tidak bisa dipungkiri. Jika pun ada manusia yang menyangka dirinya tidak membutuhkan orang lain tentu itu mustahil baginya. Karena tidak mungkin seseorang mampu memenuhi segala kebutuhannya, baik rohani maupun jasmani. dari kebutuhan sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan dan kebutuhan yang lain.&lt;br /&gt;Untuk itu Islam mengatur hubungan antar sesama manusia. Mengajarkan bagaimana bergaul dengan orang lain. Islam juga mengajarkan kepada umatnya akhlak-akhlak yang mulia. Serta mengingatkan umatnya untuk menjauhi dan meninggalkan akhlak yang tercela. &lt;br /&gt;Salah satu akhlak tercela yang besar pengaruhnya terhadap kehidupan seseorang adalah sifat bakhil atau kikir. Mengingat besarnya pengaruh yang akan muncul dari sifat ini, tentunya kita harus mengetahui hakikat bakhil serta batasan di mana seseorang disebut bakhil atau kikir. Serta bagaimana cara mengobati sifat bakhil tersebut.&lt;br /&gt;Kami juga menghadirkan dalil-dalil syar’I yang berkaitan dengan bakhil. Baik dari Al Qur’an maupun As Sunnah dan juga perkataan dari ulama’ salaf yang berkaitan dengan masalah ini.&lt;br /&gt;Kami menyadari semua yang kami paparkan dalam tulisan ini tentunya tidak bisa mewakili pembahasan ulama tentang sifat bakhil dan kikir secara menyeluruh. Namun kami tetap berharap makalah yang singkat ini mampu membuka hati kita untuk menghiasi diri kita dengan akhlak yang mulia serta meninggalkan seluruh akhlak yang tercela. &lt;br /&gt;إِنَّ مِنْ خِيَارِكُمْ أَحْسَنَكُمْ أَخْلَاقًا&lt;br /&gt;“sesungguhnya sebaik-baik kalian adalah yang paling bagus akhlaknya”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya, dengan keterbatasan ilmu yang kami miliki, banyak terdapat kesalahan. Untuk itu kami memohon ampunan kepada Allah atas kesalahan baik yang disengaja ataupun tidak. Tak lupa pula kami mengharapkan kesediaan asatidzah dan ikhwan sekalian untuk mengoreksi tulisan kami ini. Wallahu Musta’an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Pengertian kikir&lt;br /&gt;Sebagaimana yang telah kami paparkan dalam mukaddimah. Dalam pembahasan ini ada dua kata dalam bahasa arab yang maknanya hampir sama yaitu kata (البخل ) dan (الشح ). &lt;br /&gt;Al-buhlu atau bakhil adalah menahan sesuatu yang wajib. Sedangkan asy-syuh atau kikir adalah menahan sesuatu yang wajib dan tamak atau rakus terhadap apa yang menjadi milik orang lain. Jadi asy-syuh lebih buruk dan tercela dari pada al-Bukhl.&lt;br /&gt;Dua sikap ini sama tercelanya. Sehingga tidak pantas dalam diri seorang muslim terdapat sifat bakhil dan kikir. Sebagaimana dikatakan dalam sebuah riwayat: &lt;br /&gt;“Dua hal yang tidak akan terhimpun pada diri seorang mukmin: bakhil dan ahlak yang buruk.” (Diriwayatkan At-Tirmidzi) &lt;br /&gt;“kikir dan iman sama sekali tidak akan terhimpun di dalam diri seorang hamba.” (Diriwayatkan At-Tirmidzi, Ahmad, Al-Hakim, Al-Baihaqi dan Al-Baghawi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Dalil-dalil yang berkaitan dengan bakhil.&lt;br /&gt;Sifat bakhil dan kikir ini sangatlah dicela dalam Islam. Hal ini bisa dilihat dalam beberapa nash syar’I, baik dari Al Qur’an maupun As Sunnah. Kesemua dalil tersebut menunjukkan betapa jeleknya akibat dari keduanya.&lt;br /&gt;Dari Al Qur’an&lt;br /&gt;Kata bakhil beberapa kali disebutkan dalam Al Qur’an. dan semua ayat tersebut mengandung celaan terhadap sifat bakhil ini, di antaranya :&lt;br /&gt;وَأَمَّا مَنْ بَخِلَ وَاسْتَغْنَى (8) وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَى (9) فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَى (10) وَمَا يُغْنِي عَنْهُ مَالُهُ إِذَا تَرَدَّى (11) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“dan adapun orang-orang yang kikir dan merasa dirinya cukup (tidak memerlukan pertolongan Allah). Serta mendustakan pahala yang terbaik. Maka akan kami permudahkan jalannya menuju kesukaran (kesengsaraan). Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa (mati). (Qs. Al-Lail : 8-11)&lt;br /&gt;هَاأَنتُمْ هَؤُلاَء تُدْعَوْنَ لِتُنفِقُوا فِي سَبِيلِ اللهِ فَمِنكُم مَّن يَبْخَلُ وَمَن يَبْخَلْ فَإِنَّمَا يَبْخَلُ عَن نَّفْسِهِ وَاللهُ الْغَنِيُّ وَأَنتُمُ الْفُقَرَاء  . &lt;br /&gt;“Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada orang yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang maha kaya sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan(Nya). (Qs. Muhammad :38)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الَّذِينَ يَبْخَلُونَ وَيَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبُخْلِ وَيَكْتُمُونَ مَا آتَاهُمُ اللهُ مِن فَضْلِهِ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُّهِينًا &lt;br /&gt;“yaitu orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir  siksa yang menghinakan.” (Qs. An-Nisa’ : 37)&lt;br /&gt;Allah mencela orang-orang yang tidak mau menginfakkan hartanya di jalan yang telah diperintahkan Allah, seperti untuk berbuat baik kepada orang tua, kerabat karib, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat, tetangga yang jauh, ibnu sabil dan hamba sahaya. Mereka pun tidak mengeluarkan hak Allah yang terdapat dalam harta mereka, bahkan menyuruh orang lain berbuat bakhil. Rasulullah bersabda, &lt;br /&gt;“Adakah penyakit yang lebih ganas dari pada bakhil?“&lt;br /&gt;Firman Allah, “dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan kepada mereka.“ Orang bakhil adalah orang yang mengingkari nikmat Allah. Nikmat Allah itu tidak tampak dalam pakaian, makanan atau pemberiannya. Oleh karena itu Allah mangancam dengan firmanNya, “dan kami telah menyediakan bagi orang-orang kafir siksa yang menghinakan.“ &lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits dinyatakan, &lt;br /&gt;“Sesungguhnya jika Allah menganugerahkan suatu nikmat kepada hamba-Nya, maka Dia suka jika kenikmatan itu tampak berdampak pada dirinya.“&lt;br /&gt;Konteks ayat ini adalah bakhil dalam hal harta. Namun bakhil terhadap ilmu pengetahuan tentu lebih tercakup lagi ke dalaml ayat itu sebab konteknya mengenai infak kepada kerabat dekat dan orang-orang lemah.&lt;br /&gt;وَلاَ يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللهُ مِن فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَّهُمْ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَّهُمْ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُواْ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ &lt;br /&gt;“sekali-kali janganlah orang yang bakhil dengan hartan yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka , bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelah di lehernya pada hari kiamat.” (Qs. Ali Imron :180)&lt;br /&gt;Firman Allah ta’ala, “dan jangan sekali-kali mengira bahwa kekikiran orang-orang atas karunia yang telah Allah berikan kepadanya adalah baik bagi mereka. Bukan baik tetapi buruk bagi mereka.” Maksudnya, jangan sekali-kali orang kikir menduga bahwa harta yang dikumpulkan itu berguna baginya, justru akan memberikan madharat bagi mereka dalam agamanya, walaupun kadang mendatangkan manfaat baginya di dunia.” &lt;br /&gt;Kemudian Allah memberitahukan ihwal kesudahan hartanya pada hari kiamat. Allah berfirman, “apa yang mereka kikirkan itu kelak akan dikalungkan kepada mereka pada hari kiamat.” &lt;br /&gt;Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Rasulullah  bersabda, “ barang siapa yang diberi harta kekayaan oleh Allah namun tidak dizakatinya, maka hartanya itu akan menjelma menjadi seekor ular yang mempunyai dua titik hitam pada sebelah atas kedua matanya. Kemudian ular itu akan dikalungkan kepadanya pada hari kiamat lalu menggigit kedua pipinya. Ular itu berkata, ‘aku adalah hartamu dan gudang kekayaanmu.’ Kemudian Nabi  membaca ayat di atas.”&lt;br /&gt;Al-Aufi meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata, “ayat ini diturunkan berkaitan dengan ahli kitab yang tidak mau menjelaskan isi kitab yang diturunkan kepada mereka.” Demikian menurut riwayat Ibnu Jarir. Pendapat yang shahih ialah yang sebelumnya, walaupun pendapat ini termasuk ke dalam pengertian bakhil juga. &lt;br /&gt;وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ &lt;br /&gt;“dan barang siapa dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Qs. Al-Hasr : 9)&lt;br /&gt;Ada seorang laki-laki mendatangi Abdullah dan berkata : "wahai Abu Abdirrahman aku khawatir aku akan celaka." Maka beliau bertanya, "Apa yang menimpamu?" laki-laki itu menjawab, "Aku mendengar Firman Allah, "“dan barang siapa dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Qs. Al-Hasr : 9), sedangkan aku adalah orang yang sangat kikir, hampir-hampir tidak pernah aku mengeluarkan sesuatu pun dari kedua tanganku ini." Maka beliau berkata, "Bukan kikir ini yang dimaksud dalam firman Allah tersebut, sesungguhnya kikir adalah engkau memakan harta saudaramu secara dzalim, tetapi yang menimpamu adalah kebakhilan, dan sejelek-jeleknya sesuatu adalah kebakhilan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari As-Sunnah&lt;br /&gt;Dari nabi  beliau pernah berdo’a:&lt;br /&gt;"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari lemah hati dan bakhil (Riwayat Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabir  meriwayatkan, Nabi  pernah bertanya kepada banu salamah, "siapakah pemimpin kalian?“ mereka menjawab, "jadd bin Qais. Hanya saja kami menganggapnya orang yang bakhil.“ Beliau bersabda, "Lalu penyakit apakah yang lebih parah dari pada bakhil? Pemimpin kalian adalah Bisyr bin Barra’ bin Ma’rur“ (Riwayatkan Al-Bukhari di dalam Al-Adabul Mufrad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas beliau berkata, Rasulullah  bersabda :&lt;br /&gt;ثَلَاثٌ مُهْللِكَاتٌ شُحٌّ مُطَاعٌ وَهَوًى مُتْبَعٌ وَإِعْجَابُ المَرْءِ بِنَفْسِهِ&lt;br /&gt;"Tiga perkara yang merusak, yaitu kikir yang dituruti, nafsu yang diikuti, dan ketaajuban seseorang terhadap diri sendiri .“ (Riwayatkan Al-Bazzar dan Abu Nu’aim)&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah  beliau berkata, Rasulullah  bersabda : “Tidaklah para hamba menjumpai waktu subuh kecuali akan turun dua malaikat. Yang satu berkata, “ya Allah berilah orang-orang yang berinfak ganti atas hartanya.“ Dan yang lain berkata, “ya Allah berikanlah kepada orang yang bakhil kerugian.“ (HR. Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan ulama salaf dan orang bijak&lt;br /&gt;Para ulama salaf dan orang yang berilmu mereka sangat mencela sifat bakhil dan kikir. Mereka sendiri tidak mau dirinya terjerumus dalam sifat ini. karena sifat ini hanya akan mendatangkan kerugian bagi pelakunya. baik di dunia maupun di akhirat, serta mendatangkan kesengsaraan bagi orang lain ketika di dunia.&lt;br /&gt;Al-Khaththabi berkata, "kikir yang membuat seseorang tidak mau memberi, lebih parah dari pada bakhil.“&lt;br /&gt;Salman alfarisy berkata, "jika orang dermaawan meninggal dunia, maka bumi para malaikat penjaganya berkata, 'ya rabbi, lepaskanlah urusan dunia dari hamba-Mu karena kedermawannya’. Jika orang bakhil meninggal dunia, maka bumi berkata, 'ya rabbi, halangilah orang ini dari surga, sebagaimana hamba-Mu ini menghalangi apa yang ada di tangannya dari keduniaan’.“&lt;br /&gt;Di antara orang bijak ada yang berkata, "siapa yang bakhil, maka musuhnyalah yang akan mewarisi hartanya.“&lt;br /&gt;Seorang A’rabi mensifati orang lain dengan berkata, "dia menjadi hina dalam pandanganku karena kebesaran dunia dalam pandangannya.“&lt;br /&gt;Seorang A’rabi mencela suatu kaum dengan berkata, "mereka berpuasa dari yang ma’ruf dan melahap kekejian.“&lt;br /&gt;Abu Bakar Ash-Shiddiq   berkata : &lt;br /&gt;"Orang yang bakhil atau kikir tidak bisa terlepas dari salah satu tujuh perkara berikut :&lt;br /&gt;1. Ketika ia mati, hartanya akan diwarisi oleh orang yang akan menghabiskan dan membelanjakannya untuk sesuatu yang tidak diperintahkan Allah;&lt;br /&gt;2. Allah akan membangkitkan penguasa zhalim yang akan merenggut seluruh hartanya setelah menyiksanya terlebih dahulu.&lt;br /&gt;3. Allah menggerakkan dirinya untuk menghabiskan harta bendanya.&lt;br /&gt;4. Muncul ide pada dirinya untuk mendirikan bangunan di tempat yang rawan bencana, sehingga bangunan tersebut semua harta yang disimpan di dalamnya lalu ludes.&lt;br /&gt;5. Dia ditimpa musibah yang dapat menghabiskan hartanya, seperti tenggelam, terbakar, mengalami pencurian, dan sebagainya.&lt;br /&gt;6. Dia ditimpa penyakit kronis sehingga hartanya habis untuk berobat.&lt;br /&gt;7. Dia menyimpan hartanya di sebuah tempat, kemudian ia lupa tempat itu, sehingga hartanya hilang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. Batasan bakhil&lt;br /&gt;Banyak orang yang berbicara masalah bakhil dan kedermawanan. Di antara mereka ada yang membatasi bakhil dengan menahan yang wajib. Sedangkan orang yang berbuat sesuai dengan apa yang diwajibkan kepadanya, maka dia tidak disebut orang bakhil. Memang pengertian ini bisa dikata cukup. Orang yang tidak menyerahkan kepada keluarganya kecuali menurut ukuran yang ditetapkan seorang hakim, kemudian dia membuat mereka menderita karena tidak mau menambah bagian untuk keluarganya sekalipun hanya satu suapan atau sebuah korma saja, maka dia termasuk orang bakhil. &lt;br /&gt;Yang benar, orang yang terbebas dari bakhil ialah yang melaksanakan yang wajib menurut syari’at dan hal-hal yang lazim, dengan cara yang terhormat dan disertai kerelaan hati tatkala mengeluarkannya.&lt;br /&gt;Yang wajib menurut ketentuan syariat ialah mengelurkan zakat dan memberikan nafkah kepada keluarga. Sedangkan yang lazim dengan cara yang terhormat ialah dengan tidak merasa sayang terhadap apa yang dikeluarkannya dan menghindari hal-hal yang hina. Gambarannya berbeda-beda menurut perbedaan kondisi dan individu. Sesuatu yang dipandang buruk pada diri orang yang kaya belum tentu dipandang buruk pada diri orang yang miskin. Apa yang dipandang buruk pada diri seseorang karena menyusahkan keluarga, kerabat dan tetangganya dalam urusan makanan, belum tentu dianggap buruk pada diri orang asing. Orang bakhil ialah yang menahan apa yang mestinya dia tidak boleh menahannya, entah atas dasar ketentuan syariat entah atas dasar menjaga kehormatan. Siapa yang melaksanakan ketentuan syariat dan kelaziman kekesatriaan, berarti dia terlepas dari sifat bakhil. Tetapi dia tidak memiliki sifat kedermawanan selagi tidak mau mengeluarkan lebih dari itu.&lt;br /&gt;Bakhil tidak hanya terbatas kaitannya dengan harta semata. Bakhil juga termasuk dalam ilmu dan jabatan. Orang yang tidak mau mengajarkan ilmu yang telah didapatkan kepada orang lain pun disebut bakhil. Begitu juga orang yang tidak mau mengorbankan jabatannya baik untuk kepentingan agama ataupun untuk kepentingan masyarakat maka dia termasuk bakhil.&lt;br /&gt;Bahkan rasulullah  menyatakan orang bakhil adalah orang yang tidak mau membaca shalawat kepada beliau jika nama beliau disebut. Rasulullah  bersabda :&lt;br /&gt;الْبَخِيلُ مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ ثُمَّ لَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ&lt;br /&gt;“Orang bakhil adalah siapa yang mendengar namaku disebut dia tidak mau bershalawat kepadaku.“  (riwayat At-Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. Akibat bakhil&lt;br /&gt;Bakhil tidak hanya mendatangkan kerugian di dunia semata, namun di akhirat pun orang bakhil akan mendapat azab karena kebakhilannyan tersebut. Di antara akibat yang ditimbulkan oleh bakhil adalah :&lt;br /&gt;1. Akan sulit mendapatkan kebahagiaan.&lt;br /&gt;2. Hina di hadapan orang lain.&lt;br /&gt;3. Orang yang bakhil akan tersiksa jiwanya, karena selalu memikirkan bagaimana cara agar hartanya bertambah.&lt;br /&gt;4. Hartanya tidak bermanfaat karena hanya ditumpuk saja. Bahkan orang yang sangat bakhil tidak mau hartanya berkurang sedikitpun, walau sekedar memenuhi kebutuhannya sendiri.&lt;br /&gt;5. Pada hari kiamat kelak, harta yang ditumpuknya akan dikalungkan di lehernya sebagai balasan atas kebakhilannya.&lt;br /&gt;6. Harta yang ditumpuknya tidak bermanfaat sama sekali dihadapan allah, melainkan hanya akan mendatangkan kerugian baginya.&lt;br /&gt;7. Kehancuran yang disebabkan peperangan sesama manusia, sebagai mana yang telah menimpa umat-umat terdahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI. Cara Mengobati bakhil&lt;br /&gt;Semua penyakit pasti ada obatnya. Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, kecuali juga menciptakan obatnya. Sebagaimana penyakit yang menimpa jasad manusia yang pasti ada obatnya, penyakit hati pun demikian.&lt;br /&gt;Hal pertama untuk mengobati bakhil adalah dengan mengetahui kebaikan-kebaikan yang akan didapat dari sifat dermawan (suka memberi) serta mengetahui kejelekan-kejelekan yang akan didapat dari sifat bakhil.&lt;br /&gt;Juga perlu diketahui bahwasannya sifat bakhil itu mempunyai sebab-sebab dan motif-motif yang mendorong seseorang bersikap demikian. dan motif yang paling kuat dalam hal ini adalah takut miskin. Maka islam telah menerangkan hal itu dalam banyak ayat dengan ungkapan yang sangat indah dan bijaksana. &lt;br /&gt;Sedangkan sebab yang lain adalah kecintaan terhadap harta. Sedangkan cinta terhadap harta itu ada dua sebab:&lt;br /&gt;1. Cinta kepada nafsu, yang tidak bisa dicapai kecuali dengan memiliki harta dan harapan yang muluk-muluk. Sekalipun dia tidak mempunyai harapan yang muluk-muluk untuk dirinya sendiri, tetapi dia mempunyai anak, maka dia juga termasuk orang yang mempunyai harapan yang muluk-muluk.&lt;br /&gt;2. Cinta hanya semata kepada harta itu. Di antara manusia ada yang mempunyai harta melimpah, cukup untuk kebutuhannya sepanjang hidupl andaikan dia membatasi kebutuhannya yang lazim seperti biasanya, agar hartanya masih banyak atau bertambah banyak, sementara dia pun tidak mempunyai anak dan sudah tua, lalu dia tidak mau membelanjakan hartanya untuk kebutuhan-kebutuhannya, termasuk pula untuk sadaqah, maka ini termasuk penyakit bakhil yang sulit diobati. Perumpamaan orang ini ialah seperti orang yang mencintai orang lain. Ketika utusan orang yang dicintainya datang, dia justru mencintai utusan tersebut dan malalaikan orang yang tadinya dicintai. Dunia ini adalah utusan yang menghantarkan kepada apa yang dibutuhkan. Dia mencintai uang dan lupa kebutuhannya. Tentu saja ini merupakan kesesatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VII. Penutup&lt;br /&gt;Sifat bakhil adalah pokok dari semua kehinaan. Menandakan sedikitnya akal dan jeleknya pembinaan. Mengajak manusia kepada kebiasaan-kebiasan yang tercela. Tidak bisa bersatu dengan keimanan dalam hati manusia. &lt;br /&gt;Karena pada hakikatnya kebakhilan akan menyebabkan kehancuran dan rusaknya akhlak manusia. Sebagaimana ia merupakan tanda berburuk sangka kepada Allah. Maka kebakhilan akan menyebabkan seseorang terpisah dengan sahabat-sahabatnya dan jauh dari akhlak para nabi dan orang-orang sholeh.&lt;br /&gt;Maka orang yang bakhil tidak diterima keberadaannya di dunia dan di akhirat akan disiksa. mereka adalah orang yang dibenci oleh Allah dan manusia. Dari sinilah muncul perkataan :&lt;br /&gt;“Kedermawanan seseorang menjadikan musuh-musuhnya cinta kepadanya, sedangkan kebakhilannya menyebabkan anaknya sendiri benci kepadanya.”&lt;br /&gt;Ada juga yang mengatakan, “Bakhil menghilangkan sifat kemanusiaan dan memunculkan kebiasaan hewani.”&lt;br /&gt;Oleh karena itu marilah kita senantiasa berusaha menjauhkan diri kita dari sifat bakhil. Karena ia hanya akan menjauhkan manusia dari kasih sayang Allah dan akan menjadikan orang lain benci terhadap kita. Bahkan seorang anak akan membenci ayahnya sendiri disebabkan oleh kebakhilan yang menyelimuti hati.&lt;br /&gt;Semoga Allah senantiasa menjaga kita dari sifat bakhil dan memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang sholeh. Wallahu a’lam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi&lt;br /&gt;1. Al-Qur’an Terjemah &lt;br /&gt;2. Tafsir Al-Qur’an Al-’Azhim, Ibnu Katsir, Maktabah Al-Ashriyah, Beirut, Cetakan III Tahun 2000 M.&lt;br /&gt;3. Syarh Riyadhus-Shalihin, Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin, Darul Ulum, Mesir, Cetakan I Tahun 2002 M.&lt;br /&gt;4. Kitab Al-Adab Al-Mufrad, Muhammad bin Ismail Al-Bukhari, Maktabah Ma’arif, Riyadh, Cetakan I Tahun 1998 M.&lt;br /&gt;5. Minhajul Qosidhin jalan orang-orang yang mendapat petunjuk, Ibnu Qudamah, Pustakan Al-Kautsar, Jakarta, Cetakan I Tahun 1997 M.&lt;br /&gt;6. http:\www. Islamweb.net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6885681648805952340-5829695298392926868?l=fariq01.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fariq01.blogspot.com/feeds/5829695298392926868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6885681648805952340&amp;postID=5829695298392926868' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/5829695298392926868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6885681648805952340/posts/default/5829695298392926868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fariq01.blogspot.com/2008/08/bakhil.html' title='BAKHIL'/><author><name>fariq01</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16706722218091462498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6885681648805952340.post-9211105031738690822</id><published>2008-08-14T07:48:00.000-07:00</published><updated>2008-08-14T08:24:41.504-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='zaid'/><title type='text'>QISHASH PEMBUNUHAN</title><content type='html'>I. Muqaddimah&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan manusia dan alam semesta. Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad , kelurga dan shahabat beliau serta umatnya yang senantiasa mengikutinya dengan baik sampai hari kiamat kelak.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Salah satu keistimewaan dienul Islam adalah ajarannya yang mencakup semua aspek kehidupan. Islam tidak hanya mengatur hubungan seorang manusia dengan Rabbnya saja, namun Islam juga mengatur hubungan antara sesama manusia. Bahkan Islam juga mengatur hubungan antara manusia dengan mahluk lainnya. &lt;br /&gt;Dalam hal ini Islam sangat menghormati dan menjaga hak asasi manusia. Lebih-lebih hak seseorang untuk hidup yang merupakan hak asasi yang paling asasi. Sebagai perwujudan penghormatan dan penjagaan dalam hal ini Islam mensyari’atkan adanya qishas. Sebagai mana firman Allah ,&lt;br /&gt; وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَا أُولِي الألْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ&lt;br /&gt;“Dan bagi kalian di dalam qishash itu ada kehidupan wahai orang-orang yang mempunyai akal pikiran.” (Qs. Al-Baqoroh : 179)&lt;br /&gt;Imam Abu Aliyah mengomentari ayat ini, “Betapa banyak orang yang mengurungkan niatnya melakukan pembunuhan karena takut dibunuh (diqishash).” (Tafsir ibnu katsir jilid I).&lt;br /&gt;Itulah salah satu bukti bahwa islam adalah agama yang menyeluruh dan sesuai dengan fitrah manusia.&lt;br /&gt;Mengingat pentingnya masalah ini, maka kami merasa perlunya pembahasan tentang qishash yang kami khususkan dalam pembunuhan. Pembahasan ini mencakup tentang pengertian dan jenis-jenis pembunuhan; pelaksanaan qishash itu sendiri, baik yang berkaitan dengan syarat, mawani’ (penghalang-penghalang), dan hal-hal yang menggugurkan qishash dan juga teknik pelaksaan qishash; serta bagaimana prakteknya pada saat ini.&lt;br /&gt;Tentu, tulisan kami dalam pembahasan ini tidak bisa mewakili tulisan-tulisan yang terdapat dalam kitab-kitab rujukan (turats) yang ditulis oleh para ulama salaf. Dan kami menyadari betul banyaknya kekurangan dan kesalahan di sana-sini dalam tulisan ini, dikarenakan ilmu kami yang masih sangat sedikit. Namun demikian kami berharap tulisan ini membuka kesadaran kita untuk lebih giat dalam mempelajari dan mendalami ilmu dien yang sangat luas cakupannya.&lt;br /&gt; Oleh karena itu kami meminta kerelaan para asatidzah dan ikhwan sekalian membantu kami dalam mengoreksi dan memperbaiki serta membenarkan kesalahan-kesalahan yang ada. Sebagai hamba Allah yang lemah dan bodoh, kami selalu beristighfar kepada Allah dan meminta pertolongannya  agar memudahkan kami memahami semua syariat-Nya  .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Sukoharjo,  2  Jumadil ‘ula 1429 H&lt;br /&gt;        30  Mei 2008 M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Definisi&lt;br /&gt;a. Qishash&lt;br /&gt;Secara bahasa : qishos berasal dari kata qashasha yang berarti memotong atau mengikuti jejak dalam pengejaran. Oleh karena itu orang yang terkena hukum qishos dihukum sesuai dengan apa yang menimpa si korban. &lt;br /&gt;Sedangkan menurut istilah syar’I : qishos adalah balasan setimpal yang dikenakan kepada orang yang melakukan tindak pidana (pembunuhan atau non pembunuhan).&lt;br /&gt;Qishos dikenakan untuk setiap tindak pidana dengan sengaja. Baik terencana ataupun tidak.&lt;br /&gt;b. Pembunuhan&lt;br /&gt;pembunuhan adalah suatu perbuatan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. &lt;br /&gt;Islam melarang umatnya melakukan suatu pembunuhan tanpa alasan yang dibenarkan. Karena pembunuhan termasuk dosa besar yang pelakunya diancam oleh Allah  dengan neraka. Berikut ini dalil-dalil yang menunjukkan larangan membunuh tanpa alasan yang dibenarkan.&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ وَلا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا .  وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ عُدْوَانًا وَظُلْمًا فَسَوْفَ نُصْلِيهِ نَارًا وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا&lt;br /&gt;  “...dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS An-Nisaa’: 29-30) &lt;br /&gt;وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا&lt;br /&gt;“Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.” (QS An-Nisaa’: 93) &lt;br /&gt;مِنْ أَجْلِ ذَلِكَ كَتَبْنَا عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا&lt;br /&gt;“Oleh Karena itu kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya.” (QS Al-Maaidah: 32) &lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah  bahwa Rasulullah  bersabda: “Hendaklah  kalian menjauhi tujuh perkara yang membinasakan.” Ada yang bertanya, “Ya Rasulullah, apa saja itu?” Jawab Beliau , “(Pertama) menyekutukan Allah, (kedua) perbuatan sihir, (ketiga) membunuh jiwa yang telah Allah haramkan (membunuhnya) kecuali dengan cara yang haq, (keempat) makan harta benda anak yatim, (kelima) makan riba, (keenam) berpaling pada waktu menyerang musuh (desersi), dan (ketujuh) menuduh (berzina) perempuan-perempuan mukmin yang tidak tahu menahu (tentang itu).” (Muttafaqun ’alaih: Fathul Bari V: 393 no: 2766, Muslim I: 92 no: 89, ’Aunul Ma’bud VIII: 77 no: 2857 dan Nasa’i  VI: 257). &lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Umar bin Khatthab  bahwa Rasulullah  bersabda,&lt;br /&gt;لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Bagi Allah lenyapnya dunia jauh lebih ringan daripada hilangnya nyawa seorang muslim.” (Shahih: Shahihul Jami’us Shaghir no: 5077, Tirmidzi II: 426 no: 1414 dan Nasa’i VII: 82). &lt;br /&gt;Dari Abu Sa’id Al-Khudri dan Abu Hurairah , dari Rasulullah   Beliau bersabda, “Andaikata segenap penghuni langit dan penghuni bumi bersekongkol menumpahkan darah seorang mukmin, maka niscaya Allah akan menjebloskan mereka ke dalam api neraka.” (Shahih: Shahihul Jami’us Shaghir no: 5247 dan Tirmidzi II: 427 no: 1419). &lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Mas’ud  bahwa Nabi  bersabda, “Perkara yang pertama kali diputuskan di antara manusia (oleh Allah kelak) ialah kasus pembunuhan.” (Muttafaqun ’alaih: Fathul Bari XII: 187 no: 8664, Muslim III: 1304  no: 1418 dan Nasa’i  VII: 83) &lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Mas’ud  bahwa Rasulullah  bersabda, “Ada seorang laki-laki datang dengan memegang tangan laki-laki lain, lalu berkata, ‘Wahai Rabbku, orang ini telah berusaha membunuhku.’ Kemudian Allah bertanya kepadanya, ‘Mengapa engkau berusaha membunuhnya?’ Maka orang yang telah berusaha membunuhnya itu menjawab, 'Aku membunuhnya supaya kemuliaan menjadi milik-Mu semata.' Kemudian Allah menjawab, 'Maka (kalau begitu), itu untuk-Ku semata.' Kemudian datang (lagi) seorang laki-laki (lain) sambil memegang tangan laki-laki juga, lalu ia berkata, '(Wahai Rabbku), orang ini telah membunuhku.' Lalu tanya Allah kepadanya, ‘Mengapa engkau membunuhnya?’ Jawabnya, ‘Supaya kemuliaan ini menjadi milik si fulan.’ Maka firman Allah, 'Sesungguhnya kemuliaan bukanlah milik si fulan.' Maka laki-laki yang berusaha itu pulang dengan membawa dosanya.” (Shahih: Shahih Nasa’i  no: 3732 dan Nasa’i VII: 84). &lt;br /&gt;Klasifikasi Pembunuhan&lt;br /&gt;Menurut mayoritas ulama Pembunuhan terbagi tiga: &lt;br /&gt;1. Pembunuhan dengan sengaja (qotlul ‘amdi), Yang dimaksud pembunuhan Sengaja ialah seorang mukallaf secara sengaja  membunuh orang yang terlindungi darahnya (tak bersalah), dengan menggunakan senjata yang lazimnya bisa membunuh.&lt;br /&gt;2. Pembunuhan semi sengaja, Adapun yang dimakasud syibhul ’amdi (pembunuhan yang mirip dengan sengaja) ialah pemukulan secara semena-mena dan tanpa alasan yang benar dengan menggunakan alat yang secara umum tidak mematikan, misalnya tongkat kecil dan cambuk, namun ternyata manyebabkan kematian korban padahal si pelaku tidak bermaksud membunuhnya, melainkan hanya memberi pelajaran dan sejenisnya. &lt;br /&gt;3. Pembunuhan karena keliru (qotlul khoto’), Sedangkan yang dimaksud pembunuhan karena keliru ialah seorang mukallaf melakukan perbuatan yang mubah baginya, seperti memanah binatang buruan atau semisalnya, ternyata anak panahnya nyasar mengenai orang hingga meninggal dunia. &lt;br /&gt;Namun Mazhab Hanafi membagi pembunuhan menjadi 5 yaitu : qotlul ‘amdi (pembunuhan sengaja), syibhul ‘amdi (seperti sengaja), khotho’ (keliru atau tidak sengaja), ma ajro majri al-khotho’ (seperti pembunuhan keliru), dan tasabbub (tidak langsung namun menjadi penyebab). Sedangkan menurut Mazhab Maliki pembunuhan hanya ada dua; amdi dan khotho’.&lt;br /&gt;c. Qishash pembunuhan&lt;br /&gt;Qishash pembunuhan adalah balasan setimpal yang dikenakan kepada orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Dalil-Dalil Tentang Qishash&lt;br /&gt;Al-qur’an : &lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian qishash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh. Orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan perempuan dengan perempuan.” (Qs. Al-Baqoroh : 178) &lt;br /&gt;Ayat ini turun berkenaan dengan orang-orang yahudi dari kalangan Bani Nadhir dan Bani Quraidhah. Apabila orang Nadhir membunuh orang Quraizhah, maka orang Nadhir tidak dibunuh karenanya, namun hanya diharuskan menebus dengan seratus wasaq kurma. Sedangkan bila orang Quraizhah membunuh orang Nadhir, maka orang Quraizhah harus diqishas dengan cara dibunuh. Jika orang Quraidhah mau menebusnya, maka mereka harus membayar sebanyak 200 wasak kurma, yang berarti dua kali lipat dari jumlah diyat untuk menebus orang Nadhir. Oleh karena itu Allah menyuruh berlaku adil dalam qishos dan tidak boleh mengubah hukum-hukum Allah dikarenakan kafir dan durhaka.(Tafsir Ibnu Katsir jilid I)&lt;br /&gt;“Dan dalam qishos itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.” (Qs. Al-Baqoroh : 179)&lt;br /&gt;Imam Abu ‘Aliyah mengomentari ayat ini : “Allah menjadikan di dalam qishos kehidupan betapa banyak orang yang ingin membunuh mengurungkan niatnya karena takut akan di bunuh (qishos).” &lt;br /&gt;“Dan kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (taurat) bahwasannya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada qishosnya.” (Qs. Al Maidah : 45) &lt;br /&gt;As-sunnah&lt;br /&gt; “Tidak halal darah seorang muslim yang bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah selain Allah dan aku adalah utusan Allah kecuali dengan salah satu di antara tiga hal: orang yang pernah menikah berzina, qishos jiwa dengan jiwa, dan orang yang meninggalkan agamanya dan menyempal dari jama’ah.” (Shahih: Shahihul Jami’us Shaghir no: 7641).&lt;br /&gt;“Barang siapa yang walinya dibunuh, maka ia bisa memilih antara dua opsi (bagi pembunuhnya) : dikenakan diyat atau dibunuh (qishos). (HR. bukhori muslim)&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah  dari Nabi  , Beliau bersabda, “Barang siapa yang dibunuh dan ia mempunyai keluarga, maka (pihak keluarganya) memiliki dua alternatif: boleh menuntut diat, boleh menuntut qhisash.” (Muttafaqun’alaih: Fathul Bari XII; 205 dan Muslim II: 988 no: 1355). &lt;br /&gt;Diat wajib ini sebagai ganti dari qishash. Oleh sebab itu, pihak keluarga terbunuh boleh berdamai dengan si pembunuh dengan jalan menuntut  selain diat, walaupun nilainya lebih besar daripada diat. Hal ini didasarkan pada sabda Nabi  : &lt;br /&gt;"Barangsiapa yang membunuh (orang tak bersalah) secara sengaja (dan terencana), maka urusannya kepada pihak keluarga si terbunuh. Jika mereka mau, menuntut hukum balas      membunuh; dan jika mau, mereka menuntut diat, yaitu (membayar) tiga puluh hiqqah (onta betina berusia tiga tahun yang masuk tahun keempat) dan tiga puluh jadza’ah (onta yang masuk tahun kelima) serta empat puluh khalifah (onta yang sedang bunting) dan, apa saja yang mereka tuntut kepada si pembunuh sebagai imbalan perdamaian, maka ia (imbalan itu) untuk mereka, dan yang demikian itu untuk penekanan pada diat." (Hasan: Shahih Tirmidzi no: 1121 dan Tirmidzi II: 423 no: 1406 dan Ibnu Majah II: 887 no: 2626). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. Ahkamul Qishash&lt;br /&gt;a. Syarat-syarat qishos&lt;br /&gt;Untuk menjatuhkan hukuman qishos, diperlukan syarat-syarat sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Adanya Unsur Kesengajaan&lt;br /&gt;yaitu kesengajaan pelaku untuk membunuh korban dengan menggunakan sesuatu yang bisa menghilangkan nyawa. Baik berupa benda tajam ataupun benda lain yang secara umum bisa digunakan untuk membunuh.&lt;br /&gt;2. Pelaku Pembunuhan Telah Mukallaf (Akil Baligh)&lt;br /&gt;Tidak ada perbedaan di kalangan ahli ilmu bahwa qishos tidak bisa dikenakan pada pembunuh yang masih anak-anak maupun gila. Begitu juga orang yang kehilangan akalnya karena suatu sebab yang dibenarkan. Dalil-dalil tentang hal ini sudah sering dijelaskan. &lt;br /&gt;Sedangkan bagi orang yang mabuk, maka ia tetap dikenai qishash. Sebagaimana ia juga dikenai had karena meminum khamr. Seandainya tidak dikenai qishash maka akan muncul kerusakan yang luar biasa disebabkan oleh orang-orang yang mabuk. Ini merupakan pendapat jumhur ulama.  &lt;br /&gt;3. Adanya Kehendak Sendiri Dan Tanpa Paksaan. &lt;br /&gt;Syarat ini masih diperselisihkan. Abu Hanifah dan muridnya Muhammad, juga syafi’I dalam salah satu versi pendapatnya, menyatakan bahwa orang yang dipaksa untuk membunuh tidak berhak untuk diqishos, merujuk pada hadits: &lt;br /&gt;“sesungguhnya Allah memaafkan perbuatan umatku (yang dilakukan) karena : kekeliruan atau tidak disengaja, lupa, dan sesuatu yang dipaksakan kepada mereka (pemaksaan).” (HR. Ibnu Majah no. 2045)&lt;br /&gt;Mereka mengatakan: Orang yang dipaksa sama halnya dengan alat di tangan orang yang memaksanya, dan ini bisa dikategorikan sebagai paksaan yang tidak bisa dihindari (Ikrah Almujli). Dengan demikian kondisinya sama seperti ketika si pemaksa melempar alat tersebut hingga mengenai korban dan membunuhnya.&lt;br /&gt;Sementara di sisi lain, Imam Malik, Ahmad, Syafi’i dalam versi pendapat keduanya, dan Ja’far dari kalangan murid Abu Hanifah, menyatakan bahwa orang yang dipaksa membunuh tetap wajib dikenakan qishos. Alasan mereka, orang yang dipaksa membunuh korbannya dengan sengaja dan secara dzalim, sewenang-wenang, tanpa alasan yang benar demi keselamatan dirinya (dari ancaman orang yang memaksanya), sehingga statusnya serupa dengan ketika ia membunuhnya karena kelaparan agar ia dapat memakannya, atau orang yang memilih membunuh orang lain dari pada orang tersebut akan membunuhnya.&lt;br /&gt;Terkait dengan pendapat kalangan pertama yang mengkategorikan pembunuhan sengaja di bawah paksaan orang sebagai “paksaan yang tidak bisa dihindari”, kelompok kedua menyatakan bahwa ini tidak bisa dibenarkan, karena ia masih mungkin untuk menentang atau menolak, dan ia juga memiliki pilihan antara membunuh dirinya sendiri (dibunuh orang yang memaksa) atau membunuh orang lain, sehingga tidak bisa dikatakan bahwa ia tidak memiliki pilihan sama sekali.&lt;br /&gt;Kesimpulan :&lt;br /&gt;Pendapat terakhir ini lebih jelas dan lebih tepat. karena keterpaksaan bisa ditolelir jika berupa ucapan dan bukan pada tindakan. Pendapat ini juga dikuatkan oleh hadits Sa’d bin Abi Waqqash   terkait dengan fitnah (huru-hara yang menewaskan) Utsman bin Affan  , ia berkata: aku bersaksi bahwa Rasulullah  telah bersabda,&lt;br /&gt;“Sesungguhnya akan terjadi fitnah (huru-hara) di mana orang yang duduk lebih baik dari pada yang berdiri, orang yang berdiri lebih baik daripada orang yang berjalan, dan yang berjalan lebih baik dari pada yang berlari.” Utsman bertanya, “Menurut anda, bagaimana jika ada orang yang memasuki rumahku dan mengacungkan tangannya kepadaku untuk membunuhku?” beliau menjawab, “bersikaplah seperti anak adam (habil). [Hadits Shahih Riwayat At-Tirmidzi (2194), Abu Dawud (4257), Ahmad (1/185)]&lt;br /&gt;Dalam hadits ini, Nabi  melarangnya utsman  balik merentangkan tangan pada orang yang ingin membunuhnya. Dengan demikian, mencegah membunuh orang lain—yang tidak mengusiknya—jika ia dipaksa untuk membunuh, tentu lebih dilarang. &lt;br /&gt;Wasiat senada dipesankan Nabi  kepada abu dzar, agar ia mengasingkan diri apabila manusia telah saling bunuh dan hendaknya tidak ikut mengangkat senjata, hingga beliau bersabda : &lt;br /&gt;“Namun jika kamu takut akan kilatan pedang, maka tutupkanlah ujung jubahmu ke wajahmu, niscaya dia akan menanggung dosanya dan dosamu.” [Hadits Shahih Riwayat Abu Dawud (4261), Ibnu Majah (3958), Ahmad (5/149), Ibnu Hibban (5960)]&lt;br /&gt;4. Korban pembunuhan adalah ma’shum yaitu orang yang nyawanya terlindungi (seorang muslim)&lt;br /&gt;Jika korban adalah kafir harbi, atau pelaku zina muhshan atau seorang murtad, maka tidak ada tanggungan bagi pembunuhnya, baik itu qishos ataupun diyat. Nabi  bersabda :&lt;br /&gt;“Tidak halal darah seorang muslim yang bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah selain Allah dan aku adalah utusan Allah kecuali dengan salah satu di antara tiga hal: orang yang pernah menikah berzina, qishos jiwa dengan jiwa, dan orang yang meninggalkan agamanya dan menyempal dari jama’ah.” (Muttafaqun ’alaih: Fathul Bari XII: 201 no: 201 no: 6878, Muslim III: 1302 no: 1676, ‘Aunul Ma’bud XII: 5 no: 4330, Tirmidzi II: 429 no: 1423, Nasa’i VII: 90 dan Ibnu Majah II: 847 no: 2534).&lt;br /&gt;5. Pelaku bukan dari kalangan garis keturunan ke atas dari korban (Ayah, Kakek dan seterusnya ke atas).&lt;br /&gt;Jika seseorang membunuh anaknya atau cucunya (anak dari anaknya yang laki-laki maupun perempuan), maka ia tidak dikenai hukuman qishos atas tindakannya tersebut. Hal ini sesuai yang difatwakan oleh mayoritas ulama, di antaranya Abu Hanifah, Imam Syafi’i, Ahmad, dan Ishaq, juga yang dinukil dari Umar bin Khaththab, serta dianut oleh Robi’ah, Ats-Tsauri dan Al-Auzai. Mereka berargumen dengan dalil-dalil sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Hadits Ibnu Abbas, bahwa rasulullah  bersabda, “seorang ayah tidak dihukum qishos karena (membunuh) anaknya.” [HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah (2661) dan ulama lainnya.]&lt;br /&gt;b. Hadits Abdullah bin Amr bin Ash , ujarnya: seorang laki-laki dari Bani Mudlij memiliki seorang budak wanita, lalu ia menyetubuhinya hingga melahirkan anak, namun tidak mengawininya dan terus mempekerjakannya. Ketika si anak sudah tumbuh dewasa, suatu hari ia pun memanggilnya bersama ibunya. Laki-laki itu berkata kepada budak perempuan tersebut, “lakukan begini dan begini!” anak itu langsung menukas, “ia tidak datang kepadamu (memenuhi perintahmu), sampai kapan kau akan pekerjakan ibuku?” ayahnya pun marah, lalu mengayunkan pedangnya ke arah anak itu dan mengenai kakinya atau bagian lain hingga putus. Anak itu bersimbah darah dan meninggal dunia. Laki-laki itu bertolak bersama kaumnya untuk menghadap Umar bin Khaththab. Umar berkata, “hai orang yang memusuhi dirinya sendiri, kaukah yang membunuh anakmu? Kalau saja aku tidak pernah mendengar rasulullah  bersabda, “Seorang ayah tidak dikenai qishos karena anaknya.” Niscaya aku sudah melaksanakan hukum mati terhadapmu. Ayo keluarkanlah diyatnya !” Orang itu pun menyerahkan seratus dua puluh atau tiga puluh ekor unta kepada Umar . Umar lalu memilih seratus unta dan menyerahkannya kepada ahli waris korban kemudian melepaskan ayahnya.[Ad-Daruquthni (3/140) dan Baihaqi (8/38)]&lt;br /&gt;c. karena ayah adalah sebab atau perantara dari kehidupan (keberadaan) anaknya, maka anak tidak boleh menjadi sebab bagi kematian ayahnya. Dalam masalah ini orang yang kekuatan hukumnya selevel dengan orang tua adalah garis keturunan ke atas, baik laki-laki maupun perempuan meskipun jauh. Termasuk di dalamnya, ibu dan nenek, baik dari jalur ayah maupun ibu, meskipun sudah jauh. Karena memang lafadz “orang tua” mencakup mereka semua.&lt;br /&gt;Ketentuan ini berlaku pada orang tua secara nasab. Adapun jika yang melakukan permbunuhan terhadap anak adalah orangtua persusuan, maka ulama mazhab hambali menyatakan bahwa orang tua persusuan boleh dikenakan qishos jika terbukti membunuh anak susuannya. Karena tidak adanya keterkaitan gen secara hakiki di antara mereka.&lt;br /&gt;6. Ada Kesetaraan St
